Monthly Archives: April 2008

Tips Mudah dan Murah Hilangkan Formalin

Isu tentang formalin mungkin sudah mulai surut. Tapi upaya yang dilakukan Dra SUKESI M.Si, Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITS, untuk mengurangi kandungan formalin dalam makanan yang telah diawetkan dengan formalin, kiranya bisa dimanfaatkan.

Apalagi cara yang ditawarkannya boleh dibilang tanpa biaya tambahan apa-apa, hanya bagaimana cara memperlakukan bahan makanan itu sebelum dikonsumsi.

“Saya tertarik untuk mencoba mencari bagaimana mengurangi kadar formalin dalam makanan semata karena ternyata penggunaan bahan pengawet yang di larang itu sudah sedemikian memasyarakat,” katanya.

Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kadar formalin atau deformalinisasi? Cukup mudah kata Kesi menjelaskan. Dalam siaran pers yang dikeluarkan ITS, ia menjelaskan untuk proses deformalinisasi ikan asin, dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air, air garam dan air leri.

”Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin sampai 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, sedang pada air garam hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin akan hilang,” katanya.

Memang, tambahnya, kita tidak dapat menghilangkan hingga 100 persen kadar formalin yang ada. Tapi paling tidak dengan makin berkurangnya kadar formalin dalam bahan makanan itu, maka untuk mengkonsumsinya relatif aman.

”Saya tidak mengatakan formalin itu aman digunakan sebagai pengawet, tapi mengurangi kadar formalin dalam bahan makanan yang mengandung formalin menjadi penting untuk diketahui dan dipahami,” katanya.

Bagaimana dengan tahu? ”Sedikitnya ada tiga cara penanganan untuk mengurangi kadar formalin, direndam dalam air biasa, dalam air panas, direbus dalam air mendidih, dikukus kemudian direbus dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan,” katanya.

Hasilnya, katanya melanjutkan, berbeda-beda, terbaik merebusnya dalam air mendidih kemudian diikuiti dengan proses penggorengan.

”Sedang untuk mie proses deformalinisasi terbaik adalah dengan cara merendam dalam air panas selama 30 menit, dimana hasilnya dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen. Adapun pada ikan segar, dapat dilakukan dengan merendam dalam larutan cuka 5 persen selama 15 menit,” katanya.

Sukes akan mencoba membuat apa yang telah dilakukan dalam penelitian deformalinisasi ini dalam bentuk brosur praktis agar masyarakat dengan mudah melakukannya.

”Kami sedang mencari sponsor untuk menyebarluaskan hasil penelitian ini sebagai bahan untuk penyuluhan kepada masyarakat. Harapannya melalui brosur itu masyarakat akan makin tentang dengan isu-isu formalin, karena ternyata dapat dikurangi kadarnya,” katanya.

Sumber : http://terussehat.com/artikel.php?n_id=00090001

Advertisements
Categories: tip sehat | 1 Comment

Tips Sehat Mengkonsumsi Daging

JAWABAN.com – Daging sering dikaitkan dengan lemak dan kolesterol. Siapa yang sering makan daging juga dapat menyebabkan kegemukan. Bahkan diet makanan berlemak tinggi seperti daging juga memicu beragam penyakit.

Selama beberapa tahun terakhir, daging merah selalu dianggap bahan makanan yang harus dihindari. Banyak orang yang telah berjanji kepada dirinya sendiri tak akan menyantap daging, baik steak, burger atau ayam goreng. Makanan berserat dan sea food yang diyakini tidak mengandung lemak jadi pilihan.

Belakangan ini, Departemen Pertanian Amerika Serikat melaporkan adanya perubahan dalam teknis berternak dan memotong dalam industri daging. Hasilnya adalah daging potong yang memiliki kandungan lemak yang jauh lebih rendah dibandingkan 25 tahun yang lalu.

Anda yang selama ini anti daging karena menghindari lemak tentu bisa menikmati daging tanpa takut gemuk. Sebetulnya, menghindari daging bukan tindakan bijak kecuali Anda penganut vegetarian.

Pasalnya, daging merah adalah sumber protein yang baik dan kaya dengan mineral-mineral yang sangat penting buat tubuh seperti zat besi, seng, dan mangan serta vitamin-vitamin B seperti tiamin, riboflavin dan niasin. Untuk menghindari lemak, Anda mungkin bisa memilih daging atau bagian daging yang mengandung sedikit lemak.

Lemak daging kambing lebih rendah
Di balik kelezatan daging kambing dan disebut-sebut sebagai pemicu hipertensi, ternyata daging kambing mengandung lemak dan kalori lebih rendah ketimbang daging ternak lainnya. Datam 100 gram daging kambing mengandung 154 kalori, lemak 9,2 mg, lemak jenuh 3,6 mg. Sedangkan pada 100 gram daging sapi, terdapat 207 kalori 14 mg lemak, 51 mg lemak jenuh.

Sedangkan pada 100 gram daging babi, terkandung 376 kalori, 35 mg lemak, 11,3 mg lemak jenuh. Pada daging ayam, 302 kalori, 25 mg lemak, 0,9 mg lemak jenuh. Demikian data yang dikompilasi dari Daffar Komposisi Bahan Makanan terbitan Depkes RI dan buku Penuntun Diet.

Beberapa ahli gizi berpendapat bahwa daging kambing dianggap paling baik dikonsumsi dan cocok sebagai pilihan bagi orang yang sedang berdiet, karena derajat keasamannya hampir mendekati PH tubuh manusia sehingga tubuh sangat mudah menyesuaikan diri.

Tips makan daging
Anda bisa terus makan daging dengan meminimalkan risiko bertambahnya berat badan atau meningkatnya kolesterol atau penyakit degeneratif dengan tip-tip berikut:
– Jika Anda membeli daging impor di supermarket. lakukan pengecekan pada label atau tanyakan kepada penjual, kelas berapa daging yang Anda beli. Label “Select’, yang sebelumnya dikenal dengan label “Good”, adalah daging yang paling rendah lemaknya. Label “Choice” mengandung sedikit lebih tinggi lemaknya, dan “Prime” adalah daging yang lemaknya paling tinggi.
– Batasilah jumlah makan daging semacam sosis dari daging sapi.
– Pisahkah lemak dari daging sebelum memasaknya.
– Lebih balk daging tersebut dipanggang ketimbang digoreng sebelum Anda makan.
– Batasilah setiap porsi makanan dengan daging yang beratnya 3 sampai 5 ons saja.
– Janganlah memakan lebih dari lima sampai tujuh porsi daging dalam setiap minggunya.
(joe)

Sumber: humanhealth

Categories: tip sehat | Leave a comment

Antioksidan, Senyawa Ajaib Penangkal Penuaan Dini

Oleh Posman Sibuea

Yogyakarta – Antioksidan, zat yang dalam kadar rendah mampu menghambat laju oksidasi molekuler target, sering disebut sebagai senyawa ajaib karena dapat menangkal penuaan dini dan beragam penyakit yang menyertainya. Senyawa yang bersemayam dalam buah, sayur, ikan, rempah-rempah dan biji-bijian ini dapat menghentikan reaksi berantai pembentukan radikal bebas dalam tubuh yang diyakini sebagai dalang penuaan dini.
Menjadi tua adalah suatu proses alami yang tak dapat dihindarkan dan berlangsung secara terus-menerus yang ditandai pada perubahan sel-sel tubuh.
Di usia memasuki 40-an tahun, seseorang akan mengalami ini secara nyata. Kulit mulai tampak berkeriput dan kering sebab produksi kelenjar keringat kulit mulai menurun. Kemudian, diikuti proses pigmentasi kulit makin meningkat dan rambut mulai menampakkan uban.
Gejala negatif lainnya adalah stres, penyakit jantung, katarak dan perubahan kejiwaan yang makin merosot. Penyakit jantung akan makin cepat bersemayam dalam tubuh jika seseorang kerap mengalami kondisi stres yang akan merangsang peningkatan kolesterol darah khususnya LDL sehingga akan lebih berisiko terhadap penyakit jantung koroner.
Sementara itu, gejala perubahan kejiwaan yang tampak dalam proses penuaan adalah pikun alias cepat lupa terhadap apa yang baru saja dilakukan, seperti tempat meletakkan kunci mobil, tas, jam tangan dan lain-lain. Gejala lainnya adalah sulit membedakan dan mengingat sesuatu seperti nama orang, tempat, dan ruang.
Satu hal lagi yang acap ditakuti dan dihindari adalah proses penuaan pada kulit. Setiap orang berusaha agar kulitnya tetap bersih, kencang dan tidak keriput. Para ahli kesehatan memberikan tip sehat untuk mencegah penuaan dini, antara lain, memelihara kesehatan secara baik, menghindari terpaan sinar matahari secara langsung ke kulit, membersihkan kulit dari debu dan kotoran, menghindari makanan berlemak berlebihan dan berpengawet serta mengonsumsi vitamin yang memiliki aktivitas antioksidan.
Radikal Bebas
Tip sehat ini berhubungan erat dengan sifat kulit dan anggota tubuh lainnya yang rentan terhadap pengaruh lingkungan yang amat merugikan, seperti sinar ultra violet dari matahari, polusi udara seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok dan bahan-bahan beracun lainnya. Jenis makanan tertentu seperti fast food (cepat saji) dan makanan kemasan atau kaleng juga ditengarai berpotensi meninggalkan racun dalam tubuh karena makanan ini berlimpah lemak dan mengandung pengawet. Padahal untuk zaman sekarang, kebiasaan makan makanan berlemak tinggi menjadi sesuatu yang sulit dihindari karena perubahan pola hidup masyarakat di perkotaan.
Mengapa tubuh kita rentan terhadap berbagai jenis polutan, makanan berlemak dan berpengawet? Para ahli pangan, gizi dan kesehatan menyebutkan polusi udara dan makanan berlemak dapat menjadi sumber radikal bebas dalam tubuh. Yaitu suatu molekul atau atom apa saja yang sangat tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron yang tak berpasangan.
Radikal bebas ini berbahaya karena amat reaktif mencari pasangan elektronnya. Jika radikal bebas sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah. Selanjutnya akan menyerang sel-sel tubuh kita sehingga terjadilah kerusakan jaringan yang akan mempercepat proses penuaan.
Semua sel dalam tubuh, mempunyai enzim yang dapat menangkal serangan radikal bebas. Enzim SOD (Superoxide dismutase) dan glutation proksidase dapat menjadi contoh. SOD akan menjinakkan senyawa oksigen reaktif seperti superoksida anion (O-2) radikal menjadi hidrogen peroksida (H2O2), selanjutnya glutation perksidase mengubahnya menjadi air. Namun dengan meningkatnya usia terjadilah penurunan jumlah kedua enzim ini dalam tubuh, sehingga radikal bebas tidak dapat sepenuhnya dimusnahkan. Belum lagi radikal bebas dari luar yang menyusup masuk ke dalam tubuh akan mempersulit tubuh untuk mengatasi gempuran radikal bebas.

Sumber Antioksidan
Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah-buahan, sayuran dan biji-bijian adalah sumber antioksidan yang baik dan bisa meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan proses penuaan dini. Tomat mengandung likopene, yakni antioksidan yang ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tak berkeliaran mencari asam lemak tak jenuh dalam sel. Hal yang sama dilakukan lutein dan zeasantin yang terdapat pada bayam, diketahui amat aktif mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa (mata) sehingga kita dapat terhindar dari katarak. Sedangkan antioksidan vitamin seperti vitamin C, E dan betakarotenoid akan menstabilkan membran sel lensa dan mempertahankan konsentrasi glutation tereduksi dalam lensa.
American Heart Association (AHA) dalam petunjuk ilmiahnya yang dimuat dalam Journal of the American Heart Association edisi Februari 1999, mengatakan bukti-bukti yang ada sekarang tidak cukup kuat menjadi dasar merekomendasikan suplemen vitamin antioksidan untuk masyarakat umum. Namun, di sisi lain AHA terus merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan konsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayuran, buah dan kacang-kacangan. Hal yang sama juga dilakukan Institut Kanker Nasional AS, terus mengampanyekan agar masyarakat mengonsumsi 5 kali atau lebih buah atau sayur dalam sehari. Data ilmiah menyebutkan, individu yang rajin mengonsumsi buah dan sayur memiliki peluang untuk awet muda dan terhindar dari penyakit yang terkait dengan penuaan seperti kanker dan pernapasan.
Langkah sehat lainnya adalah mengurangi asupan jumlah kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak. Kalori dapat mempercepat penuaan dini karena untuk mengubahnya menjadi energi diperlukan lebih banyak oksigen. Namun, di lain pihak oksigen memicu banyak radikal bebas yang bersumber dari senyawa reaktif oksigen, yang kemudian menyerang sel-sel dan akhirnya mempercepat proses penuaan.

Penulis adalah Peserta Program Doktor Ilmu Pangan di UGM. Dosen di Jurusan THP Unika Santo Thomas SU Medan.

Categories: terapi penyakit | 1 Comment

Most Popular Types Of Massage Therapy

From Cathy Wong,
Your Guide to Alternative Medicine.

Here is a quick guide to the most popular types of massage therapy to help you figure out which massage therapy style is right for you.

1) Swedish Massage Therapy

This is the most common type of massage therapy in the United States. It is also known as Swedish massage or simply massage therapy.

Massage therapists use long smooth strokes, kneading, and circular movements on superficial layers of muscle using massage lotion or oil.

Swedish massage therapy can be very gentle and relaxing. If you’ve never had massage before, this is a good one to try first. To learn more, read the full article on Swedish massage.

2) Aromatherapy Massage

Aromatherapy massage is massage therapy with the addition of one or more scented plant oils called essential oils to address specific needs.

The massage therapist can select oils that are relaxing, energizing, stress-reducing, balancing, etc.

Sponsored Links
Indian Head MassageGet the details of Massage companies anywhere in the UK.www.yell.com
Massage TherapyFind it Fast! Free Guide to Massage Therapymassagetherapyguide.info
5 Ways to Lose Belly FatStop making these 5 major mistakes & you’ll finally lose the belly fatwww.BellyFlabIsUgly.com
One of the most common essential oils used in aromatherapy massage is lavender.
Aromatherapy massage is particularly suited to stress-related conditions or conditions with an emotional component. To learn more, read the full article on aromatherapy massage.

3) Hot Stone Massage

Heated, smooth stones are placed on certain points on the body to warm and loosen tight muscles and balance energy centers in the body.

The massage therapist may also hold stones and apply gentle pressure with them. The warmth is comforting. Hot stone massage is good for people who have muscle tension but prefer lighter massage. To learn more, read the full article on hot stone massage.

4) Deep Tissue Massage

Deep tissue massage targets the deeper layers of muscle and connective tissue. The massage therapist uses slower strokes or friction techniques across the grain of the muscle.

Deep tissue massage is used for chronically tight or painful muscles, repetitive strain, postural problems, or recovery from injury. People often feel sore for one to two days after deep tissue massage. To learn more, read the full article on deep tissue massage.

5) Shiatsu

Shiatsu is a form of Japanese bodywork that uses localized finger pressure in a rhythmic sequence on acupuncture meridians.

Each point is held for for two to eight seconds to improve the flow of energy and help the body regain balance.

People are normally pleasantly surprised when they try shiatsu for the first time. It is relaxing yet the pressure is firm, and there is usually no soreness afterwards. To learn more, read the full article on shiatsu.

6) Thai Massage

Like shiatsu, Thai massage aligns the energies of the body using gentle pressure on specific points. Thai massage also includes compressions and stretches.

You don’t just lie there–the therapist moves and stretches you into a sequence of postures. It’s like yoga without doing any work. Thai massage is more energizing than other forms of massage. It is also reduces stress and improves flexibility and range of motion. To learn more, read the full article on thai massage. Also, see photos of a Thai massage session.

7) Pregnancy Massage

Also called prenatal massage, pregnancy massage is becoming increasingly popular with expectant mothers. Massage therapists who are certified in pregnancy massage know the proper way to position and support the woman’s body during the massage, and how to modify techniques.

Pregnancy massage is used to reduce stress, decrease swelling, relieve aches and pains, and reduce anxiety and depression. The massage is customized to a woman’s individual needs. To learn more, read the full article on pregnancy massage.

8) Reflexology

Although reflexology is sometimes called foot massage, it is more than simple foot massage. Reflexology involves applying pressure to certain points on the foot that correspond to organs and systems in the body. Reflexology is very relaxing, especially for people who stand on their feet all day or just have tired, achy feet. To learn more, read the full article on reflexology.

9) Sports Massage

Sports massage is specifically designed for people who are involved in physical activity. But you don’t have to be a professional athlete to have one-it’s also used by people who are active and work out often. The focus isn’t on relaxation but on preventing and treating injury and enhancing athletic performance.

A combination of techniques are used. The strokes are generally faster than Swedish massage. Facilitated stretching is a common technique. It helps to loosen muscles and increase flexibility.

10) Back Massage

Some massage clinics and spas offer 30-minute back massages. If a back massage is not expressly advertised, you can also book a 30- or 40-minute massage and ask that the massage therapist to focus on your back. Massage for Neck and Back Pain?

These are just 10 of the more popular types of massage. There are many more.

Categories: pijat - massage (English) | 1 Comment

Pijat Refleksi dan Pijat Thailand Awalnya Lesu Selanjutnya ”Fresh”

PIJAT refleksi dan pijat Thailand sama-sama untuk mendeteksi ataupun menyembuhkan penyakit. Yang membedakan hanyalah alat yang digunakan.

PIJAT REFLEKSI — Pemijat refleksi, Atik (kanan), sedang memijat bagian jari tangan salah seorang pelanggannya di ruang kerjanya di Jl Basuki Rahmat, depan RM Pagi Sore Palembang, Rabu (7/7). Pijat refleksi juga dilakukan di bagian jari kaki. (Sripo/jack)
BEBERAPA masyarakat yang biasa memijatkan tubuh di Shiatsu Sehat Subur, Kompleks Ilir Barat Permai mengaku, jika terlambat saja melakukan rutinitas pijat, misalnya seminggu satu kali atau dua minggu satu kali, maka badan mereka terasa pegal-pegal dan capek. Apakah itu, pemijatan secara tradisional, Shiatsu, Thailand ataupun refleksi itu sendiri. Setiap jenis cara memijat ini tentu saja, berbeda-beda. Misalnya saja, untuk pemijatan shiatsu ala Jepang, pemijatan yang mereka lakukan dengan cara dipijat dengan menekan. Sehingga terkadang, sesekali akan terdengar bunyi seperti tulang patah. Caranya, terkadang menggunakan tangan atau kaki dengan cara diinjak-injak.
“Wah rasanya, badan lebih pegal dan capek, jika kita memijat. Seperti kecanduanlah, jika kita melakukan secara rutin. Tapi, setelah kita dipijat, badan kita rasanya segar,” ungkap Amir, salah seorang pengunjung rutin di Shiatsu Sehat Subur, mengaku saat pertama kali mengikuti rangkaian kebugaran di Shiatsu, badan rasanya seperti terkena flu, sebelum kemudian terasa bugar.
Salah seorang juru pijat shiatsu, Susan, mengatakan, menginginkan rasa capeknya hilang. Tidak terlalu berbeda, saat mereka memilih pijat tradisional yang pada intinya melemaskan otot.
“Pelanggan pijat shiatsu, biasanya mengeluhkan badannya pegal dan capek. Kita melakukan dengan cara pijat tekan ke seluruh anggota badan, mulai dari kaki, badan hingga kepala,” ujar Susan.
Beda Alat
Sedangkan pijat refleksi dan pijat Thailand, menurut juru pijat refleksi, Herman, sama-sama bisa untuk mendeteksi ataupun menyembuhkan penyakit. Yang membedakan, menurutnya, hanyalah alat yang digunakan. Pijat refleksi menggunakan tangan, karena tangan lebih perasa saat ingin mengurangi atau membuat pijatan keras, tanpa ramuan.
“Saya tidak begitu paham bagaimana pijat Thailand. Tapi, sama-sama bisa mendeteksi atau mengobati gangguan penyakit di tubuh,” ungkap Herman, membenarkan jika dalam pijat Thailand, terkadang dibantu dengan ramuan racikan.
Salah satu masyarakat yang rutin memijatkan tubuhnya di Shiatsu, Dolah (46), menuturkan, setelah melakukan pijat refleksi, badan terasa ringan. Pijat shiatsu atau tradisional, perasaan pegal atau capek, baru terasa pada keesokan harinya saat bangun tidur. “Saya, biasanya rutin memijatkan tubuh seminggu satu kali, tergantung kondisi badan. Jika merasa capek, saya pilih shiatsu atau pijat tradisional. Tapi, kalau ada rasa tidak enak –seperti mau sakit, saya ke pijat refleksi atau pijat Thailand,” ungkap Dolah, mengaku menyisihkan uang Rp 40 ribu untuk rangkaian kebugaran di pusat Kebugaran Shiatsu “Sehat Subur”, mulai dari mandi sauna, message (tinggal pilih jenis pemijatan apa, red), dan mandi di water pool. (ono)

Dikutip dari : http://www.indomedia.com

| Tags: | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.