Pijat Tradisional Jawa Rasa Timur Tengah

Semerbak aroma terapi yang menenangkan langsung terasa ketika melangkahkan kaki masuk ke Yhi Spa di lantai tiga Hotel Gran Melia Jakarta. Pandangan pun langsung tertumpu pada beberapa mesin fitness lengkap dengan LCD di bagian atasnya, yang berjejer rapi di depan meja resepsionis. Meski tergoda untuk mencobanya, namun tujuan Republika siang itu bukanlah untuk berolahraga. Melainkan, untuk mencoba treatment unik yang dimiliki Spa yang baru dibuka sekitar setahun lalu ini.

Adalah layanan Marakesh Delight, salah satu treatment Spa yang menjadi unggulan di Yhi Spa. Nama Marakesh diambil dari sebuah kota tua yang romantis di Timur Tengah. Pengaruh Timur Tengah nan eksotis terpadu melalui penggunaan scrub yang terbuat dari rempah-rempah khusus dan essensial oil yang diracik sendiri.

”Marakesh Delight merupakan Spa treatment yang tak dapat ditemui di tempat lain. Nuansa Timur tengah sangat terasa pada treatment ini. Tak seperti treatment lain yang sudah biasa ditemui layaknya,

treatment kopi atau Baliness Boreh,” ungkap Yhi Spa & Fitness Manager Hotel Gran Melia, Listya Suhita Loekito.

Menempati salah satu ruangan VIP, Republika memulai treatment dengan cleansing foot ritual. Terapist Spa, Atty, langsung membasuh kaki Republika yang sebelunya direndam di baskom berisi air panas dan garam anti bakteri. Setelah bersih, treatment pun dimulai. Setelah kaki, Atty melakukan pijatan punggung. Fungsinya untuk relaksasi. Bagian punggung memang merupakan pusat kepenatan. Di sinilah, syaraf-syarat yang tegang dikendurkan. Pijatan dengan gerakan-gerakan melingkar dilakukan dengan seksama, pelan dan tidak terburu-buru. Sesekali, tumb pressure (pijatan dengan jempol) di titik-titik tertentu terasa begitu nikmat. Republika merasakannya di sepanjang ruas tulang belakang dan lengan. Dengan tumb pressure tekanan yang dilakukan ibu jari terasa tepat menuju syaraf yang tegang.

Inilah pijatan khas Jawa yang diterapkan pada treatments Marakesh Delight. Meksipun namanya berasal dari salah satu kota di Timur Tengah, namun Yhi Spa memadukan dengan pijatan tradisional Indonesia yang menekankan pada titik-titik pada tubuh.

”Java Massage berbeda dengan pijatan lainnya. Pijatan ini lebih mendalam dengan menggunakan tekanan jempol. Kalau European Massage, banyak mengadopsi dorongan-dorongan panjang,” kata Listya.

Setelah pijatan punggung, saatnya melakukan kegiatan inti dari Marakesh Delight, yaitu treatment kepala. Sebelum melakukan treatment, Atty melakukan pijat kepala secara perlahan. Setelah pijat, dilakukan Warm Medical Oil Scalp Treatment. Perlakuan ini semacam creambath yang lebih memfokuskan pada kulit kepala.

Pemijatan pada kulit kepala dilakukan dengan membagi rambut menjadi garis lurus, dan mengoleskan nourishment oil yang terdiri dari tiga jenis essensial oil yang diracik sendiri oleh Yhi Spa. Ketiga oil tersebut adalah orange, pacolli dan sandal wood.

Pemijatan dilakukan terus menerus dari atas hingga tengah kepala. Langkah ini dilakukan pada lima belahan rambut kanan dan lima belahan rambut kiri. Sementara creambath, yang dioleskan pada kulit kepala adalah cream.

Setelah pemijatan dan pengolesan rambut selesai, kepala dibungkus dengan handuk hangat, dan didiamkan selama beberapa menit agar essensial oil meresap ke kulit kepala. Sambil merasakan hangatnya handuk di kepala, terdengar sayup-sayup musik yang menenangkan jiwa, dalam ruangan yang temaram.

Masih ada tahap lain, yaitu scrubing. Fungsinya membersihkan kotoran-kotoran yang ada di kulit khususnya bagian belakang, mulai dari ujung kaki, punggung hingga tangan. Untuk scrubing, Yhi Spa menggunakan Moroccan Scrub yang terdiri dari berbagai jenis rempah-rempah yang dipadu dengan berbagai bahan lain.

Perpaduannya cukup unik, karena memasukkan bubuk beras, oatmeal, cengkeh hingga kemiri dalam satu campuran scrub. Bahan-bahan yang memiliki aroma yang menyegarkan ini dipercaya dapat membuat kulit menjadi cerah dan sehat.

Setelah dioleskan ke seluruh tubuh, Atty tak menunggu terlalu lama. Sebelum scrub mengering, ia langsung melakukan gerakan seperti memijat. Scrub yang mulai mengering pun turut berperan dalam membersihkan bagian tubuh.

Langkah terakhir dari Marakesh Delight adalah mandi air hangat di bathtub yang telah dicampur dengan garam spa dan ditaburi kelopak bunga. Langsung saja, semua scrub kering yang menempel di tubuh luruh dengan basuhan air hangat. Syaraf-syaraf tubuh pun bertambah relaks. Sebaiknya biarkan jangan terburu-buru mandi, luangkan waktu 5-10 menit untuk berendam. Barulah setelah itu mandi di bawah pancuran air hangat guna menuntaskan treatment yang telah berlangsung selama dua jam.

Nama Yhi Spa memang terkesan tidak familiar. Maklumlah, Spa ini baru hadir di jaringan Sol Melia yang membawahi Hotel Gran Melia Jakarta, sekitar setahun lalu. Namun, komitmennya untuk menghadirkan layanan berkualitas dan mementingkan konsumen sangat kuat. Yhi Spa Jakarta memiliki tujuh ruang treatment, yang terdiri dari dua ruang VIP, satu VIP Refleksiologi dan empat kamar standar yang telah dilengkapi dengan shower. Fasilitas sauna dan jacuzzi juga disediakan untuk pengunjung yang telah menjadi anggota.

(mth )

Dikutip dari : http://www.republika.co.id

About these ads
Categories: pijat wirausaha | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers