Sabtu, 14 Desember 2002, 14:37 WIB

Mungkin inilah enaknya jadi atlit nasional yang berulangkali mengharumkan nama bangsa dan negaranya dalam kelas internasional. Segala fasilitas disediakan untuk mereka.

Bukan melebih-lebihkan, tetapi setidaknya itulah yang terjadi pada diri Hendrawan dan teman-temannya sesama pebulutangkis. Pemijat pun disediakan khusus untuk mereka. Hendrawan mengalami itu.

Bila dia mengalami pegal-pegal otot sekujur badan, empat orang pemijat siap menanganinya. Tentu saja, tidak untuk Hendrawan semua. Satu sudah cukup. “Biasanya seusai latihan, saya bersama teman-teman membutuhkan jasa mereka. Bagian mana yang dipijat, terserah permintaan kami. Tetapi kami yakin, mereka sudah terlatih dan sangat profesional untuk menangani kami,” jelas pria kelahiran Malang 30 tahun lalu.

Hendrawan sendiri mengaku sering meminta perhatian khusus dari pemijat untuk menangani bagian pinggangnya, karena memang Henrawan sering merasa pegal di situ. “Tergantung daerah mana yang dipijat, waktunya bisa beragam. Ada yang satu jam, atau empat puluh lima menit sudah selesai,” tutur pria yang berulangkali menjadi kunci penentu kemenangan bila dia sedang bertanding.

Walaupun mudik natal tahun ini Hendrawan tidak perlu repot-repot setir mobil, tetapi bila pegal karena sehabis mengendarai mobil, Hendrawan lebih memilih untuk melakukan peregangan atau pemanasan, seperti yang sering dilakukan bila sedang latihan. Lari-lari, atau pun melakukan peregangan otot. Tidak minum jamu? “Saya tidak minum jamu karena nanti dikira dopping ,” ujarnya datar. @

Sumber : kompas.com