terapi bekam

Menjaga Kesehatan dengan Bekam

BEKAM semakin hari semakin digemari masyarakat Indonesia. Tak hanya penduduk beragama muslim, pengobatan ala Rasulullah ini pun diminati banyak masyarakat nonmuslim. Hal itu karena pengobatan ala Rasulullah SAW ini terbukti ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan teknik pemijatan dan membuang darah kotor dari dalam tubuh.

Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadis Bukhari. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah bersabda, “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal yakni dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas.”

Tak hanya itu, teknik bekam pun telah dipraktikkan di daratan China semenjak ribuan tahun lalu. Namun, bagaimana sebenarnya teknik pengobatan bekam dilakukan?

Pertama-tama kita tentu harus mengetahui bahwa bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor atau racun yang berbahaya dari dalam tubuh melalui permukaan kulit menggunakan cawan atau kop. Dengan melakukan penghisapan darah kotor, terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat, lalu akan mengalirkan darah bersih ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Teknik bekam
Teknik bekam terbagi dua jenis yakni bekam kering dan basah. Bekam kering atau bekam angin (hijamah jaaffah) dilakukan dengan mengisap permukaan kulit dan memijat daerah sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor.

Pengobatan itu sangat bermanfaat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan nyeri urat punggung karena sakit rematik. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan dengan sayatan silet, suntikan jarum, atau takut melihat darah. Kulit yang dibekam kering biasanya akan tampak merah kehitam-hitaman selama tiga hari. Sementara itu, bekam basah (hijamah rothbah) dilakukan dengan melukai  permukaan kulit jarum tajam atau silet. Kemudian, daerah di sekitar luka silet diisap dengan alat kop agar darah kotor keluar dari dalam tubuh. Lamanya proses penghisapan antara 3 dan 5 menit.

Namun, pengobatan ini tak dianjurkan bagi orang tua renta dan sakit, penderita tekanan darah rendah, perempuan hamil, perempuan sedang haid, penderita leukimia, kekurangan trombosit, alergi kulit, atau saat merasa letih, lapar, kenyang, haus, dan gugup.

Anggota tubuh yang tidak boleh dibekam yakni mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur, dan area tubuh yang banyak simpul limpa. Juga, area tubuh yang dekat dengan pembuluh besar, bagian tubuh yang terdapat varises, tumor, retak tulang, dan jaringan luka.

Ada banyak manfaat bekam antara lain melancarkan peredaran darah, meringankan badan, mengobati masuk angin, darah tinggi, kolesterol, stroke, jantung, asam urat, sakit pinggang, lever, gatal-gatal, migrain, sakit kepala, sakit mata, impotensi, sinusitis, jerawat, ambeien, maag, insomnia, stres, sering mimpi buruk, sering kesurupan, trauma, rasa takut yang berlebihan, narkoba, kurang gairah, mengeluarkan toksin, angin, dan kolesterol berbahaya dalam tubuh, kemudian memulihkan fungsi tubuh, menajamkan penglihatan, meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, serta memperbaiki sistem imunitas.

Sumber : Media Indonesia

Advertisements
Categories: terapi bekam, terapi penyakit | Tags: | Leave a comment

Sakit Kepala Sebelah, Ahmad Dhani Cukur Habis Rambut

Jakarta Baru-baru ini, bos Republik Cinta Ahmad Dhani mencukur habis rambutnya. Dhani terpaksa melakukannya untuk menjalani pengobatan tradisional demi menyembuhkan sakit kepala sebelahnya.

“Saya lagi menjalani pengobatan bekam. Nah untuk itu harus dipelontosin dulu,” jelasnya saat ditemui di studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (5/12/2009).

Dhani mengungkapkan bekam merupakan pengobatan yang sangat efektif. Bahkan menurutnya, pengobatan itu sudah ada sejak zaman rasul.

Dhani mengaku sudah mengalami sakit kepala sebelah sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah. Bahkan, Dhani jadi ketergantungan obat untuk menghilangkan rasa sakitnya.

“Lama-lama dosisnya tinggi, makanya harus memulai sesuatu yang baru untuk menghilangkan migren,” ucapnya.
(hkm/hkm)

Sumber : detik.com

Categories: terapi bekam | Tags: , | Leave a comment

bekam di bahu dan kuduk untuk sakit di bahu dan kepala

Ibu Deasy (Madiun-Jawa Timur) ini seorang ibu rumah tangga sering mengeluh merasa sakit di daerah bahu dan kepala sejak beliau melahirkan anaknya 12 tahun yang lalu.

bekam di bahu dan kuduk

bekam di bahu dan kuduk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah dibekam, bahu jadi terasa ringan dan tidak sesakit seperti sebelumnya. Dan sakit kepala yang diderita langsung berkurang dan kepala terasa lebih enak untuk digerakkan ke kanan dan kiri.

 

bekam di bahu dan kuduk

bekam di bahu dan kuduk

 

 

 

Categories: terapi bekam, terapi penyakit | Tags: , , | Leave a comment

bekam di kepala untuk migren dan sakit kepala

Bapak “D” (Jakarta) mempunyai keluhan sakit migren, insomnia dan sakit kepala selama bertahun-tahun.

bekam di kepala

bekam di kepala (depan)

Setelah di bekam di ubun-ubun kepala, rasa sakit kepala menjadi tidak terasa sakit lagi dan kepala terasa ringan.

bekam di kepala

bekam di kepala ( belakang )

Categories: terapi bekam | Tags: , , | 2 Comments

Komentar Pelanggan Bekam

bekam di punggung

bekam di pinggang hingga bahu

Saya adalah salah seorang profesional muda di perusahaan asing yang ada di Jakarta. Saya mempunyai keluhan sakit di daerah : pinggang, punggung, bahu leher dan kepala mungkin karena aktifitas kerja saya sehari-hari di kantor.

Ada saran dari teman untuk dibekam dan saya juga pernah melihat orang dibekam salah acara TV swasta (Rahasia Sunnah Nabi), lalu saya hubungi : Pijat Keluarga Sehat yang kebetulan saya dapatkan ketika surfing di internet.

Dan setelah dibekam, WOW ! Rasanya badan jadi nyaman, ringan, rileks, fresh dan bugar kembali. Selanjutnya, saya rutin melakukan bekam sebulan sekali untuk mencegah dan merawat kesehatan badan saya secara alami serta sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad.

Terima kasih ya, Pijat Keluarga Sehat atas bantuan terapi bekam-nya.

Davy , Jakarta

Categories: terapi bekam | Tags: | Leave a comment

Hasil Pemeriksaan Medis Dan Laboratorium Pasca Pasien Yang Diobati

bekam

bekam

Berikut ini beberapa hasil laborat yang saya kutip dari buku karya ilmuwan Arab yang tersohor, Muhammad Amin Syaikhu, yang berjudul Ad-Dawa’u ‘l-’Ajib (Obat Ajaib). Dimana, laporan ini dibuat oleh dokter-dokter spesialis terkenal dalam berbagai bidang kedokteran, yang kemudian dihimpun dan diteliti kembali secara medis oleh penulis dan seorang intelektual, ‘Abdul Qodir Yahya, yang terkenal dengan julukan Ad-Dironi.

Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam Tahun 2001 M

Dibawah konsultan dr. Muhammad Nabil Syarif Mantan Dekan Fakultas Farmasi

Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah yang disimpulkan oleh intelektual besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu, dari hadits-hadist Nabi yang mulia Penelitian dilakukan oleh tim laboratorium yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :
1. dr. Muhammad Nabil Syarif (Dekan Fakultas Farmasi)
2. dr. Ahmad Samir Fauri (Ahli Patologi Klinik dan Laboratorium dari Prancis dan Ketua Ikatan Apoteker Siria)
3. dr. Fayiz Hakim (Ahli Patologi Anatomi dan Patologi Klinis,Amerika)
4. dr. Muhammad Mahjub Geraudy (Ketua Jurusan Laboratorium Kedokteran Universitas Damaskus)
5. dr. Muhammad Fuad Jabashini (Ahli Parologi Klinis dan Laboratorium Prancis)
6. dr. Sa’d Yaqub (Ahli Farmasi Rumah Sakit dan Ketua Organisasi Pengiriman Obat D.D.S dari Prancis)

Juga tim kedokteran yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :
1. dr. Ahmad Tikriti (Dosen Ahli Bedah Jantung Universitas Damaskus)
2. dr. Abdul Malik Syalani (Dosen Penyakit-penyakit Saraf di Universitas Damaskus)
3. dr. Muhyidin Sa’udi (Dosen Pengobatan Kanker dan Tumor di Universitas Damaskus)
4. dr. Abdul Ghoni ‘Arofah (Ketua Komite Anti TBC dan Penyakit Seksual Syiria)
5. dr. Akrom Hajar (Dosen Penyakit THT serta Bedah Kepala danLeher di Universitas Damaskus)
6. dr. Marwan Zahro (Kepala Jurusan Bedah Saraf di Rumah Sakit Tasyrin)
7. dr. Abdul Lathif Yasin (Dosen Tamu di Fakultas Kebidanan di London)
8. dr. Haitsam Habal (Dosen Penyakit dan Bedah Mata di Universitas Damaskus)
9. dr. Ahmad Afif Faur (Kepala Bagian Tumor di Rumah Sakit Ibnu Rusyd)
10. dr. Amin Sulaiman (Dosen Penyakit Darah di Universitas Damaskus)
11. dr. Abdulloh Makki Al-Katani (Konsultan Bedah Umum dari Jerman)
12. dr. Tholal Habusy (Dosen Bedah Mata di Universitas Al-Ba’ts)
13. dr. Ahmad Ghiyats Jabqoji (Dosen Penyakit Saraf di Universitas Istanbul)

Penelitian dilakukan terhadap 300 kasus, maka hasil-hasil penelitian adalah sebagai berikut :
1. Dalam kasus-kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas-batas normal.
2. Dalam kasus-kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga mencapai batas-batas normal
3. Garis Irama jantung pada EKG menunjukkan perbaikan besar dan kembali kepada konsisi normal dalam irama yang teratur.
4. Penurunan kecepatan aliran darah hinga batas-batas normal
5. Jumlah sel darah merah menjadi normal.
6. Kadar Hemoglobin turun sampai pada batas-batas normal dalam kasus polycythemia (Kadar Hb darah diatas normal, misal 17,5 g/100 mldarah (normal 12-14 g/100 ml) – penerj)
7. Kadar Hemoglobin naik sampai batas-batas normal dalam kasus penurunan kadar hempglobin yang ditandai dengan aktivitas tubuh dan perkembangan kemampuannya dalam memproduksi sel darah merah secara normal, selanjutnya meningkatkan aktivitas dan efektivitas transfer
oksigen melaluinya.
8. Jumlah sel-sel darah putih (lekosit) meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas-batas normal.
9. JUmlah sel-sel darah putih pada penyakit-penyakit paru-paru meningkat 71,4% pada beberapa kasus. Ini menunjukkan kesembuhan yang cepat bagi para pengidap rheumatism dan infeksi-infeksi kronis setelah
adanya pembekaman.
10. Jumlah polimorfonuklear meningkat dalam batas-batas normal dalam 100% kasus penyakit paru-paru.
11. jumlah polimorfonuklear menurun hingga batas-batas normal.
12. Jumlah enzim liver turun pada gangguan-gangguan liver dalam 76,9% kasus dan hal itu masih dalam batas-batas wajar.
13. Jumlah seruloplasmin naik dalam 50,6% kasus.
14. Jumlah seruloplasmin naik hingga batas-batas normal dalam 100% kasus kekurangan dari batas-batas normal.
15. Jumlah seruloplasmin turun hingga batas-batas normal dalam 10% kasus kelebihan dari batas-batas normal.
16. Kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas-batas wajar.
17. Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus.
18. Jumlah sel-sel dariah merah (eritrosit) maupun sel-sel darah putih dalam darah turn dalam 66,66% kasus
19. Jumlah sel-sel darah merah meupun sel-sel darah putih naik dalam darah bekam pada semua kasus.
20. Jumlah sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih turun pada 78,47% kasus.
21. Jumlah asam urat di darah turun pada 66,66% kasus
22. Jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus.
23. Jumlah asam urat di darah turn pada 50,7% kasus
24. Jumlah asam urat di darah turun pada 80% kasus.
25. Enzim liver SGPT turun pada 80% kasus, dimana SGPT menunjukkan aktivitas liver.
26. Enzim SGOT turun pada 80% kasus, ini menunjukkan perbaikan yang terjadi pada gerakan irama jantung.
27. Enzim liver turun pada 62,85% kasus
28. Kadar Amylase darah turun dalam 54,9% kasus
29. Kadar Albumin dalam darah turun dalam 100% kasus dan sampai pada batas-batas normal.
30. Kadar kolesterol dalam darah turun dalam 81,9% kasus.
31. kadar kolesterol dalam darah turun pada 75% kasus
32. kadar lemak trigliserida turun dalam 75% kasus
33. Ion-ion K dan Na kembali pada kadar normalnya dalam 90% kasus
34. Ion-ion Ca kembali normal dalam 90% kasus
35. CPK turun dalam 66,66% kasus
36. Seluruh sel darah merah dalam darah bekan pada tengkuk berbentuk aneh : Hypochromasia, Burr, Target, Crenated, Spherocytes, Poicilocytes, Shistocytes, Teardropcelles, Acanthocytes.
37. Jumlah sel-sel darah putih di darah bekam hanya 10% dari jumlah sel-sel darah putih yang ada di darah yang ada di pembuluh, ini menunjukkan bahwa bekam tetap menjaga unsur-unsur kekebalan (imunitas)
tubuh.
38. Kenaikan kadar besi dalam darah pada batas-batas normal pada 66 % kasus
39. Faktor IV, yaitu kalsium yang berperan dalam pembekuan darah sangat tinggi, berkisar antara 411-1057, sementara di dalam darah yang ada di pembuluh berkisar antara 250-400. Ini menunjukkan bahwa adanya sesuatu yang otomatis mencegah keluarnya besi dari celah-celah bekam dan
mempertahankannya di dalam tubuh agar berperran dalam pembentukan sel-sel baru, dan hal ini dibarengi dengan meningkatnya aktivitas proses penyerapan besi dari usus.
40. CPK turun dalam 66,66% kasus
41. CPK menjadi normal dalam 92,4% kasus
42. LDH menjadi normal pada 93,75 kasus.
43. Bentuk eritrosit di darah bekam semuanya tidak normal
44. Jumlah sel-sel darah putih dalam darah bekam hanya sepersepuluh jumlahnya di darah yang ada dalam pembuluh.

Hasil-hasil penelitian diatas sungguh mencengangkan, mencerminkan banyak kondisi kesembuhan yang luar biasa. Semua itu merupakan bukti keagunan ilmu Nabi dan mukjizat besar yang dibawa oleh “guru pertama”: Sayyidina Muhammad SAW

Categories: terapi bekam | Tags: | 2 Comments

Ahli Bekam Dari Negara Barat

”BEKAM Sunnah Nabi & Mukjizat Medis”
penulis Syihab Al-Badri Yasin halaman xiv.

“Kaum muslimin jarang sekali yang mau mendalami ilmu kedokteran warisan Nabi SAW yang sangat lengkap. Diantara sebagian kedokteran warisan Nabi yang dilupakan itu adalah bekam. Bahkan mendengar pun belum pernah. Bahkan ilmu bekam diserahkan ke dunia barat sehingga mereka melakukan penelitian dan pembuktian terus-menerus, yang akhirnya mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mereka tidak menamakannya bekam. Tatapi tetap memakai prinsip kerja bekam, menyedot darah dan mengumpulkannya, kemudian mengeluarkannya, tentunya dengan teknik dan teknologi canggih”.

Hingga muncullah ahli bekam dari negara Barat:
1. DR. Michael Reed Gach dari California dengan bukunya Potent Poins, a Guide to Self Care for Common Ailments (Titik-titik Berkhasiat sebagai Panduan Perawatan Diri dan Pengobatan Penyakit yang Umum)
2. Kohler D (1990) dengan bukunya The Connective Tissue as The Physical Medium for Conduction of Healing Energy in Cupping Therapeutic Method (Jaringan Ikat sebagai Media Fisik untuk Menghantarkan Energi Pengobatan Dengan Bekam)
3. Thomas W. Anderson (1985) yang berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Method (100 Penyakit yang Dapat Diobati Dengan Bekam), yang ternyata sesuai dengan hadits Nabi sekitar tahun 600 M yang diriwayatkan At-Thobroni, bahwa pembekaman pada satu poin di sekitar tengkuk saja dapat
menyembuhkan 72 penyakit.

Rosululloh SAW bersabda : “Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan dengan bekam di tengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 penyakit”.

Categories: terapi bekam | Tags: | 2 Comments

Hakikat dan Praktek Bekam (2)

PENGERTIAN HIJAMAH

“Al-Hijamah” bisa diartikan sebagai “pelepasan darah kotor” yang dalam bahasa Inggris disebut dengan “Blood Cupping” dan dalam bahasa Sasak (Lombok) disebut dengan istilah “Betanggek” karena orang-orang terdahulu melakukan Hijamah menggunakan Tanggek “Tanduk”. Sementara dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah “Kop”, “Cantuk” dan “Bekam”.

Konon, kaum Sayyiduna Luth a.s. jika dihampiri orang asing, mereka melempari kepalanya dengan bebatuan hingga darahnya bercucuran. Kemudian orang asing itu dimintai uang sebagai upah mengeluarkan darah kotornya…(al-Hijamah oleh Syihab Al-Badri Yasin). Dari cerita ini dimengerti bahwa orang-orang terdahulu mempercayai adanya istilah “darah kotor” yang mesti dikeluarkan dari tubuh manusia…

PESAN PARA MALAIKAT

Al-Baihaqi dan Atturmudzi meriwayatkan dari Sayyiduna Ibnu Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat kecuali mereka berkata, ‘Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan hijamah’.”

AL-AKHDA’AIN DAN AL-KAHIL

Dari Sayyiduna Anas r.a. ia berkata: Rasulullah s.a.w. Pernah berhijamah pada “Al-Akhda’ain dan Al-Kahil”. (ditakhrij oleh Abu Daud, Atturmudzi dan Ibnu Majah).

Al-Akhda’ain adalah dua titik yang terletak pada bagian leher, tepatnya sebagaimana gambar no (1).

Dalam kitab Fathul-Bari dinukilkan ucapan ahli kesehatan bahwa hijamah pada “Akhda’ain” dapat mengobati sakit kepala, mata, telinga, tenggorokan dll.

Sedangkan Al-Kahil terletak pada bagian atas punggung dekat leher. Tepatnya sebagaimana gambar no (2).

PEMBAGIAN HIJAMAH

Hijamah dapat dibagi secara garis besar menjadi dua bagian: “Jaffah” dan “Rathibah”. Berikut penjelasan masing-masing:

Hijamah Jaffah (kering): yaitu menghisap/menyedot permukaan kulit serta memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Cara ini dapat menghilangkan rasa pegal-pegal, meringankan nyeri otot, masuk angin dll…

Hijamah Rathibah (Lembab/basah): yaitu menyedot permukaan kulit kemudian melukainya menggunakan jarum atau silet, lalu dihisap kembali hingga darah kotornya keluar dari tubuh..

MENGUPAH TUKANG BEKAM

Al-Bukhari meriwayatkan dari Sayyiduna Ali r.a. ia berkata, “rasulullah pernah berhijamah dan menyuruhku untuk berhijamah, kemudian aku memberi upah kepada Al-Hajjam (tukang bekam).

Al-Bukhari juga meriwayatkan bahwa Sayyiduna Anas r.a. pernah ditanya mengenai upah tukang bekam. Beliau berkata, “Rasulullah s.a.w. pernah dibekam oleh Abu Thibah, kemudian ia diberikan makanan sebanyak dua Sha’ (takaran)…”.

Sayyiduna Ibnu Abbas r.a. berkata, “Seorang budak pernah membekam Rasulullah s.a.w. lalu beliau memberi upah kepadanya. Jika memberi upah itu tidak dibolehkan, maka Rasulullah tidak akan memberikannya…

Al-Qadhi berkata, “Ahmad bin Hanbal r.a. tidak membolehkan untuk memberi upah kepada tukang bekam berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Daud (lihat dalam kitab Mausu’ah al-Fiqhiyyah).

Sedangkan Imam Syafi’I r.a. dan Jumhur ulama membolehkannya sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam al-Fath.

Kesimpulannya, menjual darah itu hukumnya tidak boleh, sedangkan upah atas waktu yang dihabiskan oleh Hajjam untuk berusaha mengeluarkan darah kotor itu adalah boleh.

WAKTU-WAKTU YANG BAIK UNTUK MELAKUKAN HIJAMAH

1.Musim Panas, dari Pagi hari hingga dua jam sebelum azan Magrib…

2.Dalam ruangan yang hangat/dihangatkan…

3.Hari apa saja yang bertepatan dengan tanggal 17, 19 dan 21 bulan hijriyyah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Atturmudzi, Atthabrani dan Al-Baihaqi.

4.Secara umum, Senin adalah hari yang disepakati sangat baik untuk melakukan Hijamah, apalagi jika bertepatan dengan tanggal 17/19/21.

5.Sebagian membolehkan melakukan Hijamah pada malam hari atau pada hari apa saja jika keadaan mendesak, seperti digigit ular berbisa dll…

YANG PERLU DIPERHATIKAN 12 JAM SEBELUM DAN SESUDAH DI-HIJAMAH (DIBEKAM)

1. Tidak pada waktu musim dingin…

2. Tidak menderita penyakit kurang darah…

3. Tidak berhubungan suami-isteri/melakukan Onani…

4. Banyak memakan sayur-sayuran, biji-bijian dan buah-buahan…

5. Tidak memakan daging (sapi, ayam dll) telur, susu, keju dan sejenisnya…

6. Tidak memakan garam atau makanan-makanan yang asin (husus setelah melakukan hijamah), karena konon dapat menyebabkan gatal-gatal sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Alim Wal-Muta’allim.

7.Istirahat yang cukup / tidak bekerja keras.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

OLEH HAJJAM (TUKANG BEKAM)

1.Tidak terlalu tua atau terlalu muda…

2.Dalam keadaan berwudu…

3.Dalam keadaan kenyang…

4.Udara ruangan (bekam) dipastikan hangat…

5.Peralatan bekam dipastikan bersih dan steril…

6.Tidak menakut-nakuti si pasien…

7.Penyedotan yang terlalu keras/terlalu lama akan menimbulkan gelembung-gelembung air pada permukaan kulit. Hal ini tidak semestinya terjadi. Jika terjadi, gelembung air itu dapat ditusuk hingga cairannya keluar, kemudian diolesi madu agar tidak perih.

8.Silet dipastikan baru dan tidak digunakan hanya pada satu orang lalu dibuang…

9. Ketika menyayat/melukai/menggores permukaan kulit menggunakan silet, dipastikan arahnya dari atas ke bawah, bukan dari kanan ke kiri atau dari kiri ke kanan…

10 Melapisi gelas-hijamah menggunakan balon/ kondom bila diperlukan (spt malas mencuci gelas, pasiennya lebih dari satu orang dll )…

11. Tenang, yakin dan pasti / tidak gerogi…

12. Selepas membekam, bekasnya diolesi dengan minyak zaitun, atau minyak Habbah Assauda’/ Habbah al-Barakah, atau madu…

13. Mencuci gelas (dalam WC) menggunakan sabun dan merendamnya beberapa menit dalam air panas (bila perlu diberi sedikit Dethol) agar kembali bersih dan siap pakai…

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA DIHIJAMAH (DIBEKAM)

1. Tidak terlalu muda atau tua

2. Dalam keadaan berwudu dan menghadap kiblat…

3. Tidak banyak bicara…

4. Perut dalam keadaan kosong. Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “berhijamah dalam keadaan perut kosong mendatangkan kesembuhan dan keberkatan serta menguatkan akal dan hafalan”.

5. Duduk yang santai (agar kaki tidak kesemutan).

6. Tenang, karena konon darah kotor tidak dapat terkumpul bila merasa takut…

7. Membaca Al-Mu’awwazatain dan ayat kursi (ketika darahnya dikeluarkan) karena dengan demikian ia akan dijauhi dari 70 macam penyakit, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Alim Wal-Muta’allim…

8. Tidak perlu resah apabila banyak mengeluarkan air keringat atau perut terasa mual, karena hal itu normal-normal saja…

Categories: terapi bekam | Tags: | Leave a comment

Hakekat Dan Praktek Bekam

“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah Ta’ala tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja, yaitu penyakit tua.” (Al hadist)

Sebagai metode pengobatan, bekam merupakan pilihan yang paling tepat ketika dunia kedokteran tidak bisa mengatasinya. Tanpa teknologi canggih, bekam, bahkan, mampu menyembuhkan 72 jenis penyakit.
Berawal dari sabda Rasullulah: “Jibril memberitahu padaku bahwa hijamah merupakan pengobatan paling bermanfaat bagi manusia.”
Berangkat dari ucapan Rasullulah tersebut membuat kaum muslimin tersentak dan sekaligus memotivasi untuk menggali lebih jauh lagi keunggulan Islam dalam hal pengobatan. Sebelumnya, Ibnu Sina telah menjadi pelopor dalam bidang kedokteran Islam, tapi sayang, pemikiran-pemikiran beliau tentang pengobatan, lebih banyak dipakai oleh negara-negara barat ketimbang kaum muslimin sendiri. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya fakultas kedokteran di negara barat yang masih menjadikan karya Ibnu Sina sebagai buku pegangan.
Kairo, mungkin bisa dikatakan sebagai pioner dalam hal pengobatan ala Nabi. Buku-buku mengenai pengobatan nabi banyak sekali jumlah dan ragamnya. Bahkan, praktek khusus bekam dapat dipelajari selama dua tahun di Karachi University Cairo Branch. Untuk kawasan Asia, Malaysia menjadi motor pengobatan ini dengan dibuka diklat di berbagai tempat di sana.
Bekam, atau dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah hijamah, berarti membuang darah. Tapi, dilihat dari prakteknya, bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.
Yang dimaksud dengan darah kotor adalah darah yang mengandung racun atau darah statis yang menyumbat peredaran darah, mengakibatkan sistem peredaran darah dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana adanya, sehingga menyebabkan terganggunya kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental.
Bagaimana darah bisa kotor? Masuknya racun yang mengotori darah bisa melalui makanan seperti: pestisida, insektisida, fungisida, zat pewarna, penyedap makanan, hormon dan logam berat; melalui minuman seperti: zat pewarna, zat aroma-essence, logam berat, bahan kimia dan lain-lain;melalui pernafasan disebabkan oleh asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok dan sebagainya. Serta melalui obat-obatan yang berupa antibiotik, analgesik, anti pyrertic dan sebagainya.
Dari empat pintu masuk tersebut, darah kotor lalu menumpuk di bawah kulit. Jika darah kotor tersebut tidak dikeluarkan, maka tubuh akan melemah dan terserang penyakit. Untuk menyembuhkan penyakitnya, tidak ada cara yang paling efektif selain bekam.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pengobatan bekam merupakan suatu teknik detoksifikasi (pengeluaran racun dalam tubuh) yang efektif menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit dari yang ringan hingga berat sekalipun dengan menghilangkan sumber penyakitnya, bukan gejalanya saja, tanpa memiliki akibat sampingan.
Di Arab, biasanya orang berbekam dengan cawan kaca atau mangkok tinggi, sedangkan di Cina orang menggunakan tanduk. Yang menarik, orang Eropa, pada abad 18 M, menggunakan lintah sebagai alat berbekam. Bahkan, pernah sekitar 40 juta lintah diimpor Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah tersebut dilaparkan terlebih dahulu, lalu ditempelkan pada tubuh manusia, dia akan menghisap terus hingga terjatuh sebagai tanda kekenyangan.
Discovery Channel pernah menayangkan salah satu metode pengobatan dengan lintah di sebuah rumah sakit mewah dan modern di Amerika untuk mengeluarkan darah kotor pasien yang baru dioperasi. Cara itu dianggap efektif kendati mengadopsi metode kuno.
Sebagai suatu metode pengobatan, tentunya bekam mempunyai khasiat. Di antaranya adalah:
1. Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.
2. Meringankan tubuh. Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk di bawah permukaan kulit seseorang akan mengakibatkan terasa malas dan berat. Jika dibekam, maka akan meringankan tubuhnya.
3. Menajamkan penglihatan. Tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Setelah dibekam, peredaran darah yang tersumbat kembali lancar dan mata bisa melihat dengan terang.
4. Menghilangkan berbagai macam penyakit. Rasullulah SAW mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan berbekam, seperti: Asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis, liver, ginjal, pengapuran dan lain lain.
Ketika berobat ke dokter, maka sederet pertanyaan harus dijawab pasien tentang keluhan apa yang dirasakan, lalu sang dokter pun memeriksa, memberikan resep. Kemudian, menyerahkan kuitansi yang harus dibayar. Tapi, ketika konsultasi dengan praktisi bekam, melalui keahlian membaca telapak tangan, lidah dan iris mata, praktisi bekam itu justru malah yang menguraikan penyakit yang sedang diderita si pasien. Kemudian, menentukan berapa titik yang harus dibekam. Mengenai pembayaran, umumnya mereka tidak menentukan tarif seperti dokter, terserah si pasien saja. Ini sunnah Nabi yang harus disosialisasikan dan dilestarikan, begitu alasannya.
Sebaiknya berbekam saat perut dalam keadaan kosong (berpuasa) karena bila dilakukan dalam keadaan perut penuh, justru bisa mendatangkan penyakit. Menurut Ibnu Sina dalam kitabnya Al Qanun, waktu paling baik untuk berbekam adalam pada pukul 14-15 sore. Karena pada waktu itu pembuluh darah sedang mengembang sehingga akan efektif dalam proses penyembuhan.
Proses pengobatannya hampir sama dengan akupuntur, bedanya titik saraf yang menjadi simpul penyakit bukan ditusuk jarum seperti akupuntur. Tapi, dibekam, disedot dulu dengan menggunakan gelas, setelah kulit terangkat lalu ditusuk-tusuk dengan jarum atau pisau bedah ukuran 11 atau 13 untuk mengeluarkan darahnya. Kemudian, ditutup lagi dengan gelas.
Darah yang keluar dari setiap titik yang dibekam berbeda-beda bentuknya. Ada yang sedikit, tapi ada juga yang banyak. Umumnya darah yang keluar berwarna agak kehitaman, bahkan ada yang mengental seperti marus.
Artinya, penumpukan racun yang menyumbat aliran darah begitu banyak dan sudah terlalu mendekam di bawah kulit.
Yang menarik, setelah seseorang dibekam, ia merasakan badannya lebih segar dan tidur lebih nyenyak, serta ketergantungan akan obat-obatan kimia mulai berkurang.
PRAKTEK BEKAMBekam nama lain: al hijamah (Arab), cupping (Inggris), pa ho kwam (China). Istilah bekam berasal dari bahasa melayu (yang diadaptasi juga dalam Bahasa Indonesia), yang berarti melepas (membuang) darah kotor (toksin) dan / atau angin dari badan.

Bekam, atau dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah hijamah, berarti membuang darah. Tapi, dilihat dari prakteknya, bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.

Yang dimaksud dengan darah kotor adalah darah yang mengandung racun atau darah statis yang menyumbat peredaran darah, mengakibatkan sistem peredaran darah dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana adanya, sehingga menyebabkan terganggunya kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental.

Berawal dari sabda Rasullulah: “Jibril memberitahu padaku bahwa hijamah merupakan pengobatan paling bermanfaat bagi manusia.” Sebagai metode pengobatan, bekam merupakan pilihan yang paling tepat ketika dunia kedokteran tidak bisa mengatasinya. Tanpa teknologi canggih, bekam, bahkan, mampu menyembuhkan 72 jenis penyakit.

Dari Ibnu Umar, r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan para Malaikat mengatakan, ”Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist (cendana india) dan syuniz (jintan hitam)”.

Dapat disimpulkan bahwa metode pengobatan bekam merupakan suatu teknik detoksifikasi (pengeluaran racun dalam tubuh) yang efektif menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit dari yang ringan hingga berat sekalipun dengan menghilangkan sumber penyakitnya, bukan gejalanya saja, tanpa memiliki akibat sampingan.Menggambarkan pentingnya bekam, ulama terkemuka dari Kairo, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi menyatakan, ”Kalau suatu negara kefakiman ahli bekam, niscaya kebinasaan mengancam, yang berarti pula mereka menyerahkan dirinya kepada kebinasaan. Padahal Tuhan yang menurunkan penyakit, Dia juga menurunkan obatnya dan Ia membimbing umat manusia untuk menggunakan obat tersebut”.
Hal yang perlu dicermati, adalah bahwa Rasulullah SAW (dalam berbagai rekaman hadistnya) tidak pernah menanyakan balik tentang apa dan bagaimana melakukan bekam tersebut, sehingga dapat diartikan bahwa bekam sudah merupakan jenis pengobatan yang lazim (tidak asing) pada masa itu. Menurut data sejarah, pada 1550 SM, masyarakat Mesir kuno sudah mengenal bekam. Demikian pula dengan Yunani Kuno (413 SM). Rasulullah SAW memberikan kesempurnaan pada bekam dengan menunjukkan titik-titik yang sangat efektif dan efisien untuk pengobatan, yang kemudian dikenal sebagai titik-titik hijamah.
Ahmad bin Muhammad meriwayatkan dari Abu Muhammad bin Khalid, dari Abdullah bin Bukair, dari Zurarah bin A’yan, dari Abu Ja’far al Baqir yang berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa bekam di bagian kepala akan menyembuhkan semua penyakit kecuali racun (yang dimaksud racun/as sam di sini adalah kematian)”. Dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi SAW berbekam pada kepalanya yang sering pusing-pusing…. (HR. Bukhari). Di dalam hadits lain termuat: “Lakukanlah olehmu berbekam pada rongga kuduk, karena menyembuhkan tujuh puluh dua penyakit”. Segolongan dari mereka menganggapnya baik dan mengatakan bahwa hal itu bermanfaat terhadap penyembuhan masalah bola mata (konjungsi), kelebatan alis, dan kelebatan bulu mata, disamping bermanfaat pula terhadap kotoran kelopak mata. Sehingga tolok ukur utama hasil setelah berbekam adalah: mempertajam penglihatan (bahkan menormalkan bagi yang bermasalah mata), mencerdaskan otak dan membuat badan terasa ringan (karena peredaran darah lancar).
Sebagai suatu metode pengobatan, tentunya bekam mempunyai khasiat. Di antaranya adalah:
1. Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.
2. Meringankan tubuh. Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk di bawah permukaan kulit seseorang akan mengakibatkan terasa malas dan berat. Jika dibekam, maka akan meringankan tubuhnya.
3. Menajamkan penglihatan. Tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Setelah dibekam, peredaran darah yang tersumbat kembali lancar dan mata bisa melihat dengan terang.
4. Menghilangkan berbagai macam penyakit. Rasullulah SAW mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan berbekam, seperti: Asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis, liver, ginjal, pengapuran dan lain lain.Hasil penelitian medis modern telah mendapatkan bukti yang menakjubkan para ahli, yaitu bahwa bekam ternyata hanya mengambil bagian darah kotor saja (sel darah merah yang abnormal, sampah kreatin, dan lainnya), sedangkan darah bersih, sel darah putih dan zat-zat penting lainnya tidak terusik. Beberapa penyakit yang sudah berhasil diatasi dengan bekam antara lain masalah: kolesterol tidak sehat, asam urat, diabetes, jantung, darah tinggi, stroke, kelumpuhan, syaraf, autis, narkoba, dll.
Sebelum berbekam, diharuskan untuk tidak makan dahulu (sekurang-kurangnya 4 jam, sebaik-baiknya 8 jam), tidak berhubungan suami istri dahulu setidaknya 24 jam sebelumnya, bagi perempuan tidak sedang haid atau hamil, tidak sedang pilek, beberapa hari sebelumnya sudah merutinkan minum madu dan jintan hitam serta mengawalinya dengan doa dan Basmallah. Sedangkan selama proses berbekam disarankan banyak membaca Ayat Kursi (QS 2:255). Rasulullah SAW juga menyampaikan agar kita tidak berbekam pada tanggal 13, 14, 15 setiap bulan hijriah atau pada hari Rabu dan Sabtu. Sedangkan waktu terbaik berbekam adalah setiap tanggal 17, 19, 21 setiap bulan hijriah.

gambar:
sel darah merah normal
(tidak terambil dalam bekam)
gambar: sel darah merah abnormal yang diambil dengan bekam

gambar: alat bekam modern

gambar: berbekam pada seluruh bagian punggung

Penyembuhan sihir dengan berbekam atau pengeluaran darah

Ibnu Qayyim dalam kitab”Zaadul ma’ad”,yaitu pengobatan sihir dengan berbekam.Ini termasuk salah satu pengobatan.Ibnul Qayyim berkomentar dalam masalah ini:Penyembuhan dengan mengeluarkan darah ditempat gangguan sihir.Bahwasanya sihir mempunyai pengaruh dalam tabiat (watak)nya,dan pengaruh membisiki unsur watak.Maka jika pengaruh sihir tersebut nampak pada salah satu anggota badan,dan mungkin dikeluarkan,amat bermanfa’at.Abu ‘Ubaid dalam kitab “Ghariibilmhads”dengan isnad dari Abdurrahman bin Abi Laila menyebutkan;bahwasanya Nabi saw membekam kepalanya dengan tanduk saat tersihir.

Orang yang minim ilmunya tentu memahami pengobatan dengan cara semacam ini dengan penuh tanda tanya.Dan tentu ia akan bertanya,apa keterkaitan berbekam dengan sihir?Apa asosiasi antara disihir dengan pengobatan ini?Sekiranya orang bertanya ini tahu bahwasanya Ibnu Sina atau Abqorot kedua duanya dokter senior Islam juga menyarankan pengobatan ini,tentu ia akan menerimanya dengan rasa lapang dan longgar.Dan beliau mengatakan;pengobatan ini telah diresmikan oleh orang yang kami tidak meragukan lagi keahlian dan kredibilitasnya.
Dan ketahuilah bahwasanya sihir yang menimpa Nabi saw sampai disalah satu urat leher kepalanya hingga terbayang oleh beliau melakukan sesuatu padahal tidak.Tindakan tukang sihir ini membuat sampai materi dan organ darah yang rata-rata mendominasi perut depan sehingga merubah watak dari watak aslinya.
Bahwa Rasulullah saw tatkala terkena gangguan sihir,dan terbayang melakukan sesuatu padahal tidak,beliau mengira bahwasanya ini terjadi karena sekumpulan darah atau lainnya yang tertarik menuju otak.Dan ini mendominasi perut depan.Sehingga kontaminasi sihir menghilangkan watak alaminya.Sementara penggunaan “bekam”waktu itu,merupakan obat paling diandalkan dan pengobatan paling manjur.Akhirnya beliau berbekam.Dan ini terjadi sebelum beliau diberitahu bahwasanya gangguan yang menimpanya adalah sihir.Dan tatkala datang kepada beliau wahyu dari Allah,dan mengabari bahwa gangguan yang menimpanya adalah sihir,beliau mengobati secara serius.
Sihir adalah susunan dari pengaruh-pengaruh roh-roh jahad dan reaksi kekuatan watak dari padanya.Dan inilah apa yang merupakan sihir paling menyakitkan.terlebih-lebih lagi pada organ yang disihir.Karenanya penggunaan Hijaamah (bekam dengan pengeluaran darah) ditempat gangguan karena sihir merupakan pengobatan paling manjur jika dilakukan menurut aturannya.
Abqorot mengatakan;sesuatu yang seyogyanya dikeluarkan,harus dikeluarkan dari tempat yang menarik aliran darah.
Buta akibat sihir


Syaikh Muhammad Abduh Maghawuri menceritakan keberhasilannya dengan dalam mengobati gangguan sihir penyebab kebutaan dengan Ruqyah yang digabungkan dengan penggunaan hijaamah.
Disalah satu desa saya pernah bertemu dengan seorang pemuda yang didahinya terdapat bekas luka,lalu hal itu saya tanyakan kepada saudaranya.Dikatakan bahwa dahi pemuda itu pernah dibekam untuk dikeluarkan darah kotornya yang berwarna hitam pekat.Alkisah,pemuda itu ketika dlahirkan kedua metanya sebenarnya sehat,tetapi terlambat terbuka.kemudian oleh seorang wanita Arab,dahi bayi itu diiris tiga torehan sehingga mengeluarkan darah kotor yang warnyanya hitam pekat.Dengan kehendak Allah,bayi itu langsung dapat membuka kedua kelopak matanya.begitulah asal mula bekas luka di dahi pemuda itu yang masih tampak jelas hingga kini.
Pada suatu saat cara itu saya praktekkan kepada seorang wanita buta yang datang kepada saya.Keluarganya mengatakan sudah semenjak dua bulan yang lalu ia mengalami kebutaan.Lalu saya bacakan surat-surat berikut:
1. Surat Al Fatihah.
2. Ayat Kursi.
3. Zalzalah.1-8
4. Surat Al Adiyat.1-11
5. Surat Al Qari’ah.1-11
6. Surat Takatsur.1-8
7. Surat Al Humazah1-9
8. Surat Al Mu’awwidzatain.
Kemudian air itu kuminumkan kepadanya.Setelah itu saya ambil gelas berisi kapas yang dicelupkan kedalam alkohol.Kemudian saya toreh dua sisi dahi wanita itu dan kunyalakan kapas supaya gelas itu hampa udara,lantas gelas itu kutaruh ditempat torehan luka pada dahi itu. Maka langsung keluarlah darah berwarna hitam.Kemudian pasien itu kusuruh membuka matanya dan ternyata langsung bisa melihat.Seisi rumah pun sangat gembira.DAFTAR TITIK-TITIK BEKAM

TANYA JAWAB SEPUTAR BEKAM

Tanya : Apa penyebab datangnya penyakit ?
Jawab : Secara sunnatullah penyakit dapat disebabkan oleh:
1. Virus
2. Kejiwaan (stress, depresi, penyakit hati dll)
3. Gangguan Jin/Syetan
Tanya : Bila penyebabnya virus, mengapa virus dapat masuk ke dalam
tubuh manusia ?
Jawab : Karena imunitas tubuh lemah
Tanya : Apa penyebabnya ?
Jawab : Karena metabolisme tubuh terganggu
Tanya : Mengapa metabolisme tubuh bisa terganggu ?
Jawab : Karena adanya toksin (racun) dalam darah. Racun ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang bersama urine, kotoran dan keringat. Racun tersebut hanya larut dalam lemak, terakumulasi dan tersimpan di antara jaringan kulit dan daging. Di situlah letak darah kotor yang akan dikeluarkan dengan tehnik bekam.
Tanya : Dari mana datangnya toksin (racun) ?
Jawab : Dari makanan, polusi air, udara dll. Nasi, sayuran dan buah yang kita makan mengandung pestisida dan bahan kimia yang berasal dari
penyemprotan dan pemupukan saat ditanam. Ayam negeri, telur, dan hewan
ternak lainnya mengandung obat-obatan dan bahan kimia yang berasal dari
suntikan dan makanannya. Demikian juga makanan dan minuman buatan pabrik
yang kita konsumsi mengandung bahan pengawet, bahan pewarna tekstil, borax,
formalin, MSG dsb. Air yang kita minum mengandung kaporit, logam berat,
merkuri dsb. Kita tak mungkin dapat menghindarkan diri dari semua toksin
itu. Kita akan terserang penyakit manakala tubuh tak mampu lagi bertahan
karena jumlah toksinnya telah melewati ambang toleransi.
Tanya : Kalau hal tersebut tidak mungkin dihindarkan, bagaimana cara
mengatasinya ?
Jawab : Berobat dengan cara Hijamah/Bekam sebagaimana yang dianjurkan
Rasulullah 14 abad yang lalu. Yaitu dengan mengeluarkan/membuang darah
kotor yang mengandung toksin tersebut pada titik-titik tertentu dari tubuh.
Dengan hilangnya darah kotor, metabolisme tubuh akan berjalan sebagaimana
mestinya sehingga akan meningkatkan imunitas tubuh. Imunitas tubuh yang
kuat akan membasmi virus yang ada dalam tubuh dan mencegah masuknya virus
dari luar, sehingga tubuh menjadi sehat dan kuat.
Tanya : Mengingat kita secara sadar ataupun tidak telah “mengkonsumsi
racun” setiap hari, apakah hijamah/bekam harus dilakukan secara rutin ?
Jawab : Ya, sebagaimana kendaraan bermotor yang memerlukan service
rutin, tubuh kitapun perlu dibersihkan (detoksifikasi) secara berkala
sebulan sekali, sebaiknya pada tanggal-tanggal yang disunnahkan Rasul,
yaitu tanggal 17, 19 dan 21 bulan Qomariah. Pada saat itulah darah sedang
banyak-banyaknya (sebagaimana air laut yg mengalami pasang) karena pengaruh
gaya gravitasi bulan, darah kotor yang dikeluarkan pun akan lebih banyak
sehingga akan lebih efektif dalam pengobatan.
Tanya : Bila darah kotor banyak keluar, apakah tidak menyebabkan
seseorang lemas/kehabisan darah ?
Jawab : Darah kotor jumlahnya terbatas. Bila dibandingkan dengan
darah yang diambil saat donor, jumlahnya kurang lebih hanya seperempatnya.
Bekam tidak sama dengan donor darah. Bekam mengeluarkan darah kotor yang
berada di bawah kulit. Karena yang dikeluarkan adalah darah kotor, maka
akan memberi efek ringan dan segar pada tubuh. Sedangkan donor darah yang
diambil adalah darah bersih melalui urat nadi sehingga memberi efek lemas,
pusing atau mata berkunang-kunang.
Tanya : Adakah dalil tentang dilakukannya Hijamah/Bekam ini ?
Jawab : Banyak sekali, diantaranya:
“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah” (Muttafaq Alaih)
“Kalaulah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk
berobat adalah baik, maka hal itu adalah hijamah” (muttafaq Alaih)
“Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata,”Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan Hijamah” (Shahih Sunan Abi Dwud)
“Kesembuhan itu ada dalam 3 hal: Minum madu, sayatan alat
Hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku untuk melakukan
sundutan api.” (Shahih Bukhari)
‘Aku diberitahu Jibril bahwa hijamah adalah cara pengobatan yang paling bermanfaat untuk manusia” (Shahihul Jami’)
Tanya : Bolehkah melakukan Hijamah/Bekam pada saat berpuasa ?
Jawab : Jumhur ulama membolehkan dengan berpegang pada hadits : Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata:” Nabi SAW pernah berobat dengan hijamah ketika
beliau sedang berpuasa.” (Shahih Bukhari)
Tanya : Apakah dibolehkan laki-laki mengobati wanita dengan hijamah
dan sebaliknya ?
Jawab : Selain dengan mahramnya, laki-laki dilarang mengobati wanita
dengan hijamah dan sebaliknya.
Tanya : Telah disebutkan di atas bahwa selain karena virus, penyakit
dapat pula disebabkan oleh masalah kejiwaan (stress, depresi dll) dan
gangguan jin/syetan. Bagaimana mengatasinya ?
Jawab : Penyakit yang disebabkan oleh masalah kejiwaan diobati dengan
nasihat dan bimbingan agama. Penyakit yang disebabkan oleh gangguan
jin/syetan diobati dengan Ruqyah Syar’iyyah.
Tanya : Bila telah berikhtiar tetapi penyakitnya belum sembuh juga?
Jawab : Kesembuhan berada di tangan Allah SWT. Bila Allah belum
berkehendak, kesembuhan tak akan datang. Tetaplah sabar sambil terus
berikhtiar dan berdoa mohon kesembuhan kepada-Nya. Nabi SAW bersabda:
“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah Ta’ala tidak
menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu
penyakit saja yaitu tua” (Sunan Abu Daud).

Categories: terapi bekam | Tags: | Leave a comment

Bukan Alternatif !! (Terapi Bekam)

Dewasa ini kita banyak disodori bermacam-macam model terapi penyakit. Pengobatan Kedokteran modern memang belum bisa memberikan solusi yang menyeluruh terhadap berbagai macam penyakit yang ada di tengah-tengah masyarakat. Banyak jenis penyakit yang memaksa para dokter angkat bahu dan hanya bisa memvonis sisa umur yang masih dapat dinikmati sang pasien.
Akibat dari hal ini adalah banyaknya pasien yang mulai menaruh ketidakpercayaan terhadap terapi kedokteran modern barat. Dan ini memang sudah sewajarnya terjadi. Yang tidak wajar adalah banyaknya orang yang akhirnya ikut-ikutan mendiagnosa penyakitnya sendiri bahkan juga penyakit orang lain, lantas bagaikan seorang dokter spesialis mereka memberikan solusi terapinya. Seakan-akan diagnosanya pasti benar sehingga dengan yakinnya merekomendasikan obat alternatif bagi si sakit.
Beberapa macam obat alternatif banyak beredar dan dikenal dengan baik oleh masyarakat. Meskipun demikian yang sering terjadi di masyarakat adalah kesalahpahaman terhadap obat-obatan alternatif tersebut. Kebanyakan hanya latah ikut-ikutan tanpa memahami khasiat yang sesungguhnya. Namanya juga ikut-ikutan.
Contohnya adalah, pada saat diperkenalkan daun Mahkota Dewa sebagai alternatif pengobatan, semua orang menoleh ke obat tersebut. Apalagi diisukan obat ini bisa memberantas segala macam penyakit. Lalu muncullah buah Mengkudu. Disusul dengan Buah Merah. Sebentar lagi mungkin akan muncul buah yang lain, dengan khasiat yang berbeda pula. Namanya juga jualan…..

Bekam, Pilihan Pertama..!!
Rasulullah saw bersabda : “Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata,’Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR. Ibnu Majah dan At Tirmidzi)
Sabda beliau yang lain : “Kalau lah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalah berbekam.” (Shahih Sunan Abu Dawud)
“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam.” (Shahih menurut syarat Asy Syaikhainy)
Dari hadits-hadits di atas, nyatalah bagi kita bahwa berbekam itu merupakan pengobatan pilihan pertama, bukan alternatif kedua.

Definisi
Hijamah atau berbekam menurut bahasa adalah ungkapan tentang menghisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang lantas ditampung di dalam gelas bekam, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana. Lalu dilakukan penyayatan permukaan kulit dengan pisau bedah, untuk mengeluarkan darah.

Khasiat Berbekam (Hijamah)
Sebagian kecil yang bisa disebutkan disini adalah :
1. Sakit kepala secara umum.
2. Pusing-pusing yang bersifat sementara.
3. Migraine.
4. Hemiplegia (lumpuh separo).
5. Perdarahan otak.
6. Bermacam sakit di wajah, seperti sakit gigi, telinga, mata, dan hidung
7. Varises.
8. Rheumatik.
9. Low Back Pain.
10. Gout (encok)
11. Hemorhoid (wasir)
12. Haid tidak teratur.
13. Elephantiasis (kaki gajah)
14. Sesak nafas.
15. Mata bengkak (exophtalmus, proptosis)
16. Liver maupun limpa.
17. Enuresis (ngompol)
18. Konstipasi/sembelit.
19. Furunkel/bisul.
Dan masih banyak penyakit-penyakit lain yang tidak diketahui kecuali oleh Allah semata, dan Dia lah yang Maha Penyembuh.

Larangan Berbekam.
Orang tua renta yang sakit tanpa daya dan upaya. Penderita tekanan darah sangat rendah (dianjurkan minum habbatussauda). Penderita sakit kudis. Penderita diabetes mellitus . Perut wanita yang sedang hamil. Wanita yang sedang haid. Orang yang sedang minum obat pengencer darah. Penderita leukemia, thrombosit, alergi kulit serius. Orang yang sangat letih / kelaparan / kenyang / kehausan / gugup. :.
Anggota bagian tubuh yang tidak boleh di-bekam : Mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Area tubuh yang banyak simpul limpa. Area tubuh yang dekat pembuluh besar. Bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka .
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.

Waktu Bekam.
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa : “Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad). . :.
Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan. Hal ini berdasarkan ucapan Rasulullah SAW : “Jangan sampai mengalami ketidakstabilan darah, karena itu bisa mematikan.” .. .
Ibnul Qayyim berkata :, “Pengarang Al Qanun berkata, Diperintahkan penggunaan bekam bukan pada awal bulan (Qamariyah), karena cairan-cairan dalam tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal. Bukan pula akhir bulan, karena cairan-cairan itu berkurang. Yang baik ialah pada pertengahan bulan, ketika cairan-cairan di dalam tubuh bergolak dan mencapai puncak penambahannya, karena bertambahnya cahaya dari rembulan.’

Anjuran
Janganlah kita gampang termakan bujukan rayuan terapi alternatif yang belum kita ketahui ilmunya, hanya sekedar mengikuti trend yang berlaku.
Terapi bekam ini sudah mendapat lisensi dari tabib nomor wahid yakni Rasulullah saw. Bahkan para malaikat pun turut serta menganjurkannya. Kurang apa? Kenapa kita malah lebih yakin terhadap promosi para ‘bakul jamu’ yang memang diakui kepandaiannya di dalam menggaet konsumennya? Padahal ketika anda memasukkan segala macem obat tadi ke dalam tubuh, saat itu juga anda mempertaruhkan keselamatan jasmani anda.
Terapi Bekam bukanlah terapi alternatif, akan tetapi terapi pilihan utama. Selain kesembuhan bisa didapat, kita juga mendapat fadhilah ittiba’ Nabi saw.
Kepada siapa anda lebih percaya? Kepada sabda Nabi saw ataukah kepada tetangga anda yang sering menganjurkan terapi ini dan itu, tetapi di saat anda mendapat kerugian dari terapinya, tetangga anda tidak mau bertanggung jawab atas anjurannya.
Jasmani anda terlalu mahal untuk dipertaruhkan demi mengikuti anjuran tetangga yang buta sama sekali terhadap penyakit anda.
Bagi anda yang masih suka menyarankan terapi bagi sahabat dan karib kerabatnya, pilihlah terapi bekam sebagai pilihan utama. Bukan Alternatif kedua.

Abu Nafar, dari berbagai sumber.

Categories: terapi bekam | 2 Comments

Blog at WordPress.com.