November 2007


From Cathy Wong,
Your Guide to Alternative Medicine.

Reflexology is a form of bodywork that focuses primarily on the feet.

How does reflexology work?

The underlying theory behind reflexology is that there are “reflex” areas on the feet and hands that correspond to specific organs, glands, and other parts of the body. For example:
the tips of the toes reflect the head
the heart and chest are around the ball of the foot
the liver, pancreas and kidney are in the arch of the foot
low back and intestines are towards the heel
He believed that certain areas on the feet and hands were linked to other areas and organs of the body. This concept was furthered by physiotherapist Eunice Ingham into the modern practice of reflexology.

Practitioners believe that applying pressure to these reflex areas can promote health in the corresponding organs through energetic pathways.
Sponsored Links
AcupressureLearn how to do self-acupressure You can heal yourselfshiprockinstitute.com
Online Reflexology CourseCertification or Self Application Rittenhouse Reflexology Seminarswww.reflexseminars.com
Natural Healing ArthritisBreakthrough Treatment For Joint & Muscle Pain. No Drugs Or Surgery!www.JointPainRemedy.com

Dr. William H. Fitzgerald, an ear, nose, and throat doctor, introduced this concept of “zone therapy” in 1915. American physiotherapist Eunice Ingram further developed this zone theory in the 1930’s into what is now knows as reflexology.

A scientific explanation is that the pressure may send signals that balance the nervous system or release chemicals such as endorphins that reduce pain and stress.
What will I feel?

Most people find reflexology for the most part to be very relaxing.

Reflexology shouldn’t be painful. If you feel discomfort, be sure to tell the reflexologist. He or she should work within your comfort zone.

Some areas may be tender or sore, and the reflexologist may spend extra time on these points. The soreness should decrease with pressure.

If you’re ticklish, not to worry. The reflexologist applies firm pressure to the feet.

Why do people get reflexology?

Stress and stress-related conditions
Tension headaches
Digestive disorders
Arthritis
Insomnia
Hormonal imbalances
Sports injuries
Menstrual disorders, such as premenstrual syndrome (PMS)
Digestive problems, such as constipation
Back pain
Reflexology is a popular alternative therapy. It promotes relaxation, improves circulation, reduces pain, soothes tired feet, and encourages overall healing.

Reflexology is also used for post-operative or palliative care. A study in the American Cancer Society journal found that one-third of cancer patients used reflexology as a complementary therapy.

Reflexology is recommended as a complementary therapy and should not replace medical treatment.

What is a typical reflexology treatment like

A typical treatment is 45 minutes to 60 minutes long and begins with a consultation about your health and lifestyle.

You are then asked to remove your shoes and socks and sit comfortably in a reclining chair or on a massage table. Otherwise you remain fully clothed.
]br] The reflexologist will assess the feet and then stimulates various points to identify areas of tenderness or tension.

The reflexologist then uses brisk movements to warm the feet up. Then pressure is applied from the toes to the heel according to your comfort.

Lotion or oil may be used.

How will I feel after?

Most people feel calm and relaxed after a treatment. They may even feel sleepy.

Occasionally, people feel nauseous, anxious, or tearful, but this is only temporary and is considered to be part of the healing process.

Precautions

If you’re pregnant, talk with your doctor first and let the reflexologist know.

Be sure to give the reflexologist a complete and accurate health history.

If you have foot ulcers, injury, or blood vessel disease such as blood clots, consult your doctor before having reflexology.

Manfaat yang dirasakan dari pijat refleksi dan aroma terapi, antara lain meredakan beberapa penyakit, baik fisik maupun mental. Dapat pula memperlancar peredaran darah, mencegah dan menyembuhkan kolesterol, hipertensi, asam urat, ginjal, jantung, sakit kepala, susah tidur, stress, sering letih, kurang semangat, lesu, dan menambah gairah.

pijat reflexology

pijat reflexology

Manfaat terapi sentuhan dan terapi wewangian tersebut bila dinikmati berbarengan, yaitu mempelancar peredaran darah, menyehatkan otot, menawarkan racun, dan membebaskan enegi yang terperangkap akibat tegangnya otot. Sedangkan wewangian memicu rasa menyenangkan dan sehat. Minyak sari itu akan meresap ke dalam kulit selagi dipijat cukup tinggi.

pijat aromaterapi

pijat aromaterapi

Saya tahu PijatKeluargaSehat dari internet. Lalu coba call ternyata bisa melayani panggilan ke rumah. Waktu itu Bapak yang dipijat dan saya tanyakan ke Bapak, “Rasanya sangat rileks dan segar. Saya jadi kepingin dipijat juga dan ternyata memang terasa segar dan nyaman dibadan.

Bapak dan Ibu Dadang, Simprug – Jakarta

Pijatannya cukup mantap, terasa di badan, dan efeknya langsung terasa di badan antara : relax, fresh dan segar.

Bapak Hwang, Senayan – Jakarta

Ada berbagai tehnik memijat, dari benua Asia saja daftar jenis pijat ini sudah berderet. Belum dari daratan Eropa dengan ciri khas masing-masing. Di Indonesia, bahkan ada beberapa daerah yang mempunyai pola memijat yang khas.

Semua jenis teknik pijat itu berkembang. Tak heran, jika ada arena khusus untuk memijat ala Jepang, misalnya. Namun ada juga yang tak berpentuk rumah pijat, namun spa. Keduanya sama-sama menawarkan aneka jenis pijat, meskipun kebanyakan aliran yang dipilih berbeda.

Di Spa, misalnya lebih banyak ditawarkan pijatan dari Eropa atau Indonesia. Dalam daftar di Spa yang dikelola Le Meridien Bali maupun Jakarta, yang tertera contohnya pijatan ala Swedia dan Perancis selain yang lokal.

Namun apapun aliran pijat yang dipilih memang tergantung selera. Lagipula pada dasarnya, gerakan pijat dibagi dalam lima gerakan pokok. Caranya tidak terlalu rumit sehingga bisa dipraktekkan di rumah, bagi si kecil maupun untuk pasangan. Namun, tentunya dengan tekanan yang berbeda.

1. Effleurage (stroking)
Gerakan dilakukan oleh kedua telapak tangan mulai dari pinggang, menuju ke atas atau bahu. Gerakan ini cukup panjang dan dengan dorongan namun tekanan keras atau lembut tergantung yang dipijat. Tujuannya untuk meningkatkan peredaran daerah dan membuat badan menjadi rileks.

2. Petrisage (kneading)
Gerakan ini seperti mencubit kulit dengan ibu jari dan telunjuk. Gerakan ini berkesinambungan, dimulai dari bawah, lakukan cubitan atau remasan secara terus menerus menggelinding hingga bagian atas. Gerakan ini menstimulasi otot lebih rileks dan membuat sirkulasi darah lebih baik demikian juga untuk getah bening.

3. Tapotement (percussion)
Gerakan ini tergolong paling cepat dan menggunakan kedua belah tangan. Pertama, tapping dengan menggunakan ujung-ujung jari. Gerakan seperti saat menggetik. Dalam pijat Swedish, gerakan ini dipraktekkan saat memijat wajah. Jari-jari digerakkan tepat di atas alis. Gerakan ini cepat tapi terasa lembut. Kedua, hacking , salah satu sisi tangan yang paling dekat dengan kelingking digerakan seperti pukulan karate. Kecepatannya tinggi dan antara tangan kiri dan kanan saling sambung menyambung. Sentuhan pemijat tidak boleh terputus dengan tubuh yang dipijat. Perlu diingat juga, jari-jari tangan dirapatkan. Ketiga, cupping , jari-jari tangan dibentuk dengan lentuk agak melengkung. Keempat, slapping , yang digunakan bagian sebaliknya dari telapak tangan, namun menggunakan bagian yang rata. Kelima, pounding , caranya tangan dikepalkan dan kenakan bagian bawah atau yang dekat dengan kelingking ke tubuh. Bila memilih gerakan percussion , sebaiknya hindari untuk tidak melakukan dengan tekanan dalam pada bagian sekitar ginjal dan struktur tulang. Gerakan ini, sebenarnya bisa dilakukan dengan lembut seperti pada pola yang digunakan dalam Swedish Massage .

4. Vibration
Gerakan tangan maju mundur secara bergantian antara tangan yang kiri dan kanan. Letakkan kedua belah telapak tangan di tubuh yang dipijatkan. Pertama, gerakan tangan kiri maju dan tangan kanan mundur, lakukan hal itu sambil terus bergerak ke bagian atas atau bahu. Gerakan ini biasanya dilakukan di bagian punggung, paha dan bokong. Efeknya diharapkan dapat merangsang sistem syaraf beraksi dalam pusat syarat. Namun gerakan ini juga bisa menenangkan jaringan syaraf jika dilakukan dengan lembut.

Dalam setiap gerakan tersebut, penting untuk melakukan pijatan stroking setelah melakukan gerakan vibration, kneading dan percussion . Jadi setelah melakukan salah satu dari tiga gerakan pijatan, selingi dulu dengan stroking kemudian lanjut dengan gerakan kedua, selingi lagi dengan stroking .

Kemudian bagi pemijat, jadikan badan sebagai beban sehingga tangan tidak terlalu lelah bekerja. Selain itu, jangan sampai setelah memijat, malahan badan pemijat yang pegal-pegal pinggal, misalnya. Jika dilakukan dengan berdiri, posisikan kaki akan renggang jangan rapat. Kalau bisa badan ikut bergerak seperti gerakan tangan atau serasa menari sehingga seusai memijat tidak merasa pegal. l rita

Dikutip dari : http://www.korantempo.com

Pijatannya enak banget dan nggak menyakiti lhoo seperti di tempat lain.

Ibu Sari, Pakubuwono – Jakarta.

Saya waktu itu sakit gigi. Kata teman saya coba saja hubungi PKS. Setelah di terapi pijat, anehnya sakit gigi saya sembuh. Wah saya sangat senang sekali bisa sembuh.

Bapak Said, Kebayoran Baru – Jakarta.

Saya merasa nyaman dan senang dengan cara pelayanan terapi PijatKeluargaSehat. Sebelumnya saya punya keluhan sakit kepala dan pusing,  setelah dipijat kepala saya terasa sehat kembali. Terima kasih yaa.

Bapak Didi, Pakubuwono – Jakarta

Minggu, 5 Februari 2006
Bila otot sudah terasa pegal-pegal, memang paling enak kalau tubuh dipijat. Beragam teknik ditawarkan para pemijat, mulai dari pijat ala india, pijat oriental, pijat refleksi hingga pijat shiatsu dari Jepang. Namun, Juwaeni–praktisi pijat dari Bandung yang buka praktik di Jalan Wadas Raya, Pancoran Mas, Depok ini menawarkan teknik pijatan yang disebut massage sport atau pijat olahraga.
“Massage Sport ini bisa untuk mengatasi masalah masuk angin, keseleo hingga kaku otot,” kata Juwaeni sambil menegaskan kalau teknik pijat olahraga bukan sesuatu yang baru di Indonesia.
Kendati demikian, Uwen–sapaan akrabnya– meminta agar pijat olahraga itu dilakukan oleh praktisi yang telah berpengalaman, sehingga terasa manfaatnya. Karena pijat olahraga bertujuan mengalirkan darah ke otak dan melemaskan otot untuk menghindari cedera. Teknik itu memicu sistem pengeringan limpatik serta mendorong asam laktat dan racun keluar dari tubuh.
“Pijat olahraga sangat baik untuk mengatasi gangguan di leher, bahu, dan punggung. Pemijatan dilakukan dengan cara menarik dan mengurut bagian tubuh tersebut agar ligamen dan tendon pasien tidak tegang,” ujarnya.
Sejauh pengalaman berpraktik, Uwen hanya menerima pasien dengan gangguan penyakit ringan, bukan penyakit berat. Contohnya keluhan masuk angin, keseleo, kaku otot dan angin duduk. Sedikit bernostalgia, ia beberapa kali menjadi anggota ofisial tim untuk memijat atlet nasional yang berlaga di arena SEA Games.
Tak heran, pelanggannya kebanyakan datang dari kalangan atlet. Namun kini tak sebatas atlet, pelanggannya pun datang dari karyawan biasa hingga eksekutif muda yang menderita kaku otot akibat harus berlama-lama bekerja di ruangan bersuhu dingin alias memakai AC (air conditioning).
“Pasien kantoran sering mengalami kekakuan dan nyeri otot karena terlalu lama berada di dalam ruangan ber-AC. Kondisi ruangan dingin membuat otot menjadi kaku dan ngilu,” ujarnya.
Uwen menjelaskan, teknik pijat olahraga itu tidaklah sulit, hanya menggunakan 3 jari tangan, yakni telunjuk, tengah, dan jari manis. Tekanan berfungsi meningkatkan kemampuan, meringankan sambungan dan memperbaiki lapisan otot.
Ia menjelaskan, untuk gangguan kaku otot di kaki, pertama kali– dengan mengepalkan ketiga jari kanan– dirinya akan mengurut di daerah telapak kaki, Selanjutnya dari telapak kaki, jarinya akan bergerak ke daerah betis, paha, hingga tulang ekor.
Setelah mengurut, langkah berikutnya masih dengan ketiga jari, ia melakukan pemijatan di bagian kaki yang terasa kaku.
“Kekakuan yang terdapat di bagian ini sangatlah berbahaya. Langkah yang dikerjakannya adalah dengan mengurut dan memijat, dimulai dari tulang ekor hingga tulang leher. Gangguan kekakuan otot baik di kaki maupun di punggung biasanya karena peredaran darah tidak sempurna,” paparnya.
Untuk mengatasi otot punggung kaku, Uwen akan melemaskan sistem peredaran darah yang bekerja tidak sempurna dengan memutar-mutarkan jari dari atas ke bawah dilanjutkan ke sisi pinggir kiri dan kanan pinggang.
Katanya, pada saat melakukan pemijatan pada titik atau daerah yang bermasalah, ujung-ujung jarinya akan terasa panas. Demikian pula pasiennya akan merasakan kesakitan. Kegiatan memijat dilakukan Uwen selama 1 jam tanpa henti.
Salah seorang pasien Uwen yakni Panca (35) mengalami gangguan kaku otot dan urat terjepit di tulang belikat. Gangguan tersebut telah dirasakan selama setahun lebih.
“Bila membungkuk, rasanya sakit sekali. Uwen menyuruh saya tengkurap, lalu mengusapkan minyak dari mulai tulang ekor hingga leher. Selanjutnya jari-jemarinya melakukan gerakan memutar dan menekan-nekan.
Setelah sejam diterapi, saya bisa membungkukkan badan kembali tanpa rasa sakit. Hasil lainnya, saya dapat menengokkan kepala ke kiri dan ke kanan dengan sempurna,” tuturnya.
Untuk mengatasi gangguan keseleo atau terkilir, seperti yang sering dialami atlet sepakbola maupun atletik, Uwen hanya mengurut dan memijat dari pergelangan kaki hingga lutut. Gerakannya, dari bawah ke atas, selama satu jam.
Untuk gangguan keseleo atau terkilir, ia biasa membalurkan ramuan beras ketan hitam. “Saya tak pernah menggunakan beras kencur untuk keluhan keseleo atau terkilir, seperti yang dilakukan banyak orang. Beras kencur malah membuat pasien gatal dan panas. Sebagai gantinya, saya menggunakan beras ketan hitam yang sudah ditumbuk untuk membaluri bagian tubuh pasien yang sakit. Insya Allah, tiga hari kemudian, kondisi pasien akan membaik,” katanya.
Pada kasus pusing-pusing dan masuk angin, pijatan dilakukan di daerah tulang belikat. Bagi penderita angin duduk, Uwen tak melakukan pengurutan dan pemijatan, apalagi pengerikan.
Ia hanya menganjurkan pasien menelentangkan kakinya ke depan, duduk santai, sambil menarik napas pelan-pelan. Kemudian minum 1-4 sendok makan air teh manis hangat atau air putih hangat.
“Bagi Anda yang ingin berpergian jauh dan mengendarai mobil, jangan sekali-kali mengonsumsi kopi atau minuman energi. Kopi justru akan memacu detak jantung, Ia menganjurkan bekal 1 liter botol air mineral untuk diminum sepanjang perjalanan,” ujar Uwen memberi tips.
Anjuran lain ialah penggunaan sandal bergerigi atau sandal kesehatan yang berbenjolan-benjol. Sandal harus segera dilepas setelah menempuh jarak 5 km dan digunakan kembali setelah menempuh jarak 5 km berikutnya. Tujuannya, agar sirkulasi darah bekerja stabil.
Sebagai pengganti jasanya, pasien cukup membayar Rp. 50.000 sekali terapi. Uwen juga menerima jasa panggilan artinya mengurut dan memijat di rumah atau di kantor si pasien. (Tri Wahyuni)

Dikutip dari : http://www.suarakarya-online.com

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers