Bebas Flu Berkat Ramuan Tradisional

Udara basah dan dingin sering dituduh sebagai penyebab flu. Kalau pemikiran seperti ini diterima, tentu menjadi pertanyaan: apakah orang-orang yang hidup di pegunungan atau bahkan yang di kutub sana yang berhawa sangat dingin, setiap hari terserang flu?

Tentu tidak. Flu muncul bukan karena udara dingin dan basah, melainkan karena virus. Bagi masyarakat yang hidup di daerah tropis seperti kita ini, udara yang basah dan dingin bisa menyebabkan ketahanan tubuh menurun. Dalam kondisi melemah seperti itu, virus flu mudah menyerang.

Sebetulnya nenek moyang kita telah mengajarkan cara yang sederhana untuk membuat daya tahan tubuh tetap baik.

  • Walaupun tidak mengenal cara berolahraga seperti sekarang, misalnya tenis, golf, joging dan sebagainya, tapi mereka selalu melakukan aktivitas yang menggerakkan tubuh, sehingga tubuh tetap hangat dan fit.
  • Selain itu dalam musim yang basah dan dingin, mereka memiliki kebiasaan minum minuman penghangat tubuh. Minuman yang lazim diminum bermacam-macam, mulai dari serbat, jahe, secang, ronde, angsle, bajigur, kopi jahe, dan lain-lain.
  • Nenek moyang kita juga ada yang suka mengunyah bawang putih (terutama bawang lanang), atau telur mentah dicampur merica untuk menghangatkan badan. Jika ada tanda-tanda bahwa semua itu tidak cukup untuk menghangatkan tubuh, kadang mereka juga meminum satu sendok teh minyak kayu putih selain menggosokkannya ke kaki, perut dan tangan.

Tapi perkembangan jaman telah mengubah semuanya. Ada orang yang tak lagi percaya pada cara-cara kuno itu untuk menghindari flu atau masuk angin, dan lebih mengandalkan obat dokter jika penyakit telah datang. Ada juga yang tak mau repot mempersiapkan minuman maupun jamu sendiri.

Untungnya, dunia usaha menangkap perkembangan tersebut, dan menyodorkan solusinya dengan menyediakan jamu yang telah dikemas secara moderen sehingga mudah dan praktis mengkonsumsinya.

Bagaimana pun ramuan tradisional untuk mencegah timbulnya flu atau masuk angin lebih aman daripada obat kimia. Sebab, efek samping ramuan nyaris tidak ada mengingat dosisnya sangat rendah. Dan, bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Sumber : kompas.com

Categories: ramuan herbal alami | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: