Bisnis pijat refleksi berkembang karena didukung pasar yang berasal dari kelompok kelas menengah-atas yang memiliki kelebihan uang. Mereka mengunjungi pemijatan untuk menyembuhkan penyakit ringan, menyegarkan badan yang pegal, dan relaksasi. Tetapi, ada juga pelanggan yang mencoba pemijatan untuk sekadar merasakan model pijat refleksi asal China itu.

Arini Laksmi Noviyandari, PR Marketing Pijat Refleksi Djemari mengatakan, usaha pijat ini dirintis sejak mei 2006 itu cukup diminati pasar. Dari sekitar 50-an pengunjung per hari di pusat kebugaran tubuh dan pijat, sebagian memilih dipijat refleksi. “Bisnis ini punya prospek bagus karena masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebugaran tubuh,” ujar Arini.

Menurut Arini, metode pijat yang berkembang di tanah air berasal dari dua sumber. Metode pertama dari Taiwan, yakni memijat daerah refleks memakai jari tangan. Caranya, dengan menekan buku jari telunjuk yang ditekuk pada zona refleksi. Metode kedua diperkenalkan oleh Benjamin Gramm dengan mempergunakan alat bantu berupa stick kecil untuk menekan zona refleksi.

“Dengan alat bantu pijatan yang dilakukan bisa lebih kuat, tepat sasaran, dan tidak melelahkan. Berat juga kalau memakai jari. Apalagi bila dalam sehari ada beberapa orang yang ditangani,” jelasnya.

Totok, terapis Djemari mengatakan, bagi para terapis yang memijat dengan jari tangan, saat memijat akan terasa ada semacam butiran-butiran pasir bila pada organ yang dipijat ada kelainan. Sayangnya, tidak terungkap ‘pasir’ itu berasal dari mana. “Kalau ‘pasir’ itu sudah tidak terasa kala dipijat, berarti sudah baik. Arah pemijatan tidak boleh sembarangan, harus mengarah ke atas menuju jantung, mengikuti arah aliran darah,” jelas Totok.

Kedua metode di atas, dengan ujung jari atau alat bantu, telah berkembang di Eropa dan Amerika. Keduanya sama-sama bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Dengan pijat ini, organ tubuh selalu dibuat siaga atau daya tahannya selalu dalam keadaan prima. Caranya? “Kita harus rutin menjalani pijat refleksi supaya organ dan daya tahan siap terus. Jadi, dengan dipijat terus, organ dirangsang dan dipacu terus,” kata Totok.

Pengelola pijat refleksi membidik keluarga sibuk. Hesti, manajer Kakiku Pajeksan mengaku, sebagian besar pelanggannya adalah keluarga muda. “Mereka datang dengan anak dan isterinya. Bahkan tak jarang membawa orangtua,” katanya.

Pijat refleksi yang ditawarkan klinik semacam Kakiku, memadukan terapi kebugaran dengan gaya hidup eksekutif muda. Nuansa dan suasana ruangannya pun lumayan mewah. Strategi menjadikan terapi kebugaran sebagai gaya hidup, cukup berhasil. Mungkin karena masih baru, saban hari booming pengunjung. Bahkan menurut Hesti, Sabtu dan Minggu kerap menolak pasien. “Kami kewalahan,” akunya.

Semua terapis Kakiku, cewek. Tanpa menggunakan alat Bantu, yang menurut Hesti, penanganannya bisa lebih teliti.

30 ruang yang terdiri VIP dan VVIP selalu terisi pasien. Dia optimis prospek bisnisnya bagus.

Selain pijat refleksi, ditawarkan juga totok wajah. Justru, totok wajah banyak diminati karena manfaatnya langsung terasa. Mengurangi ketegangan syaraf otak. Terutama mereka yang aktivitasnya punya tingkat stres tinggi.

Refleksi, menurut Hesti sebaiknya dilakukan rutin. Per minggu sekali atau bahkan 2 kali seminggu.

Penikmat refleksi, tak hanya mereka yang menguber kebugaran sambil menikmati ruang mewah ber-AC. Ada juga yang benar-benar ingin menikmati refleksi. Catur Subagyo, terapis satu ini lebih banyak menerima order panggilan.

“Mereka minta terapi di rumah. Mungkin karena sibuk dan tak punya waktu untuk datang ke klinik kebugaran,” katanya sambil menambahkan, cara menjaring pelanggan dengan sistem gethok-tular.

Kepuasan pasien tak hanya pada kenyamanan tempat. Kemahiran terapis pun dominan berperan. Menguji kemampuan terapis, lanjut Catur, gampang. “Bila selesai terapi terasa sakit di bagian yang dipijat atau ada warna kebiruan di kulit, itu menandakan terapi yang salah. Terapi yang benar, terasa sakit hanya saat dipijat, dan setelah itu hilang tanpa bekas. Termasuk tak ada bekas memar akibat pijatan,” ungkapnya.

Dikutip dari : indospiritual.com

About these ads