Monthly Archives: March 2012

31 Puskesmas di Indonesia Punya Layanan Pijat

Sumber : AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jakarta, Suka pijat, tetapi sungkan mendatangi panti pijat karena takut disangka yang tidak-tidak? Tidak ada salahnya datang ke Puskesmas, sebab 31 Puskesmas di Indonesia sudah memadukan pijat akupresur sebagai pelengkap pengobatan strandar.

Layanan pijat akupresur di Puskesmas merupakan bagian dari Program Integrasi Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer di Fasilitas Kesehatan. Program yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini sudah dirintis sejak tahun 2010.

Pada tahun 2011, realisasi program ini di tingkat rumah sakit telah mencakup 30 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu contohnya dengan menyandingkan resep obat moderen dengan obat tradisional, tentunya yang sudah teruji khasiat dan keamanannya.

Realisasi di tingkat Puskesmas juga meliputi pemakaian ramuan tradisional, yang sudah dilakukan di 42 Puskesmas. Bukan itu saja, layanan alternatif yang cukup populer yakni pijat akupresur dan dikerjakan oleh tenaga dokter terlatih juga sudah bisa ditemui di 31 Puskesmas.

“Ada 2 pilihan, yang pertama dokter memberikan resep ramuan. Pilihan lainnya, dokter menentukan titik-titik meredian untuk dipijat. Jadi tidak asal-asalan,” kata dr Abidinsyah Siregar, DHSM, M.Kes, Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer di Gedung Kemenkes, Jumat (2/3/2012).

Untuk semakin memberdayakan potensi alam Indonesia, Kementerian Kesehatan memang gencar memasyarakatkan penggunaan obat tradisional. Salah satunya dengan membuka Sentra P3T (Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) yang pada tahun 2011 sudah berdiri di 11 provinsi.

Mengingat masih ada ribuan sumber daya obat tradisional yang belum dimanfaatkan dengan optimal dan belum diteliti secara ilmiah, jumlah Sentra P3T akan terus ditingkatkan pada 2012. Rencananya pada tahun ini Kemenkes akan mendirikan sentra-sentra P3T baru di 10 Provinsi.
(up/ir)

Advertisements
Categories: terapi pijat | Tags: | Leave a comment

Pijat Tingkatkan Kekebalan Tubuh

SETELAH diteliti lebih jauh, diketahui ternyata selain mampu membuat tubuh lebih bugar, pemijatan secara tidak langsung dapat mencegah penyakit dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

Pemijatan merupakan pemberian energi yang dimasukan ke tubuh untuk memperlancar peredaran darah sehingga dapat terhindar dari penyakit bahkan dapat pula mengobati penyakit. Sudah banyak diakui bahwa pijat dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Jenis pijat pun kini makin bervariasi, di antaranya pijat tradisional atau pijat yang paling dikenal di Indonesia, biasa dikenal dengan istilah urut. Pijat refleksi yang mempelajari pijat di titik-titik tubuh tertentu dan berasal dari China. Kemudian shiatsu yang merupakan teknik memijat yang berasal dari Jepang. Lalu ada hot stone massage atau pijat batu panas dengan menggunakan batu vulkanik yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu.

Swedish massage atau pijat Swedia dengan teknik memijat yang tidak terlalu keras dan menggunakan telapak tangan memberi tekanan pada otot dan tulang. Thai massage atau pijat Thai dengan menggunakan energi tubuh dan lembut, manfaatnya adalah untuk relaksasi bahkan mampu membangkitkan gairah terhadap pasangan. French massage atau pijat Prancis yang bermanfaat menambah kecantikan.

Dalam sebuah uji coba terhadap orang dewasa yang sehat, pemijatan baik yang ringan ataupun berat mampu memicu perubahan bermanfaat pada sel imun yang dikenal berperan melindungi tubuh dari penyakit.

Untuk mengujinya, sebanyak 29 sukarelawan diminta mengikuti sesi pemijatan selama 45 menit. Sebelum dimulai, tubuh mereka dipasangi dengan kateter intravena untuk mengambil sampel darah selama pemijatan. Sampel darah diambil saat 5 menit dan 1 menit sebelum pemijatan dan 1, 5, 10, 15, 30, dan 60 setelah pemijatan.

Setelah sampel darah dianalisis, para ilmuwan menemukan bahwa para sukarelawan mengalami perubahan yang signifikan pada sel imun yang mampu mencegah penyakit. Para sukarelawan juga mengalami penurunan kadar hormon kortisol pemicu stres begitu juga penurunan arginin vasopressin hormon yang memengaruhi perilaku agresif.

Sumber : mediaindonesia.com

Categories: terapi pijat | Tags: , , , | Leave a comment

Pelatihan Pijat Bayi dan Pijat Praktis Untuk Petugas PUSKESMAS Provinsi Sumatra Selatan

Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan Pijat Sehat (LP3S) bekerjasama dengan Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) Palembang telah selesai mengadakan Orientasi Pijat Tradisional Bagi Petugas PUSKESMAS (Pelatihan Pijat Bayi/Baby Massage dan Pijat Praktis).

Orientasi Pijat Tradisional Bagi Petugas PUSKESMAS dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari Petugas Puskesmas, Bidan, Perawat dan Dokter  seluruh PUSKESMAS yang ada di Propinsi Sumatra Selatan yang diadakan dari tanggal 23-25 Februari 2012 yang bertempat di BAPELKES Palembang.

Daftar Peserta Orientasi Pijat Tradisional Bagi Petugas PUSKESMAS, antara lain :

  1. dr. Salilul Hulwan M, M.Kes
  2. dr. Ria A. Meidiana, M.Kes
  3. Eka Fajrianti, Am.Kep
  4. dr. Dian Karnita
  5. Supri Jenata, S.Kep, Ns
  6. Martina, SKM
  7. dr. Indah Oktariani
  8. Yuli Susilawati
  9. Herniyanti
  10. dr. Renny Lestari Avriyani
  11. Yulita Nuruswati, Am.Kep
  12. dr. Masayu Meidiawati
  13. Lismayanti
  14. drg. Susi Osdar
  15. Halimatusakdiah, Am.Kep
  16. dr. Sumeiry Inggitia
  17. Dwi Sartika, S.Kep
  18. dr. Nurul Aliya
  19. dr. Hj. Heliyanti, M.Kes
  20. Ria Diana Sari, Am.Kep
  21. H. Wibowo Apriandi, Am.Kep
  22. dr. Teti Hendrayani
  23. Ida Susanti, Am.Kep
  24. dr. Siti Atika Widiastuti
  25. dr. Hj. Siska Susanti, M.Kes
  26. dr. Unita Magdalena
  27. Komariah
  28. Yonalia Dianti
  29. dr. Santa Maria
  30. Agus Ramdhani
  31. Jaka Priyanta
  32. Mujiono
  33. Evi Nudarisyah, SE
  34. Emilia, SKM
  35. dr. Bayu Murdalin
  36. Emma Kartini, AMK
  37. Irma Julita Sari, S.Kep
  38. Rospita Siagian
  39. Siti Apridah
  40. Arnilawati

Ternyata pijat itu mudah, sederhana dan menyenangkan sekali

dr. Sumeiry Inggitia

Sangat menambah wawasan dan pengetahuan. Terima kasih untuk ilmu yang sudah dibagikan.

dr. Unita Magdalena

Pelatihan dan bimbingannya sudah OK…Tutor-nya mantap dan humoris. Semoga ke depan ada pelatihan pijat yang lebih OK dan bermanfaat. Terima untuk para pengajar dan tim.

dr. Bayu Murdalin

Sangat mengesankan dan pengalaman yang tak terlupakan serta sangat bermanfaat karena selama ini…pijat urut sangat tidak saya sukai…setelah ikut pelatihan Baby Massage dan Pijat Praktis, ternyata pijat sangat mengasyikkan dan bermanfaat untuk kita dan orang lain…dan pijat ternyata gampang dan tidak susah dipelajari…Terima kasih untuk pelatihan LKTM  dan para pengajar pijat.

dr. Nurul Aliya

Selama pelatihan seru, asyik, bebas ngantuk…tuk. Instruktur-nya SERSAN (serius tapi santai).  Sering-sering dong pelatihan pijat kaya gini lagi.

dr. Siti Atika

Dapat  ilmu pijat dan Baby Massage, Instruktur-nya professional, mudah diterima materinya dan tidak monoton.

Yonalia Dianti

Pelatihannya sangat enjoy sekali, bisa diserap dengan mudah, bisa diterima dengan pemikiran simple. Baby Massage menjadi pengetahuan baru bagi saya dan bisa diterapkan/ dipraktekkan pada bayi saya (umur 6 bulan).

Agus Ramdhani, Balai Pengobatan Korpri Prov. Sumsel

Sangat bagus diadakan untuk petugas medis dan bisa diterapkan langsung kepada masyarakat dan pasien.

dr. Indah Oktariani

Terima kasih atas ilmu dan pelatihan yang telah diberikan mengenai pijat praktis dan pijat bayi, sangat beranfaat buat saya pribadi dan mudah-mudahan bisa diterapkan juga ditempat tugas.

dr. Teti Hendrayani

Pelatihan (pijat praktis dan pijat bayi) yang menyenangkan, rileks, mendapat ilmu pengetahuan baru yang menambah wacana

dr. Masayu Meidiawati

Terima kasih, kami telah mendapatkan ilmu praktis yang sangat luar biasa manfaatnya.

Jaka Priyanta

Sumber : belajarpijatprofesional.wordpress.com
————————————————————————-

Tip’s Manfaat dan Cara Pijat Bayi

Manfaat Pijat Bayi

Pijat Bayi adalah praktek pengasuhan anak kuno yang masih dipraktekkan di seluruh dunia. Penelitian medis terbaru telah membuktikan banyaknya manfaat pijat bayi. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi prematur yang dipijat tiga kali sehari selama sepuluh hari mendapatkan kenaikan berat badan hampir 50 persen lebih banyak, lebih aktif dan waspada dan dapat meninggalkan rumah sakit enam hari lebih cepat dibandingkan bayi prematur lainnya. Pijat bayi bermanfaat merangsang  syaraf motorik, memperbaiki pola tidur, membantu pencernaan dan meningkatkan ketenangan  emosional anak, selain menyehatkan tubuh dan otot-otot. Bayi yang dipijat dengan baik dan teratur  dapat tumbuh lebih sehat dan berkembang lebih baik. Berikut adalah beberapa tips pijat untuk bayi.

Cara Pijat Bayi

  • Pilih waktu pemijatan saat Anda santai dan tidak tergesa-gesa dan tidak akan terputus di tengah jalan. Jangan memijat bayi sebelum atau setelah makan, atau ketika bayi sakit.  Jangan membangunkan bayi untuk dipijat.
  • Siapkan perlengkapan pijat seperti minyak untuk memijat dari baby oil, minyak telon atau minyak nabati lainnya, alas, popok bersih dan pakaian ganti. Minyak aromaterapi untuk orang dewasa mungkin tidak cocok untuk bayi.
  • Lepas gelang, cincin dan potong kuku-kuku jari Anda yang panjang agar tidak menyakiti kulit bayi Anda yang lembut tanpa  sengaja.
  • Gelar  alas atau handuk lembut di atas permukaan yang datar dan lepaskan pakaian bayi. Anda juga dapat meletakkan bayi di pangkuan Anda. Letakkan bayi dengan posisi telentang saat Anda memijat bagian depan bayi Anda, lalu tengkurap saat memijat bagian belakang.
  • Gosokkan hanya sekitar setengah sendok teh minyak pada telapak tangan Anda untuk memudahkan pijatan tangan Anda  meluncur di tubuh bayi. Anda dapat menambahkan lebih banyak minyak di tubuh bayi kemudian sesuai kebutuhan.
  • Pijat bayi dengan lembut namun tegas dengan telapak tangan atau jari. Pijatlah dengan ringan secara melingkar di dada dan perut, pijat kedua bahu, turun ke bawah di lengan dan kaki lalu kembali ke atas pada bagian punggung.  Bayi baru lahir dapat menikmati hanya dua sampai lima menit pijatan, sementara bayi berusia lebih dari dua bulan dapat menikmati lebih lama.
  • Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada tubuh bayi yang rapuh dan hindari daerah tulang belakang.
  • Tenangkan bayi agar tidak bergerak saat dipijat dengan berbicara atau bernyanyi.
  • Kontak mata dengan bayi membuatnya merasa mendapatkan perhatian penuh dari Anda.
  • Berhenti  memijat secara mendadak dapat membuat bayi waspada. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan pelan-pelan dan lembut saat akan menghentikan pijatan.
  • Jangan menggunakan minyak di kepala atau wajah. Jaga agar minyak tidak terkena jemari bayi karena mereka cenderung menempatkan jari di  mulut atau mata, sehingga dapat menyebabkan iritasi.
  • Selubungi bayi dengan handuk bersih dan hangat setelah dipijat dan peluklah dia.
  • Hindari ruam, luka atau daerah di mana bayi mendapat suntikan vaksinasinya atau mungkin karena sakit.
  • Anda dapat terus memijat bayi Anda sampai dia berusia tiga atau empat tahun, karena manfaat pijat yang baik sangat banyak.

Sumber : majalahkesehatan.com

Categories: pijat bayi, pijat pelatihan | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.