terapi penyakit


Ibu Deasy (Madiun-Jawa Timur) ini seorang ibu rumah tangga sering mengeluh merasa sakit di daerah bahu dan kepala sejak beliau melahirkan anaknya 12 tahun yang lalu.

bekam di bahu dan kuduk

bekam di bahu dan kuduk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah dibekam, bahu jadi terasa ringan dan tidak sesakit seperti sebelumnya. Dan sakit kepala yang diderita langsung berkurang dan kepala terasa lebih enak untuk digerakkan ke kanan dan kiri.

 

bekam di bahu dan kuduk

bekam di bahu dan kuduk

 

 

 

rematik

rematik

Mitos : Penyakit rematik adalah penyakit tulang.

Fakta : Penyakit rematik adalah penyakit yang menyerang Persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis rematik, seperti osteoartritis dan reumatoid artrtitis. Osteoartritis paling sering menyerang sendi-sendi besar yang menopang berat badan, seperti sendi lutut, panggul, tulang belakang, punggung, dan leher.

Meski tidak menutup kemungkinan dapat menyerang daerah lain. Penyakit rematik dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian jika tidak ditangani sedini mungkin.

Mitos : Rematik hanya menyerang orang dengan usia lanjut

Fakta : Penyakit rematik dapat menyerang semua orang, tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Namun pada umumnya, rematik menyerang orang dengan usia 45 tahun keatas. Namun tidak menutup kemungkinan orang yang berusia muda bisa juga terkena rematik, bahkan ditemukan banyak kasus bayi yang terkena rematik. Penyakit rematik pada anak dikenal sebagai Jevenille Rheumatoid Arthtritis.

Mitos : Sering mandi malam sebabkan rematik

Fakta : Sampai saat ini belum ada bukti mengenai hal ini. Mitos mengenai mandi malam bisa sebabkan rematik memang hanya mitos saja, tidak ada hubungan antara rematik dengan kebiasaan seseorang mandi malam.

Kebiasaan mandi pada malam hari memang tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan kapsul sendi akan mengkerut setiap tubuh disiram air dingin atau ketika suhu dingin. Sehingga akan menyebabkan rasa nyeri pada sendi yang telah terserang rematik.

Mitos : Asam urat berlebih bisa sebabkan rematik

Fakta : Gout adalah jenis rematik yang disebabkan oleh adanya endapan kristal monosodium urat atau asam urat yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah. Namun, asam urat hanya satu dari beberapa penyebab rematik.

Mitos : Penyakit rematik adalah penyakit turunan

Fakta : Ada kecenderungan penyakit rematik diturunkan dari faktor genetis. Namun, tidak selalu penyakit rematik didapat dari faktor genetis. Penyakit rematik lebih banyak disebabkan karena gaya hidup yang salah.

Sumber : mediaindonesia.com

cayenne pepper

cayenne pepper

LANGSING ideal impian semua orang. Tapi jika badan menjadi melar, menurunkan secara instan dengan obat-obatan bukan cara yang bijak. Demikian juga dengan olahraga yang berlebihan dan tiba-tiba. Pakar kesehatan menganjurkan Anda untuk menerapkan pola diet sehat dan olahraga teratur. Selain kedua cara ini, Anda bisa memaksimalkan hasil dengan mengonsumsi herbal. Menurut pakar kesehatan, ada beberapa herbal mengandung komponen yang berfungsi menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan kemampuan tubuh dalam membakar kalori dan lemak, bertindak sebagai stimulan, serta mengurangi selera makan. Berikut beberapa diantara.

Alfalfa. Tanaman kacang-kacangan yang sudah mulai dibudidayakan di daerah Jawa Tengah ini bisa membantu proses pencernaan dan berperan sebagai diuretik. Alfalfa mengandung komponen aktif yang dikenal dengan nama saponin. Studi-studi menemukan kalau saponin akan membuat lemak larut dalam air. Dengan cara ini, komponen ini sangat berperan dalam mempertahankan kesehatan pembuluh darah. Selain itu, daun alfalfa juga mengandung flavones, isoflavones dan sterol. Jika kesulitan menemukan tanamannya, Anda bisa menggunakan bentuk suplemen yang telah tersedia di apotik.

Kelp.Kelp merupakan sejenis rumput laut yang juga bisa diperoleh dalam bentuk pil, sirup atau rempah kering. Kelp bisa dijadikan alternatif pengganti garam atau dikonsumsi sebagai kudapan.. Herbal satu ini bekerja dengan menguatkan tiroid, yang bisa meningkatkan metabolisme. Selain itu, kelp juga membantu tubuh menyerap  nutrisi hingga ke tingkat sel-sel. Hal ini akan mengurangi keranjingan makanan. Di samping itu, kelp juga berperan sebagai laksatif.

Chickweed. Beberapa studi menemukan kalau herbal asli Eropa ini bisa memecah molekul lemak. Tanaman ini biasanya dianjurkan untuk menyeimbangkan kadar minyak dan lemak di dalam tubuh.Chickweed bekerja dengan memecah lemak dan mengangkutnya ke luar dari tubuh. Jika digunakan sebagai teh, herbal ini diklaim bisa  membantu mengatasi keranjingan makan, membantu pencernaan, dan menurunkan berat badan. Anda juga bisa menggunakan dalam bentuk pil yang tersedia di apotik atau toko obat terdekat.

Cayenne/Cabe merah pedas. Herbal ini berfungsi meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki proses pencernaan. Sebuah studi menemukan, cayenne bisa meningkatkan suhu tubuh sehingga mempercepat metabolisme. Hasilnya, partisipan yang menggunakan cayenne menurunkan lebih banyak berat badan dibandingkan mereka yang tidak.

Kayu manis. Herbal ini berfungsi menurunakn kolesterol, khususnya mengurangi kadar kolesterol jahat LDL tanpa mengganggu kolesterol baik HDL. Kayu manis juga mempunyai efek yang bagus terhadap gula darah sehingga umum digunakan sebagai sarana untuk memerangi obesitas dan resistensi insulin. Kayu manis ini bisa digunakan dalam bentuk tepung atau kayu kecil. Caranya, bisa ditambah ke dalam makanan atau minuman atau dalam bentuk suplemen.

Akar bunga dandelion. Herbal ini membantu metabolisme dengan mempengaruhi hati. Akar dandelion bekerja mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh. Selain itu juga berfungsi sebagai tonik dan stimulan. (OL-08)

Sumber : mediaindonesia.com

Pepatah mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena itu, peliharalah kesehatan Anda sebelum digerogoti penyakit. Berikut adalah panduan singkat untuk memperhatikan bagian-bagian tubuh tertentu yang bisa menunjukkan adanya gejala awal penyakit pada tubuh.

Kuku
Jika Anda melihat garis menghitam pada bagian tumbuhnya kuku yang bukan merupakan kotoran, cobalah periksakan ke dokter. Salah satu tanda kanker pada kulit bisa diprediksi dengan adanya hal tersebut. Warna garis-garis kekuningan, kecoklatan, atau menghitam pada kulit adalah tanda-tanda kerusakan sel. Kemungkinan terjadi akibat melanoma, kanker paling mematikan, ujar Ariel Ostad, M.D., dermatologis dari New York.

Jika ada tanda warna putih pada kuku, ada dua kemungkinan. Pertama, jika hanya berupa titik tak terlalu besar, bisa jadi akibat terantuk sesuatu. Namun, jika ada garis putih, tebal, dan horizontal pada kuku, bisa jadi karena ada suatu kondisi kurang sehat pada ginjal. Bisa jadi ini merupakan tanda ginjal tidak dapat menyaring protein dari air seni. Jika Anda mendapati hal ini, sebaiknya konsultasikan pada dokter.

Ketiak
Jika ada tanda-tanda kasar dan gelap pada kulit ketiak, bisa jadi merupakan tanda-tanda awal diabetes, ujar Michael Smith, M.D., dari situs WebMD. Bisa jadi hal itu merupakan kelebihan insulin pada aliran darah yang menyebabkan sel kulit secara abnormal berlipatganda. Hal ini membuat timbunan jaringan dan  melanin. Umumnya timbunan ini terjadi di ketiak, leher, atau selangkangan. Tes darah singkat bisa membantu menentukan penyakit yang makin banyak penderitanya ini.

Kelopak mata, lutut, dan sikut
Jika Anda melihat benjolan kecil yang terlihat berwarna putih atau bersinar, bisa jadi merupakan timbunan kolesterol. Sayangnya, ketika mereka muncul, kolesterol yang ada di tubuh Anda bisa jadi sudah sangat tinggi sekali, dan bisa jadi merupakan faktor risiko penyakit jantung. Jangan lupa untuk cek kolesterol dalam tubuh ke dokter, dan tanyakan perubahan gaya hidup atau resep obat-obatan apa yang bisa menurunkan level kolesterol tadi.

Kulit kepala
Rambut yang menipis bisa jadi merupakan gejala awal kelainan pada kelenjar tiroid. Jika kelenjar tiroid rusak, bisa mengganggu hormon seksual wanita dan pria. Anda akan merasakan rambut lebih kasar dan menebal, ujar Sandra Fryhofer, M.D., ahli kecerdasan di Atlanta. Dokter bisa mengukur jumlah hormon tiroid yang ada dalam darah, dan ada obat-obatan yang bisa menetralkannya.

Jika kulit kepala Anda melepas kulit seperti ular berganti kulit, dalam jumlah banyak, bisa jadi masalah utamanya adalah stres. Stres yang sangat tinggi memaksa tubuh memproduksi jumlah hormon kortisol yang sangat banyak. Ketika ini terjadi, maka akan merusak sistem imun tubuh dan metabolisme (penambahan berat badan). Kortisol juga bisa membuat kulit kepala amat kering.

Perut
Jika Anda melihat ada rambut yang tebal dan hitam tumbuh di sekitar perut dalam bentuk wajik, bisa jadi merupakan tanda polycystic ovarian syndrome (PCOS), terang Pamela Berens, M.D., ahli kandungan di University of Texas Medical School. Disebabkan oleh produksi androgen yang berlebihan, kondisi ini bisa mengakibatkan menstruasi yang tak teratur dan banyak, kenaikan berat badan, jerawat, rambut lebat dan kasar di perut, wajah, dada, dan punggung. Bagi wanita yang mengalami kondisi ini, dalam waktu lama akan mengakibatkan masalah serius, seperti ketidaksuburan, dan penyakit jantung.

Lidah
Jika Anda melihat ada lapisan putih, kuning, atau jingga pada lidah, bisa jadi itu merupakan isi perut Anda yang naik dari lambung ke dalam mulut. Normalnya, katup di bagian bawah kerongkongan menjaga agar makanan yang masuk, tidak naik keluar. Namun, pada kondisi tertentu, katup tersebut terbuka pada saat Anda tertidur, sehingga membuat asam lambung naik lagi ke mulut. Umumnya, hal semacam ini bisa diatasi dengan obat antasida yang bisa dibeli di apotek, atau dengan menghindari makanan asam dan pedas. Jika ini tak berhasil, konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan obat untuk menurunkan asam lambung.

Sekitar mata
Lingkaran hitam di sekitar mata bisa jadi merupakan tanda-tanda awal alergi. Ketika hal penyebab alergi menyerang tubuh Anda, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan histamin. Zat kimia ini membuat saluran darah membengkak dengan isi darah dan cairan lain. Hasilnya, tanda-tanda hitam muncul di daerah kulit yang paling tipis.

Namun, jika ada benjolan berwarna kekuningan di bola mata, bisa jadi merupakan sebuah gejala kondisi bernama pinguecula. Traci Goldstein, dari Metropolitan Vision Correction Associates di New York mengatakan bahwa ini bisa jadi merupakan pertumbuhan kolagen yang tak biasa, diakibatkan oleh sinar matahari, angin, atau debu. Usahakan untuk menjaga mata dalam keadaan lembab dengan meneteskan obat tetes mata setiap kali sempat. Jangan lupa untuk mengenakan kacamata hitam setiap kali berada di bawah matahari.

Sumber : kompas.com

asam urat

asam urat

Gejala Asam Urat

  • Kesemutan dan linu
  • Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
  • Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

Solusi Mengatasi Asam Urat

  • Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
  • Kontrol makanan yang dikonsumsi.
  • Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

  • Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
  • Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
  • Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
  • Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
  • Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
  • Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
  • Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.

Beberapa Latihan

Latihan Memompa
Jangan usil nanya kenapa nama latihannya begitu :P. Aku cuma menuliskan apa yang disebut di buku itu. Ini adalah latihan untuk memperbaiki fokus mata, terutama untuk penderita miopia kayak aku. Latihannya:
– Letakkan obyek berupa pensil, atau jari, atau apa aja sejarak 15 cm di depan mata.
– Pandangi obyek itu beberapa detik hingga ke detil terkecil yang mampu diliat.
– Pindahkan pandangan ke obyek yang berada jauh minimal 4 meter dari kita.
– Pandangi obyek jauh itu beberapa detik juga hingga ke detil terkecil.
– Ulangi hingga beberapa menit.

Latihan Meniup Trombone
Ini juga latihan untuk memperbaiki fokus:
– Letakkan telunjuk sejarak 15 cm dari mata. Fokuskan mata untuk melihat jari tersebut.
– Perlahan2 gerakkan jari itu menjauh hingga tangan terjulur lurus ke depan, dengan tetap memfokuskan pandangan pada jari tersebut.
– Perlahan2 kembalikan jari ke posisi semula, hingga sedekat mungkin semampunya mata untuk tetap fokus pada jari tersebut.
– Ulangi beberapa kali hingga beberapa menit.

Latihan Perputaran Jam
Yang ini untuk menguatkan otot mata, agar tidak gampang juling atau melebar, dan bisa melirik dengan lebih nyaman :P.
– Pandang lurus ke depan tanpa memfokus pada satu obyek, bayangkan sedang berada di hadapan sebuah jam besar
– Gerakkan mata ke arah jam 3, melirik sejauh mungkin, tahan 2 detik
– Kembalikan mata ke tengah
– Gerakkan mata ke arah jam 4, dan seterusnya
– Lakukan beberapa putaran.

Antihistamin dan kortikosteroid mengurangi terjadinya inflamasi minimal yang menetap serta komplikasi rinitis alergi.

Tak sulit melihat orang di sekeliling kita yang sering bersin-bersin, hidung meler atau tersumbat dan disertai rasa gatal di mata dan hidung. Bila sudah demikian, tak segan-segan mereka mengambil bergulung-gulung tisu atau mengucek-ucek mata dan hidungnya guna menghilangkan rasa gatal. Besar kemungkinan rinitis alergi-lah yang diderita orang-orang dengan gejala seperti itu. Penyakit atopi ini tergolong reaksi hipersensitifitas tipe I yang diperantarai oleh IgE .

Berdasarkan frekuensi serangan, WHO Initiative Allergic Rhinitis and Its Impact on Asthma 2000 membagi rinitis alergi menjadi 2. Yaitu intermiten, bila gejala <4 hari tiap minggu atau <4 minggu, dan persisten , bila gejala >4 hari tiap minggu atau >4 minggu. Sementara itu, klasifikasi menurut berat ringannya penyakit, dibedakan menjadi 3, yaitu gejala ringan bila, gejala rinitis tidak menggangu aktivitas sehari-hari dan gejala sedang sampai berat, bila sudah terdapat 1 atau lebih gangguan seperti gangguan tidur, belajar, dan bekerja.

Perjalanan yang Rumit

Perjalanan seseorang hingga mengalami gejala rinitis cukup rumit. Awalnya, alergen yang terhirup masuk ke dalam mukosa hidung akan ditangkap oleh makrofag/monosit seperti halnya sel asing/antigen yang lain. Alergen itu akan membentuk fragmen pendek peptida yang selanjutnya berikatan dengan HLA kelas II pada makrofag sehingga terbentuk major histocompatibililty complex (MHC) kelas II. MHC akan melepas sitokin interleukin-1 (IL-1) yang akan mengaktifkan Th0 menjadi Th1 dan Th2. Kemudian, Th2 akan menghasilkan banyak sitokin di antaranya IL-4 dan IL-13. Kedua sitokin itu akan mengakibatkan limfosit B menjadi aktif sehingga dapat memproduksi IgE. Lalu, IgE akan mengembara dalam peredaran darah dan berikatan dengan sel-sel radang yang mempunyai reseptor IgE yaitu sel mast dan basofil. Tahap ini disebut tahap sensitisasi.

Kemudian, bila mukosa hidung menerima alergen yang sama maka proses berikutnya dimulai yang dikenal sebagai tahap provokasi. Alergen yang sama itu akan ditangkap oleh kompleks IgE-sel mast/basofil. Peristiwa itu membuat dinding sel mast/basofil pecah (degranulasi) sehingga keluarlah mediator yang sudah terbentuk (preformed mediators) yakni histamine, triptase dan kimase. Selain itu, dikeluarkan juga mediator yang baru terbentuk (newly formed mediators) seperti prostaglandin D2 (PGD2), leukotrien C4 dan D4, bradikinin, platelet activating factors (PAF), interleukin, dan granulocyte macrophage colony stimulating factor (GM-CSF). Semua mediator itulah (terutama histamin) yang menyebabkan gejala akut seperti bersin, gatal, dan hidung meler (rinore). Reaksi ini disebut reaksi alergi fase cepat yang berlangsung sejak kontak dengan alergen sampai 1 jam setelahnya.

Namun tak sampai disitu saja. Sel-sel radang lain seperti eosinofil, limfosit, dan neutrofil ikut meramaikan reaksi akut itu sehingga sitokin yang diproduksi pun makin banyak jumlahnya. Akibat lebih lanjut adalah hidung tersumbat dan menjadi lebih sensitif terhadap rangsang non-spesifik seperti asap rokok, bau-bau yang merangsang, perubahan cuaca, dan kelembaban tinggi. Peristiwa ini dikenal sebagai reaksi alergi fase lambat yang mencapai puncak 6-8 jam setelah pemaparan dan dapat menetap hingga 24-48 jam. Demikian papar dr Nina Irawati SpTHT dalam Simposium Current Opinion in Allergy and Clinical Immunology, 2004.

Di samping proses-proses di atas, sitokin yang disekresi ternyata juga meningkatkan ekspresi intercellular adhesion molecule-1 (ICAM-1), vascular cell adhesion molecule-1 (VCAM-1), selektin-E, dan nitrit oksida. Keempat komponen tersebut akan menarik datangnya eosinofil ke tempat berlangsungnya reaksi inflamasi sehingga terjadilah sebuah lingkaran setan!

Diagnosis

Susah-susah gampang untuk menegakkan diagnosis rinitis alergi. Akibat prilaku buruk seperti sering mengucek-ucek mata dan hidung, timbullah tanda-tanda khas: allergic shiner (bayangan gelap di bawah kelopak mata karena sumbatan pembuluh darah vena), allergic salute (akibat sering menggosok hidung dengan punggung tangan ke arah atas), dan allergic crease (garis melintang di dorsum nasi 1/3 bawah).

Pada rinoskopi anterior tampak mukosa edema, basah, berwarna pucat atau lipid disertai adanya sekret encer bening dan banyak. Dicari pula keadaan yang dapat menjadi faktor predisposisi misalnya polip hidung dan kelainan septum.

Sebagai pelengkap, dapat ditambah pemeriksaan sitologi hidung. Peningkatan eosinofil (5 sel/lapang pandang) menunjukkan kemungkinan alergi.

Untuk mencari penyebab dapat dilakukan uji kulit dengan cara uji cukit (prick test), uji gores (scratch test), uji intrakutan atau intradermal tunggal atau berseri (skin end point titration). Bila alergen diduga berasal dari makanan, dapat dilakukan diet eliminasi dan provokasi atau intracutaneous provocative food test (IPFT).

Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan memblok reseptor histamin. Dikenal 3 macam reseptor histamin yaitu H1, H2 dan H3. Reseptor histamin yang diblok pada pengobatan rinitis alergi adalah H1 yang terdapat di bronkus, gastrointestinal, otot polos, dan otak.

Saat ini antihistamin (AH1) yang beredar di pasaran adalah generasi pertama dan kedua. AH1 generasi kedua sudah mulai menggeser kepamoran generasi pertama karena memiliki banyak kelebihan. Perbedaan menonjol di antara keduanya terletak pada kemampuan menembus sawar darah otak dan selektivitas/spesifisitas. AH1 generasi kedua bersifat lipofobik sehingga kurang mampu menembus sawar darah otak, yang akhirnya mengakibatkan penurunan efek sedasi. Di samping itu, generasi kedua lebih selektif sehingga tidak mempengaruhi reseptor fisiologik yang lain seperti muskarinik dan adrenergik alfa.

Kelebihan lain generasi dua adalah mempunyai efek antialergi dan antiinflamasi. Dikatakan antialergi karena dapat menghambat pelepasan histamin, prostaglandin, kinin, dan leukotrien. Sedangkan antiinflamasi dikarenakan dapat mengurangi ekspresi ICAM-1 pada epitel konjungtiva.

Kortikosteroid

Berdasarkan pemakaiannya, kortikosteroid dibagi menjadi 2 yaitu topikal dan sistemik. Kortikosteroid topikal menjadi pilihan pertama untuk penderita rinitis alergi dengan gejala sedang sampai berat dan persisten (menetap), karena mempunyai efek antiinflamasi jangka panjang. Kortikosteroid topikal efektif mengurangi gejala sumbatan hidung yang timbul pada fase lambat.

Efek spesifik kortikosteroid topikal antara lain menghambat fase cepat dan lambat dari rinitis alergi, menekan produksi sitokin Th2, sel mast dan basofil, mencegah switching dan sintesis IgE oleh sel B, menekan pengerahan lokal dan migrasi transepitel dari sel mast, basofil, dan eosinofil, menekan ekspresi GM-CSF, IL-6, IL-8, RANTES, sitokin, kemokin, mengurangi jumlah eosinofil di mukosa hidung dan juga menghambat pembentukan, fungsi, adhesi, kemotaksis dan apoptosis eosinofil 1.

Studi meta-analisis oleh Weiner JM dkk, seperti dilansir dari British Medical Journal 1998, menyimpulkan bahwa kortikosteroid intranasal lebih baik digunakan sebagai terapi lini pertama rinitis daripada antihistamin, ditilik dari segi keamanan dan cost-effective-nya.

Kortikosteroid sistemik hanya digunakan untuk terapi jangka pendek pada penderita rinitis alergi berat yang refrakter terhadap terapi pilihan pertama.

Dekongestan

Dekongestan dapat mengurangi sumbatan hidung dan kongesti dengan cara vasokonstriksi melalui reseptor adrenergik alfa. Preparat topikal bekerja dalam waktu 10 menit, dan dapat bertahan hingga 12 jam. Efek samping adalah rasa panas dan kering di hidung, ulserasi mukosa, serta perforasi septum. Yang terakhir jarang terjadi. Takifilaksis dan gejala rebound (rinitis medikamentosa) dapat terjadi pada pemakaian dekongestan topikal jangka panjang.

Efek terapi dari preparat oral dirasakan setelah 30 menit dan berakhir 6 jam kemudian, atau dapat lebih lama (8-24 jam) bila bentuk sediaanya adalah tablet lepas lambat (sustained release). Efek samping berupa iritabilitas, pusing melayang (dizziness), sakit kepala, tremor, takikardi, dan insomnia.

Penstabil Sel Mast

Contoh golongan ini adalah sodium kromoglikat. Obat ini efektif mengontrol gejala rinitis dengan efek samping yang minimal. Sayangnya, efek terapi tersebut hanya dapat digunakan sebagai preventif. Preparat ini bekerja dengan cara menstabilkan membran mastosit dengan menghambat influks ion kalsium sehingga pelepasan mediator tidak terjadi. Kelemahan lain adalah frekuensi pemakaiannya sebanyak 6 kali per hari sehingga mempengaruhi kepatuhan pasien.

Immunoterapi

Mekanisme immunoterapi dalam menekan gejala rinitis adalah dengan cara mengurangi jumlah IgE, neutrofil, eosinofil, sel mast, dan limfosit T dalam peredaran darah. Salah satu contoh preparat ini adalah omalizumab. Omalizumab merupakan antibodi anti-IgE monoklonal yang bekerja dengan mengikat IgE dalam darah.

Penelitian menunjukkan, omalizumab berhasil menurunkan kadar IgE bebas dan memperbaiki gejala rinitis. Uji klinis fase II memaparkan, dosis omalizumab adalah 300 mg secara subkutan, 1 kali setiap 3-4 minggu.

Secrist H dkk dalam Journal of Experimental Medicine 2006 memaparkan, immunoterapi dapat mengurangi IL-4 yang diproduksi oleh limfosit T CD4+. Dengan demikian, produksi IgE pun akan berkurang.

Fototerapi

Alternatif terbaru yang ditawarkan bagi penderita rinitis yang tidak mendapat respon perbaikan dengan terapi konvensional adalah fototerapi. Hal itu dibuktikan oleh Koreck AI dkk seperti dikutip dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology 2005.

Ide ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa fototerapi digunakan pada beberapa penyakit kulit seperti psoriasis karena dapat merangsang apoptosis limfosit T. Penelitian ini membandingkan kemampuan sinar ultraviolet dengan cahaya tampak intensitas rendah (low-intensity visible light) dalam mengurangi gejala rinitis. Subyek penelitian disinari sebanyak 3 kali per minggu selama 3 minggu. Dosis inisial sinar ultraviolet adalah 1,6 J/cm2 dan dinaikkan 0,25 J/cm2 setiap 3 kali pengobatan. Sedangkan cahaya tampak intensitas rendah diberikan sebesar 0,06 J/cm2.

Hasilnya, gejala rinitis berkurang dan didapatkan pula penurunan jumlah eosinofil, eosinophilic cationic protein (ECP) dan IL-5 pada kelompok sinar ultraviolet daripada kelompok cahaya tampak intensitas rendah.

Menghindari Alergen

Sebenarnya cara terbaik untuk mencegah timbulnya alergi adalah dengan menghindari alergen. Cara ini murah dan rasional tapi sulit diterapkan. Ada 3 tipe pencegahan yaitu primer, sekunder dan tersier.

Pencegahan primer ditujukan untuk mencegah terjadinya tahap sensitisasi. Hal yang dapat dilakukan adalah menghindari paparan terhadap alergen inhalan maupun ingestan selama hamil, menunda pemberian susu formula dan makanan padat sehingga pemberian ASI lebih lama

Pencegahan sekunder adalah mencegah gejala timbul dengan cara menghindari alergen dan terapi medikamentosa. Sedangkan pencegahan tersier bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi atau berlanjutnya penyakit.

Banyak penelitian yang telah membuktikan adanya hubungan antara rinitis alergi dengan penurunan kualitas hidup penderitanya. Bahkan, bila dihitung secara kasar, negara pun ikut merugi. Sebagai contoh, International Congress of Allergy and Clinical Immunology (ICACI) tahun 1997 di Mexico mengemukakan, rinitis alergi menyebabkan hilangnya 3,5 juta hari kerja dan 2 juta hari sekolah setiap tahun dan menghabiskan dana 3,8 milyar US$ sebagai akibat kehilangan produktivitas kerja dan terapi dengan antihistamin di Amerika Serikat.

Oleh karena itu, pencegahan melalui edukasi menjadi hal yang tak boleh dilupakan. Pasien perlu dimotivasi dan diberi pemahaman bahwa antihistamin dan kortikosteroid topikal perlu digunakan secara teratur dan tidak hanya saat diperlukan. Tujuannya adalah mengurangi terjadinya minimal persistant inflammation (inflamasi minimal yang menetap) serta komplikasi rinitis alergi. Penderita juga diberitahu mengenai efek samping obat yang mungkin timbul, apa yang harus dilakukan bila gejala itu timbul, dan komplikasi apa saja yang dapat terjadi pada rinitis alergi. Tanpa edukasi, mustahil dapat dicapai efek terapi yang optimal.

(Felix)

Sumber : http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=164

« Previous PageNext Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers