Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang mesti diperhatikan. Berikut adalah cara atau pedoman pemijatan pada bayi.

* Pijatan di wajah untuk melemaskan otot wajah.
Tekan jari-jari pada kening bayi, pelipis, dan pipi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.

* Pijatan di dada untuk memperkuat paru-paru dan jantung.
Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.

* Pijatan pada perut untuk meningkatkan sistem pencernaan dan mengurangi sembelit.
Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.

* Pijatan tangan dan kaki untuk menghilangkan ketegangan dan memperkuat tulang.
Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.

* Pijatan punggung untuk memperkuat otot yang menyangga tulang belakang. Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan.
(Idionline/RoL)

Dikutip dari : www.keluargasehat.com

Senin, 15 Oktober 2007

LEBARAN sudah lewat, liburan sudah usai, setelah lebih kurang satu minggu berkumpul bersama keluarga dengan berbagai aktivitas. Saatnya untuk pulang kembali, kembali belajar dan kembali bekerja.
Dengan kegiatan yang begitu padat, tentunya banyak menguras energi, ditambah perjalanan pulang yang sangat melelahkan, kondisi tubuh menjadi lemah dan kurang bertenaga. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kebugaran tubuh adalah dengan pijat.

PIJAT

Pijat merupakan pemberian energi yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk memperlancar peredaran darah. Sehingga dapat terhindar dari penyakit, bahkan mengobati penyakit.

Banyak orang mengira manfaat pijat hanya untuk menghilangkan rasa pegal-pegal pada tubuh, padahal pijat memberi manfaat yang lebih luas pada semua organ tubuh, dengan syarat menerapkan pijat yang benar pada seluruh tubuh.

PIJAT PADA ORANG DEWASA

Pada orang dewasa, pijat dapat dilakukan setiap hari dengan durasi 30 sampai dengan 45 menit. Pada dasarnya setiap orang bisa melakukan pijat, asal dilakukan sesuai dengan tehnik pemijatan yang benar.

Tahap awal pemijatan dapat dimulai dari kaki, sebab kaki merupakan bagian tubuh yang paling bersahabat terhadap sentuhan. Yaitu bisa dilakukan pengurutan dari kaki ke paha, juga gerakan memeras pada kedua kaki. Selain itu dapat dilakukan pijatan lembut di telapak kaki, lakukan juga pemijatan pada jari-jari kaki, sebab hal ini dapat melancarkan peredaran darah.

Selanjutnya naik kebagian perut, dari ulu hati ke pusar dengan gerakan lembut, karena perut berisi organ-organ intestinal yang sangat sensitif. Kemudian lakukan gerakan melingkari pusar searah jarum jam, termasuk gerakan samping, yaitu kiri kanan perut menuju ke tengah seperti mengangkat perut. Dibagian dada lakukan gerakan menyilang dari bahu.

Dari tengah dada dibuka ke samping menuju bawah sehingga gerakan tangan membentuk jantung hati. Pada kedua lengan tangan dapat dilakukan gerakan pengurutan seperti pemijatan kaki. Untuk wajah, dari tengah dahi menuju telinga yang dilakukan dengan kedua tangan. Hal serupa juga dilakukan pada hidung menuju telinga, juga dari dagu menuju telinga

Pada saat tubuh tengkurap, pemijatan dapat diawali dibagian leher dilanjutkan pemijatan pada kedua bahu dengan gerakan memeras. Selanjutnya pemijatan punggung dapat dilakukan pada kedua bagian punggung kanan kiri menuju bawah.

PIJAT PADA ANAK-ANAK/BAYI

Pijat pada anak dapat dilakukan setiap hari, bahkan sehari dapat dilakukan sampai dua kali. Durasinya cukup 10 sampai 15 menit, jangan terlalu lama, sebab dapat mengakibatkan tubuh menjadi memar. Pijat pada anak sebaiknya dilakukan pada seluruh tubuh.

Disamping itu, anak yang rutin dipijat, gelombang otaknya bisa berubah, yaitu menurunkan gelombang Alfa dan meningkatkan gelombang Beta dan Teta. Imbasnya bayi dapat tidur lebih pulas, juga dapat meningkatkan konsentrasi.

Pijat juga bisa membuat penyebaran nutrisi seluruh tubuh menjadi lebih baik, juga dapat merangsang saraf Vagus atau saraf otak nomor 10 yang dapat merangang Enzim Gastrin dan Insulin, sehingga pencernaan menjadi lancar, jadi dapat memicu peningkatan berat badan anak dan memacu sistim sirkulasi anak, denyut jantung, pernapasan, pencernaan dan sistim kekebalan tubuh.

Manfaat lain dari pijat pada anak adalah, terhadap pertumbuhan anak. Umumnya anak yang rutin dipijat akan mengalami pertumbuhan fisik Motorik dan Kognitif lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak dipijat.

Bagaimanapun sehat itu merupakan investasi kedepan yang harus benar-benar dijaga. Bila anda ingin melakukan perawatan tubuh agar sehat dan tetap tampil prima, mengapa tidak mencoba melakukan perawatan tubuh dengan pijat?.(sud/kpl)

Dikutip dari : www.metrobalikpapan.co.id

Beragam cara telah dilakukan untuk memelihara kesehatan manusia, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Salah satu pengobatan tradisional yang terus berkembang hingga kini yaitu terapi pijat, yang terbukti cukup efektif, efisien, ekonomis, dan aman.

Ketersediaan darah di dalam tubuh harus seimbang dengan ketersediaan oksigen. Bila organ tubuh kekurangan suplai darah, berarti organ tersebut juga kekurangan oksigen, padahal tubuh memerlukan keduanya untuk menunjang kelangsungan kerja seluruh organ tubuh. Pada kondisi tertentu, aliran darah pada tubuh dapat mengalami gangguan sehingga memicu timbulnya penyakit, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Masalah kesehatan cenderung lebih sering terjadi pada anak-anak?akibat kondisinya yang rentan terhadap gangguan perkembangan dan kesehatannya. Pertahanan tubuh yang dimiliki oleh anak-anak adalah?lebih lemah jika dibandingkan orang dewasa. Untuk itu, dibutuhkan suatu jenis terapi yang tepat. Salah satunya adalah terapi pijat.

Terapi pijat telah menjadi bagian dari pediatri, yang memiliki efektivitas tinggi bila dilihat dari aspek fisiologis, klinis, dan biokimia. Terapi pijat memiliki mekanisme kerja yang sangat sederhana yaitu memperbaiki sirkulasi darah sehingga bermanfaat memperlancar distribusi oksigen dan nutrisi. Hal tersebut secara tidak langsung memberikan efek terhadap kerja saraf tubuh dan relaksasi sehingga tubuh tidak hanya dapat melakukan perbaikan kerja secara otomatis, tapi juga dapat melakukan perawatan secara menyeluruh. Terapi pijat menghasilkan tekanan pada area tubuh tertentu yang kemudian menghasilkan stimulasi ke sistem saraf secara refleks sehingga berdampak pada optimalisasi kerja organ tubuh.

Mekanisme kerja terapi pijat yang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah yaitu dengan memperbaharui kelenjar-kelenjar, sel-sel, dan sebagainya. Bila aliran darah tidak lancar, maka kelenjar dan sel-sel akan mati karena kekurangan nutrisi. Sebaliknya, aliran darah yang lancar dapat meremajakan kelenjar dan sel-sel tubuh. Saat dilakukan pijatan pada suatu area tubuh, aliran darah akan terhenti sementara, namun setelah pijatan dilepaskan, tekanan aliran darah akan meningkat yang ditandai dengan timbulnya warna semu merah pada kulit. Secara bertahap, endapan-endapan yang ada di beberapa jaringan akan terdorong bersama dengan aliran darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar, termasuk distribusi nutrisi dan oksigen.

Dikutip dari : info-sehat.com

Pentingnya Pijat Bayi (1)12-Maret-2007Pijat secara umum untuk siapa saja memiliki banyak manfaat. Terutama untuk melancarkan sirkulasi dan peredaran oksigen.Berbagai keuntungan pijat ini lantas digunakan untuk mendukung terapi bagi bayi. Rina Poerwadi, APDHA, praktisi aromaterapi holistic memaparkan, pijat juga sangat penting dan bermanfaat bagi bayi. Lancarnya sirkulasi darah berkat pijat akan membuat kulit bayi menjadi sehat, makan lebih banyak, dan bayi menjadi lebih aktif. “Pijat untuk bayi sangat baik untuk mencegah kolik. Saya menganjurkan pada para ibu yang baru melahirkan untuk belajar teknik-teknik dasar pijat untuk mencegah bayi kolik. Selain itu ibu juga perlu belajar mengenali gejala-gejala awal timbulnya kolik agar sebelum terjadi hal tersebut dapat dicegah,” kata Rina.

Mafaat Pijatan
Umumnya bayi yang mendapat pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang. Dengan sirkulasi darah dan oksigen yang lancar otomatis membuat imunitas tubuh bayi lebih baik. Bukan hanya secara fisik, menurut Rina, pijat juga sangat mempengaruhi emosional, karena aktivitas pijat akan menjalin bonding antara anak dan orangtua. “Unsur utama pijat bayi adalah sentuhan (touch), bukan tekanan (pressure),” ujarnya. Oleh sebab itu selain oleh terapis spesialis, pijat bayi sangat baik dilakukan oleh ibu atau ayah. “Sejujurnya saya lebih senang mengajarkan teknik pijat pada orangtua untuk selanjutnya mereka sendiri yang mengaplikasikan pada anak,” ungkapnya.

Rina menyarankan, pijat bayi sebaiknya dilakukan saat berusia diatas 1 bulan, mengingat kulit bayi belum terbentuk sempurna. “Selain itu secara emosi dan mental pun bayi sudah lebih stabil” jelas Rina. Menurutnya, berbagai sarana pendukung yang perlu diperhatikan saat melakukan aktivitas pijat anak antara lain penggunaan essential oil sesuai kebutuhan anak, temperatur ruangan, selimut (terutama saat pijat bayi), iringan musik, situasi dan mood. Beberapa contoh essential oil yang baik untuk anak-anak ialah sweet almond, eucalyptus smithii, roman chamomile, serta mandarine.

Berdasarkan penelitian T. Field & Scafidi dari Universitas Miami, AS,terapi sentuhan (pijat) bisa memberikan efek positif secara fisik, antara lain kenaikan berat badan bayi dan peningkatan produksi air susu ibu (ASI). Telah diamati perubahan berat badan 20 bayi prematur setelah mendapat pijatan secara teratur. Bayi mengalami kenaikan berat badan 20 – 47% per hari setelah dipijat 3 x 15 menit selama 10 hari. Sedangkan bayi berusia 1 – 3 bulan yang dipijat 15 menit dua kali seminggu selama enam minggu mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dari kelompok bayi yang tidak dipijat.

Ini disebabkan bayi yang dipijat mengalami peningkatan kadar enzim penyerapan dan insulin sehingga penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Alhasil bayi menjadi cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu sehingga meningkatkan produksi ASI. Rene Spitz, dokter anak dan psikiater dari Amerika, melaporkan, bayi yang banyak memperoleh sentuhan, khususnya dari ibu, jarang mengalami gejala hospitalismus seperti radang telinga tengah, campak, gangguan usus, dll. Terapi pijat 30 menit per hari bisa mengurangi depresi dan kecemasan. Tidurnya pun bertambah tenang.

Dikutip dari : www.sahabatnestle.co.id

1. Detoksifikasi
Melalui proses detoksifikasi, toksin atau racun di dalam tubuh lebih cepat disaring dan kemudian dibuang. Selain membersihkan hati dan ginjal, juga memperbaiki sistem metabolisme. Organ pencernaan jadi besih, sehingga vita-min lebih mudah diserap tubuh. Akibatnya, zat-zat yang bersifat antioksidan akan memperbaiki sel-sel kulit sehing-ga wajah tampak lebih halus dan segar. Cara detoksifikasi
yang sederhana adalah mengkonsumsi buah-buahan, bisa dibuat menjadi jus atau dimakan begitu saja. Sebaiknya, mengkonsumsi buah dilakukan secara teratur. Bisa seminggu sekali (dilakukan sehari penuh) atau setiap 6 bulan (dilakukan selama 5 hari berturut-turut). Caranya, setiap 2 jam sekali Anda mengkonsumsi berbagai macam buah, tanpa gula.
2. Pijat
Pijat teratur membantu melancarkan peredaran darah dan oksigen ke dalam otak. Hasilnya, kulit tubuh dan wajah tampak segar dan tidak layu. Pernapasan juga lebih lancar. Selain postur tubuh akan lebih baik, badan terasa segar setelah otot tubuh ‘dijinakkan’ hingga siap untuk kembali beraktivitas. Sebaiknya, pijat aromaterapi atau pijat refleksi dilakukan seminggu sekali.
Mencium aromaterapi bisa membantu menenangkan tubuh setelah
seharian beraktivitas. Pilih wewangian yang tepat, misalnya lavender,
sandalwood, eucalyptus atau geranium.
3. Meditasi
Menenangkan pikiran sangat membantu Anda bebas dari stres. Caranya bisa de-ngan yoga atau berlatih meditasi. Ini akan menenangkan jiwa dan pikiran. Lebih baik meditasi dilakukan pagi atau malam. Ada jenis yoga yang memerlukan gera-kan berputar hingga kepala di bawah. Jenis gerakan seperti ini membuat darah mengalir ke kepala sehingga wajah berwarna merah jambu. Hal ini bisa membuat wajah terlihat awet muda.
(Sumber : Majalah Femina No. 37/XXXII

Masih bayi kok sudah dipijat? Ya, meski tampak sepele, pijat bayi punya banyak manfaat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dan selama melakukan pijat bayi.

Nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi dini pada bayi dan balita sangat tak bisa dipandang dengan sebelah mata. “Pasalnya, faktor-faktor ini berperan besar dalam mendongkrak kecerdasan multipel dan kreativitas anak,” kata dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi. dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

Kebutuhan fisik-biologis berguna untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik, dan motorik, kebutuhan emosi kasih sayang untuk memengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intrapersonal, sementara stimulasi dini untuk merangsang kecerdasan-kecerdasan lain. “Kebutuhan stimulasi meliputi rangsangan yang terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua sistem sensorik dan motorik,” lanjut Soedjatmiko. Salah satunya adalah dengan pijat bayi, atau yang dikenal dengan stimulasi sentuh (touch).

Pengaruh positif atau manfaat pijat bayi sendiri bagi tumbuh kembang anak telah lama diketahui. “Manfaatnya antara lain mengembangkan sistem imun, membantu bayi berlatih relaksasi, membantu mengatasi gangguan tidur dan membuat bayi tidur lebih lelap dan lama, memperkuat ikatan (bonding) bayi dengan ibu/orangtua,” jelas dr. Rini Sekartini, Sp.A dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. Selain itu, pijat bayi juga bisa membantu mengatur sistem pencernaan, sistem respirasi dan sirkulasi, membantu meredakan ketidaknyamanan (kolik, tumbuh gigi), serta menurunkan produksi hormon stressor yang membuat stres bayi.

Tak hanya bayi. Bagi orangtua, memijat bayi mereka juga membantu mengetahui bahasa nonverbal bayi, meningkatkan komunikasi, serta membantu menciptakan suasana yang menyenangkan.

Pijat bayi dapat dilakukan kapan pun. Yang paling baik adalah pada 6 atau 7 bulan pertama usia bayi. Sementara waktu untuk memijat yang paling baik adalah pagi hari saat orangtua dan bayi siap memulai hari, dan malam hari untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak. Yang harus diperhatikan, jangan langsung memijat bayi usai ia makan/disusui. Jangan pula membangunkan bayi hanya untuk dipijat, atau memijat bayi saat ia sakit, memijat paksa, dan memaksakan posisi saat memijat. Nah, bagaimana cara memijat yang benar?

Wajah
1. Tekan jari-jari Anda pada kening, pelipis, dan pipi bayi.
2. Gunakan kedua ibu jari untuk memijat daerah di atas alis.
3. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung bayi ke arah pipinya.
4. Gunakan kedua ibu jari untuk memijat sekitar mulut bayi, tarik hingga ia tersenyum.
5. Pijat lembut rahang bawah bayi Anda dari tengah ke samping, seolah-olah membuat bayi tersenyum.
6. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.

Dada
1. Letakkan kedua tangan Anda di tengah dada si kecil. Perlahan, gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk gambar hati.
2. Dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.

Dikutip dari : www.kompas.co.id