Monthly Archives: September 2007

30 Menit Sekali Pijat Refleksi

RamuRacik – Pijat refleksi bisa diterapkan untuk semua orang, dari bayi sampai orang tua, dan bisa dilakukan semua orang. Siapa saja bisa melakukan pijat sendiri setelah belajar beberapa kali. Namun, kalau yang menjalankan seorang dokter, hasilnya mungkin bisa lebih baik. Sebab, dokter bisa menangani pasien dengan dua cara yang bisa dipadukan dan melengkapi satu sama lain.

Saat ini buku penuntun pijat refleksi sudah banyak ditulis, baik oleh perawat, dokter, maupun ahli pijat refleksi. Bukunya juga macam-macam, dari yang ilmiah sampai yang sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh orang awam. Penganutnya pun dari berbagai macam profesi, mulai orang awam sampai dokter hewan.

Mengapa mereka menyukainya? Karena, manfaat pijat langsung dirasakan. Selain itu, pijat refleksi juga bisa membantu menghilangkan depresi dan penyakit-penyakit emosi lainnya. Buktinya, kaum wanita di Inggris beberapa tahun belakangan mulai banyak mendalami ilmu pijat ini. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh International Journal of Alternative and Complementary Medicine pada November 1996, para wanita yang menderita stres dan depresi merasa ada perbaikan setelah menjalani terapi pijat refleksi selama 30 menit setiap minggu.

Sebenarnya, lama terapi tergantung pada tujuan dan jenis gangguannya. Kalau gangguannya berat, harus dilakukan berulang-ulang sampai rasa sakit pada titik itu hilang. Kekuatan pemijatan tergantung pada toleransi yang dipijat. Terapis memang harus bisa mengira-ngira agar pasiennya tidak terlalu merasa nyeri. Kalau kelihatan kesakitan, tekanan pemijatan dikurangi. Atau, pemijatan dialihkan ke titik-titik yang lain, baru nanti kembali lagi.

Penentuan kekuatan pemijatan ini memang perlu dilakukan secara hati-hati. Kalau terlalu kuat, bisa-bisa kena pembuluh darah dan membuat memar. Jika pelaku terapi seorang dokter, tentu ia lebih tahu daerah-daerah yang dilewati pembuluh darah sehingga bisa menghindari tempat itu.

Secara teoretis, terapi ini bisa untuk menyembuhkan segala penyakit, termasuk penyakit infeksi. Infeksi bisa terjadi akibat badan dalam keadaan lemah. Badan tidak sanggup menghadapi kuman. Kalau dipijat refleksi, kesanggupannya dinaikkan. Sebenarnya, zaman dahulu tidak ada obat. Tapi, mereka orang bisa survive. Artinya, kembali ke orang itu sendiri untuk menggunakan daya tahannya.

Nah, daya tahan ini dinaikkan dengan pijat refleksi, karena semua organ jadi dalam keadaan siaga, kerja samanya juga lebih sempurna sehingga efeknya lebih besar untuk melawan serangan kuman.

Pijat refleksi makin efektif apabila ditunjang dengan asupan makanan yang sehat, cara kebiasaan hidup yang baik, dan cukup berolahraga. Semua orang tentu ingin senantiasa sehat. Berbagai cara untuk mencapainya bisa dipilih. Apabila cara itu tidak berdampak negatif, tak ada salahnya kita mencoba. [FYT]

Dikutip dari : www.ramuracik.com

Advertisements
| Tags: | Leave a comment

Pengunjung Masjid Istiqlal Dapatkan Layanan Pijat Refleksi

Jakarta-RoL — Selama bulan puasa, pengunjung Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, mendapatkan pelayanan pijat refleksi dari tukang pijat yang membuka praktik di kompleks masjid tersebut.

Semula para tukang pijat itu berpraktik di areal Monumen Nasional (Monas) setiap Sabtu dan Minggu, namun seiring memasuki bulan puasa mereka memindahkan sementara lokasi praktiknya ke Masjid Istiqlal.

Salah seorang tukang pijat asal Batusangkar, Sumbar, Yasmanto (38), di Jakarta, Kamis (20/9), mengatakan, dirinya memang sengaja membuka praktik selama puasa ini di Masjid Istiqlal.

“Setidaknya pengunjung masjid yang merasa nyeri badan dan masuk angin, akan dilayani oleh kita. Tujuan kita itu baik, untuk menolong mereka yang tengah beribadah puasa,” katanya.

Demikian pula halnya dengan biaya pemijatan, dirinya tidak mematok biayanya asalkan jamaah yang sedang berpuasa dapat segar kembali badannya melalui pijat refleksi.

“Saya tidak mematok biaya, tapi membiarkan mereka yang dipijat untuk seikhlasnya memberikan uang yang dimilikinya,” katanya.

Bapak beranak dua anak ini, mengaku sejak membuka praktik pada bulan puasa di Masjid Istiqlal, paling tidak setiap hari mendapatkan antara tiga sampai empat orang konsumen.

“Kalau bukan bulan puasa, saya praktik pijat setiap Sabtu dan Minggu saja, itu pun paling banyak konsumen yang minta dipijat antara satu sampai dua orang saja,” katanya.

Ia mengaku dirinya menjalani praktik pijat pada bulan puasa di Masjid Istiqlal kali ini, merupakan yang kedua kalinya sejak 2005.

Hal senada dikatakan pemijat lainnya, Taufik (28), bahwa saat ini konsumennya adalah mereka yang habis beribadah atau tengah beristirahat menunggu bedug buka puasa. “Mungkin konsumen ingin menikmati ngabuburit dengan dipijat,” katanya.

Sementara itu, salah seorang jamaah Masjid Istiqlal, Anjar, mengatakan, kehadiran tukang pijat di kompleks masjid terhitung unik, karena setiap pengunjung dapat menikmati pijatan refleksi dengan tenang.

“Saya sendiri jadi ketagihan untuk dipijat, karena baru seminggu puasa sudah dua kali dipijat refleksi,” kata Anjar yang bekerja di salah satu pertokoan kawasan Pasar Baru. antara

Dikutip dari : www.republika.co.id (20 September 2007)

Categories: pijat story (cerita) | Leave a comment

Pijat Refleksi Memacu Organ

RamuRacik – Pijat refleksi termasuk suatu terapi alternatif berupa pemijatan daerah atau titik refleks pada telapak kaki atau tangan. Namun, umumnya pemijatan dilakukan pada telapak kaki. Alasannya, telapak kaki lebih peka dibandingkan dengan tangan karena tangan lebih sering beraktivitas sehingga berkurang kepekaannya.

Di samping itu, telapak kaki lebih luas, dan jarak antartitik pemijatan lebih jauh. Di tangan titik-titik pemijatan terlalu saling berdekatan, sehingga bagi orang awam lebih sulit dipelajari.

Menurut teori refleksiologi, titik-titik refleks di telapak kaki berhubungan dengan seluruh organ tubuh, mulai dari kantung kencing, usus, lambung, hati, ginjal, limpa, pankreas, sampai jantung. Bagian atau titik yang jumlahnya tak kurang dari 70 ini tersusun membentuk suatu peta tubuh di kaki. Kaki kanan berhubungan dengan tubuh bagian kanan, dan kaki kiri dengan tubuh bagian kiri.

Dengan peta itu, pemijatan yang berhubungan dengan suatu organ tubuh bisa dilakukan melalui kaki. Bukan cuma gejalanya yang dihilangkan, melainkan juga penyebab gejala itu. Karena pemijatan melalui titik refleks di telapak kaki inilah, terapi pijat disebut pijat refleksi.

Pijat refleksi telah dikenal sejak beberapa ratus tahun lalu dan dipraktikkan oleh orang-orang Cina dan Mesir. Pada tahun 1920-an William Fitzgerald, dokter THT di Connecticut, AS, menemukan pijat ini dan memperkenalkan kepada dunia kedokteran. Ilmu itu lalu dipopulerkan oleh dr. Starr White di Los Angeles. Sementara, kita di tanah air mulai mengetahuinya berkat Hedi Masafret lewat bukunya Good Health for The Future.

Penyebaran yang mendunia tersebut tentu tak lepas dari manfaat yang bisa diberikan pijat refleksi. Dengan pijat ini, stres, nyeri, dan ketegangan bisa diusir. Kekuatan dan kelenturan pikiran, tubuh, dan emosi bisa ditingkatkan. Tidur bisa lebih berkualitas. Restrukturisasi tulang, otot, dan organ dapat dibantu. Cedera baru dan lama bisa disembuhkan. Konsentrasi dan ingatan dapat ditingkatkan. Bahkan, rasa percaya diri dan harmoni bisa disegarkan.

Ada dua metode
Metode pijat yang berkembang di tanah air berasal dari dua sumber. Metode pertama dari Taiwan, yakni memijat daerah refleks memakai jari tangan. Caranya, dengan menekan buku jari telunjuk yang ditekuk pada zona refleksi. Metode kedua diperkenalkan oleh Benjamin Gramm dengan mempergunakan alat bantu berupa stik kecil untuk menekan zona refleksi.

Bagi para terapis yang memijat dengan jari tangan, saat memijat akan terasa ada semacam butiran-butiran pasir bila pada organ yang dipijat terdapat kelainan. Sayangnya, tidak terungkap “pasir” itu berasal dari mana. Kalau “pasir” itu sudah tidak terasa kala dipijat, berarti sudah baik. Tentu saja, perbedaan rasa ini tidak dirasakan bila terapis menggunakan alat bantu dalam memijat. Arah pemijatan tidak boleh sembarangan, harus mengarah ke atas menuju jantung, mengikuti arah aliran darah.

Kedua metode di atas, dengan ujung jari atau alat bantu, telah berkembang di Eropa dan Amerika. Keduanya sama-sama bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Dengan pijat ini, organ tubuh selalu dibuat siaga atau daya tahannya selalu dalam keadaan prima. Caranya? Kita harus rutin menjalani pijat refleksi supaya organ dan daya tahan siap terus. Jadi, dengan dipijat, organ dirangsang dan dipacu terus. [FYT]

Dikutip dari : www.ramuracik.com 

| Tags: | Leave a comment

Melirik Aktivitas Tukang Pijat Musiman di Masjid Al Markaz Al Islami

Memijat Demi Baju Lebaran

Laporan Dian Muhtadiah

Lebaran kerap identik dengan baju baru, termasuk para bocah yang jadi tukang pijat musiman. Demi baju baru, dengan sabar mereka tawarkan jasa ke para jemaah masjid. Dari waktu Lohor hingga jelang berbuka puasa. Tak ada yang mengkoordinir para tukang pijat yang rata-rata berusia belasan itu. Kehadiran mereka yang mewarnai masjid Al Markaz Al Islami, sudah berlangsung dua tahun terakhir.Umumnya, mereka bocah yang putus sekolah maupun dari kalangan keluarga tak mampu. Seperti Aldi, yang ibunya jualan sayur di Pasar Terong. “Uang pijat ini sebagian saya beri ke ibu, sisanya buat beli baju lebaran,” tutur bocah berkulit cokelat kehitaman itu.Tarif untuk pijat tersebut sebenarnya tidak menentu. Tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak. Seperti Pandi, 10 th, yang memasang harga tergantung dari keikhlasan orang itu. “Saya seikhlasnya orang mau bayar berapa,” kata siswa SD Inpres Baraya II tersebut. Siapa yang mengajari mereka cara memijat? “Saya lihat kakakku, dia sudah duluan di sini sejak hari pertama puasa,” kata Pandi. Sementara Aldi, mengaku lebih banyak melihat cara teman-temannya. “Memijat itu gampang, kadang kalau kita salah-salah pijat, biasanya orang itu yang langsung kasih tahu,” terangnya.

Tak hanya bermodalkan balsem, ada juga yang pakai minyak gosok maupun minyak kayu putih. Seperti siang itu, salah satu perusahaan krim pijat terkenal menyambangi mereka. Membawa puluhan sampel produk, petugas tersebut membagikannya ke para bocah itu. Spontan, aksi mereka menyita perhatian jemaah.

Linda, salah satu petugas menceritakan jika perusahaannya memang sedang masa promosi. “Kebetulan kami tahu banyak tukang pijat di sini, sekalian kami promosi,” kata wanita berambut panjang itu.

Ulah para bocah yang jumlahnya sekira 30-an, boleh jadi bagi sebagian orang, cukup mengusik. Tingkah mereka kadang mengganggu kekhusyuan jemaah bertaqarrub. Dengan tumpahan minyak, lumeran balsem yang mengotori karpet maupun lantai, cukup memusingkan petugas masjid.

Tapi boleh jadi, kehadiran mereka juga dinantikan sebagian jemaah. Seperti Alimuddin, sehabis salat Lohor, memakai jasa pijat sembari merebahkan tubuhnya di lantai. “Saya sudah terbiasa dipijat, lagi pula anak-anak ini, cara pijatnya juga enak,” ungkap warga Perumnas Antang tersebut. Sementara Arfah, jemaah yang tinggal di Jl Pelanduk, mengaku hanya kasihan pada bocah tersebut. “Kalau dibilang pegel sih, tidak terlalu. Kasihan saja karena masih kecil sudah cari duit,” katanya.

Bagaimana pihak Al Markaz sendiri? Seperti Safaruddin, salah satu pengajar di Yayasan Al Markaz Al Islami, mengatakan pihak Al Markaz melarang mereka jika memijat di lantai dua, karena sangat mengganggu aktivitas ibadah. “Kasihan jemaah yang tidak suka bau minyak ataupun balsem,” ucapnya.

Usaha menghentikan aktivitas tukang pijat dadakan itu, sering dilakukan pihak Al Markaz. Misalnya dengan pengumuman kepada para jemaah agar tidak menggunakan jasa mereka di ruang ibadah. “Termasuk kami merazia balsem hampir setiap hari, tapi mereka tidak kapok-kapok juga,” papar Amiraja, salah satu security Al Markaz. *

Dikutip dari : Fajar.co.id (21 September 2007)

Categories: pijat story (cerita) | Leave a comment

Ngasri, Tukang Pijat Spesialis Langganan Para Pejabat di Demak

Minggu, 16 Sept 2007
 

Selalu Dampingi Mantan Wabup bila ke Luar Kota
Nasib seseorang memang sulit ditebak. Tak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan pernah menjadi pengayuh becak di Surabaya, Ngasri, 53, kini terbilang boleh berlega hati. Rezekinya sebagai juru pijat langganan para pejabat di Demak, cukup menghidupi diri dan keluarganya.
WAHIB PRIBADI, Demak

Sehari-hari, Ngasri masih mengayuh becak demi menghidupi keluarganya di Demak. Namun, ia memiliki kelebihan disbanding rekan-rekannya sesama pengayuh becak. Keahliannya memijat refleksi justru mengantarkannya dekat dengan para pejabat di Demak.

Ngasri mengakui, sejumlah pejabat yang pernah menggunakan jasanya adalah mantan Bupati Endang Setyaningdyah, mantan Wakil Bupati Nur Hamid Wijaya, Wakil Bupati Muhammad Asyiq, serta pejabat lainnya di dewan. Di antaranya mantan Wakil Ketua DPRD Suharmin, Ketua Komisi A Ali Masadi, dan anggota Komisi C Solikul Hadi Sidik.

“Biasanya saya diundang ke rumah mereka untuk memijat,” ungkapnya saat ditemui koran ini di rumahnya yang terletak di RT 01 RW 03, Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosalam, kemarin.

Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, 12 Desember 1954 ini memang menetap di Sidomulyo bersama istrinya Kamisah, 46, dan kedua anaknya, Nurhayati, 20, dan Teguh Gatot Suseno, 17. Rumah sokopapat terbuat dari bahan kayu bengkirai berukuran sembilan kali tujuh meter persegi itu berdiri di hamparan pekarangan yang dikelilingi puluhan pohon jambu. Dengan begitu, suasana rumah Ngasri tampak sejuk dan rindang.

Letak rumahnya agak terpencil dari rumah warga lainnya. Namun, Ngasri dan keluarganya nampak menikmati hidupnya sehari-hari dengan bahagia. Sikapnya yang selalu pasrah dan bekerja keras telah membukakan pintu rezeki bagi keluarganya.

“Saya tidak menyangka dengan pemijatan yang saya pelajari tekniknya secara otodidak, ternyata diminta banyak orang,” ungkapnya menceritakan awal mula dirinya menekuni pekerjaan sampingan sebagai juru pijat.

Menurutnya, orang pertama yang ia pijat adalah Salamah, 50, warga Desa Mojo, Wonosalam. Ketika itu, yang bersangkutan mengalami pembengkakan di bagian tubuhnya. Setelah beberapa kali dipijat olehnya, keluahan bengkak itu berangsur-angsur sembuh dan kembali normal lagi.

“Setelah itu, banyak pasien yang meminta saya memijat. Sekarang setiap hari melayani 2 hingga 3 pemijatan,” katanya.

Kebanyakan warga yang meminta sentuhan tangan Ngasri mengeluhkan sakit pegal-pegal di bagian tubuh setelah seharian bekerja keras. Ada pula di antara mereka yang memiliki penyakit tertentu seperti jantung, paru-paru, sakit perut atau maag dan lainnya. Kondisi serupa juga dikeluhkan oleh sejumpah pejabat yang pernah ia tangani.

“Kalau pejabat kan banyak berpikir. Jadi, tidak hanya capek fisiknya, tapi juga pikirannya. Bahkan, ada dari dewan (DPRD) yang terkena stroke dan diabetes juga minta untuk ditangani,” katanya.

Rata-rata para pejabat tersebut meminta dipijat dua kali dalam sebulan. Ngasri menuturkan, pengalaman paling lama dalam hal pemijatan ini adalah memijat mantan Wabup Nur Hamid Wijaya. Bahkan, kini seakan menjadi keluarga sendiri.

“Setiap kali ada acara di luar daerah, saya kerap diajak untuk mendampingi beliau. Ya, kalau lagi kesal atau capek, saya kan langsung bisa memijatnya,” ungkap Ngasri yang mengaku setiap malam terbiasa tidak tidur alias begadang ini.

Dalam memijat, Ngasri mengaku tidak mematok tarif khusus untuk jasanya itu. Dengan kata lain, ia mengaku menunggu keikhlasan orang yang dipijat. Yang pasti, tips yang diberikan para pejabat yang menjadi langganan pijatnya tergolong lumayan.

Ngasri mengaku prinsip yang ia pegang selama memijat adalah niat menolong sesama tanpa pamrih. Dan rezeki itu sudah ada yang mengatur. Namun begitulah suratan takdir Ngasri di Demak.

Dalam riwayat hidupnya, Ngasri dilahirkan di Dukuh Bulu, Desa Beji Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Jawa Timur. Dia mengaku tidak sempat mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi orangtuanya yang hanya berprofesi sebagai petani kecil.

“Karena tidak sekolah itulah, saya tidak dapat membaca hingga kini,” akunya.

Demi menyambung hidup, Ngasri pernah merantau ke Riau selama 2 tahun dan bekerja di kapal pursin milik nelayan setempat untuk mencari ikan di laut. Setelah itu, ia pindah ke Jakarta dan bekerja di sebuah pabrik pembuat roti serta pembuat tutup pasta gigi selama 5 tahun.

“Dulu, tiket perjalanan antara Cepu hingga Jakarta hanya Rp 1.500 sekali jalan,” terangnya.

Setelah lama di Jakarta, Ngasri kemudian melanjutkan perantauannya ke Semarang dan Surabaya . “Sebelum ke Surabaya, saya menikah dulu dengan istri saya di Demak,” tuturnya.

Di Surabaya, dia bekerja sebagai tukang becak selama beberapa tahun. Menurutnya, bekerja di kota metropolis Surabaya tidak banyak menjanjikan. Saat itu, ia banyak ngepos di rumah sakit Karangmenjangan. Setiap hari paling banter ia mendapatkan uang Rp 10 ribu. Karena itu, langsung habis untuk keperluan makan sehari-hari. Ngasri pun akhirnya bertekad balik ke rumah istrinya di Demak.

Ketiadaan biaya yang cukup membuatnya nekad untuk mengendarai becaknya dari Surabaya hingga Demak. Perjalanan pulang tersebut ia tempuh selama dua hari tiga malam. Menurutnya, meski sejumlah pejabat memanfaatkan jasa pijatannya, hal itu tidak membuatnya lantas berbangga hati.

“Saya hanya bersyukur dapat menolong sesama. Itu saja. Saya hanya orang kecil yang tak patut membanggakan diri,” katanya. (*)

Dikutip dari : Jawapos.co.id (27 September 2007)

Categories: pijat story (cerita) | Tags: | 1 Comment

Komentar Bapak & Ibu Amin

Setiap Sabtu dan Minggu, saya dan istri suka melakukan perjalanan keluar kota. Jadinya waktu pulang, badan terasa capek, pegal, lelah dan lesu. Solusinya saya dan istri tinggal panggil pijat keluarga sehat ke rumah dan badan segar serta badan siap buat kerja lagi.

Bapak dan Ibu Amin, Dharmawangsa – Surabaya.  

Categories: pijat testimoni | Leave a comment

Komentar Ibu Dewi

Saya sering susah rileks dan tidur. Setelah dipijat, saya bisa beristirahat dengan baik dan tidur cepat lelap. Ketika bangun tidur badan terasa segar dan sehat.

Ibu Dewi, Ngagel Jaya Selatan – Surabaya

Categories: pijat testimoni | Leave a comment

Komentar Bapak Sutrisna

Saya biasanya dipijat memakai cara yang tradisional (memang sih terasa agak sakit). Dan setelah dipijat di pijat keluarga sehat ternyata pijat itu nggak harus sakit atau menyakitkan. Disini saya dipijat dengan enak, nyaman, terasa pada titik yang terasa capek & stress. Hasilnya saya bisa bekerja dengan baik, sehat & segar.
Bapak Sutrina, Semolowaru – Surabaya.

Categories: pijat testimoni | Leave a comment

Kiat Memijat Sendiri

Anda bisa melakukan pemijatan refleksi sendiri. Untuk itu siapkan diri dan duduklah dengan santai. Pijatan yang menimbulkan rasa sakit pertanda ada gangguan pada suatu organ. Makin terasa sakit, katanya, makin baik. Tapi tentu jangan sampai kebablasan sampai pucat muka. Itu berarti sudah melampaui daya tahan Anda.

Bagi yang berusia muda, pemijatan biasanya hanya perlu dilakukan beberapa kali. Untuk yang berusia tua umumnya butuh waktu yang lebih lama agar bisa sembuh.

Ada beberapa pegangan dalam melakukan pemijatan:

Bila sakit mendadak, seperti sakit jantung kambuh atau sakit kepala, Anda boleh langsung memijat zonenya.
Bila mendapat kecelakaan atau baru operasi, segera dipijat zone refleksinya untuk memperlancar sirkulasi darah, sehingga luka cepat sembuh.
Borok yang sulit sembuh atau luka yang mengeluarkan nanah juga bisa ditanggulangi dengan dipijat zonenya.
Setiap terjadi perubahan cuaca, bekas luka biasanya menjadi sakit. Pijatlah zonenya agar peredaran darah lancar.
Dalam keadaan normal, pemijatannya dilakukan sebagai upaya pemeliharaan.
Disarankan, tiap zone sebaiknya dipijat sekitar 5 menit. Bila terasa sakit, pemijatan boleh lebih lama. Setiap hari lamanya sekitar 30 menit untuk membantu kesehatan. Umpamanya kelenjar adrenalin, ginjal, saluran kencing, kandung kencing masing-masing 5 menit; kepala dan leher masing-masing 3 menit; tiga daerah refleksi kelenjar masing-masing 2 menit; daerah refleksi lainnya yang peka 1 – 2 menit.

Yang juga perlu diperhatikan adalah sepatu yang Anda pakai sehari-hari. Sebaiknya tidak memilih sepatu yang terlalu sempit hingga mengepres kaki. Jangan korbankan kaki demi memperoleh kesan estetik saja. Sepatu yang lancip kepalanya dan mengepres kaki bisa menyebabkan berbagai macam keluhan. (*/)

Dikutip dari : indomedia.com, intisari

| Tags: | Leave a comment

Pijat Maya, Usaha Memperoleh Keturunan

Berbagai upaya untuk hamil sudah Anda lakukan. Tapi hasilnya nihil?

Anda tak perlu resah, masih banyak upaya yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknik pijatan yang disebut The Arvigo Techniques of Maya Abdominal Massage (ATMAM). Teknik pijatan yang pernah populer di Amerika ini memusatkan pijatan lembut dan perlahan di sekitar perut.

Tujuan pijatan ini adalah untuk menyeimbangkan posisi uterus dan organ-organ lain di dalam rongga perut. Juga mengoreksi kesalahan tulang, sehingga aliran darah dan kerja impuls saraf menjadi lancar.

Bisa dilakukan sendiri di rumah

Tak harus dengan bantuan terapis, pijatan sederhana ini bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Asalkan dilakukan dengan cara sangat hati-hati dan perlahan.

Pastikan Anda berkemih sebelum melakukan persiapan pijat ini.

Kenakan pakaian yang longgar, agar Anda leluasa bergerak

Berbaring dan letakkan bantal di bawah lutut. Cobalah untuk relaks, tarik napas dalam selama beberapa menit.

Posisikan jari-jari tangan seperti menggenggam. Kemudian letakkan kedua tangan di tulang pinggang dalam posisi relaks.

Kemudian tekan pelan kedua genggaman tangan, tekan sambil gesekkan tangan Anda ke tulang pinggang menuju pusar. Saat menekan perut, hembuskan napas Anda secara perlahan.

Jika Anda merasa tidak nyaman atau gesekkan terasa sedikit sakit, maka Anda tidak perlu menggesek tangan Anda sampai pusar. Kembali tarik napas dalam dan pelan, lalu hembuskan napas saat Anda menekan perut.

Lakukan gerakan ini selama dua menit. Jika terasa nyeri cobalah untuk mengurangi tekanan.

Dikutip dari : Conectique.com

| Tags: | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.