Monthly Archives: July 2010

Peluang Usaha GRIYA LANGSING SEHAT

Apakah Anda ingin langsing sehat dalam 45 menit ?

Bisakah langsing dengan cara alami, tanpa obat, diet ketat dan olah raga berat serta tanpa efek samping ?

Apakah Anda ingin mengatasi fobia kegemukan ?

Apakah Anda ingin punya usaha bisnis pelangsingan di rumah dengan profit yang menarik ?

Apakah Anda ingin punya usaha dengan investasi 30 juta dan balik modal dalam waktu cepat ?

GRIYA HYPNO PIJAT LANGSING memberikan solusi atas semua masalah Anda diatas.

GRIYA HYPNO PIJAT LANGSING adalah sebuah terapi pelangsingan badan dan pola makan sehat berbasis metode PIJAT, ENERGI, EFT dan HYPNOTHERAPHY.

GRIYA HYPNO PIJAT LANGSING merupakan hasil dari penelitian OA Yuwono, SE, MM Founder Pijat Keluarga Sehat.

Dengan visi dan misi yang ada, Griya Hypno Pijat Langsing bertekad terus melebarkan sayap menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Optimis untuk mampu bersaing menghadirkan pelayanan yang optimal dan berkualitas sebagai jawaban akan kebutuhan masyarakat yang ingin mengurangi berat badan, menjadi langsing, sehat dan penuh vitalitas.

Metode Pijat Pelangsingan, Energi, EFT dan Hypnotherapy yang ada di Griya Hypno Pijat Langsing memiliki beberapa khasiat atau manfaat antara lain:

  1. Menurunkan lingkar perut 0,1 – 25 cm atau berat badan 0,5 – 3 kg ditempat dalam satu sesi terapi
  2. Menaikan tingkat energi
  3. Meningkatkan metabolisme tubuh
  4. Meningkatkan kesadaran tubuh
  5. Mengurangi ketegangan dan kepanikan yang terkait dengan kondisi stress
  6. Menimbulkan relaksasi yang sangat mendalam
  7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  8. Menstabilkan kondisi-kondisi psikologis dan emosional
  9. Meningkatkan stamina tubuh
  10. Meleluasakan badan,pikiran dan jiwa

BENEFIT BERGABUNG BERSAMA Griya Hypno Langsing Sehat :

  1. Target pasar yang jelas dan luas.
  2. Training dan seleksi karyawan.
  3. Bisnis jangka panjang
  4. Peluang market masih besar.
  5. Kualitas produk dan pelayanan .
  6. MARGIN sangat besar. Griya Hypno Pijat Langsing Sehat merupakan bisnis jasa dimana marginnya dapat mencapai 40-70%.
  7. KUALITAS TERJAMIN.
  8. Target pasar yang jelas dan luas.
  9. Training dan seleksi karyawan.
  10. Sumber daya manusia di Griya Hypno Pijat Langsing sangat terlatih karena kita memberikan training full knowledge.

Bagi anda yang mengerti pentingnya SDM, ini adalah satu faktor mengambil Griya Hypno Pijat Langsing sebagai bisnis anda selanjutnya.

KONSEP KERJASAMA GRIYA HYPNO LANGSING SEHAT

Mitra dikenakan  Fee Kemitraan dan bagi hasil dari keuntungan bersih, Griya Hypno Pijat Langsing hanya melakukan pelatihan dan sertifikasi sedangkan recruitmen dan penempatan dilakukan mitra

PERSYARATAN MITRA

  • Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir Memiliki dana yang cukup untuk investasi
  • Memiliki lokasi standar Griya Hypno Langsing Sehat
  • Bersedia training di outlet yang akan dibuka.
  • Mentaati semua peraturan Griya Hypno Pijat Langsing Sehat yang ada saat ini dan yang akan datang sesuai dengan perjanjian kerjasama.
  • Memenuhi persyaratan perijinan.

FASILITAS

  1. Promosi bersama ( media cetak dan elektronik ).
  2. Training terapis selama 1 bulan atau sampai menguasai sesuai standart Griya Hypno Langsing Sehat.
  3. Dibantu mencarikan terapis

Jika ada hal-hal yang kurang jelas bisa ditanyakan secara langsung kepada saya di

mobile : 0819 3265 8331 atau

email : pijatkeluargasehat@gmail.com

Saya sampaikan terima kasih yang setulusnya atas kunjungan serta partisipasinya ke blog ini melalui pertanyaan-pertanyaan yang Bapak atau Ibu ajukan selama ini.

Salam hangat dan sehat selalu,

Pijat Keluarga Sehat !!

Blog Informasi Terapi Pijat Pertama di Indonesia, Blog Homecare Terapi : Pijat dan Bekam Pertama di Indonesia, Blog Pelatihan Terapis Pijat Pertama di Indonesia, Blog Konsultasi Bisnis Pijat Pertama di Indonesia


Advertisements
Categories: kemitraan pijat langsing, pijat pelangsingan, pijat wirausaha | Tags: , , , , , | 3 Comments

PLEASE … BUNDA TOLONG MANDIKAN AKU SEKALI SAJA

Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not to be the best?,” begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Kampus, mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.

Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, “Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya ?” Dengan sigap Dewi menjawab, “Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna”. “Everything is OK !, Don’t worry Everything is under control kok !” begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri.

Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd. dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. “Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda”. Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya dirumah apa bila ia merasa kesepian.

Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau ”memahami” orangtuanya.

Dengan Bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Dewi pada saya , Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya,” Bunda aku ingin mandi sama bunda…please…please bunda”, pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap.

Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. “Bunda, mandikan aku !” Ayo dong bunda mandikan aku sekali ini saja…?” kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya.

Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, “Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di Ruang Emergency”.

Dewi, ketika diberi tahu soal Bayu, sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang… terlambat sudah…Tuhan sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh Tuhannya.. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.

Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata “Ini Bunda Nak…., Hari ini Bunda mandikan Bayu ya…sayang….! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak..” . Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil. . Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, “Inikan sudah takdir, ya kan..!” Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di panggil, ya dia pergi juga, iya kan?”. Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain.

Sementara di sebelah kanannya, Suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya.

Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, “Inilah konsekuensi sebuah pilihan!” lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.

Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa di duga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat diatas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. “Bayu maafkan Bunda ya sayaang..!!, ampuni bundamu ya nak…? serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.

Sepanjang persahabatan kami, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini.

Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris “Bangunlah Bayu sayaaangku….Bangun Bayu cintaku, ayo bangun nak…..?!?” pintanya berulang-ulang, “Bunda mau mandikan kamu sayang…. Tolong Beri kesempatan Bunda sekali saja Nak…. Sekali ini saja, Bayu.. anakku…?” Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.

Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat manusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini…tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur, sesal kemudian tak berguna. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting dari pada hanya sekedar memandikan seorang anak ….

Sumber : CERITA KISAH NYATA KEHIDUPAN (NOVEL ONLINE)

Categories: motivasi & inspirasi | Tags: | 1 Comment

Blog at WordPress.com.