Konsultasi Bagaimana Mencegah Stroke

Diasuh oleh Tim Dokter RS Mediros

Tanya:
Baru-baru ini ayah saya menderita penyakit stroke, untungnya ringan, begitu kata dokter yang merawatnya. Ayah hanya dirawat seminggu di rumah sakit kemudian diperolehkan pulang, namun harus kontrol.
Ayah saya berumur 64 tahun, selama ini tidak pernah menderita sakit, tetapi pernah diketahui tekanan darahnya naik, namun sesudah itu normal kembali. Selama ini ayah memang jarang sekali memeriksakan kesehatannya.
Penjelasan yang diberikan di rumah sakit ketika ayah dirawat tidak terlalu banyak. Setelah membaca konsultasi kesehatan di Harian Sinar Harapan, saya pikir mudah-mudahan saya dapat memperoleh informasi tentang stroke yang lebih banyak. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana sebenarnya kejadian stroke, apa penyebabnya maupun pencegahannya, mungkin kami sekeluarga dapat mencegah kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan di kemudian hari pada ayah saya. Terima kasih atas jawaban dokter.
Farida W, Tangerang

Jawab:
Yth Sdri Farida, saya mencoba memberikan uraian tentang stroke, mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda sekeluarga, khususnya bagi Ayah Anda.
Stroke adalah gangguan peredaran darah otak (PDO) yang dibagi dalam stroke iskemik (tersumbat) dan stroke hemorhagik (berdarah). Stroke iskemik menyebabkan suatu infark (jaringan mati karena tidak mendapat darah) lebih kurang 80%, sedangkan stroke hemorhagik menyebabkan suatu apopleksia (jaringan mati karena kebanjiran darah) lebih kurang 20%. Gejalanya ialah kelumpuhan setengah badan, sukar bicara, penurunan daya tangkap dan daya ingat, penurunan orientasi tempat dan waktu, perubahan kepribadian dan beberapa gangguan saraf lain tergantung dari lokasi dan beratnya kerusakan.
Penyebab stroke atau faktor risiko utama adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes mellitus) dan penyakit jantung. Sedangkan umur, berat badan (obesitas), kolesterol dan stres merupakan faktor risiko sekunder. Ini berarti bahwa penderita dengan penyakit hipertensi, diabetes mellitus (DM) atau penyakit jantung harus sangat waspada, apalagi bila ia menderita ketiga penyakit tersebut sekaligus.
Stroke atau gangguan peredaran darah otak biasanya terjadi pada penderita yang telah lama misalnya puluhan tahun menderita penyakit hipertensi, diabetes, penyakit jantung atau faktor risiko lain, sehingga penderita biasanya tergolong orang lanjut usia. Dalam jangka waktu yang panjang ini, penderita mempunyai cukup banyak peluang untuk berobat, agar dapat menghindar malapetaka.
Bila ditinjau secara saksama maka kunci penyakit terletak pada komposisi dan kekentalan darah serta cara hidup penderita sehari-hari, yang merusak sel endotel pembuluh darah. Sel endotel adalah sel-sel yang membentuk lapisan dalam pembuluh darah. Pola makanan yang sehat dan alami disertai olah-raga, senam teratur dan hidup yang tenang dapat mengubah bahkan memulihkan penyakit stroke.
Walaupun kebanyakan penderita stroke adalah orang berumur (lebih dari 50 tahun) namun orang muda pun dapat diserang. Sebabnya ialah kekurangan vitamin, gizi dan pelbagai jenis infeksi. Penelitian menunjukkan antara lain bahwa kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat merusak sel endotel pembuluh darah lewat zat homocystein (Hcy) yang berlebihan, begitupun beberapa penyakit lain seperti antiphospholipid sindrom (APS) dan anticardiolipin antibody (ACA). Kekurangan antibody di sini menyebabkan darah mengental, yang antara lain berhubungan dengan faktor endogen atau keturunan.
Penyakit radang tenggorok atau faringitis dan influensa pun dapat merusak katup-katup jantung yang dikemudian hari dapat menyebabkan stroke dan sebagainya.
Sel endotel merupakan lapisan sel pembatas dinding pembuluh darah dan darah. Perlu diketahui bahwa lapisan pembatas sel endotel ini sangat vital, karena kegiatan dan dinamiknya yang terus-menerus mengatur keseimbangan komposisi darah dan kondisi dinding pembuluh darah. Dalam keadaan sehat lapisan pembatas sel endotel tertutup rapat sehingga darah dan cairan hanya mengalir di dalam pembuluh darah.
Selain merupakan lapisan pembatas dinding pembuluh darah, sel endotel juga berfungsi mengeluarkan pelbagai zat pengencer darah seperti nitric oxida, prostacyclin, plasminogen antigen inhibitor dan beberapa zat lain, agar peredaran darah tetap lancar dan tidak membeku.
Keadaan sakit secara umum bahkan cedera setempat pun akan mengubah sifat lapisan sel-sel endotel, dengan cara melonggarkan dan melepaskan diri satu sama lain sehingga cairan darah berupa serum dapat keluar dinding pembuluh darah dan terjadilah sembab atau pembengkakan. Keadaan ini biasanya reversible, yaitu dapat berubah kembali seperti keadaan semula dan cepatnya proses pemulihan tergantung pada kesehatan penderita.
Demikian sifat dan kondisi sel endotel tergantung pada kesehatan dan perawatan sehari-hari. Makanan gurih dengan MSG (mono sodium glutamat), kurang sayur-mayur dan buah-buahan, rokok, obat-obatan yang berlebihan, minuman keras dan seterusnya, merupakan racun atau polusi bagi badan dan akan meningkatkan zat oksidan, yaitu zat metabolik badan dengan akibat kerusakan sel endotel dan gen-kromosom keturunan.
Mutasi atau perkembangan penyakit-penyakit baru dapat terjadi secara demikian. Lingkungan hidup sangat menentukan, hawa udara bersih dan segar tanpa polusi, tempat tinggal layak dengan persediaan air bersih yang cukup dan bebas kuman, serta suasana yang tenang dan tenteram adalah keharusan yang mutlak. Dengan perkataan lain penyakit stroke atau gangguan peredaran darah otak pada umumnya terjadi karena cara hidup yang salah dan kurang perhitungan yang cermat, yang biasanya hanya terjadi pada manusia.
Tindakan umum bagi gangguan peredaran darah otak yang perlu diperhatikan ialah :
1. Pencegahan stres lewat hidup yang sehat.
2. Segera ke rumah sakit bila ada tanda-tanda stroke, supaya pencegahan kerusakan otak dapat dibatasi secara dini.
3. Di rumah sakit diusahakan supaya peredaran darah otak segera pulih kembali melalui infus obat, dan mencegah kerusakan/kematian sel neuron otak yang vital.
Cepat atau lambatnya tindakan mengantar penderita stroke ke rumah sakit sangat menentukan, mengingat kepekaan sel neuron otak terhadap kekurangan oksigen. Waktu prognosis (harapan) terbaik adalah kurang dari tiga jam setelah timbulnya serangan. Menunda mengantar penderita ke rumah sakit satu hingga dua hari sudah sangat menurunkan harapan pemulihannya.
Sel neuron otak yang mati atau rusak akibat kekurangan darah dan oksigen tidak dapat diganti dengan sel neuron baru.
Demikian penjelasan saya semoga bermanfaat.

Prof. DR. Dr. Jos Utama, SpS, SpJ
Konsultan Neurologi Rumah Sakit Mediros

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2004/0820/kes2.html

Advertisements
Categories: terapi penyakit | 5 Comments

Post navigation

5 thoughts on “Konsultasi Bagaimana Mencegah Stroke

  1. Eko komara

    Dok seperti mba farida yg dari tangerang ayah saya juga sama kena serangan stroke ringan.beliau di rawat di RSU selama 5 hari dan saat ini udah pulang..saat ini yang jadi keluhan ayah saya kalo malam nafas sesak nafas.berat badan 80 kg..

  2. Bapak Eko yang yang baik,

    Saya juga turut bersedih mengenai keadaan ayah Anda. Saya harap Anda tabah dan sabar dalam merawat beliau semoga sakitnya cepat pulih. Amin

  3. ima

    dok saya mau tanya, apa dampaknya apabila setiap hari kita minum anggur cap orang tua yang berwarna hitam

  4. ayu

    bunda saya merasa bibirnya seperti tebal..
    apakah itu gejala stroke,?
    beliau menderita hipertensi?

    kalaw betul stroke,seberapa parah itu?
    dan bagaimana supaya tidak bertambah parah?

    • Yth. Ibu Ayu yang baik,

      Sebaiknya Ibu periksakan ke dokter untuk mendapatkan kepastian mengenai sakit yang sedang Bunda Anda derita.

      Moga info ini, adanya , manfaatnya.

      Salam hangat dan sehat selalu,

      Pijat Keluarga Sehat ! 0819 3265 8331
      Blog Informasi Terapi Pijat Pertama di Indonesia, Blog Homecare Terapi : Pijat dan Bekam Pertama di Indonesia, Blog Pelatihan Terapis Pijat Pertama di Indonesia, Blog Konsultasi Bisnis Pijat Pertama di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: