Menikmati Pijat Refleksi di Pattaya

Oleh : J. Subagia Made

pijat reflexology di pattaya

pijat reflexology di pattaya

Pijat Refleksi tidak saja dianggap sebagai sarana kesehatan. Dengan strategi yang tepat, yaitu menjadikan turis sebagai targetnya, Thailand telah mampu mendorong bisnis pijat refleksinya untuk meraup banyak keuntungan.

MENDENGAR istilah pijat, sebagian dari kita mungkin masih teringat dengan kasus menggelikan, ”pad lock”, yang wajib dipakai para gadis pemijat di daerah Batu, Jawa Timur, demi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Pijat refleksi, adalah pijat kesehatan yang jauh dari konotasi negatif. Pijat refleksi bahkan lazim dilakukan di tempat-tempat terbuka di depan lalu lalang para pejalan kaki dan pengunjung mal.

Jika anda pernah singgah di kota Bangkok, atau melancong di berbagai tempat di Thailand, entah pantai Pattaya, pantai Phuket, di Chiang Mai, atau tempat lainnya, anda akan mendapati banyak gerai-gerai pijat refleksi di deretan pertokoan, atau pojok-pojok pusat belanja.

Turis sebagai Target

Bisnis pijat refleksi di Thailand adalah bisnis yang sangat menggiurkan. Betapa tidak, setiap bulan, seorang pemijat dapat memperolen penghasilan minimal 2 juta rupiah (Bath 8000).  Padahal rata-rata sebuah gerai pijat mempekerjakan 5 sampai 8 juru pijat. Dapat dibayangkan bila terdapat ribuan gerai pijat refleksi di negeri Gajah Putih tersebut.

Mengapa bisnis pijat refleksi di Thailand sangat menjanjikan? Hal ini tidak terlepas dari keberadaan para turis yang berdatangan ke Thailand. Menurut Prapan, seorang pengamat pariwisata Thailand, hal ini tak lepas dari konsep pemerintah yang memberi prioritas tinggi untuk pariwisata. Pernah konon, mantan PM Thaksin Sinawatra, mengatakan, apabila setiap orang dari 15 juta wisatawan yang mengunjungi Thailand setiap tahun menyantap setengah kilogram beras, maka Thailand tidak perlu bersusah payah mencari pangsa ekspor beras, karena konsumsi wisatawan tersebut praktis menyerap 7,5 juta ton dari total 1 juta ton produksi beras Thailand. Belum terhitung konsumsi buah-buahan, sayur, daging, ikan, dan belanja pakaian, perhiasan, alas kaki, dll.

Dengan pemikiran demikian itu, wajar saja bila pemerintah Thailand berupaya keras mengedepankan pariwisata. Semua pihak didorong agar terjadi sinergi antara sektor-sektor yang berkepentingan terhadap pariwisata, di antaranya mall-mall, sistem trotoar, angkutan, pertamanan, hotel, dll.

Salah satu sisi Thailand boleh berbangga menjadi negeri sorganya pejalan kaki. Orang asing di Thailand sangat menikmati jalan kaki di seluruh pelosok negeri. Tidak hanya di jalan-jalan trotoar kota, orang asing sangat aman berjalan-jalan di pantai. Berjalan kaki memungkinkan wisatawan menikmati obyek-obyek wisata seperti puluhan ribu kuil Budha, museum, mall, keraton, dll.

Dengan momentum yang tepat dan keberadaan yang mudah dijangkau, maka pijat refleksi kemudian ditawarkan kepada para turis tersebut sebagai tempat untuk berisitirahat sekaligus memulihkan kepenatan mereka setelah berjalan melihat berbagai objek turisme.

Bukan sembarang pijat

Pijat refleksi di Thailand, ternyata bukanlah sembarang pijat. Pijat refleksi memakai teori yang cukup ilmiah. Seorang pemilik panti pijat di bilangan Pattaya, Suthai Chulangorn, mengatakan bahwa orang cenderung kurang memperhatikan kesehatan kaki karena kaki, atau jari-jari kaki adalah ujung terjauh dari tubuh manusia. Padahal, menurut Suthai, kelancaran peredaran darah ke seluruh tubuh sangat tergantung pada kelancaran peredaran di jari-jari kaki yang memutar balik peredaran darah. Pertanda ketidaklancaran peredaran darah adalah apabila terasa sakit bila jari-jari kaki dipijit. Bagi orang yang belum pernah dipijit jari kakinya, akan terasa cukup sakit. Namun jika dilakukan beberapa kali, maka rasa sakit itu akan hilang. Demikian juga pegal-pegal di bagian tubuh lainnya akan berkurang, sehingga tubuh terasa akan segar kembali.

Belajar Sebelum Praktek

Bisnis panti pijat refleksi di Thailand terus berkembang dan berhasil menyerap ribuan tenaga kerja setiap tahunnya. Untuk dapat menjadi pemijat refleksi, rata-rata seseorang harus belajar dan praktek selama 2 bulan dengan bimbingan seorang ahli. Setelah lulus, siswa akan diberikan sertifikat dan siap untuk melakukan praktek.

Bagaimana di Indonesia?

Dewasa ini, sudah banyak cukup panti pijat refleksi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Namun, peluang bisnis pijat refleksi sebenarnya masih sangat terbuka. Kemampuan tenaga kerja di Indonesia untuk terjun di bidang usaha pijat refleksi juga cukup baik. Dengan tarif yang lebih merakyat, pijat refleksi merupakan peluang bisnis yang cukup menguntungkan.

Categories: pijat wirausaha | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: