Mengenal manfaat tarapi pijat refleksi
Hendra Soeprajitno, Dwin Sitohang, Yuwono Triatmodjo
posted by kontan on 09/25/07

MENCARI tempat urut alias pijat di bulan puasa seperti sekarang ini memang sulit. Maklum, tempat pijat banyak yang tutup. Tapi, jika Anda memang hanya butuh pijatan untuk menghilangkan penat atau mengobati penyakit, tak usah gusar. Datangi saja gerai-gerai yang menawarkan jasa pijat refleksi.
Pijat refleksi memang salah satu jasa pijat yang terbilang jauh dari kesan mesum. Tempat yang menawarkan jasa ini pun sangat mudah kita temui di tempat-tempat umum dan terbuka. Mulai di kompleks perumahan hingga mal. Harga layanannya juga beragam, mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 100.000 per jam.
Pijat refleksi adalah teknik pijat yang menyasar titik-titik saraf pada kaki dan tangan. Di Indonesia, pijat pada kaki lebih banyak dibanding pijat pada tangan.
Secara umum, pijat refleksi mengenal setidaknya 61 titik saraf pada kaki yang berhubungan dengan organ-organ aslinya. Hubungan tersebut dipelihara sumsum tulang.
Nah, dengan melakukan rangsangan baik melalui pemanasan, pendinginan, atau pemijatan pada titik saraf kaki, diharapkan peredaran darah menjadi lancar. “Jika darah lancar, tubuh akan segar dan sehat,” ujar F.X. Bagio Mulyono, terapis yang berpraktek di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Karena tujuannya melancarkan peredaran darah, tak hanya orang sakit, orang yang sehat pun boleh-boleh saja merasakan khasiat pijat refleksi. Ya, menurut para terapis, pijat refleksi tak hanya menyembuhkan berbagai penyakit, tapi juga bisa membikin tubuh terasa segar dan ringan.
Tidak pas untuk semua penyakit
Omong-omong, penyakit apa saja yang bisa disembuhkan pijat refleksi ini? Beberapa di antaranya adalah kencing manis, darah tinggi, jantung, encok, rematik, mag, dan asam urat.
Jika Anda memilih pijat refleksi untuk menyembuhkan penyakit, ada satu hal penting yang harus Anda pegang. Pastikan Anda memilih terapis yang memang kompeten dan terbukti bagus. Sebab, penyembuhan dalam terapi ini sangat tergantung akurasi si terapis mendiagnosis penyakit pasien dan kejeliannya memilih titik-titik saraf yang pas.
Misal, untuk penderita kencing manis. Terapis baru atau belum berpengalaman mungkin hanya melakukan pemijatan pada saraf pankreas. Padahal, “Saraf mata juga harus diterapi, karena kencing manis kan bisa menyebabkan katarak,” jelas Bagio. Selain itu, imbuh dia, terapis juga harus memperhatikan titik saraf seperti ginjal dan jantung. Sebab, kedua organ itu akan menjadi sasaran berikutnya dari penyakit kencing manis.
Pemahaman si terapis soal titik yang tepat tak hanya mempercepat penyembuhan, tapi juga mencegah dampak negatif. “Kalau salah titik, kaki si pasien malah bisa jadi biru-biru semua,” kata Bagio.
Meski banyak orang sudah merasakan khasiatnya, namun pijat refleksi bukanlah terapi yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit. “Penyakit turunan misal darah tinggi karena keturunan, agak lebih sulit diatasi dengan terapi ini,” kata Yudono Fundigiri, terapis atau refleksiologi dari Klinik Gaya Hidup Sehat.
Selain itu, ada pula penyakit yang memang tak bisa diobati oleh terapi pijat titik saraf ini. “Penyakit yang disebabkan virus tidak bisa disembuhkan dengan pijat refleksi,” kata Aloysius Budi Santoso, Bendahara Asosiasi Praktisi Pemijat Pengobatan Indonesia.
Di luar itu, penderita kanker juga tak bisa menerima terapi ini. Sebab, “Sistem kekebalan tubuh penderita kanker sudah hilang. Jadi, kalau dipijat, dia akan merasa kesakitan sekali,” kata Yudono.

Dikutip dari : kontan-harian.info

About these ads