Monthly Archives: January 2008

BEKAM, SEMBUHKAN HIPERTENSI, MIGRAIN, SEKIT PINGGANG DAN KANKER

BEKAMPengobatan Alternatif Bernuansa ReligiAtau alternative judul lain:Pengobatan Alternatif dari Timur TengahPenulis: Budi SutomoSebagian orang masih asing dengan istilah bekam. Padahal pengobatan alternative ini sudah diterapkan dan terbukti bermanfaat semenjak zaman para Nabi. Seperti apa sebenarnya terapi bekam, bagaimana metodenya dan benarkah bisa menyembuhkan?

Bagi yang belum pernah mencoba, terapi bekam memang terlihat irasional, mengada-ngada bahkan terkesan kuno, dibandingkan dengan pengobatan medis modern. Perlatan yang digunakan hanya berupa kop atau tabung, pipa penghisap, pisau bedah atau silet. Setelah titik simpul syaraf penyebab penyakit di tentukan, proses bekampun berlangsung. Tak perlu waktu lama dan Anda dijanjikan kesebuhan sesuai dengan keluhan. Benarkah demikian?

Sudah Ada Semenjak Zaman Para NabiPengobatan dengan bekam sudah digunakan semenjak zaman Nabi. Terbukti dengan adanya hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yaitu minuman madu, sayatan alat bekam dan kay(pembakaran) dengaan api, dan sesungguhnya aku melarang umatku dari kay.” Sabda yang lain “Sungguh, pengobatan paling utama yang kalian gunakan adalah bekam,”(Hadits Shohih). Pengobatan ini memang berasal dari Timur Tengah. Bekam sendiri merupakan terjemahan dari hijamah, dari kata kata al-hajmu yang berarti membekam. Berarti alhijamah atau bekam diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan penyayatan. Demikian tutur Abu Fabby, ahli bekam yang berpraktek di kawasan Tanggerang dan Bandung kepada penulisDalam perkembanganya, bekam tidak hanya terkenal di Timur Tengah namun menyebar ke daratan Eropa dan Asia seperti Cina dan Indonesia. Masyarakat Cina mengenal bekam sebagai terapi kop, sedangkan warga Eropa menyebutnya terapi cupping. Banyak penelitian bekam dilakukan oleh ilmuwan negara barat. Seperti penelitian Kohler D (1990) yang dituangkan dalam buku berjudul, The Connective Tissue as The Physical Medium for Conduction of Healing Energy in Cupping Therapeutic Method (Jaringan Ikat sebagai Media Fisik untuk Menghantarkan Energi Pengobatan dengan Bekam). Sedangkan Thomas W. Anderson (1985) juga mempublikasikan penelitian bekam dalam bentuk buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Method atau 100 Penyakit yang Dapat Diobati dengan Bekam.Harus Serba SterilDi Indonesia terapi bekam memang belum banyak diteliti kebenaran manfaatnya. Namun berdasarkan pengalaman praktek Abu Fabby, sudah banyak pasien bisa disembuhkan. seperti sakit kepala, pusing-pusing, sakit pinggang, sakit punggung dan sakit berat lainnya. Menurut Abu, pasien bisa sebuh karena dilakukan bekam pada titik-titik saraf terkait dengan penyakit yang dikeluhkan pasien. Caranya, titik yang akan dibekam diolesi dengan alcohol 75% agar steril, proses berikutnya dibekam hingga kulit terlihat tertarik dan berwarna kemerahan. Selanjutnya permukaan kulit (epidermis) disayat dengan pisau bedah atau silet steril sehingga akan keluar darah kotor. Setelah darah keluar disedot lagi dengan bekam hingga keluar getah bening. Getah bening ini yang berfungsi menutup lapisan yang tersayat. “Asal dilakukan dengan benar dan steril bekam tidak berbahaya karena yang tersayat hanya lapisan kulit luar, tidak sampai ke dalam lapisan daging. Biasanya 3 hari luka sudah sembuh dan mengering,” papar Abu Fabby. Melakukan bekam harus serba steril, steril hatinya dalam arti iklas dalam melakukanya, jika memungkinkan sebaiknya dilakukan sambil berpuasa baik pasien maupun yang mengobati, meminta kesembuha dari-Nya. Alat yang digunakan juga harus steril, seperti gelas bekam, penyedot udara, pisau/silet dan kantung tangan. Alat seperti silet dan kantung tangan harus sekali pakai langsung dibuang.Walaupun tidak berbahaya, bekam tidak dianjurkan untuk penderita diabetes, pasien yang fisiknya lemah, penderita infeksi kulit merata, kanker darah, sedang hamil dan rentan keguguran kandungan, hepatitis A dan B, penderita anemia serta pasien yang sedang menjalani cuci darah. Jika dilakukan bekam pada golongan ini, dimungkinkan akan terjadi efek samping yang tidak diinginkan.Prinsip Kerja dan Manfaat BekamDi luar negeri sudah banyak diteliti tentang cara kerja dan manfaat dari terapi bekam, seperti yang dilakukan oleh Dr.Amir Muhammad Sholih (Dosen Tamu di Universitas Chichago, peraih penghargaan di Amerika bidang pengobatan natural dan anggota Organisasi Pengobatan Alternatif di Amerika). Amir mengemukakan sisi ilmiah terapi bekam dalam majalah Arab Al-Ahrom edisi 218-2001. Menurut Amir, pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum kedokteran di Amerika. Pengobatan bekam terbukti bermanfaat karena orang yang melakukan pengobatan dengan bekam dirangsang pada tritik saraf tubuh seperti halnya pengobatan akupuntur. Tetapi dalam akupuntur yang dihasilkan hanya perangsangan, sedangkan bekam selain dirangsang juga terjadi pergerakan aliran darah.Manfaat bekam juga dibenarkan oleh Dr.Ahmad Abdus Sami, Kepala Divisi Hepatologi Rumah Sakit Angkatan Darat Mesir. Di majalah Al-Ahrom, Ahmad berujar, “Unsur besi yang terdapat dalam darah manusia kadaranya berbeda-beda. Bisa berupa unsur panas yang dapat menyebabkan terhambatnya aktifitas sel-sel sehingga mengurangi imunitas terhadap virus. Karenanya pasien yang dalam darah kandungan besinya tinggi, raksi pengobatan lebih lambat dibandingkan pasien kandungan besinya rendah dalam darah. Risetnya juga membuktikan, pembuangan sebagian darah seperti dalam terapi bekam terbukti mampu memulihkan reaksi pengobatan menjadi lebih cepat sehingga bekam bisa diterapkan sebakai terapi pendamping pengobatan medis. Hasil percobaan yang pernah dilakukan Dr.Amir pada pasien terinveksi virus hepatitis C dan memiliki kadar besi cukup tinggi dalam darahnya. Setelah pasien diterapi bekam dan diberi obat Interferon dan Riboviron memiliki reaksi positif dan kekebalan meningkat. Padahal sebelum dibekam reaksi terhadap obat tersebut hampir tidak bereaksi.Dalam pengantar buku berjudul Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis, Dr.Wadda,Amani Umar, memberikan penjelasan berbeda tentang cara kerja bekam. Menurutnya, di bawah kulit dan otot terdapat banyak titik saraf. Titik-titik ini saling berhubungan antara organ tubuh satu dengan lainnya sehigga bekam dilakukan tidak selalu pada bagian tubuh yang sakit namun pada titik simpul saraf terkait. Pembekaman biasanya dilakukan pada permukaan kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis) jaringan ini akan “rusak”. Kerusakan disertai keluarnya darah akibat bekam akan ikut serta keluar beberapa zat berbahaya seperti serotonin, bistamin, bradiknin dan zat-zat berbahaya lainnya. Bekam juga menjadikan mikrosirkulasi pembuluh darah sehingga timbul efek relaksai pada otot sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Anda berniat mencobanya? Budi Sutomo

Sumber : http://budiboga.blogspot.com/2006/05/bekam-sembuhkan-hipertensi-migrain.html

Advertisements
Categories: terapi bekam | 22 Comments

Bekam hilangkan gangguan saraf

JAMBI-Meski sudah cukup lama ditinggalkan, namun terapi bekam masih digunakan. Bahkan kini penggunanya mulai marak. Penggunaannya juga tidak memakai cara lama (tradisional). Kini diciptakan alat khusus untuk melakukan penyedotan  darah kotor. Bagi yang terbiasa sulit meninggalkan kebiasaan terapi yang populer di tanah Arab dan Cina ini.

 

Di Jambi sendiri alat terapi ini, dengan mudah bisa diperoleh. Selain di mal, swalayan, super market, juga tersedia di toko-toko apotik atau toko obat. Bahkan saat ini alat ini diecerkan dari rumah ke rumah. Alat ini terdiri dari tangkai pengungkit, ukuran tabung untuk darah kotor dengan berbagai pilihan. Harganya berkisar antara Rp 100-150 ribu.

Lalu bagaimana cara kerja dan manfaat bekam ini? Munindar (40), seorang guru swasta yang tinggal di Pall Merah mengaku terbiasa menggunakan bekam. Jika pusing obatnya langsung menggunakan bekam tradisional. Menurutnya, titik-titik darah berwarna merah kehitaman di mangkuk bekam adalah sumber dari penyakit.

“Rasanya, tubuh jadi ringan. Pusing dan pegal tidak pernah kumat,” aku Munindar yang mulai mengenal bekam sejak 5 tahun lalu. Menurutnya, khasiatnya instan dan badan langsung terasa enteng. Sepintas, bekam terdengar menyeramkan, karena berbau-bau “darah”. Padahal kenyataannya tidaklah seseram itu. Bekam mengambil darah di dermis (kulit jangat) dan bukan pada pembuluh darah. Karena keahliannya terkadang dia diminta membantu teman-temannya untuk melakukan bekam.

Teknik pengobatannya adalah mengambil darah kotor. Pengambilan darah dilakukan menggunakan alat berbentuk mangkuk (cupping set) yang ditempelkan pada kulit. Bagian tubuh yang merupakan titik bekam terlebih dulu “dilukai” memakai jarum lancet. Dengan pompa pengisap, udara di mangkuk kemudian disedot perlahan-lahan. Akibat perbedaan tekanan udara, kulit akan terangkat dan darah merembes keluar.

Dulu sebelum ada peralatan modern dengan menggunakan gelas atau mangkuk cekung yang dipanaskan pada bagian luarnya. Polanya juga hampir sama, mangkuk bagian luar ini menghisap darah kotor di bagian kulit, setelah dilubangi terlebih dahulu.

 

Titik utama yang harus dibekam hanyalah tiga. Satu titik berada di tengah ubun-ubun, dua titik di bawah bagian telinga kiri dan kanan. Namun, bisa juga ditambahkan beberapa titik lagi, misalnya titik yang berada di daerah punggung, pinggang, dan kaki, tangan, dan tulang ekor.

Umumnya, metode ini untuk meringankan gangguan pada organ dan saraf, terutama karena gangguan kelebihan darah, darah kotor atau keduanya. Ada beberapa titik bekam, yakni di atas dua urat leher, tujuannya untuk mencegah sakit kepala, sakit di wajah, sakit gigi, sakit telinga, sakit hidung, dan sakit kerongkongan.

Bekam pada tengkuk atau kuduk, kata Munindar, dapat mencegah tekanan darah pada tengkuk, mengatasi rabun, benjolan di mata, rasa berat pada alis dan kelopak mata serta mengobati lepra. Tradisi bekam ini, menurut Andi, dilakukan berdasarkan pengobatan cara Islam.

Menurutnya, bekam pada pelipis untuk mengobati sakit kepala, sakit di wajah, sakit telinga, sakit hidung, dan sakit kerongkongan. Bekam pada pundak untuk mengobati penyakit di pundak dan di leher. Bekam di atas pinggul untuk menghilangkan pegal-pegal atau kelelahan. Meski demikian jika ragu-ragu menggunakan bekam ini, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter.  (wir)

Sumber : http://www.jambi-independent.co.id/home/modules.php?name=News&file=article&sid=668

Categories: terapi bekam | Leave a comment

Mengenal Beberapa Jenis Massage

  • Jenis-jenis Massage Biasanya para Therapies menggunakan Bedak (Talcum Powder) atau Oil (minyak) agar tangannya dapat bergerak leluasa pada permukaan kulit pasien. Terkadang kain tipis juga digunakan untuk menghasilkan efek yang sama. Beberapa Jenis-jenis, diantaranya :
  •  Aroma Therapy : Minyak yang berasal dari bunga-bungaan dan tanaman terpilih Ditambahkan pada minyak massage untuk kebutuhan therapy tertentu, misalnya wangi sandalwood (cendana) di ketahui dapat mengurangi ketegangan syaraf.
  • Baby massage : Dapat mengatasi sulitnya buang air besar, sakit perut dan susah tidur, penelitian menunjukkan bahwa massage yang teratur dapat membantu bayi yang lahir premature untuk bertambahnya berat badan secara cepat.
  • Refleksologi : Massage pada telapak kaki untuk menghasilkan penyembuhan pada bagian tubuh lain.• Terapeutik : Dikenal juga sebagai ‘Western’ atau ‘Swedish’. Salah satu bentuk massage paling populer di Australia, teknik ini di desain untuk meningkatkan relaksasi dan memperbaiki sirkulasi darah.
  • Remedial : Untuk mengatasi cedera jaringan lunak seperti otot, tendon, dan ligament.
  • Tantric : Teknik massage yang dikembangkan dari Yoga pada kebudayaan India Kuno yang bertujuan melancarkan sirkulasi energi tubuh manusia agar selaras dengan alam, pada teknik ini digunakan gabungan unsur suara alam atau music alam dan therapy ayurveda berupa minyak herbal dan wewangian rempah, yang keseluruhannya bertujuan untuk menghasilkan ketenangan.
  • Shiatsu : Teknik massage oriental yang bertujuan memperbaiki aliran Energi dengan memberikan tekanan pada bagian tubuh tertentu. Prinsip Dasar Shiatsu hampir sama dgn accupuntur.
  • Sport : Gabungan teknik massage yang bertujuan untuk meningkatkan performa dan membantu mempercepat penyembuhan Otot yang digunakan secara berlebihan dengan melakukan penekanan yang lebih keras pada otot besar yang mengalami cedera atau kaku.Pertimbangan KhususAda beberapa keadaan, dimana massage tidak direkomendasikan, diantaranya :
  • Selama masa kehamilan, khususnya trimester ( 3 bulan ) pertama – Pada wanita hamil hanya boleh dilakukan pemijatan pada ekstremitas atau organ pergerakan bawah dan atas ( kaki – tangan ), Kepala, Muka serta punggung dengan posisi tubuh kesamping, bukan terlungkup. Tentunya harus dilakukan dengan perlahan dan lembut atau oleh therapies berpengalaman.
  • Apabila ditemukan adanya memar, luka atau infeksi pada kulit.
  • Apabila diketahui ada keretakan atau patah pada tulang.
  • Dikutip dari : tantric-massage.blogs.friendster.com

| Tags: | Leave a comment

Hariono, Insinyur Sipil yang Serius di Bisnis Pijat

Minggu, 7 Oktober 2001

Kompas/retno bintarti
Hariono
KALAU kebetulan Anda menemukan Javanese Traditional Massage di Singapura, tak salah lagi, itu adalah pijat asal Indonesia. Sudah setahun ini pijat ala Jawa ini melanglang di negeri jiran tersebut.Hasilnya lumayan, terus terjadi peningkatan. Soalnya kami pasang harga tak mahal, cuma 50 dollar Singapura. Bandingkan dengan pijat di hotel di sana yang harganya 80 dollar,” begitu kata Hariono, pemilik tempat pijat di River Valley Road, kawasan Liang Road.
Untuk masyarakat Singapura, harga pijat 50 dollar atau sekitar Rp 250.000 sejam, ditambah lagi dengan jenis pijatannya yang menurut Hariono, “Jauh lebih enak dari pijat lain misalnya Thai massage.”

Hariono, pria kelahiran Malang tahun 1944, mengenal betul macam-macam jenis pijat karena salah satu usaha yang dijalaninya sejak tahun 1983 adalah di bidang pijat. Dengan merek dagang Bersih Sehat, Hariono terus mengembangkan jasa pijat ini sampai yang terakhir di Singapura.

Di Jakarta, Bersih Sehat yang mulai dirintis dari sebuah rumah kontrakan dekat Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, kini mempunyai empat lokasi. Dalam beberapa hari ini bahkan akan bertambah lagi satu tempat di Plaza Menteng, Jakarta Pusat. Tempat serupa, dengan nama Griya Anyer Spa, dibuka beberapa tahun lalu di Anyer.

Sebelum terjadi krisis ekonomi, lokasi di Anyer itu banyak didatangi orang-orang asing yang bekerja di proyek-proyek dekat situ. “Sekarang tamunya agak berkurang karena orang-orang asing pergi. Kebanyakan sekarang orang-orang lokal,” kata Hariono.

Tamu Asia

Sebagian tamu Bersih Sehat memang orang-orang asing, khususnya Jepang, Korea, Singapura, Cina, sebagian lagi orang-orang Barat. “Biarpun begitu, jelas tamu orang Indonesia lebih besar. Tamu asing mungkin sekitar 40 persen. Kebanyakan orang-orang Asia karena memang orang Asia lebih mengenal pijat,” ucap Hariono.

Tak lama sesudah dia memberi keterangan, serombongan orang-orang asing datang secara bersamaan. “Mereka adalah crew China Airlines. Biasanya mereka pijat sampai 4,5 jam. Mulanya dua jam, lalu makan minum, lanjut lagi 2,5 jam lagi. Katanya selain murah dan merasa segar, sekalian menghilangkan jet-lag,” kata pemilik tempat pijat ini.

Dari mana orang-orang itu mengenal tempat pijat itu, Hariono kemudian menunjukkan sebuah majalah perjalanan terbitan Singapura serta buku Business Traveler in Asia 2000 terbitan Nikkei yang menyebut tempat pijat ini. Buku tersebut merupakan semacam rekomendasi buat mereka yang membutuhkan tempat-tempat khusus ketika sedang berkunjung ke negara tertentu. Hariono merasa beruntung, tempat pijatnya tercantum di situ. “Karena bukan saya yang menyodorkan diri. Mereka survei dan sama sekali saya tidak bayar,” katanya.

Di tengah makin banyak usaha serupa, lagi-lagi Hariono merasa bersyukur tempat pijatnya masih didatangi pelanggan-pelanggannya. Hari Sabtu sesudah makan siang merupakan saat puncak dalam sepekan. Kapasitas tempat di Jalan Tebah, Mayestik, sebanyak 80 kamar misalnya, biasanya sebagian besar terisi.

Meski antara tempat tidur cuma berbatas sekat kain, tamu tidak perlu khawatir mendengar suara ribut orang ngobrol. “Kami mempunyai peraturan agar tamu mematikan telepon genggam sebelum masuk dan diharapkan mereka tidak ngobrol selama dipijat,” kata Hariono.

Bukan cuma ketenangan, Hariono juga menjamin tempat pijatnya bersih dari kemesuman yang sering dikonotasikan terjadi di tempat-tempat pijat. Nama Bersih Sehat dipakai bukan tanpa maksud. Kata bersih tak cuma berarti bersih secara fisik, tetapi juga bersih dalam arti pikiran. “Kata ini sengaja saya pakai dan mempunyai arti bersayap,” jelas Hariono.

Begitu juga kata griya yang mendahuluinya dipilih untuk menciptakan konotasi positif. “Dulu ketika saya mulai membuka usaha ini kan tempat-tempat pijat menggunakan istilah panti yang kemudian berkonotasi kurang baik,” ungkap Hariono.

Doyan pijat

Sebagai seorang insinyur sipil lulusan Institut Teknologi Bandung tahun 1973, Hariono seperti tersasar ke bidang usaha jasa ini. “Dulu enggak punya pikiran untuk mengembangkan cabang. Banyaknya saingan semakin memacu saya karena kalau ada apa-apa karyawan saya yang sudah banyak itu mau diapakan,” begitu pertimbangannya sampai akhirnya dia membuka satu per satu cabangnya.

Dengan jumlah pemijat sekitar 200 orang dan karyawan lainnya sebanyak 100 orang, Hariono akhirnya memang harus mengembangkan usahanya. “Bisnis ini bukan bisnis besar, tetapi cukup memberi lapangan pekerjaan kepada banyak orang,” kata pria yang juga mempunyai usaha konsultan teknik, usaha bidang pendidikan, dan restoran ini.

Makanya kendati awalnya sekadar-sekadar saja, Hariono kemudian serius mengelola usaha jasa ini. Jika dipikir-pikir ke belakang, dia sendiri heran mengingat dulu idenya hanya gara-gara tak pernah menemukan tempat pijat yang pas.

Hariono dasarnya suka pijat. “Dari kecil kalau saya sakit ibu memanggilkan mbok-mbok pijat. Saya jadi suka sekali pijat, tetapi waktu sudah di Jakarta susah sekali cari mbok-mbok pemijat,” ungkap pria kelahiran Malang ini.

Kesulitan ini yang mendorong Hariono membuat tempat pijat. Boleh dikatakan tanpa modal berarti. Sebuah rumah sederhana di Jalan Tebah, Kebayoran Baru, dikontrak dan dijadikan tempat usaha pijat. Lantai dari semen dibiarkan cuma ditutup vinil supaya kelihatan lebih bersih.

“Saya tekankan, karena tempatnya jelek, pelihara dengan lebih baik. Yang paling saya tekankan adalah kebersihan. Kalau tempat bagus cukup dipel, karena tempatnya jelek harus ada ekstra misalnya menggosok,” ungkap Hariono mengenang awal usaha pijatnya ini.

Di luar dugaan, respons bagus. Kapasitas delapan tempat tidur yang disediakan, dalam waktu dekat tidak mampu menampung tamu yang sebagian di antaranya adalah orang-orang Jepang di Jakarta.

Penambahan tempat tidur menjadi 20 buah pun kemudian tidak cukup lagi sampai akhirnya ini memunculkan pesaing baru yang rupanya menampung limpahan tamu-tamu Bersih Sehat.

“Pesaing waktu itu punya kapasitas 30 tempat tidur. Saya harus bisa lebih dari itu, saya luaskan tempat sehingga bisa menampung 31 tempat tidur, ha…ha…ha,” ungkap Hariono.

Rumah kontrakan sederhana sudah tak berbekas lagi. Cikal bakal Bersih Sehat di Mayestik kini bukan cuma tidak lagi berlantai semen, tetapi juga menarik dengan bangunan tiga lantai. Perluasan tak hanya ke atas, juga menyamping alias ekspansi ke samping.

Lokasi yang kini banyak tertutup bangunan baru, ternyata tak mengurangi kedatangan tamu. “Mungkin karena pelanggan telanjur kenal dan usaha seperti ini kan memang lebih mengandalkan promosi mulut ke mulut. Kalau orang puas, mereka akan membawa teman-temannya,” begitu antara lain kiat yang diyakini betul oleh Hariono. (ret)

Sumber : kompas.com

Categories: pijat story (cerita) | 5 Comments

Pijat Refleksi – Dari Tenda Tepi Jalan sampai Kelas Bisnis yang Wah

30 September 2004

Soelastri Soekirno

Sarana dan arena pijat refleksi kini makin beraneka ragam dan dapat ditemukan di banyak tempat. Pijat khusus yang dulu banyak dijumpai di kampung atau kawasan Pecinan kini sudah menyebar hingga ke pusat niaga di seantero Jakarta dan sekitarnya seperti Serpong, Karawaci, Kota Tangerang, dan Bekasi. Salon kecantikan juga ikut menyediakan layanan pijat refleksi.

Peralatan pijat yang mereka gunakan beragam, ada yang hanya dengan tangan, alat dari kayu, sampai peralatan elektronik.

Para terapis (pemijat) pun tak lagi terbatas pada para sinse (ahli pengobatan dari China), melainkan sudah menyebar ke pemijat tradisional dan pemuda-pemudi yang dididik menjadi terapis pijat refleksi.

Maraknya tempat pijat refleksi yang diikuti dengan animo masyarakat pada zaman ekonomi sulit seperti sekarang tentu berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja.

Jika satu tempat pijat rata-rata mempekerjakan tiga orang, maka 100 usaha rumah pijat refleksi setidaknya telah membuat 300 orang rata-rata lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dapat bekerja di sektor ini. Pendapatan mereka dari Rp 650.000 (untuk penunggu alat pijat elektronik) hingga sekitar Rp 2 juta per bulan (terapis termasuk gaji dan tip dari klien).

Padahal, rumah-rumah pijat yang dikelola secara profesional seperti Nano Healthy Family di Jalan Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara, mempekerjakan sekitar 100 terapis. Belum lagi, rumah pijat lain yang sudah lebih lama beroperasi, misalnya Oriental yang memiliki banyak cabang.

Tak salah jika usaha di bidang pijat ini makin banyak diminati para pemilik modal besar.

Berkembangnya tempat pijat refleksi tak lepas dari kebutuhan warga kota. Sudah menjadi rahasia umum, kehidupan di Ibu Kota dan sekitarnya penuh dengan masalah yang mengakibatkan stres sehingga hidup terasa kurang nyaman.

Kemacetan lalu lintas yang setiap hari dihadapi warga kota sungguh membosankan dan membuat mereka jengkel. Belum lagi persoalan kehidupan sehari-hari. Keadaan tersebut diikuti minimnya kebiasaan berolahraga secara teratur, maka lengkaplah penderitaan sebagian warga Jakarta dan sekitarnya.

Ke mana mereka bisa sejenak melepaskan stres dan gangguan pada bagian tubuhnya secara mudah? Jawabnya adalah ke tempat pijat refleksi, baik yang mempekerjakan terapis maupun yang sekadar menyediakan alat pijat elektronik. Di tempat-tempat itulah mereka mengendurkan urat, atau bahasa yang lazim dipakai para terapis, melancarkan peredaran darah.

“Badan saya sering terasa pegal. Iseng-iseng saya mencoba pijat badan dan kaki dengan alat ini. Lho hasilnya badan terasa enteng,” urai Yono, pekerja sebuah perusahaan di Muara Karang, Jakarta Utara, saat sedang pijat dengan kursi pijat badan dan kaki elektronik di ITC Roxy, Jakarta Pusat, awal pekan lalu.

Sekitar 15 menit kemudian pemijatan pun berakhir. “Wah, segar rasanya,” kata lelaki asal Wonogiri itu sembari mengulurkan uang Rp 10.000 kepada Nova, perempuan penjaga alat pijat elektronik tersebut. Pimpinan Nova menyewakan alat pijat untuk badan dan kaki masing-masing Rp 5.000 per 15 menit.

Di lantai berbeda, Endy, pemijat, tengah menunggu seorang temannya yang memijat pelanggan dengan tangan. “Pelanggan kami rata-rata orang toko. Per jam ongkosnya Rp 20.000,” kata terapis sebuah tempat pijat refleksi di ITC Roxy itu.

Kebutuhan warga kota akan alat dan sarana memperlancar peredaran darah secara alami inilah yang kemudian ditangkap para pemodal.

Pemilik Nano Healthy Family yang menjadi agen sebuah alat kesehatan asal China semula tak terpikir untuk membuka tempat pijat refleksi.

“Tempat pijat ini dibuka setahun lalu untuk menarik orang datang ke sini dengan harapan mengenal dan kemudian membeli alat kesehatan yang kami datangkan dari China tersebut,” kata Manajer Nano Healthy Family Suhardi Anggawidjaja, Rabu (27/9).

Tak disangka, tempat pijat yang didesain khusus dengan fasilitas wah bak di kabin pesawat kelas bisnis ini malah disukai pengunjung. Apalagi, tarif yang dipasang terjangkau oleh semua kalangan.

Bayangkan Anda bisa menikmati pijatan di kaki, badan, dan tangan selama 90 menit hanya dengan Rp 25.000 (pukul 10.00- pukul 13.00) atau Rp 40.000 (pukul 13.00 ke atas).

Selama dipijat, Anda bisa berbaring dengan nyaman di kursi empuk nan lebar sembari menikmati siaran televisi atau film dari layar televisi khusus untuk Anda.

Suhardi mengaku pihaknya belum menjadikan lahan pijat refleksi sebagai bisnis murni. “Dengan tarif murah seperti itu kami hanya untung sedikit,” ujarnya sambil tertawa.

Menanggapi keadaan itu, Ketua Asosiasi Praktisi Pijat Pengobatan Indonesia Baron Suwarta menyambut gembira. Namun, ia mengingatkan para terapis perlu memenuhi standar kompetensi pijat refleksi agar jangan malah membuat klien parah penyakitnya setelah dipijat.

“Kami sudah menyiapkan standar kompetensi itu dan segera menyosialisasikan kepada para terapis,” kata Baron.

Secara terpisah, Kepala Subdirektorat Bina Upaya Tradisional Departemen Kesehatan Dunanti Sianipar mengingatkan masyarakat agar berhati-hati melakukan pijat refleksi.

Kepada pengelola pijat refleksi, ia meminta izin operasinya dilengkapi. Alat pijatnya pun harus didaftarkan di Departemen Kesehatan. Diharapkan, alat-alat itu benar-benar menyehatkan.

Sumber : kompas.com

Categories: pijat story (cerita) | 21 Comments

Hendrawan: Pijat dan Peregangan..!

Sabtu, 14 Desember 2002, 14:37 WIB

Mungkin inilah enaknya jadi atlit nasional yang berulangkali mengharumkan nama bangsa dan negaranya dalam kelas internasional. Segala fasilitas disediakan untuk mereka.

Bukan melebih-lebihkan, tetapi setidaknya itulah yang terjadi pada diri Hendrawan dan teman-temannya sesama pebulutangkis. Pemijat pun disediakan khusus untuk mereka. Hendrawan mengalami itu.

Bila dia mengalami pegal-pegal otot sekujur badan, empat orang pemijat siap menanganinya. Tentu saja, tidak untuk Hendrawan semua. Satu sudah cukup. “Biasanya seusai latihan, saya bersama teman-teman membutuhkan jasa mereka. Bagian mana yang dipijat, terserah permintaan kami. Tetapi kami yakin, mereka sudah terlatih dan sangat profesional untuk menangani kami,” jelas pria kelahiran Malang 30 tahun lalu.

Hendrawan sendiri mengaku sering meminta perhatian khusus dari pemijat untuk menangani bagian pinggangnya, karena memang Henrawan sering merasa pegal di situ. “Tergantung daerah mana yang dipijat, waktunya bisa beragam. Ada yang satu jam, atau empat puluh lima menit sudah selesai,” tutur pria yang berulangkali menjadi kunci penentu kemenangan bila dia sedang bertanding.

Walaupun mudik natal tahun ini Hendrawan tidak perlu repot-repot setir mobil, tetapi bila pegal karena sehabis mengendarai mobil, Hendrawan lebih memilih untuk melakukan peregangan atau pemanasan, seperti yang sering dilakukan bila sedang latihan. Lari-lari, atau pun melakukan peregangan otot. Tidak minum jamu? “Saya tidak minum jamu karena nanti dikira dopping ,” ujarnya datar. @

Sumber : kompas.com

| Tags: | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.