Monthly Archives: June 2013

Annisa Pohan Ketagihan Pijat

detail berita

Annisa Pohan (Foto: Dok. P&G)

MENJALANI aktivitas yang padat, kadang tubuh dihinggapi stres dan kelelahan. Untuk mengusirnya, Annisa Pohan rutin melakukan pijat.

Sebagai seorang ibu muda, Annisa Pohan punya segudang aktivitas. Sehari-harinya, wanita yang aktif di bidang sosial ini harus membagi waktu antara keluarga dan pekerjaannya. Hal ini kerap membuat Annisa diliputi rasa stres dan kelelahan.

Bagaimana istri Agus Harimurti Yudhoyono ini meredam stres?

“Saya suka sekali pijat,” tutur wanita cantik ini dalam acara The Secret is Out  bersama Olay Total Effects di Mandarin Hotel, Jakarta, Rabu, 3 April 2013.
Untuk mendapatkan pijat yang diinginkan, Annisa tidak pergi ke spa. “Saya lebih suka memanggil terapis ke rumah, supaya anak saya (Almira Tunggadewi) bisa lihat juga,” urainya.

“Untuk pijat ini saya rutin, sekali dalam sepekan saya pasti pijat,” tutupnya.
Sumber : okezone.com
Advertisements
Categories: Pijat News, pijat testimoni, terapi pijat | Tags: , , , | Leave a comment

Pilah-Pilih Pengobatan Alternatif yang Aman

reflexology2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belakangan kehadiran pengobatan alternatif semakin marak. Ada yang menawarkan pengobatan pijat refleksi, akupunktur sampai pengobatan herbal. Belum lagi yang melakukan promosi melalui media-media cetak, radio, dan televisi. Bahkan ada yang mencantumkan pengakuan pasien yang telah berhasil lewat pengobatan tersebut. Wow… pasti menggiurkan sekali!

Klasifikasi
Asal tahu saja, pengobatan tradisional sangat beragam. Anda bebas memilih sesuai kebutuhan. Departemen Kesehatan mengklasifikasikannya menjadi 4 golongan, yaitu:

1. Pengobatan tradisional keterampilan
Pengobatan tradisional pijat urut, patah tulang, sunat, dukun bayi, refleksi, akupresur, akupunktur, chiropractor dan pengobatan tradisional lainnya yang metodenya sejenis.

2. Pengobatan tradisional ramuan
Pengobatan tradisional ramuan Indonesia (jamu), gurah, tabib, sinse, homoeopati, aromaterapi dan pengobatan tradisional lainnya yang meto-denya sejenis.

3. Pengobatan tradisional pendekatan agama
Pengobatan tradisional dengan pendekatan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Buddha.

4. Pengobatan tradisional supranatural
Pengobatan tradisional tenaga dalam (prana), paranormal, reiki master, qigong, dukun kebatinan dan pengobatan tradisional lainnya yang metodenya sejenis.

Yang Mesti Diperhatikan
Pilihan yang tepat dapat mengatasi keluhan yang dirasakan. Inilah beberapa hal yang penting dijadikan acuan dalam memilih pengobatan tradisional yang tepat.

1. Kantongi Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) atau Surat Izin Pengobat Tradisional (SIPT)
Semua pengobat tradisional yang menjalankan pekerjaan pengobatan tradisional wajib mendaftarkan diri kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat untuk memperoleh STPT. Selain itu, pengobat tradisional dengan cara supranatural harus mendapat rekomendasi terlebih dahulu dari Kejaksaan Kabupaten/Kota setempat. Sementara pengobat tradisional dengan cara pendekatan agama harus mendapat rekomendasi terlebih dahulu dari kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota setempat.

Akan halnya SIPT, khusus diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kepada pengobat tradisional yang metodenya telah memenuhi persyaratan penapisan, pengkajian, penelitian dan pengujian, serta terbukti aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Saat ini, yang memperoleh SIPT baru akupunktur karena sudah ada pengkajian dan penelitiannya secara formal di Indonesia. Mungkin bidang yang lain akan menyusul setelah dilakukan penapisan, pengkajian dan penelitian. Memang ada beberapa seperti homoeopati yang kalau di luar negeri sudah ada jurusan khusus yang mempelajari, tapi di Indonesia belum.

2. Mencantumkan STPT atau SIPT pada papan nama
Pengobat tradisional yang mencantumkan STPT/SIPT pada papan namanya, pertanda telah mendaftarkan secara resmi ke Dinas Kesehatan. Yang berarti juga berada di bawah pembinaan Dinas Kesehatan yang bersangkutan.

3. Mintalah keterangan yang jelas kepada pengobat tradisional
Sebelum melakukan pengobatan, konsumen hendaknya minta informasi kepada pengobat tentang tindak pengobatan yang akan dilakukan. Setiap pengobat wajib memberikan informasi pengobatan yang akan dilakukan. Informasi ini dapat diberikan secara lisan dan mencakup keuntungan maupun kerugian dari tindakan pengobatan yang akan dilakukan.

4. Pengobat wajib minta persetujuan
Semua tindakan pengobatan tradisional yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapatkan persetujuan pasien dan/atau keluarganya. Persetujuan ini dapat diberikan secara tertulis maupun lisan. Bila tindakan pengobatan itu berisiko tinggi bagi pasien, diperlukan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan.

5. Wajib membuat catatan status pasien
Pengobat tradisional dalam memberikan pelayanan wajib membuat catatan status pasien. Sehingga pengobat memiliki data tentang obat-obatan yang telah diberikan, yang bisa jadi bermanfaat untuk pengobatan selanjutnya.

6. Biaya layak
Biaya pengobatan yang dibebankan kepada konsumen hendaknya layak. Dalam arti, sebanding dengan tindakan pengobatan yang dilakukan serta obatan-obatan yang diberikan. Misal, jamu, alat yang harus dipakai, dan lain-lain. Bila biaya yang diberikan tidak masuk akal sebaiknya hindari.  (Tabloid Nakita)

Sumber :

Tabloid Nakita

Categories: Perijinan Pijat, Pijat Altenatif | Tags: , , , , , , | Leave a comment

13 Fakta Penting Tentang Pijat

Yahoo! SHE

Oleh | Yahoo! SHE – Kam, 2 Mei 2013 12:16 WIB

Oleh: Marmi Panti Hidayah
Siapa sih yang tak suka dipijat? Selain terasa nikmat, pijatan juga bisa mengusir stress dan membuat pikiran lebih rileks. Namun apakah ada manfaatnya untuk kesehatan?

Dokter Hawin Nurdiana, M.Kes. memaparkan, tujuan pijat adalah memperlancar peredarah darah. “Darah bertugas membawa zat-zat, di antaranya oksigen, ke seluruh tubuh. Lancarnya peredaran darah akan mengaktifkan kerja organ-organ tubuh,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan pemahaman masyarakat bahwa pijat dapat menyembuhkan masuk angin?

Menurut dr. Hawin, masuk angin biasanya terjadi pada orang yang terlalu letih atau stres. Akibatnya timbul rasa nyeri di otot. Pijat inilah yang bisa merelaksasikan otot-otot yang tegang (mengalami kontraksi) tersebut.

Diwawancara secara terpisah, Founder & Owner Pijat Keluarga Sehat Indonesia, O.A. Yuwono menuturkan bahwa pijatan juga dapat mengurangi ketegangan pada otot akibat aktivitas sehari-hari. Pijat juga dapat memperbaiki sirkulasi darah, karena saat pemijatan, ada titik-titik tertentu yang ditekan sehingga daerah yang darahnya tersumbat akan lancar kembali.

Pijat juga dapat mengurangi ketegangan pada otot akibat aktivitas sehar-hari. “Dengan pijatan, tekanan pada otot bisa berkurang,” ujarnya. Selain itu, “Pemijatan menghasilkan hormon endorfin yang membuat kita merasa nyaman dan enak,” jelasnya.

Dokter Hawin sepakat, dari sisi kesehatan, pijat memang banyak manfaat baik secara fisik maupun psikis, bahkan membantu penyembuhan berbagai penyakit fisik.

Berikut manfaat pijat secara luas seperti diungkapkan dr. Hawin Nurdiana, M.Kes:

1. Pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah, sehingga organ-organ vital dan jaringan lain dalam tubuh akan memperoleh lebih banyak oksigen dan nutrisi penting.

2. Pijat dapat mengatur tekanan darah, mengurangi hipertensi. Ketika dipijat, tubuh akan dirangsang agar mempengaruhi reseptor tekanan di bagian otak yang mengatur tekanan darah.

3. Pemijatan pada daerah dada, leher, dan punggung mampu menurunkan denyut jantung hingga 10 denyut tiap menitnya. Alhasil, tekanan darah menurun sebanyak delapan persen.

4. Pijat menyehatkan paru-paru dan perut. Ketika dipijat, saraf vagus yang ikut mengatur sistem pencernaan dan pernapasan akan mengatur paru-paru bernapas lebih lambat dan dalam sehingga dapat memaksimalkan sistem pencernaan.

5. Meningkatkan kemampuan otak. Gelombang otak memiliki kemampuan untuk berubah-ubah sesuai kondisi tubuh seseorang. Pemijatan pada pagi hari dapat membuat tubuh terasa lebih segar dan waspada. Sementara bila pemijatan dilakukan sebelum tidur malam, akan menyebabkan tidur lebih nyenyak.

6. Meningkatkan fungsi kulit dan peredaran darah. Dapat pula membantu proses produksi kelenjar keringat dalam menghasilkan keringat, sehingga zat tidak berguna dalam tubuh dapat dibuang bersama keringat.

7. Gerakan pijat yang dilakukan dengan cara menekan dan menghentak seperti meremas, memukul, dan menepuk dapat membantu melarutkan lemak.

8. Mengurangi stres. Saat dipijat, saraf vagus akan mengirim sinyal ke kelenjar adrenal untuk menekan produksi hormon stres seperti kortisol.

9. Pijat juga mampu mengurangi rasa sakit karena sel-sel saraf kulit yang ditekan mengirim sinyal melalui salah satu pusat nyeri, yakni sumsum tulang belakang. Dalam perjalanannya, sinyal tekanan lebih cepat ketimbang rasa sakit sehingga dapat mengurangi nyeri.

10. Meningkatkan daya tahan tubuh. Hormon kortisol yang menurun saat dipijat dapat mengurangi stres dan meningkatkan sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita.

Namun demikian, lanjut dr. Hawin, ada juga dampak buruk apabila sering dipijat:

– Mengalami Alergi
Minyak pijat, lotion atau minyak aromaterapi yang sering dipakai saat pijat bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

– Gula Darah Rendah
Biasanya gula darah turun setelah dipijat. The University of Maryland Medical Center (UMMC) menyarankan agar penderita diabetes memeriksa gula darah sehabis pijat. UMMC juga merekomendasikan, penderita diabetes yang suka pijat secara rutin, harus membuat grafik untuk melihat pola gula darah dan memonitor kadar gula darah.

– Gumpalan Darah
Terapi pijat bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki gumpalan darah dalam tubuh. Dengan pijat, gumpalan darah tersebut bisa berpindah tempat ke jantung atau otak yang menyebabkan sumbatan sehingga bisa terjadi serangan jantung dan stroke.

Yuwono menambahkan, idealnya pijat dilakukan seminggu sekali. “Kalau setiap hari saya kira tidak perlu, karena manfaatnya justru tidak dapat dirasakan. Paling cepat tiga hari sekali,” jelasnya.

Categories: Pijat News, pijat tips, terapi pijat, tip sehat | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Sendawa Saat Pijat

2619070

Oleh: Marmi Panti Hidayah/Erly Towoliu

Seringkali tanpa disadari, kita bersendawa saat dipijat. Itu mungkin normal. Namun kenapa ada juga orang yang bersendawa saat memijat orang lain? Mari kita simak penjelasannya.

Menurut dr. Hawin Nurdiana, M.Kes, normal saja orang bersendawa saat sedang dipijat, sebab pijat berfungsi memperlancar peredaran darah. Darah bertugas membawa zat-zat, di antaranya oksigen ke seluruh tubuh. Peredaran darah yang lancar berkat dipijat akan mengaktifkan kerja organ-organ tubuh, di antaranya organ dalam sistem pencernaan.

“Organ yang semula istirahat dan menyimpan udara, menjadi aktif dan membuang udara dengan cara bersendawa,” ujar dosen di Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Jadi, lanjutnya, ”pijat sebenarnya rangsangan refleks terhadap rongga pencernaan untuk mengeluarkan udara. Pengeluarannya bisa berupa sendawa atau buang angin”.

Lalu bagaimana bila terapis pijat yang bersendawa?

Founder & Owner Pijat Keluarga Sehat Indonesia,  O.A Yuwono  menjelaskan, jika terapis bersendawa berarti tengah terjadi proses transfer energi dari orang yang dipijat kepada pemijat. Namun proses itu tidak bisa dirasakan semua terapis.

Terapis yang bersendawa biasanya karena dia memiliki kepekaan yang lebih. Karena itu, penyakit yang diderita pasien juga bisa pindah ke terapis.

“Reaksi yang terjadi pada terapis bisa bersendawa, batuk-batuk, atau mengalami pegal-pegal,” jelas Yuwono. Tak heran ada terapis merasa capek dan pegal usai memijat, tapi bukan akibat aktivitas fisik memijat.

Jadi dalam ilmu pijat, istilah transfer energi memang dikenal. Sangat berbahaya bila sang terapis tidak tahu cara membuang energi negatif (penyakit) tadi.

“Bisa dibayangkan bila dalam sehari terapis memijat empat pasien yang menderita penyakit seperti masuk angin. Bisa terjadi transfer energi dari keempat pasien, kan kasihan terapisnya,” katanya.

Oleh karena itu, Yuwono menyarankan, setiap terapis harus berdoa dulu sebelum melakukan pemijatan. “Mintalah tolong kepada Tuhan supaya energi negatif yang tertransfer ke tubuhnya bisa dikembalikan ke bumi,” ujarnya.

Selain itu, ada teknik pemijatan yang memungkinkan transfer energi dibuang ke bumi. Caranya dengan mengarahkan tangan terapist pijat ke arah bawah (arah bumi) selesai sesi pemijatan.

Namun bila ditinjau dengan ilmu kedokteran, tidak seperti itu. Menurut dr. Rifsia Ajani, proses transfer penyakit yang dialami oleh ahli terapis pijat seperti pada kasus sendawa saat memijat, tidak dikenal dalam dunia kedokteran.

“Saya belum pernah menemukan penjelasan secara ilmiah tentang hal itu,” ujar dr. Rifsia.

Kendati demikian, dalam ilmu kedokteran tetap diakui bahwa pijat memiliki banyak manfaat. Ketika masuk angin akibat keletihan dan stres misalnya, otot terasa nyeri. “Pijat membantu relaksasi otot,” katanya.

Yuwono menambahkan, indikasi masuk angin bisa dilihat pada badan yang memerah saat dipijat. “Dengan pemijatan sirkulasi darah akan lancar dan keluar angin,” ujarnya.

Agar proses pijat berjalan aman dan nyaman, O.A Yuwono memberikan tipsnya sebagai berikut, baik untuk terapis maupun yang dipijat:

– Sebelum memijat, terapis berdoa dulu minta pertolongan kepada Tuhan agar tidak terjadi transfer energi negatif dari tubuh pasien ke tubuhnya.

– Arahkan tangan terapist pijat ke arah bawah sesudah sesi pemijatan dengan niat membuang semua transfer energi negatif dari pasien ke arah bumi.

– Bagi orang yang akan pijat, pilihlah tempat pijat yang nyaman. Idealnya ruang pemijatan untuk laki-laki dan perempuan terpisah. Ini indikator paling gampang membedakan mana tempat pijat yang baik atau tidak.

– Pilihlah terapis yang memiliki sertifikat pemijatan, sehingga keahliannya dalam memijat sudah teruji dan profesional.

– Pastikan apakah tempat pijat tersebut memiliki perizinan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata untuk spa.

Categories: Pijat News, terapi pijat | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.