usaha pijat


Bisnis pijat refleksi berkembang karena didukung pasar yang berasal dari kelompok kelas menengah-atas yang memiliki kelebihan uang. Mereka mengunjungi pemijatan untuk menyembuhkan penyakit ringan, menyegarkan badan yang pegal, dan relaksasi. Tetapi, ada juga pelanggan yang mencoba pemijatan untuk sekadar merasakan model pijat refleksi asal China itu.

Arini Laksmi Noviyandari, PR Marketing Pijat Refleksi Djemari mengatakan, usaha pijat ini dirintis sejak mei 2006 itu cukup diminati pasar. Dari sekitar 50-an pengunjung per hari di pusat kebugaran tubuh dan pijat, sebagian memilih dipijat refleksi. “Bisnis ini punya prospek bagus karena masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebugaran tubuh,” ujar Arini.

Menurut Arini, metode pijat yang berkembang di tanah air berasal dari dua sumber. Metode pertama dari Taiwan, yakni memijat daerah refleks memakai jari tangan. Caranya, dengan menekan buku jari telunjuk yang ditekuk pada zona refleksi. Metode kedua diperkenalkan oleh Benjamin Gramm dengan mempergunakan alat bantu berupa stick kecil untuk menekan zona refleksi.

“Dengan alat bantu pijatan yang dilakukan bisa lebih kuat, tepat sasaran, dan tidak melelahkan. Berat juga kalau memakai jari. Apalagi bila dalam sehari ada beberapa orang yang ditangani,” jelasnya.

Totok, terapis Djemari mengatakan, bagi para terapis yang memijat dengan jari tangan, saat memijat akan terasa ada semacam butiran-butiran pasir bila pada organ yang dipijat ada kelainan. Sayangnya, tidak terungkap ‘pasir’ itu berasal dari mana. “Kalau ‘pasir’ itu sudah tidak terasa kala dipijat, berarti sudah baik. Arah pemijatan tidak boleh sembarangan, harus mengarah ke atas menuju jantung, mengikuti arah aliran darah,” jelas Totok.

Kedua metode di atas, dengan ujung jari atau alat bantu, telah berkembang di Eropa dan Amerika. Keduanya sama-sama bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Dengan pijat ini, organ tubuh selalu dibuat siaga atau daya tahannya selalu dalam keadaan prima. Caranya? “Kita harus rutin menjalani pijat refleksi supaya organ dan daya tahan siap terus. Jadi, dengan dipijat terus, organ dirangsang dan dipacu terus,” kata Totok.

Pengelola pijat refleksi membidik keluarga sibuk. Hesti, manajer Kakiku Pajeksan mengaku, sebagian besar pelanggannya adalah keluarga muda. “Mereka datang dengan anak dan isterinya. Bahkan tak jarang membawa orangtua,” katanya.

Pijat refleksi yang ditawarkan klinik semacam Kakiku, memadukan terapi kebugaran dengan gaya hidup eksekutif muda. Nuansa dan suasana ruangannya pun lumayan mewah. Strategi menjadikan terapi kebugaran sebagai gaya hidup, cukup berhasil. Mungkin karena masih baru, saban hari booming pengunjung. Bahkan menurut Hesti, Sabtu dan Minggu kerap menolak pasien. “Kami kewalahan,” akunya.

Semua terapis Kakiku, cewek. Tanpa menggunakan alat Bantu, yang menurut Hesti, penanganannya bisa lebih teliti.

30 ruang yang terdiri VIP dan VVIP selalu terisi pasien. Dia optimis prospek bisnisnya bagus.

Selain pijat refleksi, ditawarkan juga totok wajah. Justru, totok wajah banyak diminati karena manfaatnya langsung terasa. Mengurangi ketegangan syaraf otak. Terutama mereka yang aktivitasnya punya tingkat stres tinggi.

Refleksi, menurut Hesti sebaiknya dilakukan rutin. Per minggu sekali atau bahkan 2 kali seminggu.

Penikmat refleksi, tak hanya mereka yang menguber kebugaran sambil menikmati ruang mewah ber-AC. Ada juga yang benar-benar ingin menikmati refleksi. Catur Subagyo, terapis satu ini lebih banyak menerima order panggilan.

“Mereka minta terapi di rumah. Mungkin karena sibuk dan tak punya waktu untuk datang ke klinik kebugaran,” katanya sambil menambahkan, cara menjaring pelanggan dengan sistem gethok-tular.

Kepuasan pasien tak hanya pada kenyamanan tempat. Kemahiran terapis pun dominan berperan. Menguji kemampuan terapis, lanjut Catur, gampang. “Bila selesai terapi terasa sakit di bagian yang dipijat atau ada warna kebiruan di kulit, itu menandakan terapi yang salah. Terapi yang benar, terasa sakit hanya saat dipijat, dan setelah itu hilang tanpa bekas. Termasuk tak ada bekas memar akibat pijatan,” ungkapnya.

Dikutip dari : indospiritual.com

Tubuh ibarat mobil yang selalu berjalan, perlu perawatan yang baik secara berkala.

Untuk keperluan itulah, Yudono Fundigiri menawarkan pengobatan secara menyeluruh yang ia sebut Body Reflexy.

“Selama Anda dalam suatu perawatan tradisional, mekanisme tubuh distimulasi sedemikian rupa, sehingga otak dirangsang mengeluarkan cairan yang menenangkan dan menyejukkan tubuh secara alami. Teori tradisional mengatakan bahwa perawatan tubuh adalah rileksasi. Dengan demikian, Anda akan merasa nyaman dan fit,” ujar pengobat yang tinggal di daerah Tomang, Jakarta Barat ini.

Menurutnya, ketika tubuh tidak dirawat, akan terasa tidak nyaman dikarenakan mekanisme tubuh yang kurang prima.

Lantas, apa bedanya refleksi dengan body reflexy?

Yudono menjelaskan, refleksi pada kebanyakan orang adalah pijat pada telapak kaki. Sebaliknya, body reflexy adalah pemijatan yang dilakukan dari titik ujung kepala hingga titik ujung kaki.

Ditambahkan Yudono, body reflexy tak sekadar pemijatan pada titik-titik saraf saja, tapi juga pada jalur-jalur meridian tubuh. Perbedaan lain teknik yang dikembangkan Yudono, pemijatan hanya dilakukan pada titik refleks, sedangkan body reflexy juga pada titik tertentu, seperti pijat dan jalur meridian.

Menurutnya Yudono, dalam teori TCM (Traditional Chinese Medicine) ada tiga unsur penting dalam usaha mempertahankan kesehatan, kebugaran, dan kecantikan tubuh. Pertama, mempertahankan daya tahan tubuh supaya tidak dipengaruhi oleh keadaan sekeliling, seperti angin, cuaca, musim, dan lingkungan hidup.

Kedua, selalu mengontrol atau mengamati emosi, seperti perasaan marah, gembira, sedih, berpikir, khawatir, takut, dan syok. Ketiga, mengontrol dan memperhatikan gaya hidup, apakah sudah selaras dengan hukum yang berlaku.

Penanganan Pasien

Yudono mengaku, pasien yang datang ke kliniknya adalah mereka yang mengalami gangguan migrain, sering mengompol baik balita maupun orang dewasa, kista, dan pendarahan terus-menerus saat menstruasi.

Meski demikian, ia juga mampu menghilangkan keluhan susah tidur, stres, alergi, kelebihan lemak, sinusitis, nyeri punggung, kencing batu, sembelit, darah tinggi, dan sakit maag.

“Penyakit pada organ tubuh bagian dalam lainnya juga bisa saya tangani. Hanya saja, semua perlu penanganan khusus. Saya sendiri lebih senang disebut ’menghilangkan’ ketimbang ’menyembuhkan’,” katanya.

Yudono memulai menangani pasiennya dengan memeriksa nadi tangan kiri. Setelah itu, ia memulai pemijatan dari kepala atau titik 1.000 poin.

Kata Yudono, karena ujung kepala merupakan pertemuan hampir semua meridian, populer disebut titik 1.000 poin. Yudono mulai memijat-mijat secara lembut di atas ubun-ubun.

Pemijatan diteruskan di daerah daun telinga, di bawah mata, langsung ke meridian lambung dan limpa. Setelah itu dilanjutkan ke daerah leher, punggung, tangan, dan kaki. Total waktu yang dibutuhkan Yudono untuk memijat tubuh pasien sekitar 1, 5 hingga 2 jam.

“Tubuh akan lebih sehat bila titik-titik di meridian lambung dan limpa sering dipijat. Sebab, lambung dalam teknik akupuntur melambangkan tanah. Tanah itu sendiri melambangkan manusianya. Lambung adalah organ tubuh yang menyerap makanan untuk pertama kali, sedangkan limpa merupakan sarana transportasi,” paparnya.

Pijat di daerah wajah biasanya untuk mengencangkan otot-otot wajah. Pijat di daerah telinga sama dengan di kaki, untuk memperbaiki organ tubuh yang bermasalah. Pijat di daerah tangan untuk jantung dan paru-paru, sedangkan di daerah punggung berhubungan dengan tulang belakang.

Tak Buka Pakaian

Menurut Yudono, saat dipijat, pasien tidak diwajibkan membuka pakaian supaya tidak merasa risih.
“Di tempat lain, biasanya pasien diminta membuka penutup di bagian tubuh yang akan dipijat karena harus diberi krim. Padahal, bagian tubuh yang akan dipijat merupakan daerah sensual.”
Sekadar untuk perawatan tubuh, Yudono menganjurkan pasien melakukan pemijatan seminggu sekali. Untuk menghilangkan keluhan, biasanya pasien diterapi sebanyak 6 kali.

Biaya yang ditawarkan Yudono untuk sekali terapi Rp 40.000 per orang. Untuk meringankan biaya terapi, Yudono juga menerapkan sistem paket, dua orang cukup membayar Rp 70.000. Untuk tiga orang, biayanya Rp 90.000, sedangkan 4 orang Rp 100.000.

Katanya lagi, ia pun menerima jasa panggilan. Artinya, Yudono siap datang untuk pasien yang ingin dipijat di rumah. @ Hendra Priantono

Jl. Delima No. 3 (Tomang Asli)
Jakarta Barat
Telp. (021) 5684282

Sumber : kompas.com

KISAH
Liem Swie King

SETELAH 14 tahun menghilang dari jangkauan pers, sejak mengundurkan diri sebagai pemain nasional, Liem Swie King tetap sosok yang rendah hati dan ramah. Saat ditemui di kantornya di Kompleks Perkantoran Grand Wijaya Centre Jakarta Selatan pertengahan April 2002, King sendiri yang keluar dari kamar kerjanya untuk menyambut.

Meski itu adalah awal perjumpaan, King di usianya yang ke-46 tahun jauh lebih gemuk bila dibanding foto-fotonya yang banyak dimuat di koran-koran kurun 1970-an dan 1980-an, langsung menyapa ramah. Bukan sekadar basa-basi, dia menanyakan dengan sungguh-sungguh kabar rekan wartawan yang dulu biasa bergaul dengannya.

“Apa kabar Valens Doy? TD Asmadi? Mereka masih kerja di Kompas?,” tanya King. Selain ramah penampilannya juga tetap sederhana. Meski usahanya di perhotelan dan pijat kesehatan mempekerjakan lebih dari 400 karyawan, King tetap saja berkantor dengan kemeja tanpa dasi dan bersandal kulit.

Liem Swie King dulu selalu menjadi buah bibir sejak dia mampu menantang Rudy Hartono di final All England tahun 1976 dalam usianya yang ke-20. Kemudian King menjadi pewaris kejayaan Rudy di kejuaraan paling bergengsi saat itu dengan tiga kali menjadi juara ditambah empat kali menjadi finalis. Bila ditambah dengan turnamen “grand prix” yang lain, gelar kemenangan King menjadi puluhan kali. King juga menyumbang medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan enam kali membela tim Piala Thomas. Tiga di antaranya Indonesia menjadi juara.

Kejayaannya sebagai jawara bulu tangkis dunia di masa lalu tidak tergambar di ruang kerjanya, tidak seperti kebanyakan mantan menteri atau pejabat yang suka mengumbar foto-foto semasa mereka berkuasa. Di ruangan luas yang ditata tanpa banyak perabot itu, tidak satu pun pemanis berupa tropi, medali, atau foto-foto yang memuat dia beraksi di lapangan bulu tangkis.

Ketika hal itu ditanyakan, King berkelit kalau ruangannya itu baru selesai direnovasi. Sesudah terus dipancing, King akhirnya mengakui, dia tidak pernah memajang bukti-bukti prestasinya. Semua foto dan medali masuk dalam lemari untuk disimpan rapi. Hanya beberapa tropi saja yang ditaruh di atas meja di rumahnya. Itu pun karena ukurannya tidak muat dalam lemari.

Tidak mau jadi sombong? “Enggak jugalah. Enggak, … biasa saja. Mungkin sudah kebiasaan dari dulu saja, mungkin sudah kebiasaan,” kata King tersenyum. King ternyata bukanlah seorang yang suka membicarakan tentang keakuannya. Itu terbukti karena dua dari tiga anak King baru tahu ayahnya merupakan pahlawan olahraga Indonesia ketika mereka telah beranjak remaja. Bahkan, bisa jadi si bungsu Michele King yang masih kecil dan kelas satu sekolah dasar belum paham ayahnya seorang juara kelas dunia.

Dua anak King yang lain adalah Alexander King yang kini berusia 19 tahun dan telah kuliah bidang ekonomi di AS dan Stevani King kini siswi kelas satu sekolah menengah umum. Alexander dan Stevani sempat tercengang begitu pertama kali tahu ayahnya juara bulu tangkis kelas dunia saat menginjak usia belasan tahun.

Ceritanya, ketika mereka pelesiran bersama King, banyak orang menyapa dan menyalami King. Menjawab keheranan anak-anaknya, King hanya bilang mereka adalah teman-temannya. “Kalau benar teman-teman Papi, kok Papi tidak tahu namanya?,” cecar Alexander dan Stevani.

Akhirnya King terpaksa bercerita kalau mereka mengenalnya sebagai pemain bulu tangkis. Memperoleh jawaban seperti itu, Alexander dan Stevani justru semakin tidak percaya. “Lho, memang Papi bisa main bulu tangkis?,” celoteh mereka.

***

MULAI bermain bulu tangkis sejak kecil atas dorongan orangtuanya di kota kelahiran Kudus. King yang lahir 28 Februari 1956 akhirnya masuk ke dalam klub Djarum Kudus yang banyak melahirkan para pemain nasional.

Usai menang di pekan olahraga nasional saat berusia 17 tahun, akhir 1973, King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Selama 15 tahun berkiprah, King merasa telah cukup dan mengundurkan diri di tahun 1988.

Setahun setelah itu dapat dikatakan King menganggur dan belum tahu akan bekerja apa karena bagaimanapun keahlian dan pengetahuan yang dia miliki hanyalah olahraga bulu tangkis. Perlahan King mulai ikut mengelola sebuah hotel di Jalan Melawai Jakarta Selatan milik mertuanya.

Dia pun mulai melebarkan sayap dengan membuka usaha griya pijat kesehatan. Segalanya tidak dimulai dengan mudah. Beberapa kali dia ditipu dan uang jutaan rupiah lenyap begitu saja. Tidak kapok? “Selama saya belum menyerah artinya saya belum kalah,” kata King.

Agak aneh rasanya seorang juara yang biasa menjadi pujaan dan selalu dilayani kini bergerak di industri jasa yang harus melayani orang. Sebagai pemain bulu tangkis yang melanglang buana, King terpaut hatinya dengan keindahan penataan hotel dan keramahan para pekerjanya. Demikian juga soal griya pijat. Saat menjadi atlet, King begitu membutuhkan terapi pijat setelah lelah berlatih dan bertanding.

Sebuah griya pijat kesehatan di kawasan Mayestik Jakarta Selatan saat itu kerap dikunjunginya. “Di tempat itu, penataan ruangan begitu bagus. Saat masuk saja saya sudah merasa nyaman dan rasa lelah terobati,” katanya.

King melihat peluang bahwa kalangan eksekutif dan pengusaha Jakarta yang gila kerja butuh kesegaran fisik dan relaksasi. Itulah yang membuat dia membuka usaha griya pijat kesehatan Sari Mustika. Kini, dia telah membukanya di tiga lokasi, Grand Wijaya Centre, Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, dan Kelapa Gading Jakarta Utara dengan total karyawan sekitar 200 orang.

Kini banyak ekspatriat menjadi pelanggan griyanya selain usahawan dan eksekutif lokal, serta keluarga-keluarga menengah atas Jakarta. King juga puas karena dia bisa membuktikan griya pijat tidak selalu berkonotasi jelek seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Sang juara pun tidak sungkan-sungkan menyambut sendiri tamu hotel atau griya pijatnya. (YNS)

Sumber : kompas.com

Kenikmatan berhubungan intim tak bisa dirasakan Suparno (28 tahun) sejak awal bulan madu. Gangguan ereksi membuatnya stres, sehingga ia tak mampu memuaskan pasangannya..

Setahun kemudian barulah karyawan sebuah lembaga bahasa ini merasa perkasa, setelah ia menjalani terapi pijat urat saraf.

Setiap pasangan pengantin baru pasti mendambakan kegairahan dan manisnya malam pertama. Namun, impian itu tak bisa saya raih. Bahkan setahun sudah berlalu sejak pernikahan saya di bulan Januari 2000, tetap saja tidak saya rasakan kegairahan dan kenikmatan seksual.

Setiap kali berhubungan intim saya hanya bisa bertahan sebentar. Baru lima menit, saya sudah tak berdaya. Isteri jelas kecewa, maka saya pun jadi gelisah dan kecil hati.

Saya tidak tahu pasti apa gerangan penyebabnya. Saya berpikir mungkin kelelahan fisik biang keladinya. Sehari-hari saya pulang kerja sekitar pukul 22.00, karena masuk kantornya siang. Sementara isteri saya pulang kerja pada sore hari. Ketika kami bertemu biasanya sudah sama-sama lelah.

Meski di rumah, seringkali pikiran tidak bisa lepas dari berbagai macam persoalan di tempat kerja. Walhasil, setiap kali keinginan seksual muncul, kami langsung saja ’beraksi’ tanpa ada hasil. Begitu yang terjadi selama setahun.

Mutu Sperma Jelek

Berjalan setahun usia perkawinan kami, tentu saja isteri saya belum juga hamil. Lalu saya mencoba ke pengobat alternatif di Bekasi. Tak ada penjelasan apa-apa yang ia berikan pada saya. Saat saya datang dia langsung memberi obat yang harganya sungguh mahal, hampir satu juta rupiah. Tak ada terapi lain yang saya jalani, kecuali wajib minum obat itu. Setelah tawar-menawar, akhirnya saya terpaksa membeli obat itu.

Harganya Rp 300 ribu. Saya pikir obat ini pasti manjur, karena harganya mahal. Setelah meminumnya, saya tunggu hasilnya selama beberapa minggu. Nihil! Tak terjadi apa-apa! Saya jadi tambah stres. Sementara saya juga makin tidak enak terhadap isteri. Walau dia tidak protes, saya merasa bersalah tidak bisa memuaskannya.

Usaha pertama gagal, saya kemudian memilih periksa ke dokter. Saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Biaya memang lebih mahal, tapi tak apalah. Saya berharap kali ini persoalan akan cepat selesai.

Melalui pemeriksaan laboratorium ketahuan kalau mutu sperma saya tidak bagus. Itulah yang juga menyebabkan isteri saya tidak bisa hamil. Dokter memberi obat dan menganjurkan saya dites hormon.

Saya mengurungkan niat untuk dites, karena biayanya begitu mahal. Obat dari dokter saya minum. Memang selama tiga bulan terjadi peningkatan kualitas, tapi belum memuaskan. Saya masih belum sanggup memuaskan isteri. Akhirnya saya hentikan upaya lewat cara medis itu.

Saya hampir putus asa. Selain minder di hadapan isteri, saya juga kasihan karena selama setahun belum pernah memuaskannya. Namun, saya belum jera menjajal pengobatan-pengobatan alternatif yang terjangkau dan cocok.

Suatu saat saya jalan-jalan di Mal Mangga Dua, Jakarta Pusat. Di sana saya menemukan tempat praktek Bu Etty, ahli pijat urat saraf spesialis lemah syahwat. Tanpa pikir panjang, saya langsung menemuinya setelah mencari informasi tentang kemampuan dia.

Ketagihan

Saat ketemu Bu Etty, langsung saya ceritakan semua keluhan. Dia membenarkan kalau mutu sperma saya jelek. Hal ini tampak dari testis saya yang tidak kencang. Dia juga bilang bahwa saya mesti rilek dan jangan stres, agar hubungan intim itu bisa bertahan lama.

Mutu sperma bisa diperbaiki dengan memperbaiki menu makanan dan olahraga. Habis itu, dia langsung melakukan terapi. Tubuh saya dipijat dan diurut selama setengah jam, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rasanya enak sekali. Belum pernah saya merasa betul-betul senyaman itu.

Usai dipijat, saya diberi bungkus jamu berupa pil. Saya tidak tahu kandungannya. Yang jelas, pil itu harus saya minum 2-3 kali sehari. Bu Etty juga memberi tahu saya agar mengatur jadwal berhubungan seks. Tidak setiap hari, tapi dua hari sekali. Yang paling penting, saya mesti meluangkan waktu untuk berolahraga selama satu jam setiap hari, juga mengkonsumsi buah-buahan serta sayur.

Sepulang dari terapi, malam harinya saya mengajak isteri berhubungan badan. Apa yang terjadi? Saya bisa bertahan lama! Isteri saya pun puas. Malam itu jadi malam pertama yang indah bagi kami. Saya dan isteri seperti orang ketagihan dan berulang kali mereguk kenikmatan itu.

Sampai saat ini saya baru dua kali diterapi, tapi itu sudah membuat saya benar-benar puas. Seperti yang dianjurkan Bu Etty, setiap pagi saya berolahraga jalan kaki di sekitar rumah selama satu jam. Saya juga mulai makan banyak sayur dan buah.

Dua minggu terakhir ini saya sungguh-sungguh bahagia. Pijatan Bu Etty telah mengembalikan kepercayaan diri ini. Saya jadi makin bergairah, karena mampu memuaskan isteri. Namun, saya tidak lupa untuk mengatur jadwal supaya tidak kelelahan. Soalnya, kalau terlalu lelah saya akan mudah loyo lagi. @ (Abdi Susanto)

Alamat Praktek
Mal Mangga Dua Lantai II No.46, Jakarta Pusat
Telp. (021) 6126018
HP. 0811830635
Praktek: 10.00-19.00 WIB

Sumber : kompas.com

Terapi shiatsu menenangkan sistem saraf somatik (saraf sadar} dan sistem saraf otonom (saraf tidak sadar). Terapi ini sukses mengobati gangguan saraf terjepit yang dialami Herry dan Sofyan.

Januari 1991, Herry Suhartono (56) mengalami gangguan saraf terjepit. Saat itu ia sedang membantu tukang bangunan mengangkat balok kayu ukuran 8 x 12 meter.

“Saat angkatan pertama, di punggung saya terdengar suara ‘kretek’. Tubuh terasa nyeri dan sakit sekali. Saya tak lagi bisa berdiri, apalagi bergerak secara normal. Saya lalu dibawa keluarga berobat pada seorang ahli patah tulang di daerah Sukabumi. Selama satu jam saya mendapat perawatan. Hasiinya, tubuh dapat digerakkan dan kembali ke posisi semula,” papar Herry.

Empat tahun kemudian, Herry kembali mengalami gangguan saraf. Saat sedang mengendarai mobil, tiba-tiba kaki kanannya tak bisa digerakkan untuk menginjak pedal rem. Mobilnya baru bisa berhenti setelah menabrak kendaraan yang berada di depannya.

Ketika itu ia merasa kedua kakinya panas dan susah digerakkan. Dari pinggang hingga betis terasa seperti ditarik-tarik. Anehnya, beberapa jam kemudian gangguannya hilang.

“Kejadian itu tak cuma sekali terjadi. Lebih dari 3 kali saya menabrak mobil gara-gara kaki tak mampu digerakkan untuk menginjak pedal rem. Ini membuat saya harus bolak-balik berurusan dengan polisi dan bengkel mobil. Gangguan ini datang dan pergi. Akhirnya, awal tahun 1995 saya pergi pada seorang dokter spesialis bedah tulang di Bogor,” tutur bapak dua anak ini.

Tiga Kapal

Dari pemeriksaan dokter, Herry dinyatakan mengalami gangguan saraf terjepit di lumbal nomor 4. la dianjurkan untuk menjalani operasi di daerah tulang ekor. Karena takut, ia tidak menjalani anjuran itu.

Sejak saat itu, pria sumringah ini hanya mengonsumsi obat antinyeri saraf. Ia pun mulai mencari pengobatan alternatif. Ia mengaku berbagai praktisi pengobatan pernah didatangi, dari Bogor, Sukabumi, Jakarta, hingga Cirebon. Mulai dari yang menggunakan terapi air putih, pijat, pemanasan, fisioterapi, hingga penyinaran dan terapi diet, pernah dijalani.

Sayangnya, semua itu belum membuahkan hasil maksimal, bahkan sakitnya makin sering kambuh. Selama empat tahun ia tak lagi bisa menggerakkan anggota tubuh.

“Untuk mandi dan buang air mesti dipapah. Makan dan minum hanya bisa dilakukan d atas tempat tidur. Ke mana-mana harus pakai kursi roda. Sudah tak terhitung biaya yang keluar. Tiga kapal pengangkut ikan, masing-masing seberat 580 ton, ikut terjual hanya untuk biaya pengobatan,” kenang mantan eksportir ikan ke Jepang, yang pernah mempunyai karyawan 150 orang ini.

Beruntung, tahun 2000 ia bertemu dengan Nina Radinah Taryaman di Gadog, Puncak, Bogor. Setelah diterapi shiatsu, kondisinya berangsur pulih.

Ceritanya, tiga kali ditangani Oma, demikian Herry memanggil Nina, ia sudah bisa makan sendiri di meja makan. Sebulan diterapi shiatsu, ia sudah bisa mengemudikan mobil sendiri. Hingga kini, gangguan saraf terjepit tak lagi menyerang tubuhnya.

Tiga Bulan

Pengalaman serupa dialami Sofyan (45), karyawan perusahaan Indosement. Menurut Sofyan, gangguan saraf terjepit di daerah tulang belakang dialami ketika sedang bertanding tenis meja di kantornya, media Agustus 2005,

“Saya salah langkah saat mengembalikan bola pingpong lawan. Tiba-tiba saja tubuh ini kaku dan sakit untuk digerakkan. Selama tiga bulan saya berbaring di rumah sakit. Keluar dari rumah sakit, tubuh terasa belum normal. Bila digerakkan ke kiri dan kanan masih sakit,” kenang Sofyan.

Beruntung Sofyan mengenal Nina di Klinik GHS. Perawatan shiatsu yang diberikan Nina mengembalikan kelenturan saraf-saraf di tulang belakangnya. Seperti halnya Herry, ia tak lagi mengalami sakit. Hingga kini Sofyan masih sering diterapi shiatsu.

Naluri Cegah Penyakit

Shiatsu, kata Nina Radinah Taryaman, berasal dari kata shi (jari) dan atzu (pijat).” Shiatsu yang dipraktikkan selama ini adalah teknik pijat yang dikembangkan Tokujiro Namikoshi, pendiri Nippon Shiatzu Shool di Jepang. Menurut teori shiatsu, titik utama dalam pemijatan mempunyai hubungan dengan titik bagian tubuh lainnya.

Dengan demikian, ketika memijat titik-titik utama akan terjadi kesembuhan pada bagian-bagian yang sakit,” ungkap pemilik pusat pendidikan dan pelatihan pengobatan tradisional di kawasan Gadog, Puncak, Ciawi, Bogor ini.

Pemijatan dengan shiatsu mempengaruhi fungsi seluruh tubuh, dari kelenjar hingga otot dan organ bagian dalam tubuh. Dijabarkan ketua II Asosiasi Penyembuh Alternatif Indonesia (Apali) ini, shiatsu bekerja atas dasar naluri manusia untuk mencegah penyakit.

Saat diterapi, tubuh akan dibuat sedemikian rupa, sehinnga gejala penyakit yang membutuhkan perawatan dokter tak jadi muncul.
Secara khusus, gangguan saraf terjepit bisa terjadi di berbagai tempat pada tubuh. Ada sejumlah titik perawatan untuk menyembuhkan gangguan saraf terjepit dengan menggunakan teknik shiatsu.

Hal yang paling baik, kata penghusada yang berpraktik di Klinik GHS ini, untuk gangguan saraf terjepit, lakukan pemijatan terlebih dahulu di titik-titik dekat daerah yang sakit. Setelah itu, pijat titik-titik lain yang lebih jauh dari lokasi yang sakit. Namun, pada praktiknya, pijatan di daerah yang lebih jauh dari sumber sakit justru lebih efektif dibandingkan dengan titik-titik yang dekat dengan lokasi sakit.

Berikut gambaran langkah-langkah untuk mengatasi gangguan saraf terjepit seperti yang dialami Herry dan Sofyan. Dengan menggunakan ibu jari atau tiga jari (manis, tengah dan telunjuk) dilakukan penekanan-penekanan awal.

Pertama, pijat di semua titik daerah wajah dan kepala. Dimulai dari titik ubun-ubun, lalu turun tiga titik di belakang kepala. Pemijatan pada lokasi ini diulang sebanyak tiga kali, masing-masing tiga sampai lima detik.

“Selanjutnya, selama 3 detik dilakukan pemijatan pada daerah kedua sisi belakang leher. Lalu pemijatan diarahkan pada bagian atas bahu kiri dan kanan, serta lima titik antara tulang punggung dan belikat. Turun kebawah, pijat 6 titik antara daerah punggung dan pinggang. Setelah itu pijatan dilakukan pada titik-titik kedua disisi luar pinggul.

Pijatan diakhiri di daerah ketiak, lalu pangkal lengan, dada dan perut. Untuk menyembuhkan gangguan saraf terjepit, terapi shiatsu bisa dilakukan seminggu dua kali,”kata perempuan kelahiran Bandung, 30 Agustus 1934 ini.

Alamat Praktek:
Klinik GHS
Jl. Palmerah Barat 33-37
Jakarta Pusat
telp. (021) 536778353
Ext. 4368

Sumber: Senior

Relaks Sekaligus Sehat Relaksasi untuk mengusir kepenatan pikiran dan fisik, banyak eksekutif yang melakukannya sambil berolahraga di pusat kebugaran. Sebelum berendam di whirpool atau bermandi keringat di ruang sauna, melakukan pemanasan dengan berlari di atas treadmill juga mampu membugarkan badan. Selain badan bugar juga akan sehat karena kalori yang berlebih akan terbakar.

Para eksekutif datang ke pusat kebugaran temyata tak hanya ingin melakukan relaksasi atau membugarkan diri untuk menjaga stamina badan. Tak jarang pula yang ingin membentuk tubuhnya agar lebih atletis. Mengurangi berat badan dan merampingkan perut yang men~elembung merupakan salah satu program yang banyak diminati pria.

Kegiatan setelah berolahraga, mengikuti kelas aerobik, dan melakukan latihan pembentukan badan itu biasanya,berlanjut relaksasi di spa. Dan sebagai pelengkapnya, dipijat seluruh badan akan memberikan relaksasi dan kebugaran sempurna.

Aroma sari bunga lavender yang ditebarkan dari mangkuk pembakaran semakin menciptakan suasana tenang dan santai. Musik instrumental yang mengalun lembut menambah kenyamanan saat sekujur tubuh dalam baluran minyak bunga lavender dipijat ala Swedia.

Pemijatan dengan terapi aroma seperti itu membuat pegal-pegal serta ocot yang menegang akan terusir. Saking nyamannya, tanpa terasa mata jadi cerlelap sejenak. Begitu terbangun, tubuh dan pikiran terasa lebih segar.

“Dengan dipijat bisa memperbaiki otot dan peredaran darah. Pikiran juga ikut relaks,” ungkap Hario Tilarso. Menurut ahli kebugaran ini, pijat siatsu, tusuk jarum dan pijat refleksi juga mampu menyegarkan kembali tubuh kita, sekaligus upaya recovery tubuh yang sangat letih akan lebih cepat pulih.

Banyak memang cara untuk melakukan relaksasi. Dan pijat refleksi pada kaki, selain untuk relaksasi dan membugarkan badan, juga diakui bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Zen Living Center merupakan salah satu tempat yang memberikan terapi refleksologi, dan memadukannya dengan terapi oksigen.

Bagi mereka yang akan dipijat sekaligus terapi oksigen di sediakan ruang bernuansa biru. Sederet aquarium berisikan berbagai ikan dengan sistem pencahayaan melengkapi ruangan, dan menambah suasana kedamaian di tiap kursi terapi.

Sebelum dilakukan pemijatan, tamu disarankan untuk memilih minyak aromatik yang terdiri dari beberapa jenis seperti Tranquility, Pampering, Uplifting, Relaxing, Insomnia dan Rejuvenating. Setelah memilih minyak aromatik, kaki direndam dengan air hangat yang diberi semacam sabun antiseptik yang bisa mematikan kuman di kaki.

Saat kaki mulai dipijat, oksigen yang dihirup akan memompa paru-paru, dan mebersihkan kotoran yang dihirup selama seharian. Pikiran jadi benar-benar tenang, dan suasana santai itu semakin disejukkan oleh gemercik air aquarium dan alunan lembut musik karya Beethoven. Tak sampai 15 menit, suasana santai yang memberikan ketenangan jiwa tersebut membuat orang tertidur lelap.

Setelah satu jam 15 menit terapis akan membangunkan dan mengakhirinya dengan pijatan di bahu, yang bisa dilanjutkan dengan pijatan pada kepala. Usapan handuk hangat di wajah, seaa meneguk Energy Booster yang terbuat dari buahbuahan segar akan menyempurnakan kebugaran.

“Saya datang setelah jam makan siang ke tempat ini untuk mencari kebugaran dan kesehatan,” ungkap seorang pelanggan yang enggan disebut namanya. Profesinya sebagai pengacara sangat menuntut konsentrasi tinggi. “Bukan hanya fisik, tapi jiwa saya juga ikut capek,” katanya. Tertidur sejenak selama perawatan, menurutnya sudah bisa memulihkan tenaganya yang beberapa waktu lalu terkuras.

Dari hasil pemijatan tersebut, dapat diketahui seseorang mengalami gangguan pada bagian tubuh teaentu. Gangguan tersebut bisa dihilangkan dengan rutin dua kali seminggu menjalani terapi. Dengan biaya Rp 79 ribu, selama 1 jam 15 menit, bisa dinikmati pijatan refleksi, dan ditambah Rp 36 ribu untuk terapi hirup oksigen.

Gabungan relaksasi dengan terapi pemijatan dan ion ozon semacam itupun juga ditawarkan Galaxy Spa yang belum lama dibuka di Kompleks Ruko Golden Plaza, Jaksel. Saran kebugaran ini juga memadukan dengan sarana bersantai karaoke.

Untuk relaksasi spa dikenakan biaya rp 60 ribu. Paket penggunaan fasilitas ditambah terapi refleksologi, dan terapi ion ozon dikenakan biaya Rp 200 ribu. Jika hanya memilih terapi ion ozon atau refleksologi, berikut menggunakan fasilitas spa yang ada, dikenakan biaya Rp 135 ribu.

Sumber: Klinikpria.com

Thursday, 21 June 2007
Kebugaran tidak hanya dirasakan dengan olahraga, tapi juga dengan pijatan. Pijatan ini sangat beragam, mulai dari pijatan ringan di bahu penghilang pegal hingga pijatan yang berfungsi untuk terapi.

Diantaranya pijat shiatsu dan akupuntur. Pijat ini telah dikenal sebagai salah satu terapi holistik penyembuhan penyakit dan peningkatan imunitas tubuh. Jika di Tiongkok kita mengenal akupuntur, untuk pijat ala Jepang dikenal dengan istilah shiatsu. Keduanya bisa dikombinasikan karena hasilnya bisa saling mendukung.

Kata Shiatsu terdiri dari dua kata, shi yang berarti jari tangan dan atsu yang berarti tekanan. Jadi shiatsu adalah ilmu penyembuhan melalui tekanan jari, atau akupresure. Tekanan itu dapat dilakukan dengan ibu jari atau telapak tangan pada daerah-daerah tubuh tertentu untuk menghilangkan gangguan-gangguan pada tubuh, mempertahankan atau memperbaiki kesehatan, atau menyembuhkan berbagai penyakit.

Menurut praktisi pijat shiatsu dari Arisza Spa & Gallery Surabaya, Wiwiek Yulianti, shiatsu menggunakan sistem perabaan dan tekanan dengan hitungan tertentu. Pertama, Yuli, sapaan akrab Wiwiek Yulianti akan memijat-mijat kepala si pasien. Titik yang ditekan segaris dengan ubun-ubun, ke arah bawah hingga mendekati pangkal leher.

Dari pijatan ringan ini ia mulai mengetahui derita yang dikeluhkan. Ia pun bisa mengetahui keluhan pasien lewat wawancara singkat. Kemudian pijatan merembet ke leher. Dari leher, ia meneruskannya ke punggung, kemudian dada hingga kaki. Pijatannya akan diulang dan difokuskan pada titik-titik yang dirasa menjadi pusat gangguan.
Pasien biasanya datang dengan keluhan flu, pusing atau migren, stres, kurang tidur, dan tubuh yang pegal atau gampang lelah.

“Pasien wanita pekerja biasanya datang dengan keluhan sering pusing. Mereka mengaku stres dengan pekerjaannya,” tuturnya.
Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Terapi pijat lainnya yang juga diminati adalah akupuntur. Teknik akupuntur yang dilebih menekankan pada urusan tusuk menusuk daerah tertentu berdasar titik akupuntur.
Praktisi akupuntur dan juga dokter dari Arisza Spa & Gallery, dr Ratih Sekar Ayu mengatakan, akupuntur berperan menerapi pasien secara holistik, sehingga mampu meningkatkan imunitas tubuh.

Peran akupuntur ini yakni, meningkatkan jumlah haemoglobin dan plateled, meningkatkan jumlah endomorfin, dan aktifasi sel darah putih sehingga meningkatkan fagositosis (pemakan kuman), dan sitotoksis (pembunuh kuman). Pengobatan akupuntur ini dilakukan berdampingan dengan pengobatan modern oleh dokter.

“Penerapannya misalnya pada penderita asma. Mereka sangat sensitif (hiper reaktif) terhadap paparan alergen sehingga terjadi penyempitan sel napas. Dengan akupuntur, reaksi yang berlebih ini dapat dikendalikan. Dengan demikian, akupuntur berfungsi menormal imunitas seseorang” terangnya.

Selain asma, pasien biasanya datang dengan keluhan kencing manis, maag, obesitas, dan darah tinggi. Termasuk juga untuk pijat kecantikan, seperti menghilangkan kantung mata, mengencangkan kulit, dan membuat kulit wajah lebih ceria.

Terapi ini rata-rata membawa hasil maksimal setela 10-12 kali kedatangan, atau 2-3 kali dalam seminggu. “Namun, ada juga yang sekali datang langsung dapat disembuhkan. Hal ini bergantung pada tingkatan dan jenis penyakit,” pungkas Ratih.esi

Dikutip dari : www.surya.co.id

Semerbak aroma terapi yang menenangkan langsung terasa ketika melangkahkan kaki masuk ke Yhi Spa di lantai tiga Hotel Gran Melia Jakarta. Pandangan pun langsung tertumpu pada beberapa mesin fitness lengkap dengan LCD di bagian atasnya, yang berjejer rapi di depan meja resepsionis. Meski tergoda untuk mencobanya, namun tujuan Republika siang itu bukanlah untuk berolahraga. Melainkan, untuk mencoba treatment unik yang dimiliki Spa yang baru dibuka sekitar setahun lalu ini.

Adalah layanan Marakesh Delight, salah satu treatment Spa yang menjadi unggulan di Yhi Spa. Nama Marakesh diambil dari sebuah kota tua yang romantis di Timur Tengah. Pengaruh Timur Tengah nan eksotis terpadu melalui penggunaan scrub yang terbuat dari rempah-rempah khusus dan essensial oil yang diracik sendiri.

”Marakesh Delight merupakan Spa treatment yang tak dapat ditemui di tempat lain. Nuansa Timur tengah sangat terasa pada treatment ini. Tak seperti treatment lain yang sudah biasa ditemui layaknya,

treatment kopi atau Baliness Boreh,” ungkap Yhi Spa & Fitness Manager Hotel Gran Melia, Listya Suhita Loekito.

Menempati salah satu ruangan VIP, Republika memulai treatment dengan cleansing foot ritual. Terapist Spa, Atty, langsung membasuh kaki Republika yang sebelunya direndam di baskom berisi air panas dan garam anti bakteri. Setelah bersih, treatment pun dimulai. Setelah kaki, Atty melakukan pijatan punggung. Fungsinya untuk relaksasi. Bagian punggung memang merupakan pusat kepenatan. Di sinilah, syaraf-syarat yang tegang dikendurkan. Pijatan dengan gerakan-gerakan melingkar dilakukan dengan seksama, pelan dan tidak terburu-buru. Sesekali, tumb pressure (pijatan dengan jempol) di titik-titik tertentu terasa begitu nikmat. Republika merasakannya di sepanjang ruas tulang belakang dan lengan. Dengan tumb pressure tekanan yang dilakukan ibu jari terasa tepat menuju syaraf yang tegang.

Inilah pijatan khas Jawa yang diterapkan pada treatments Marakesh Delight. Meksipun namanya berasal dari salah satu kota di Timur Tengah, namun Yhi Spa memadukan dengan pijatan tradisional Indonesia yang menekankan pada titik-titik pada tubuh.

”Java Massage berbeda dengan pijatan lainnya. Pijatan ini lebih mendalam dengan menggunakan tekanan jempol. Kalau European Massage, banyak mengadopsi dorongan-dorongan panjang,” kata Listya.

Setelah pijatan punggung, saatnya melakukan kegiatan inti dari Marakesh Delight, yaitu treatment kepala. Sebelum melakukan treatment, Atty melakukan pijat kepala secara perlahan. Setelah pijat, dilakukan Warm Medical Oil Scalp Treatment. Perlakuan ini semacam creambath yang lebih memfokuskan pada kulit kepala.

Pemijatan pada kulit kepala dilakukan dengan membagi rambut menjadi garis lurus, dan mengoleskan nourishment oil yang terdiri dari tiga jenis essensial oil yang diracik sendiri oleh Yhi Spa. Ketiga oil tersebut adalah orange, pacolli dan sandal wood.

Pemijatan dilakukan terus menerus dari atas hingga tengah kepala. Langkah ini dilakukan pada lima belahan rambut kanan dan lima belahan rambut kiri. Sementara creambath, yang dioleskan pada kulit kepala adalah cream.

Setelah pemijatan dan pengolesan rambut selesai, kepala dibungkus dengan handuk hangat, dan didiamkan selama beberapa menit agar essensial oil meresap ke kulit kepala. Sambil merasakan hangatnya handuk di kepala, terdengar sayup-sayup musik yang menenangkan jiwa, dalam ruangan yang temaram.

Masih ada tahap lain, yaitu scrubing. Fungsinya membersihkan kotoran-kotoran yang ada di kulit khususnya bagian belakang, mulai dari ujung kaki, punggung hingga tangan. Untuk scrubing, Yhi Spa menggunakan Moroccan Scrub yang terdiri dari berbagai jenis rempah-rempah yang dipadu dengan berbagai bahan lain.

Perpaduannya cukup unik, karena memasukkan bubuk beras, oatmeal, cengkeh hingga kemiri dalam satu campuran scrub. Bahan-bahan yang memiliki aroma yang menyegarkan ini dipercaya dapat membuat kulit menjadi cerah dan sehat.

Setelah dioleskan ke seluruh tubuh, Atty tak menunggu terlalu lama. Sebelum scrub mengering, ia langsung melakukan gerakan seperti memijat. Scrub yang mulai mengering pun turut berperan dalam membersihkan bagian tubuh.

Langkah terakhir dari Marakesh Delight adalah mandi air hangat di bathtub yang telah dicampur dengan garam spa dan ditaburi kelopak bunga. Langsung saja, semua scrub kering yang menempel di tubuh luruh dengan basuhan air hangat. Syaraf-syaraf tubuh pun bertambah relaks. Sebaiknya biarkan jangan terburu-buru mandi, luangkan waktu 5-10 menit untuk berendam. Barulah setelah itu mandi di bawah pancuran air hangat guna menuntaskan treatment yang telah berlangsung selama dua jam.

Nama Yhi Spa memang terkesan tidak familiar. Maklumlah, Spa ini baru hadir di jaringan Sol Melia yang membawahi Hotel Gran Melia Jakarta, sekitar setahun lalu. Namun, komitmennya untuk menghadirkan layanan berkualitas dan mementingkan konsumen sangat kuat. Yhi Spa Jakarta memiliki tujuh ruang treatment, yang terdiri dari dua ruang VIP, satu VIP Refleksiologi dan empat kamar standar yang telah dilengkapi dengan shower. Fasilitas sauna dan jacuzzi juga disediakan untuk pengunjung yang telah menjadi anggota.

(mth )

Dikutip dari : www.republika.co.id

Saat tubuh lelah dan mengalami ketegangan, bagi yang terbiasa dipijat, tentu tak akan melewatkan kesempatan untuk melakukan spa. Pilihan treatment yang mungkin terbentik adalah pijat Swedish yang berfungsi memperlancar peredaran darah atau Shiatsu yang berkhasiat merenggangkan otot. Lainnya Acupressure yang mampu memberikan efek refleksologi yang menenangkan.

Namun, bagaimana bila ada tawaran paket spa yang menggabungkan ketiga jenis teknik pemijatan tersebut dalam satu waktu? Bila tertarik, lokasinya ada di The Ritz-Carlton Spa. ”Kami menawarkan tiga jenis pemijatan sekaligus dalam satu paket treatment. Ini alternatif layanan spa bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya,”kata Donna Indrawati Mc Meredith, public relations manager Hotel The Ritz-Carlton Jakarta.

Layanan paket spa yang ditawarkan di lokasi seluas delapan ribu meter persegi itu disebut Aromatic Signature Massage (ASM). ”Itu adalah perawatan pemijatan untuk merelaksasikan otot seluruh tubuh dengan menggunakan tiga teknik pemijatan pada waktu yang sama. Yaitu, Swedish, Shiatsu dan Accupresure,”paparnya.

Manfaat utama dari ASM pada dasarnya untuk merelaksasikan tubuh dan mengembalikan vitalitas. Fokus pemijatan ditekankan pada bagian punggung bawah dan atas karena tingkat stress seseorang terdapat pada bagian- bagaian tersebut, ”ungkapnya.

Layanan ini telah mempersiapkan efek kenyamanan, dan ketenangan sedari awal. Kanyamanan dan rileksasi akan segera diperoleh, mulai dari saat tamu memasuki ruang treatment. Karena, pada 21 ruang treatment yang ada, termasuk empat villa couple lengkap dengan private outdoor jacuzzi, dirancang agar mampu memberikan kenyamanan, dan ketenangan. Yakni melalui dominasi warna-warna alami, seperti warna kayu. Tak hanya itu, saat menikmati proses pemijatan, tamu akan merasa aman.

Karena setiap produk yang digunakan merupakan produk-produk berbahan alami. ”Produk pelayanan spa yang kami gunakan merupakan produk alami yang didatangkan dari Bali, ”akunya. Selain itu, Ia menjamin bahwa setiap therapis yang ada di tempat spa yang turut dilengkapi dengan steam, sauna, dan whirlpool itu, merupakan tenaga ahli profesional. Menikmati layanan tersebut dengan cukup membayar Rp 258 ribu untuk 60 menit atau Rp 328 ribu untuk 90 menit.

Selain paket spa ASM, terdapat pula plihan paket lainnya yang ditawarkan. Seperti Escape to Bliss yang menggabungkan empat jam perawatan dalam satu paket. Termasuk, body scrub, body mask, aromatic flower bath, natural facial, dan diakhiri dengan makan siang, atau makan malam, di restoran Airlangga. Menikmati layanan tersebut, tamu akan dikenakan biaya Rp 1.300 juta untuk single, dan Rp 2.100 juta untuk couple (pasangan).

(may )

Dikutip dari : republika.co.id