Pengunjung Masjid Istiqlal Dapatkan Layanan Pijat Refleksi

Jakarta-RoL — Selama bulan puasa, pengunjung Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, mendapatkan pelayanan pijat refleksi dari tukang pijat yang membuka praktik di kompleks masjid tersebut.

Semula para tukang pijat itu berpraktik di areal Monumen Nasional (Monas) setiap Sabtu dan Minggu, namun seiring memasuki bulan puasa mereka memindahkan sementara lokasi praktiknya ke Masjid Istiqlal.

Salah seorang tukang pijat asal Batusangkar, Sumbar, Yasmanto (38), di Jakarta, Kamis (20/9), mengatakan, dirinya memang sengaja membuka praktik selama puasa ini di Masjid Istiqlal.

“Setidaknya pengunjung masjid yang merasa nyeri badan dan masuk angin, akan dilayani oleh kita. Tujuan kita itu baik, untuk menolong mereka yang tengah beribadah puasa,” katanya.

Demikian pula halnya dengan biaya pemijatan, dirinya tidak mematok biayanya asalkan jamaah yang sedang berpuasa dapat segar kembali badannya melalui pijat refleksi.

“Saya tidak mematok biaya, tapi membiarkan mereka yang dipijat untuk seikhlasnya memberikan uang yang dimilikinya,” katanya.

Bapak beranak dua anak ini, mengaku sejak membuka praktik pada bulan puasa di Masjid Istiqlal, paling tidak setiap hari mendapatkan antara tiga sampai empat orang konsumen.

“Kalau bukan bulan puasa, saya praktik pijat setiap Sabtu dan Minggu saja, itu pun paling banyak konsumen yang minta dipijat antara satu sampai dua orang saja,” katanya.

Ia mengaku dirinya menjalani praktik pijat pada bulan puasa di Masjid Istiqlal kali ini, merupakan yang kedua kalinya sejak 2005.

Hal senada dikatakan pemijat lainnya, Taufik (28), bahwa saat ini konsumennya adalah mereka yang habis beribadah atau tengah beristirahat menunggu bedug buka puasa. “Mungkin konsumen ingin menikmati ngabuburit dengan dipijat,” katanya.

Sementara itu, salah seorang jamaah Masjid Istiqlal, Anjar, mengatakan, kehadiran tukang pijat di kompleks masjid terhitung unik, karena setiap pengunjung dapat menikmati pijatan refleksi dengan tenang.

“Saya sendiri jadi ketagihan untuk dipijat, karena baru seminggu puasa sudah dua kali dipijat refleksi,” kata Anjar yang bekerja di salah satu pertokoan kawasan Pasar Baru. antara

Dikutip dari : www.republika.co.id (20 September 2007)

Advertisements
Categories: pijat story (cerita) | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: