Masuk angin biasa ditandai dengan terganggunya alat pernapasan dan pencernaan. Perut kembung, mual, muntah, batuk, pilek, dan sariawan merupakan beberapa dari tanda-tanda itu. Berikut ini beberapa ramuan untuk mengatasinya.

Tradisi minum ramuan tradisional atau tanaman obat sudah ditinggalkan orang. Tak lain karena kebanyakan orang tak lagi mengetahui kegunaan dari tanaman tersebut untuk pengobatan.

Bahkan, sebagian orang menganggap ramuan tradisional itu kuno, repot, pahit, bau, dan tidak manjur. Padahal, menurut Yellia Mangan, herbalis dan praktisi pengobatan tradisional di Jakarta, ramuan tradisional cukup efektif untuk mengobati penyakit pada anak, terutama penyakit ringan seperti pilek, panas, diare, ataupun masuk angin. Semua itu dengan catatan, bila dalam waktu 3 hari tak ada gejala membaik, anak tetap harus dibawa ke dokter.

Pemanfaatan bahan-bahan berasal dari alam, termasuk tanaman dan mineral untuk kesehatan tubuh, relatif lambat daya kerjanya. Namun, seperti dijelaskan Drs. Bambang Mursito, Apt, MSi., pengajar di Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta, beberapa kalangan berpendirian bahwa efek samping akibat penggunaan bahan alam tidak lebih besar daripada bahan obat yang dibuat secara sintesis.

Soal dosis, menurut Yellia, ramuan yang terbuat dari tanaman obat memang punya dampak cukup berbahaya bila berlebihan, seperti timbulnya rasa mual, muntah, pusing, dan diare. Sebaliknya, bila dosisnya terlalu sedikit, bisa tidak efektif dan lama sembuhnya.
“Jadi, bila tak yakin pada ukuran ramuan, lebih aman tanyakan kepada herbalis atau yang sudah berpengalaman. Bisa juga berpatokan pada buku-buku ramuan,” katanya.

Berikut ramuan peluruh gangguan pernapasan dan pencernaan yang ditawarkan Drs. Bambang Mursito, Apt, M.Si.

Gangguan Pencernaan
Tanda-tanda masuk angin pada gangguan saluran pencernaan anak, antara lain mual, muntah, dan masuk angin. Gejala lain, yakni sariawan, kembung dan mulas, cacingan, sembelit, diare, dan kurang nafsu makan.
Berikut ramuan untuk mengatasi gangguan saluran pencernaan:

1. Sariawan
Bahan: 1 jari rimpang temulawak, 1 jari buah asam, gula aren, 1 gelas air
Pemakaian: Cuci bersih temulawak, lalu iris tipis-tipis. Masak bersama-sama asam dan air hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Tambahkan gula aren sambil diaduk. Minum tiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.
Bahan: 10 helai daun sirih, 1 gelas air
Pemakaian: Cuci daun sirih. Masak dengan segelas air dalam kuali tertutup hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Airnya digunakan untuk kumur-kumur sebelum makan. Lakukan setiap hari hingga sembuh.

2. Kembung dan Mulas
Bahan: 5 helai daun delima putih, 1/2 gelas air
Pemakaian: Cuci bersih bahan sambil diremas-remas. Tambahkan air, lalu masak hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Airnya diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.
Bahan: 1/2 jari rimpang temulawak, 1/2 jempol buah asam jawa, 1/2 jempol gula aren, 1/2 gelas air
Pemakaian: Cuci bersih temulawak, lalu parut. Tambahkan asam jawa dan air, kemudian peras. Tambahkan gula aren ke dalam air hasil perasan, lalu aduk hingga homogen. Minum tiap pagi dan sore hingga sembuh.

3. Cacingan
Bahan: 3 jari rimpang jahe, 1 sendok makan madu, 1 1/2 gelas air
Pemakaian: Cuci jahe dengan air bersih, lalu potong tipis-tipis. Masak hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Tambahkan madu, aduk hingga homogen. Minum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Bahan: 2 sendok makan biji pepaya, 1 sendok makan madu, 1 gelas air matang
Pemakaian: Cuci bersih biji pepaya, lumat dengan dengan air panas, lalu peras. Tambahkan madu. Minum sekaligus. Lakukan setiap pagi hingga sembuh.

4. Sembelit
Bahan: 20 gram daun lidah buaya, 2 sendok makan madu
Pemakaian: Kupas daun lidah buaya. Masukkan daging daun lidah buaya dalam sebuah wadah, tambahkan madu. Aduk hingga homogen. Minum tiap pagi dan sore hingga sembelit hilang.
Bahan: 1 jari rimpang temulawak, 1/2 gelas air
Pemakaian: Cuci rimpang temulawak, potong tipis-tipis. Masak hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Airnya diminum sekaligus. Lakukan setiap pagi hingga sembuh.

5. Diare dan Muntah
Bahan: 3 sendok teh adas, 5 lembar daun jambu biji, 10 cm kulit batang pulasari
Pemakaian: Cuci bersih adas dan daun jambu biji. Adas dimemarkan, sedangkan daun jambu biji dipotong kecil-kecil. Tambahkan 1 1/2 gelas air dan batang pulasari, masak hingga mendidih selama 30 menit. Setelah dingin, saring. Airnya diminum tiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.
Bahan: 20 helai daun salam, 1 gelas air
Pemakaian: Cuci bersih daun salam, lalu haluskan. Masak hingga mendidih selama 30 menit. Setelah dingin, saring. Airnya diminum tiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan hingga sembuh.

6. Kurang Nafsu Makan
Bahan: 10 lembar daun pegagan, 1 1/2 gelas air, 1 sendok makan madu.
Pemakaian: Cuci bersih daun pegagan, lalu masukkan dalam sebuah wadah dan didihkan hingga 15 menit dalam keadaan tertutup. Setelah dingin, saring. Tambahkan madu. Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Bahan: 1 jari rimpang temulawak, 10 gram asam jawa, 30 gram gula jawa, 1 1/2 gelas air.
Pemakaian: Cuci bersih temulawak, lalu potong kecil-kecil. Masukkan asam jawa, masak hingga mendidih dalam keadaan tertutup. Tambahkan gula, aduk hingga homogen, lalu saring. Minum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Gangguan Pernapasan
Keluhan seputar sakit di saluran pernapasan paling umum menimpa anak-anak, terutama di musim hujan atau pancaroba. Petunjuk umum adanya gangguan di sistem pernapasan adalah batuk, demam, kesulitan bernapas, bersin, rasa tidak enak pada tenggorokan atau dada, nyeri dada, bibir membiru, serta suara mendengkur saat bernapas.

Berikut ramuan untuk mengatasinya.
1. Batuk
Bahan: 30 gram bawang putih, 25 gram gula batu, 1 gelas air matang
Pemakaian: Kupas kulit bawang putih, lalu lumat. Tambahkan gula batu dan 1 gelas air matang, diamkan selama 5 jam, lalu saring. Minum sehari sekali, 1 sendok makan.

2. Asma
Bahan: 1 batang rimpang alang-alang, 1/2 jari rimpang kencur, 5 lembar daun sirih, 1 gelas air, 1 sendok makan madu, 1 sendok teh air jeruk nipis
Pemakaian: Cuci semua bahan. Alang-alang dan kencur dipotong-potong, daun sirih diremas-remas. Masak hingga mendidih dalam keadaan tertutup. Setelah dingin, saring. Tambahkan madu dan air jeruk nipis, aduk hingga homogen. Minum sekali sehari sebelum tidur, sebanyak 1/2 gelas.

3. Demam
Bahan: 3 buah umbi bawang merah, 2 sendok makan minyak kelapa, 1/2 sendok makan minyak kayu putih, 1 iris buah jeruk nipis.
Pemakaian: Kupas bawang merah, potong tipis-tipis, lalu hancurkan. Tambahkan minyak kelapa, minyak kayu putih, serta air perasan jeruk nipis. Campuran diaduk hingga homogen. Gosokkan pada ketiak, punggung, perut, dan kepala. Lakukan dua kali sehari, tiap pagi dan sore. Untuk membersihkan, gunakan air hangat.

4. Pilek
Bahan: 5 buah umbi bawang merah, 5 buah umbi bawang putih, 5 jari rimpang jahe, 2 gelas air.
Pemakaian: Jahe dicuci bersih, bawang merah dan bawang putih dikupas, lalu potong kecil-kecil. Tambahkan 2 gelas air dan dimasak hingga mendidih dalam keadaan tertutup. Setelah dingin, saring. Minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
TOK
Sumber : GHS

MESKI tak setenar kunyit yang masih saudara serumpun, kunyit putih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi herba potensial. Pengakuan empiris maupun penelitian membuktikan, rimpang ini bermanfaat untuk menolak angin dan efektif menekan risiko kanker.

Dalam pemakaian sehari-hari kunyit putih belum sepopuler saudara kandungnya, kunyit kuning. Maklumlah, secara fisik dan rasa memang beda. Kunyit memiliki warna daging lebih kuning dan rasanya tak begitu getir. Ukurannya pun cenderung lebih besar dibanding kunyit putih, tetapi keduanya memiliki aroma khas dan kuat lantaran kandungan minyak atsirinya.

Selama ini sebagian masyarakat Indonesia sudah mengakui khasiat kunyit putih sebagai pereda masuk angin. Seperti yang dituturkan oleh Bu Aisyah, penggemar tanaman obat yang tinggal di Depok. Menurut pemilik kedai jamu ini, kandungan minyak atsiri yang tinggi yang membuatnya berkhasiat.

”Cara membuat ramuannya cukup sederhana. Ambil kunyit 200 gram yang telah dicuci dan dikupas, kemudian parut dan peras untuk diambil airnya. Setelah itu panaskan dan minum hangat-hangat. Jika terasa agak getir dapat ditambahkan madu secukupnya,” papar Aisyah.

Pengalaman serupa juga dituturkan Ansori. Pria ini mengaku mengenal khasiat kunyit putih setelah ibunya divonis menderita kanker. Tepatnya awal tahun lalu, ia mencoba mencari alternatif selain kemoterapi. Atas rekomendasi seorang dokter, ia disarankan mencoba ekstrak kunyit putih.

“Kunyit putih ini mengandung suatu zat yang akan menempel secara selektif pada sel-sel abnormal. Zat ini dipercaya mampu memandulkan perkembangan sel yang doyan berkembang biak. Banyak pasien yang cocok. Dokter juga meningatkan agar penderita tetap menjaga pola makan dan menghindari konsumsi makanan berpengawet,” katanya.

Hambat Sel Kanker
Selain dikenal sebagai pereda masuk angin dan gangguan ringan lainnya seperti maag, kunyit juga diyakini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai herba pelengkap penyembuhan kanker.Rimpang kunyit putih mampu menghambat laju perkembangan sel kanker dan mencegah kerusakan gen yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Hal ini karena rimpangnya mengandung riboisme in activating protein (RIP), yakni protein toksis dan kurkumin. Senyawa protein inilah yang menghambat laju sel kanker.

Memang untuk pelengkap penyembuhan kanker, masih perlu penelitian lebih lanjut. Meski demikian, di pasaran sudah beredar beberapa produk yang berbahan dasar kunyit putih dan diakui cocok oleh para penderita kanker.

Peneliti obat tradisional dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Mangestuti, MS, Apt., menerangkan khasiat kunyit putih telah dikenal turun temurun. Sejauh ini uji klinis khasiat kunyit putih baru sebatas pemanfaatan minyak atsiri untuk gangguan pencernaan. Sementara khasiat untuk kanker, belum ada hasil penelitian resmi dan saat ini penelitian lebih lanjut sedang dilakukan.

Mangestuti menambahkan, prinsipnya segala jenis akar rimpang memiliki khasiat yang hampir serupa. Rata-rata tanaman rimpang semacam jahe, kunyit, temu kunci memiliki kandungan minyak atsiri yang bagus untuk pencernaan, misalnya sebagai pereda perut kembung, mual, sakit perut. Di masyarakat, tak sedikit orang yang telah merasakan khasiatnya. Konsumsi perasan air kunyit putih dalam porsi wajar meskipun setiap hari terbukti tidak memberikan efek merugikan.

Bernilai Tinggi
Balitbangkes Departemen Pertanian RI membukukan penelitian kunyit putih dalam Jurnal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Volume XVI, Nomor 1 Tahun 2006. Jus temu putih atau kunyit putih bersama temu mangga mampu mengatasi berbagai keluhan pada perut seperti sakit perut, diare, mual, sebah, dan kembung. Uji coba ini dilakukan pada tikus putih jantan.

Hasil percobaan yang terlihat pada feses tikus tersebut membuktikan bahwa kunyit putih mampu mengatasi diare serta berkhasiat sebagai peluruh kentut (karminatif), juga mempercepat penyembuhan luka dan memar.

Untuk pemakaian luar seperti memar, keseleo, bisul yang sulit pecah, cukup borehkan parutan rimpang kunyit putih pada bagian tubuh tersebut. Masyarakat tradisional juga kerap menggunakan gilingan rimpang yang menjadi serbuk dan dikeringkan sebagai bedak.

Tanaman yang masih sekeluarga dengan jahe ini bisa tumbuh di mana saja dan tidak perlu perawatan khusus. Sebagai salah satu komoditi agribisnis, nilai ekonomisnya cukup tinggi. Pasar terbesar adalah Amerika yang mengimpor kunyit putih untuk bahan dasar pembuatan minyak wangi. Aromanya hangat, sejuk, khas kayu-kayuan, dan memberikan efek terapi rileksasi.

Meramu Herba Tunggal
Tidak sulit memanfaatkan kunyit putih. Tanaman ini bisa digunakan sebagai herba tunggal, tanpa campuran lain. Berikut beberapa contoh ramuannya:

Masuk angin:
- Ambil 200 gram kunyit putih yang telah dicuci bersih. Kupas dan parut lalu diambil airnya. Sebelum diminum sebaiknya hasil rebusan dipanasi agar terasa hangat. Jika ingin sedikit manis dapat ditambah madu secukupnya.

Gangguan pencernaan:
- Ambil satu rimpang kunyit putih ukuran sedang, kemudian cuci bersih dan kupas. Setelah itu dapat langsung dikunyah.

Obat luar:
- Ambil beberapa rimpang kunyit putih, kupas, lalu tumbuk atau parut. Campur dengan asam kawak. Balurkan bubuk atau hasil parutan campuran kedua bahan tersebut ke bagian kaki yang sakit, linu, maupun bengkak. Agar lebih hangat dan lembut, campur dengan minyak kelapa.

Minuman kesehatan:
- Ambil rimpang kunyit kurang lebih 100 gr atau secukupnya. Parut untuk kemudian diambil airnya. Tambahkan madu agar rasanya agak manis. Minum sehari sekali. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran air seni, obat diare, serta menambah nafsu makan.

Author : Lalang Ken Handita

Source : Gaya Hidup Sehat

KAYU PUTIH sudah sejak zaman nenek moyang kita dimanfaatkan untuk mengatasi aneka gangguan kesehatan. Pemanfaatan itu tentu jauh sebelum dikenal teknologi massal untuk mengeksplorasi kandungan minyaknya.
Daun kayu putih misalnya, sejak dulu dimanfaatkan untuk mengurangi rasa sakit maupun bengkak akibat gigitan serangga. Daunnya yang telah dijadikan ekstrak atau dikeringkan biasa dimanfaatkan untuk ramuan penambah stamina.

Pengusir Nyamuk
Fadli, seorang warga di bilangan Cinere, Jakarta, sengaja menanam kayu putih sebagai pengusir nyamuk di halaman samping rumahnya.”Selain ditanam di halaman rumah, saya juga biasa meletakkan di ruangan, dalam pot. Ruangan jadi bebas nyamuk,” ujarnya.

Aroma tanaman inilah yang membuat nyamuk atau serangga tak ingin berada di dekatnya.
Daun kayu putih juga dapat diborehkan langsung ke kulit agar nyamuk tidak sudi hinggap. Cukup dengan meremas-remas atau menumbuk daunnya, lalu membalurkannya ke kulit.

Jika ingin menggunakan tanaman kayu putih secara utuh sebagai pengusir nyamuk, cukup letakkan di dalam ruangan. Supaya efektif daya halaunya, Fadli mencontohkan perbandingan ruangan dengan tanaman, yakni untuk ruangan 2 kali 3 meter cukup diisi satu tanaman kayu putih setinggi satu meter.“Jika lebih luas ruangannya, tentu tanamannya harus lebih banyak,” katanya.

Tanaman bernama Latin Melaleuca leucadendra L. ini secara turun temurun dikenal dalam pengobatan tradisonal, seperti untuk mengatasi batuk rejan. Sukarsih mengaku pernah memiliki pengalaman batuk rejan atau orang biasa menyebutnya batuk seratus hari.

“Orangtua saya sudah membawa ke dokter untuk berobat, tetapi hasilnya belum ada. Suatu hari ketika berkunjung ke tempat saudara, saya disarankan minum ramuan kencur dan minyak kayu putih,” kenangnya.

Cara penggunaannya adalah, dua rimpang kencur ukuran sedang diparut untuk diambil airnya. Campur dengan air hangat secukupnya dan tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih.
Ramuan ini diminum setiap pagi dan malam menjelang tidur. “Hasilnya, sewaktu malam tiba, batuknya sudah jauh berkurang,” tuturnya.

Setelah seminggu minum ramuan itu, ia sembuh dari batuk rejan. “Saat ini pengobatan tersebut juga saya terapkan kepada anak-anak, hasilnya tidak mengmengecewakan. Yang pasti lebih murah daripada harus bolak balik ke dokter,” ungkapnya.

Sulingan Daun
Perkembangan teknologi penyulingan telah menggeser penggunaan kayu putih secara utuh. Kandungan utama tanaman ini adalah minyak atsiri, yang dapat diolah setelah melalui proses penyulingan.
Tak heran, dalam setahun produknya mencapai ribuan liter untuk beragam keperluan rumah tangga maupun industri, dari mulai minyak gosok, bahan campuran sabun, parfum, hingga obat.
Kayu putih memang termasuk komoditi yang bernilai ekonomis tinggi. Secara umum sumber sulingan minyak kayu putih berasal dari daunnya, dan biasa dinamakan minyak kayu putih (cajeput oil).

Karena dapat meredakan beragam keluhan, orang menyebut kayu putih sebagai si multiguna. Perhatikan saja, minyaknya biasa dimanfaatkan dari mulai obat gosok untuk mengurangi pembengkakan maupun rasa gatal karena gigitan serangga, sakit gigi, sakit kepala, pegal-pegal, otot kram, perut kembung, luka memar, hingga untuk campuran obat batuk.

Sejumlah penelitian juga membuktikan, tanaman ini berkhasiat diaforetik (peluruh keringat), analgesik (pereda nyeri), desinfektan (pembunuh kuman), ekspektoran (peluruh dahak), dan antispasmodik (pereda nyeri perut).

Tunggal Atau Campuran
Daun kayu putih bisa dimanfaatkan sebagai campuran aneka ramuan. Anda juga bisa menggunakan produk minyak kayu putih yang mudah dijumpai di pasaran, atau dicampur bahan lain.
Berikut contoh penggunaan kayu putih untuk beragam keluhan:
Obat luka
- Lumatkan beberapa lembar daun kayu putih segar. Borehkan ke bagian kulit yang luka karena sengatan atau gigitan serangga untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.
- Segenggam daun kayu putih segar direbus dengan air secukupnya. Bersihkan luka sebelum dicuci dengan air rebusan daun kayu putih. Jangan gunakan air rebusan ini untuk luka lama, agar tidak terjadi infeksi.
Obat batuk
Cuci bersih dua rimpang kencur, parut, lalu peras untuk diambil airnya. Tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih. Tambahkan sedikit air hangat dan satu sendok teh madu, kemudian diminum.
Pereda nyeri
Gunakan minyak kayu putih yang dijual di pasaran. Oleskan ke bagian tubuh yang nyeri atau sebagai minyak pijat untuk meredakan perut kembung, sakit kepala, dan masuk angin.
Pengusir nyamuk
- Letakkan tanaman kayu putih di ruangan atau oleskan minyak kayu putih ke lengan dan kaki agar nyamuk tidak mengganggu. Hindari penggunaan minyak sebelum mandi karena justru bisa menyebabkan rasa tidak nyaman.
- Jika Anda menggunakan minyak esensial kayu putih, uapkan dengan tungku yang akan menebarkan aromanya ke seluruh ruangan. Pastikan proses pembakaran dengan tungku ini berlangsung baik, sehingga tidak menimbulkan sesak napas.
Lalang Ken Handita

Sumber : kompas.com

oarifin@gmail.com

oarifin@gmail.com

Anda tentu sudah mengenal buah mengkudu. Khasiat buah ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat kita, tapi juga oleh masyarakat Tahiti. Mereka, menyebutnya sebagai buah noni, sudah memanfaatkan khasiat mengkudu untuk kesehatan dan kecantikan.

Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, ketua pusat studi obat bahan alam Fakultas MIPA Universitas Indonesia, noni yang terkenal kualitasnya berasal dari kepuluauan Tahiti Nui (Perancis Selatan) yang dikenal dengan Tahitian Noni.

Ia juga menyebutkan, manfaat noni bisa mematikan mikroba, melancarkan buang air besar, melancarkan keluarnya air seni, meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi radang dan alergi, dan menumpas sel kanker. Penelitian Dr Neil Salomon tahun 2000 menunjukkan, Noni terbukti dapat menolong pasien yang terkena penyakit kanker (67 persen), sakit jantung (80 persen), stroke (58 persen), kegemukan (72 persen), dan penyakit lainnya.

Penelitian lain menunjukan kandungan antioksidan dalam jus daun dan jus buah Tahitian Noni dapat memperlambat radikal bebas yang memengaruhi penuaan kulit.
Erika

Sumber : kompas.com

PENGERTIAN HIJAMAH

“Al-Hijamah” bisa diartikan sebagai “pelepasan darah kotor” yang dalam bahasa Inggris disebut dengan “Blood Cupping” dan dalam bahasa Sasak (Lombok) disebut dengan istilah “Betanggek” karena orang-orang terdahulu melakukan Hijamah menggunakan Tanggek “Tanduk”. Sementara dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah “Kop”, “Cantuk” dan “Bekam”.

Konon, kaum Sayyiduna Luth a.s. jika dihampiri orang asing, mereka melempari kepalanya dengan bebatuan hingga darahnya bercucuran. Kemudian orang asing itu dimintai uang sebagai upah mengeluarkan darah kotornya…(al-Hijamah oleh Syihab Al-Badri Yasin). Dari cerita ini dimengerti bahwa orang-orang terdahulu mempercayai adanya istilah “darah kotor” yang mesti dikeluarkan dari tubuh manusia…

PESAN PARA MALAIKAT

Al-Baihaqi dan Atturmudzi meriwayatkan dari Sayyiduna Ibnu Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat kecuali mereka berkata, ‘Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan hijamah’.”

AL-AKHDA’AIN DAN AL-KAHIL

Dari Sayyiduna Anas r.a. ia berkata: Rasulullah s.a.w. Pernah berhijamah pada “Al-Akhda’ain dan Al-Kahil”. (ditakhrij oleh Abu Daud, Atturmudzi dan Ibnu Majah).

Al-Akhda’ain adalah dua titik yang terletak pada bagian leher, tepatnya sebagaimana gambar no (1).

Dalam kitab Fathul-Bari dinukilkan ucapan ahli kesehatan bahwa hijamah pada “Akhda’ain” dapat mengobati sakit kepala, mata, telinga, tenggorokan dll.

Sedangkan Al-Kahil terletak pada bagian atas punggung dekat leher. Tepatnya sebagaimana gambar no (2).

PEMBAGIAN HIJAMAH

Hijamah dapat dibagi secara garis besar menjadi dua bagian: “Jaffah” dan “Rathibah”. Berikut penjelasan masing-masing:

Hijamah Jaffah (kering): yaitu menghisap/menyedot permukaan kulit serta memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Cara ini dapat menghilangkan rasa pegal-pegal, meringankan nyeri otot, masuk angin dll…

Hijamah Rathibah (Lembab/basah): yaitu menyedot permukaan kulit kemudian melukainya menggunakan jarum atau silet, lalu dihisap kembali hingga darah kotornya keluar dari tubuh..

MENGUPAH TUKANG BEKAM

Al-Bukhari meriwayatkan dari Sayyiduna Ali r.a. ia berkata, “rasulullah pernah berhijamah dan menyuruhku untuk berhijamah, kemudian aku memberi upah kepada Al-Hajjam (tukang bekam).

Al-Bukhari juga meriwayatkan bahwa Sayyiduna Anas r.a. pernah ditanya mengenai upah tukang bekam. Beliau berkata, “Rasulullah s.a.w. pernah dibekam oleh Abu Thibah, kemudian ia diberikan makanan sebanyak dua Sha’ (takaran)…”.

Sayyiduna Ibnu Abbas r.a. berkata, “Seorang budak pernah membekam Rasulullah s.a.w. lalu beliau memberi upah kepadanya. Jika memberi upah itu tidak dibolehkan, maka Rasulullah tidak akan memberikannya…

Al-Qadhi berkata, “Ahmad bin Hanbal r.a. tidak membolehkan untuk memberi upah kepada tukang bekam berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Daud (lihat dalam kitab Mausu’ah al-Fiqhiyyah).

Sedangkan Imam Syafi’I r.a. dan Jumhur ulama membolehkannya sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam al-Fath.

Kesimpulannya, menjual darah itu hukumnya tidak boleh, sedangkan upah atas waktu yang dihabiskan oleh Hajjam untuk berusaha mengeluarkan darah kotor itu adalah boleh.

WAKTU-WAKTU YANG BAIK UNTUK MELAKUKAN HIJAMAH

1.Musim Panas, dari Pagi hari hingga dua jam sebelum azan Magrib…

2.Dalam ruangan yang hangat/dihangatkan…

3.Hari apa saja yang bertepatan dengan tanggal 17, 19 dan 21 bulan hijriyyah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Atturmudzi, Atthabrani dan Al-Baihaqi.

4.Secara umum, Senin adalah hari yang disepakati sangat baik untuk melakukan Hijamah, apalagi jika bertepatan dengan tanggal 17/19/21.

5.Sebagian membolehkan melakukan Hijamah pada malam hari atau pada hari apa saja jika keadaan mendesak, seperti digigit ular berbisa dll…

YANG PERLU DIPERHATIKAN 12 JAM SEBELUM DAN SESUDAH DI-HIJAMAH (DIBEKAM)

1. Tidak pada waktu musim dingin…

2. Tidak menderita penyakit kurang darah…

3. Tidak berhubungan suami-isteri/melakukan Onani…

4. Banyak memakan sayur-sayuran, biji-bijian dan buah-buahan…

5. Tidak memakan daging (sapi, ayam dll) telur, susu, keju dan sejenisnya…

6. Tidak memakan garam atau makanan-makanan yang asin (husus setelah melakukan hijamah), karena konon dapat menyebabkan gatal-gatal sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Alim Wal-Muta’allim.

7.Istirahat yang cukup / tidak bekerja keras.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

OLEH HAJJAM (TUKANG BEKAM)

1.Tidak terlalu tua atau terlalu muda…

2.Dalam keadaan berwudu…

3.Dalam keadaan kenyang…

4.Udara ruangan (bekam) dipastikan hangat…

5.Peralatan bekam dipastikan bersih dan steril…

6.Tidak menakut-nakuti si pasien…

7.Penyedotan yang terlalu keras/terlalu lama akan menimbulkan gelembung-gelembung air pada permukaan kulit. Hal ini tidak semestinya terjadi. Jika terjadi, gelembung air itu dapat ditusuk hingga cairannya keluar, kemudian diolesi madu agar tidak perih.

8.Silet dipastikan baru dan tidak digunakan hanya pada satu orang lalu dibuang…

9. Ketika menyayat/melukai/menggores permukaan kulit menggunakan silet, dipastikan arahnya dari atas ke bawah, bukan dari kanan ke kiri atau dari kiri ke kanan…

10 Melapisi gelas-hijamah menggunakan balon/ kondom bila diperlukan (spt malas mencuci gelas, pasiennya lebih dari satu orang dll )…

11. Tenang, yakin dan pasti / tidak gerogi…

12. Selepas membekam, bekasnya diolesi dengan minyak zaitun, atau minyak Habbah Assauda’/ Habbah al-Barakah, atau madu…

13. Mencuci gelas (dalam WC) menggunakan sabun dan merendamnya beberapa menit dalam air panas (bila perlu diberi sedikit Dethol) agar kembali bersih dan siap pakai…

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA DIHIJAMAH (DIBEKAM)

1. Tidak terlalu muda atau tua

2. Dalam keadaan berwudu dan menghadap kiblat…

3. Tidak banyak bicara…

4. Perut dalam keadaan kosong. Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “berhijamah dalam keadaan perut kosong mendatangkan kesembuhan dan keberkatan serta menguatkan akal dan hafalan”.

5. Duduk yang santai (agar kaki tidak kesemutan).

6. Tenang, karena konon darah kotor tidak dapat terkumpul bila merasa takut…

7. Membaca Al-Mu’awwazatain dan ayat kursi (ketika darahnya dikeluarkan) karena dengan demikian ia akan dijauhi dari 70 macam penyakit, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Alim Wal-Muta’allim…

8. Tidak perlu resah apabila banyak mengeluarkan air keringat atau perut terasa mual, karena hal itu normal-normal saja…

Jus dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Oleh
Dra Emma S. Wirakusumah, MSc.

SEJAK ribuan tahun lalu manusia telah menggunakan berbagai tumbuh-tumbuhan yang sekarang dikenal sebagai sayuran maupun buah-buahan untuk dimakan dan diolah secara alami tanpa menggunakan campuran apa pun.
Buah dan sayur terasa enak, segar dimakan, selain memiliki kandungan zat gizi yang banyak seperti vitamin dan mineral. Vitamin A berfungsi mempertahankan kesehatan mata, struktur kulit, rambut, dan gigi. Pada pangan nabati vitamin A dapat diperoleh dari sayuran daun berwarna hijau gelap seperti bayam, katuk, dan buah atau sayuran berwarna kuning/oranye seperti wortel, kentang, tomat, labu kuning, pepaya, mangga, dll. Buah dan sayur yang kaya vitamin E mampu mencegah terjadinya penyakit jantung, kanker, stroke, dan infeksi virus. Vitamin E banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau (bayam) dan tomat. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan, kesehatan gusi, dan mencegah terjadinya luka memar. Dalam buah-buahan vitamin C banyak terdapat pada jambu biji, jeruk, tomat, mangga dan sirsak.
Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan banyak buah-buahan dan sayuran selain sarat mengandung vitamin dan mineral juga mengandung zat nongizi yang ternyata manfaatnya besar bagi kesehatan. Zat nongizi yang dimaksud adalah serat, phytokimia, dan lain-lain.
Dari penelitian yang telah dilakukan terungkap bahwa phytokimia dapat menetralkan racun obat dan zat karsinogen dengan jalan menetralkan radikal bebas, menghambat enzim yang mengaktifkan karsinogen sekaligus merangsang enzim yang menetralkan zat karsinogen.
Buah-buah dan sayuran yang mengandung phytokimia di antaranya bayam, kangkung, brokoli, sawi, kacang-kacangan, tomat, pepaya, anggur, jeruk, wortel, dan lain-lain.
Buah-buahan biasanya dikonsumsi segar. Sayuran diolah dengan cara dimasak dengan sedikit air (ditumis) maupun berupa masakan berkuah misalnya sup. Cara lain yang banyak dilakukan akhir-akhir ini yaitu dalam bentuk jus.
Bagi yang sibuk, membeli jus di kedai makanan dan minuman lebih praktis bila dibandingkan dengan membuatnya sendiri di rumah. Namun, bila ditelaah lebih lanjut, membuat jus tidak memerlukan keterampilan khusus karena proses pembuatannya sangat sederhana. Kombinasi berbagai macam buah dan sayur akan menjadikan jus kelihatan menarik. Selain itu, kombinasi tersebut akan menambah khasiat jus itu sendiri. Mengkonsumsi jus lebih menguntungkan dibanding dengan menyantap buah potong. Dengan mengonsumsi jus, asupannya relatif bisa lebih banyak dengan demikian manfaatnya pun lebih besar.

Berikut disampaikan tips untuk menyiapkan jus:
• Untuk jus sebaiknya dipilih buah segar, matang dan belum lama disimpan agar mendapatkan jus yang enak dan bermanfaat bagi tubuh.
• Jus sebaiknya diminum sesegera mungkin setelah jadi, sebelum kandungan vitamin larut airnya rusak oleh oksigen, cahaya ataupun panas.
• Untuk pemanis sebaiknya menggunakan madu atau gula merah.
• Warna buah-buahan untuk jus akan lebih cemerlang dan tidak berubah warnanya bila dicampur dengan sedikit air jeruk lemon atau nipis.

Berikut resep-resep jus buah dan sayur yang baik bagi kesehatan:

Jus Mangga
Khasiat: obat asma, bronkhitis, sesak napas, dan influensa berat
Bahan: 200 g mangga masak pohon
100 g air hangat
? sdm jeruk nipis
2 sdm madu

Cara membuat:
Semua bahan dimasukkan ke dalam blender
Terapi: diminum 2 kali sehari sampai gejala penyakit hilang

Jus Wortel Seledri
Khasiat: menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah
Bahan: 300 g wortel
1 genggam daun seledri (± 3 sdm)
2 siung bawang putih
? sdt garam
? sdt merica bubuk
Cara membuat:
Semua bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam juicer. Diambil sarinya saja tanpa serat dengan menggunakan juice ekstractlor atau saringan.
Terapi: diminum 1 kali sehari sampai gejala penyakit hilang

Jus Kombinasi Buah
Khasiat: melancarkan pencernaan, sembelit, dan kembung perut
Bahan: 100 g pepaya
100 g apel
100 g nenas
2 sdm jeruk nipis
2 sdm madu
200 cc air es

Cara membuat:
Semua bahan dimasukkan ke dalam juicer
Terapi: diminum sebelum sarapan pagi

Jus Aneka Sayur
Khasiat: menyempurnakan alergi, eksim, sakit punggung, rasa kejang jantung, dan menjaga kesehatan usus.
Bahan: 150 g wortel
100 g bayam
100 g ketimun
50 g seledri
3 sdm madu
1 sdm dari jeruk nipis
100 cc air dingin atau es
Cara membuat:
Semua bahan dimasukkan ke dalam juicer
Terapi: diminum 1 kali sehari sesudah makan.

Penulis adalah Ahli Gizi dan Kuliner

“Hati Senang…Stressmu pun hilang!… ”

Begitu lah kira – kira kalau mau ditarik kesimpulan dari TIPS kali ini.

Kadang – kadang saat beraktivitas menajadi sangat vital buat kesehatan psikis kita. Nah, apakah Anda Boring seharian nggak ada kerjaan? Daripada kebawa suasana yang tak menentu mending kita usir rasa bete dengan tips berikut ini:

1. Bangun pagi dengan perasaan nggak enak, jangan dibawa kesel terus. Buka tirai jendela kamar Anda. Lebih banyak pancaran sinar matahari menerpa tubuh Anda akan semakin membangkitkan mood. Sering-sering berada di luar rumah juga ada baiknya tapi jangan berjemur di siang bolong. Coba tidur siang dengan keadaan tirai terbuka itu juga akan lebih baik.

2. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Karena karbohidrat adalah peyedia energi yang bagus untuk tubuh dan otak. Perasaan cepat lelah dan mudah marah bisa juga hadir karena kekurangan karbohidrat.

3. Coba relaks dengan mendengarkan musik. Jenis musik apapun bisa merangsang rasa bahagia dari dalam otak. Biasanya jantung akan berdetak sesuai irama lagu dan membuatmu bersemangat.

Find your fashion Character

Banyak orang bilang setiap orang punya karakter berpakaian ataupun fashion khas masing-masing. Kita sebut faktor tersebut adalah “Factor C!”. …

4. Olahraga! Berolahraga dipercaya bisa membuat suasana hatimu lebih nyaman. Horman endorfin dan serotonin pembangkit mood akan bekerja saat Anda sedang berolahraga. Lakukan olah raga ringan selama beberapa menit saja bisa membuat Anda lebih baik dan berpikir jernih.

5. Walaupun dilakukan dengan terpaksa, ketawa bisa membuat kita merasa lebih baik. Pasalnya gerakan tertawa memicu otak untuk memproduksi hormon endorfin. Perbanyak ketawa tapi jangan cengar-cengir sendirian nggak jelas ya…ntar disangka yang nggak – nggak lho!

Nah, udah dapet khan TIPSnya kali ini? Nah, tinggal bagaiamna mengaplikasikan dalam kehidupan Anda keseharian. Kapan lagi bisa memulai gaya hidup sehat dengan anti stress.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers