Pijat Pelangsingan di Poliklinik OTI RSU dr Soetomo

Keberhasilannya juga Bergantung pada Pasien

pijat pelangsingan

pijat pelangsingan

Ada terapi pijat di Poliklinik Obat Tradisional Indonesia (OTI) RSU dr Soetomo. Mulai pijat relaksasi sampai mengatasi pegal-pegal. Termasuk, pijat untuk melangsingkan tubuh. Hanya, tak banyak pasien yang melangsingkan tubuh di situ.

MAWAR ASTARI

RUANG tunggu Poli OTI RSU dr Soetomo tampak ramai. Tapi, mereka bukan pasien yang ingin terapi alternatif, melainkan berobat ke Onkologi. Poli OTI memang berdekatan dengan Onkologi.

Pasien Poli OTI relatif lebih sedikit dibanding Onkologi. Dalam sehari hanya ada 5–15 pasien. Berbagai pengobatan alternatif bisa dilakukan di poli tersebut. Mulai penyakit dalam sampai facial. ”Di Poli ini juga melayani terapi pijat. Untuk relaksasi atau pijat seluruh tubuh,” kata Yuni Nuryati, terapis pijat di Poli OTI.

Selain itu, ada juga pijat pelangsingan. ”Pijat sekarang bukan hanya berfungsi untuk relaksasi menghilangkan capai, tapi juga untuk mengobati penyakit dan memperbaiki penampilan,” papar wanita 30 tahun itu.

Pijat pelangsingan bisa dinikmati semua umur. ”Yang sering ya remaja sampai dewasa,” jelas wanita berkulit sawo matang itu. ”Paling banyak ibu-ibu berusia 30 tahun ke atas,” lanjutnya. Namun, tak banyak pasien yang menjalani pijat pelangsingan di situ. Sehari rata-rata hanya satu pasien.

Pemijatan biasanya berlangsung sekitar satu jam. ”Kalau ingin mendapatkan hasil maksimal, pemijatan harus diulang beberapa kali,” kata wanita bertubuh mungil itu. Idealnya, pijat pelangsingan dilakukan dalam satu paket, yang terdiri atas enam kali pijat. ”Pasien tak perlu setiap hari berkunjung, cukup dua kali satu minggu,” kata Yuni.

Hasilnya, sambung Yuni, baru tampak setelah enam kali pijat. Bagian yang berlemak bisa berkurang tiga hingga sepuluh sentimeter. Tapi, pengurangan lemak tersebut tidak didapat hanya dengan pijat. ”Diet dan olahraga tidak boleh ditinggalkan,” ujar Yuni. Misalnya, treadmill, jalan, berenang, atau yoga.

Jika ada pasien yang tidak mengalami perubahan, biasanya ada sesuatu yang dilanggar. Misalnya, tidak rajin olahraga, atau makan semaunya. ”Pernah ada pasien yang tidak bisa menjaga pola makan. Katanya banyak kondangan,” tuturnya sambil tersenyum.

Minuman ringan, goreng-gorengan, makanan yang banyak mengandung gula dan lemak harus dihindari. ”Itu kalau mau berhasil,” tegasnya. Pasien yang melakukan terapi pijat, memang harus menjalani berbagai saran yang diberikan. Termasuk diet dan olahraga tadi.

Selain dipijat, pasien juga mendapat obat-obatan tradisional, semisal daun jati Belanda. Daun itu dipercaya dapat menggelontor lemak. ”Minumnya tiga kali sehari selama kurang lebih tiga minggu selama pemijatan,” tuturnya.

Setelah dipijat, pasien akan sering ingin buang air kecil dan buang air besar (BAB). ”Bahkan waktu pijat masih separuh jalan ada yang sudah kebelet. Tapi kebanyakan ditahan,” katanya. Kotoran yang keluar setelah dipijat, tutur Yuni, biasanya lebih lembek. ”Itu bukan hanya karena pemijatan, bisa juga karena efek daun jati Belanda,” jelasnya.

Pasien yang mengambil satu paket, lanjut Yuni, jika dilakukan secara rutin bisa mengurangi lemak tubuh 3–10 cm. Pengurangan bisa bertambah jika pasien mengambil paket pemijatan lagi. ”Paling gemuk yang pernah saya tangani bobotnya 80 kg,” katanya.

Setelah tiga minggu, bobotnya turun jadi 77 kg. Tiap bagian tubuh mengalami penyusutan berbeda. ”Di perut bisa 5-10 cm, lengan dan kaki bisa 1-3 cm,” tuturnya. ”Pemijatan ini memang ditujukan untuk mengurangi lingkar lemak di lengan, perut dan paha,” lanjut wanita yang tinggal di Kapasan Lor itu.

Pemijatan itu, katanya, bukan untuk menurunkan berat badan. Tapi, ”Lebih membentuk badan inti,” ujar Yuni. Yang dikurangi hanya lemak di tempat tertentu. Hanya, secara tidak langsung hilangnya lemak itu akan menurunkan berat badan.

Yuni bergabung Poli OTI sejak 2003. Sebelumnya, dia menempuh kursus khusus mengenai akupresser dan aromaterapi. ”Beberapa pengajarnya dari Unair,” kata penghobi makan itu. Antara lain, drh RTS Adi Cara dan Dr Mangestuti Agil MS Apt. Sebelum jadi terapis pijat, Yuni menjalani training di Poli OTI.

Sampai saat ini hanya dia sendiri terapis pijat khusus pelangsingan di OTI. Untuk mengantisipasi membeludaknya pasien, setiap pasien harus membuat janji dulu. ”Karena itu, tidak pernah terjadi pasien bentrok pada waktu yang sama,” kata ibu satu anak itu.

Namun, karena pasien pelangsingan sekarang masih sepi, jika tiba-tiba ada pasien yang dating, ya tetap dilayani. ”Kan sepi, jadi tidak masalah,” kata Yuni.

Pemijatan di OTI itu menggunakan minyak tertentu yang dioleskan pada kulit. Minyak itu membuat lemak terbakar saat dipijat. ”Mekanisme obat memang bekerja dengan cara itu,” kata dr H.Arijanto Jonosewojo SpPD, kepala Poli OTI. ”Obat kan bisa bekerja dengan cara macam-macam. Kalau ini dengan cara dimasukkan lewat kulit,” lanjutnya.

Diakui, sumber daya di Poli OTI sangat terbatas. Dia berencana menambah tenaga, khususnys bidang terapi. ”Sudah ada yang mendaftar dari lulusan D3 Batra (pengobatan tradisional, Red.) FK Unair. Kemungkinan terapi akan bertambah dua orang lagi,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada penafsiran yang kurang tepat mengenai pengobatan alternatif di masyarakat. Banyak yang memandang alternatif itu tidak baik. Sesungguhnya pengobatan alternatif itu ya merupakan bagian dari pengobatan. Alternatif terbagi dua, tradisional dan modern. ”Alternatif modern itu contohnya hiperbarik,” katanya. RSU dr Soetomo mendapat kepercayaan menjalankan pengobatan komplementer-alternatif itu. ”SK-nya keluar tahun 2006,” kata Arijanto. (cfu)

Sumber : http://www.jawapos.co.id

Categories: terapi pijat | Tags: | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Pijat Pelangsingan di Poliklinik OTI RSU dr Soetomo

  1. Rinda

    Saya tertarik dg terapi pijat ini, kira – kira berapa ya biaya yang harus saya keluarkan untuk terapi pemijatan dalam satu paket???

    • Yth. Ibu Rinda yang baik,

      Maaf sebelumnya, karena saya tidak bisa membantu memberikan jawaban yg pasti dr pertanyaan Ibu. Saran saya bisa Ibu Rinda tanyakan langsung ke Poliklinik OTI RSU Dr.Soetomo.

      Selamat mencoba.

      Salam hangat dan sehat selalu,

      PijatKeluargaSehat !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: