Shiatsu Memulihkan Saraf Terjepit

Alternatif Mon, 25 Jun 2007 13:30:00 WIB Terapi shiatsu menenangkan sistem saraf somatik (saraf sadar} dan sistem saraf otonom (saraf tidak sadar). Terapi ini sukses mengobati gangguan saraf terjepit yang dialami Herry dan Sofyan.Januari 1991, Herry Suhartono (56) mengalami gangguan saraf terjepit. Saat itu ia sedang membantu tukang bangunan mengangkat balok kayu ukuran 8 x 12 meter.”Saat angkatan pertama, di punggung saya terdengar suara ‘kretek’. Tubuh terasa nyeri dan sakit sekali. Saya tak lagi bisa berdiri, apalagi bergerak secara normal. Saya lalu dibawa keluarga berobat pada seorang ahli patah tulang di daerah Sukabumi. Selama satu jam saya mendapat perawatan. Hasiinya, tubuh dapat digerakkan dan kembali ke posisi semula,” papar Herry.

Empat tahun kemudian, Herry kembali mengalami gangguan saraf. Saat sedang mengendarai mobil, tiba-tiba kaki kanannya tak bisa digerakkan untuk menginjak pedal rem. Mobilnya baru bisa berhenti setelah menabrak kendaraan yang berada di depannya.

Ketika itu ia merasa kedua kakinya panas dan susah digerakkan. Dari pinggang hingga betis terasa seperti ditarik-tarik. Anehnya, beberapa jam kemudian gangguannya hilang.

“Kejadian itu tak cuma sekali terjadi. Lebih dari 3 kali saya menabrak mobil gara-gara kaki tak mampu digerakkan untuk menginjak pedal rem. Ini membuat saya harus bolak-balik berurusan dengan polisi dan bengkel mobil. Gangguan ini datang dan pergi. Akhirnya, awal tahun 1995 saya pergi pada seorang dokter spesialis bedah tulang di Bogor,” tutur bapak dua anak ini.

Tiga Kapal

Dari pemeriksaan dokter, Herry dinyatakan mengalami gangguan saraf terjepit di lumbal nomor 4. la dianjurkan untuk menjalani operasi di daerah tulang ekor. Karena takut, ia tidak menjalani anjuran itu.

Sejak saat itu, pria sumringah ini hanya mengonsumsi obat antinyeri saraf. Ia pun mulai mencari pengobatan alternatif. Ia mengaku berbagai praktisi pengobatan pernah didatangi, dari Bogor, Sukabumi, Jakarta, hingga Cirebon. Mulai dari yang menggunakan terapi air putih, pijat, pemanasan, fisioterapi, hingga penyinaran dan terapi diet, pernah dijalani.

Sayangnya, semua itu belum membuahkan hasil maksimal, bahkan sakitnya makin sering kambuh. Selama empat tahun ia tak lagi bisa menggerakkan anggota tubuh.

“Untuk mandi dan buang air mesti dipapah. Makan dan minum hanya bisa dilakukan d atas tempat tidur. Ke mana-mana harus pakai kursi roda. Sudah tak terhitung biaya yang keluar. Tiga kapal pengangkut ikan, masing-masing seberat 580 ton, ikut terjual hanya untuk biaya pengobatan,” kenang mantan eksportir ikan ke Jepang, yang pernah mempunyai karyawan 150 orang ini.

Beruntung, tahun 2000 ia bertemu dengan Nina Radinah Taryaman di Gadog, Puncak, Bogor. Setelah diterapi shiatsu, kondisinya berangsur pulih.

Ceritanya, tiga kali ditangani Oma, demikian Herry memanggil Nina, ia sudah bisa makan sendiri di meja makan. Sebulan diterapi shiatsu, ia sudah bisa mengemudikan mobil sendiri. Hingga kini, gangguan saraf terjepit tak lagi menyerang tubuhnya.

Tiga Bulan

Pengalaman serupa dialami Sofyan (45), karyawan perusahaan Indosement. Menurut Sofyan, gangguan saraf terjepit di daerah tulang belakang dialami ketika sedang bertanding tenis meja di kantornya, media Agustus 2005,

“Saya salah langkah saat mengembalikan bola pingpong lawan. Tiba-tiba saja tubuh ini kaku dan sakit untuk digerakkan. Selama tiga bulan saya berbaring di rumah sakit. Keluar dari rumah sakit, tubuh terasa belum normal. Bila digerakkan ke kiri dan kanan masih sakit,” kenang Sofyan.

Beruntung Sofyan mengenal Nina di Klinik GHS. Perawatan shiatsu yang diberikan Nina mengembalikan kelenturan saraf-saraf di tulang belakangnya. Seperti halnya Herry, ia tak lagi mengalami sakit. Hingga kini Sofyan masih sering diterapi shiatsu.

Naluri Cegah Penyakit

Shiatsu, kata Nina Radinah Taryaman, berasal dari kata shi (jari) dan atzu (pijat).” Shiatsu yang dipraktikkan selama ini adalah teknik pijat yang dikembangkan Tokujiro Namikoshi, pendiri Nippon Shiatzu Shool di Jepang. Menurut teori shiatsu, titik utama dalam pemijatan mempunyai hubungan dengan titik bagian tubuh lainnya.

Dengan demikian, ketika memijat titik-titik utama akan terjadi kesembuhan pada bagian-bagian yang sakit,” ungkap pemilik pusat pendidikan dan pelatihan pengobatan tradisional di kawasan Gadog, Puncak, Ciawi, Bogor ini.

Pemijatan dengan shiatsu mempengaruhi fungsi seluruh tubuh, dari kelenjar hingga otot dan organ bagian dalam tubuh. Dijabarkan ketua II Asosiasi Penyembuh Alternatif Indonesia (Apali) ini, shiatsu bekerja atas dasar naluri manusia untuk mencegah penyakit.

Saat diterapi, tubuh akan dibuat sedemikian rupa, sehinnga gejala penyakit yang membutuhkan perawatan dokter tak jadi muncul.
Secara khusus, gangguan saraf terjepit bisa terjadi di berbagai tempat pada tubuh. Ada sejumlah titik perawatan untuk menyembuhkan gangguan saraf terjepit dengan menggunakan teknik shiatsu.

Hal yang paling baik, kata penghusada yang berpraktik di Klinik GHS ini, untuk gangguan saraf terjepit, lakukan pemijatan terlebih dahulu di titik-titik dekat daerah yang sakit. Setelah itu, pijat titik-titik lain yang lebih jauh dari lokasi yang sakit. Namun, pada praktiknya, pijatan di daerah yang lebih jauh dari sumber sakit justru lebih efektif dibandingkan dengan titik-titik yang dekat dengan lokasi sakit.

Berikut gambaran langkah-langkah untuk mengatasi gangguan saraf terjepit seperti yang dialami Herry dan Sofyan. Dengan menggunakan ibu jari atau tiga jari (manis, tengah dan telunjuk) dilakukan penekanan-penekanan awal.

Pertama, pijat di semua titik daerah wajah dan kepala. Dimulai dari titik ubun-ubun, lalu turun tiga titik di belakang kepala. Pemijatan pada lokasi ini diulang sebanyak tiga kali, masing-masing tiga sampai lima detik.

“Selanjutnya, selama 3 detik dilakukan pemijatan pada daerah kedua sisi belakang leher. Lalu pemijatan diarahkan pada bagian atas bahu kiri dan kanan, serta lima titik antara tulang punggung dan belikat. Turun kebawah, pijat 6 titik antara daerah punggung dan pinggang. Setelah itu pijatan dilakukan pada titik-titik kedua disisi luar pinggul.

Pijatan diakhiri di daerah ketiak, lalu pangkal lengan, dada dan perut. Untuk menyembuhkan gangguan saraf terjepit, terapi shiatsu bisa dilakukan seminggu dua kali,”kata perempuan kelahiran Bandung, 30 Agustus 1934 ini.

Alamat Praktek:
Klinik GHS
Jl. Palmerah Barat 33-37
Jakarta Pusat
telp. (021) 536778353
Ext. 4368

Sumber: Senior

About these ads
Categories: pijat story (cerita) | 13 Comments

Post navigation

13 thoughts on “Shiatsu Memulihkan Saraf Terjepit

  1. Mertua saya tertabrak motor dan mengalami patah tulang kaki dan rusuk.Saya tidak mengerti setelah tiga minggu dokter tidak mau menangani kaki dan rusuknya (yang patah) dengan alasan pasien keasadaran sarafnya belum pulih. Secara fisik sudah mulai normal, hanya tidak bisa diajak berkomunikasi. Apakah ini ada hubungannya, saraf dengan penanganan patah tulang?

  2. Ibu Siti yang tabah,

    Saya cukup prihatin juga mendengar keadaan Mertua saudari. Saya harap Ibu cukup tabah dan sabar dalam merawat beliau. Memang benar kata dokter tersebut, memang ada hubungan saraf dengan seluruh tubuh. Bila yang satu sakit maka akan berpengaruh ke saraf yang lain. Sebaiknya ibu, periksakan lagi ke dokter khusus saraf dan CT Scan. Semoga bisa membantu. Amin

  3. Abeck

    Saya ingin menanyakan tentang sakit saya ini, untuk posisi shalat ruku tak bisa karna nyeri di bokong kiri, begitu juga jika bersin yang kuat terasa nyeri…kejadian 2-3 nulan ini, kadang terasa enak kadang nyut”an, kadang kaki kiri kesemutan dsb…

  4. sri

    tubuh bagian kanan saya terasa nyeri dari mulai kaki , pinggang, punggung,pundak,,dan kadang2 kepala tersaa sakit, perut bagian kanan terasa sakit juga. knpa ya seperti itu?ada tidak pengobatannya?

    • Yth Bapak Abeck dan Ibu Sri yang baik,

      Saya baca, kasus yang Bapak Abeck dan Ibu Sri hampir mirip, bisa dilakukan terapi pengobatan dengan terapi pijat shiatsu yang dikombinasikan dengan terapi bekam, Insya Alloh bisa diobati jika Alloh mengijinkan. Bagaimana menurut Bapak Abeck dan Ibu Sri mau mencoba ?

      Salam hangat dan sehat selalu,

      PijatKeluargaSehat !

  5. mukti

    salam hangat dari kami di Jogja,
    orangtua saya (ibu) mengalami saraf terjepit pada tulang ekornya. Hal tsb dikarenakan bergesernya bantalan tulang punggung diruas 2 dan 3 (hasil foto MRI). keadaan tsb menyebabkan nyeri dan sakit untuk berjalan. solusi dr semua dokter syaraf adlh operasi. mengingat usia ibu yg sdh lanjut (76th), hal tsb sgt beresiko. kami mohon pencerahannya. terima kasih.

    • Yth. Bapak Mukti yang baik,

      Saya ikut prihatin juga mendengar kabar sakitnya Ibu Bapak Mukti.

      Dari cerita Bapak Mukti, memang situasinya serba salah. Jika diteruskan untuk dioperasi belum ada jaminan dari dokter bisa pulih 100%, artinya ada resiko tidak sembuh atau bahkan mungkin lebih parah dari kondisi sekarang.

      Dari usia Ibu dari Bapak Multi yang sudah lanjut, memang secara alami tubuh Ibu Anda akan mengalami degeneratif atau mengalami penurunan kemampuan aktivitas badan. Seperti: kemampuan penglihatan yang semakin berkurang, kemampuan mengingat juga menurun, kekuatan fisik juga berkurang dst.

      Bagaimana menurut Bapak Mukti ?

      Salam hangat dan sehat selalu,

      PijatKeluargaSehat !

  6. Fara

    salam hangat pijatkeluarga sehat..
    menurut diagnosa dokter ibu saya mengalami saraf terjepit di bagian punggung. sehingga mengakibatkan tangan hingga jari-jari kanan nya sulit digerakkan.selalu merasa nyeri dari punggung smpai tangan,dan mengamali sulit tidur. berbagai pengobatan mulai dari medis hingga altrnatif telah dilakukan tetapi tidak ada yang memberikan perubahan yang signifikan. mohon bantuannya..

    • Yth. Ibu Fara yang baik,

      Saya sampaikan terima kasih atas komentar dan kunjungannya ke blog Pijat Keluarga Sehat !
      Jika Ibu Fara berkenan datang besok pada tanggal 15 Mei 2010 antara jam 13.00-14.00, Isya Alloh saya akan coba dengan pengobatan dengan pijat Yumeiho secara langsung. Mohon sms atau call sebelumnya. Moga bisa membantu. Amin

      Salam hangat dan sehat selalu,

      Pijat Keluarga Sehat ! 0819 3265 8331

      Blog Informasi Terapi Pijat Pertama di Indonesia, Blog Homecare Terapi : Pijat dan Bekam Pertama di Indonesia, Blog Pelatihan Terapis Pijat Pertama di Indonesia, Blog Konsultasi Bisnis Pijat Pertama di Indonesia

  7. uminrusmini

    istri saya usia 38 thn mengalami gejala bawah pinggang kiri sampai lutut terasa nyeri dan panas serta sulit tidur dan tengkurap tak bisa apakah ini suatu gejala sarap kejepit mohon informasi dan jawabannya. sebelun dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih

    • Yth. Bapak Efriyanto yang baik,

      Berdasarkan informasi dari Bapak, gejala tersebut merupakan ciri-ciri dari dislokasi tulang punggung. Suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri, mungkin diantara 1000 orang hanya 1 orang yang memiliki posisi tulang pinggul yang baik tapi bukan sempurna. Karena hampir setiap orang sedikit banyak mengalami dislokasi tulang pinggul, akibatnya tulang punggung menekan syaraf-syaraf dan menyebabkan gangguan fungsi otot, sendi-sendi dan seluruh organ tubuh lainnya. Dislokasi tulang pinggul adalah penyebab utama rasa sakit pada pinggul, bahu dan penyakit organ-organ dalam yang banyak diderita olah masyarakat.

      Moga informasi ini ada manfaatnya.

      Salam hangat dan sehat selalu,

      Pijat Keluarga Sehat ! 0819 3265 8331
      Blog Informasi Terapi Pijat Pertama di Indonesia, Blog Homecare Terapi : Pijat dan Bekam Pertama di Indonesia, Blog Pelatihan Terapis Pijat Pertama di Indonesia, Blog Konsultasi Bisnis Pijat Pertama di Indonesia

  8. Erwin

    Saya kcelakaan menabrak sebuah bus di daerah Semarang,Saya berumur 17 thun kika mngalami kjadian ini,sejak peristiwa tersebut,tangan kanan saya lumpuh total,bahkan untuk merasakan sekalipun tidak bisa.sebenarnya tulang pada pundak kanan patah,tepatnya bawah leher.juga paha kananpun ikut patah,berbagai macam pengobatan sudah di usahakan,namun tak satupun yang mampu mnyembuhkan,,mohon pencerahanya,terima kasih

    • Erwin syukur kepada Tuhan, kamu masih diberi kepercayaan untuk beramal baik. masih banyak klien ku yang terbaring tak berdaya karena sakit, dan tidak bisa melakukan apa apa, percayalah akan kuasa Tuhan, pasti dibalik kekurangan yang kamu miliki saat ini pasti ada kelebihan yang bisa kamu perbuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers

%d bloggers like this: