MENGAPA PIJAT TIDAK BERKEMBANG MENJADI ALTERNATIF TERAPI YANG MENJANJIKAN?

Saya sangat menyadari jika profesi yang saya tekuni bukanlah sebuah profesi yang bagi sebagian besar orang dianggap cukup bergengsi, malahan lebih terkesan profesi marjinal dan dipandang remeh. Tidak terlalu mengherankan, tidak banyak orang yang cukup berpendidikan yang tertarik menekuni dan sekaligus mengembangkan profesi ini ke arah yang lebih baik. Para pelaku yang menggeluti profesi ini kebanyakan adalah orang-orang yang terpaksa melakukannya karena berbagai sebab dan faktor latar belakang. Salah satu ciri dari kelompok marjinal adalah adanya kesulitan yang sangat besar untuk mengubah pola pikir yang keliru yang merupakan syarat mutlak untuk mencapai kemajuan. Budaya untuk terus belajar bisa dikatakan tidak ada sama sekali.

 

Sebagai contoh, ada anggapan yang cukup kuat bahwa rasa sakit yang sangat luar biasa selama dan setelah pemijatan adalah hal biasa dan sudah lumrah. Tidak mengherankan, banyak orang yang menghendaki tubuhnya segar bugar malahan menjadi babak belur setelah dipijat. Atau ada orang yang terpincang-pincang karena kakinya terkilir dan menghendaki kesembuhan, justru menjadi tidak bisa berjalan sama sekali setelah dipijat. Mengapa kita tidak berpikir, pemijatan dapat dilakukan tanpa harus menyiksa pasien, dan pasien berhak untuk merasakan bahwa pijat itu sangat nyaman dan menyenangkan?

 

Ada pendapat yang sering kita dengar, dan sekaligus kita yakini sebagai suatu kebenaran, yaitu penderita rematik atau pengapuran sendi itu tidak boleh dipijat, karena pemijatan akan memperparah kondisi pasien. Padahal, dari pengalaman saya, justru dengan pemijatan maka  pasien yang mengalami rematik atau pengapuran dapat disembuhkan, asalkan pemijatan dilakukan dengan tepat dan benar.

 

Berdasarkan pengetahuan tentang pijat refleksi, dikatakan bahwa semua penyakit dapat didiagnosa dari titik-titik tertentu pada telapak kaki, dan sekaligus dapat disembuhkan dengan memijat titik-titik tertentu pada telapak kaki. Sungguh, pendapat ini sangat membodohi dan penuh kebohongan. Bagaimana mungkin penyakit dapat didiagnosa dari telapak kaki dan sekaligus disembuhkan hanya dengan memijat telapak kaki?

 

Banyak buku tentang pijat yang terkesan begitu sistematis ternyata memuat hal-hal yang tidak rasional. Begitulah, untuk urusan pijat ini kita masih terjebak dalam lingkaran setan kebodohan, bagaimana mungkin kita mau mengembangkannya untuk tujuan-tujuan yang lebih besar?

 

Tidak mengherankan, pijat sampai sekarang masih dipandang sebelah mata untuk dijadikan sebagai alternatif terapi. Kalangan medis sendiri terkesan begitu alergi terhadap pijat, dan tidak ketinggalan ikut-ikutan memberi pendapat yang sangat keliru dan menyesatkan tentang pijat. Walaupun sering mendapat kekecewaan terhadap apa yang dapat diberikan oleh kalangan medis, orang pada umumnya tetap jauh lebih percaya terhadap apa yang dikatakan oleh dokter. Para fisioterapis (yang terbukti tidak banyak memberi manfaat bagi proses kesembuhan pasien) pun enggan menggunakan teknik-teknik pemijatan karena mungkin takut terkesan sama dengan tukang pijat. Mengapa kita tidak menjadi bijak dengan membuka diri untuk hal-hal yang memang sangat bermanfaat bagi kemanusiaan? Kalau kesehatan hanya dipandang sebagai sesuatu yang sangat menarik untuk dijadikan sebagai komoditas ekonomi, sungguh, ini merupakan kejahatan yang sangat keji terhadap kemanusiaan.

 

Ingat, kesehatan itu merupakan harta yang sangat berharga dalam hidup. Faktanya, banyak orang yang semula mapan secara ekonomi menjadi jatuh bangkrut karena masalah kesehatan. Ada begitu banyak orang yang membuang kesempatan yang sangat berharga dalam hidupnya hanya karena tidak pandai menjaga kesehatannya.

 

JOHANES LUNG

Categories: Pijat Konsultasi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: