Ada berbagai tehnik memijat, dari benua Asia saja daftar jenis pijat ini sudah berderet. Belum dari daratan Eropa dengan ciri khas masing-masing. Di Indonesia, bahkan ada beberapa daerah yang mempunyai pola memijat yang khas.

Semua jenis teknik pijat itu berkembang. Tak heran, jika ada arena khusus untuk memijat ala Jepang, misalnya. Namun ada juga yang tak berpentuk rumah pijat, namun spa. Keduanya sama-sama menawarkan aneka jenis pijat, meskipun kebanyakan aliran yang dipilih berbeda.

Di Spa, misalnya lebih banyak ditawarkan pijatan dari Eropa atau Indonesia. Dalam daftar di Spa yang dikelola Le Meridien Bali maupun Jakarta, yang tertera contohnya pijatan ala Swedia dan Perancis selain yang lokal.

Namun apapun aliran pijat yang dipilih memang tergantung selera. Lagipula pada dasarnya, gerakan pijat dibagi dalam lima gerakan pokok. Caranya tidak terlalu rumit sehingga bisa dipraktekkan di rumah, bagi si kecil maupun untuk pasangan. Namun, tentunya dengan tekanan yang berbeda.

1. Effleurage (stroking)
Gerakan dilakukan oleh kedua telapak tangan mulai dari pinggang, menuju ke atas atau bahu. Gerakan ini cukup panjang dan dengan dorongan namun tekanan keras atau lembut tergantung yang dipijat. Tujuannya untuk meningkatkan peredaran daerah dan membuat badan menjadi rileks.

2. Petrisage (kneading)
Gerakan ini seperti mencubit kulit dengan ibu jari dan telunjuk. Gerakan ini berkesinambungan, dimulai dari bawah, lakukan cubitan atau remasan secara terus menerus menggelinding hingga bagian atas. Gerakan ini menstimulasi otot lebih rileks dan membuat sirkulasi darah lebih baik demikian juga untuk getah bening.

3. Tapotement (percussion)
Gerakan ini tergolong paling cepat dan menggunakan kedua belah tangan. Pertama, tapping dengan menggunakan ujung-ujung jari. Gerakan seperti saat menggetik. Dalam pijat Swedish, gerakan ini dipraktekkan saat memijat wajah. Jari-jari digerakkan tepat di atas alis. Gerakan ini cepat tapi terasa lembut. Kedua, hacking , salah satu sisi tangan yang paling dekat dengan kelingking digerakan seperti pukulan karate. Kecepatannya tinggi dan antara tangan kiri dan kanan saling sambung menyambung. Sentuhan pemijat tidak boleh terputus dengan tubuh yang dipijat. Perlu diingat juga, jari-jari tangan dirapatkan. Ketiga, cupping , jari-jari tangan dibentuk dengan lentuk agak melengkung. Keempat, slapping , yang digunakan bagian sebaliknya dari telapak tangan, namun menggunakan bagian yang rata. Kelima, pounding , caranya tangan dikepalkan dan kenakan bagian bawah atau yang dekat dengan kelingking ke tubuh. Bila memilih gerakan percussion , sebaiknya hindari untuk tidak melakukan dengan tekanan dalam pada bagian sekitar ginjal dan struktur tulang. Gerakan ini, sebenarnya bisa dilakukan dengan lembut seperti pada pola yang digunakan dalam Swedish Massage .

4. Vibration
Gerakan tangan maju mundur secara bergantian antara tangan yang kiri dan kanan. Letakkan kedua belah telapak tangan di tubuh yang dipijatkan. Pertama, gerakan tangan kiri maju dan tangan kanan mundur, lakukan hal itu sambil terus bergerak ke bagian atas atau bahu. Gerakan ini biasanya dilakukan di bagian punggung, paha dan bokong. Efeknya diharapkan dapat merangsang sistem syaraf beraksi dalam pusat syarat. Namun gerakan ini juga bisa menenangkan jaringan syaraf jika dilakukan dengan lembut.

Dalam setiap gerakan tersebut, penting untuk melakukan pijatan stroking setelah melakukan gerakan vibration, kneading dan percussion . Jadi setelah melakukan salah satu dari tiga gerakan pijatan, selingi dulu dengan stroking kemudian lanjut dengan gerakan kedua, selingi lagi dengan stroking .

Kemudian bagi pemijat, jadikan badan sebagai beban sehingga tangan tidak terlalu lelah bekerja. Selain itu, jangan sampai setelah memijat, malahan badan pemijat yang pegal-pegal pinggal, misalnya. Jika dilakukan dengan berdiri, posisikan kaki akan renggang jangan rapat. Kalau bisa badan ikut bergerak seperti gerakan tangan atau serasa menari sehingga seusai memijat tidak merasa pegal. l rita

Dikutip dari : www.korantempo.com