Jangan Panggil Saya Tukang Pijat…

Oleh Ingki Rinaldi

“Nanti kalau semua orang di Surabaya tahu saya masseur bisa-bisa semuanya minta dipijat, hahaha,” ucap Mohammad Madrai, salah seorang tukang pijat kesebelasan Persebaya Surabaya, pada sebuah sore yang teduh.

Madrai, yang beken di kalangan pemain Persebaya Surabaya dengan nama Cak Mad itu, sejak musim kompetisi 2006 digaet kembali oleh Persebaya atas permintaan sejumlah pemain senior.

“Orang yang telepon saya waktu itu Pak Bodro (Subodro, Asisten Manajer Bidang Teknik Persebaya),” kata Cak Mad yang sebelumnya sempat menangani Persebaya pada musim 2003/2004 sebelum kembali dilepas pada musim 2005 itu. Selain lihai memainkan jemari tangannya untuk meregangkan ketegangan urat para pemain, pria keturunan Madura kelahiran Surabaya, 10 Agustus 1947 itu, juga piawai merangkai lelucon.

Maka tak salah bila pemain senior seperti Mursyid Effendi bisa merasa berada dalam zona kenyamanan saat memasuki sesi pemijatan setiap kali usai latihan. “Selain Cak Mad, juga ada Pak Totok yang biasa memijat anak-anak. Tetapi kalau Pak Totok lebih banyak untuk mengurusi pemain yang keseleo atau cedera, sekalipun juga bisa memijat seperti Cak Mad,” tutur Mursyid.

Perawakan Cak Mad yang mungil, menurut Mursyid, memiliki dorongan tenaga yang sesuai bagi fisik sejumlah pemain lokal. “Kalau Pak Totok tenaganya lebih besar sehingga yang lebih cocok mungkin para pemain asing. Walaupun ada juga pemain lokal yang cocok dengan kekuatan pijatannya,” ujarnya.

Mursyid setuju apabila sifat humoris kedua orang itu semakin mempercepat pemulihan fisik setiap pemain usai menjalani latihan maupun pertandingan. “Mereka sangat berpengaruh bagi tim,” tuturnya serius. Mestinya humoris

Sepintas profesi para pemijat ini terlihat enteng. Namun, tak kurang tim nasional Inggris merasa perlu membajak masseur Billy McCulloch yang warga Skotlandia. McCulloch adalah tukang pijat klub kaya raya Chelsea dengan pengaruh besar bagi para pemain “The Blues” di lapangan pertandingan.

Kapten tim nasional Inggris John Terry, seperti dilansir situs thefa.com, menyebutkan kelakar yang diciptakan McCulloch mampu meredakan ketegangan dan atmosfer serius yang dibangun pelatih Steve McClaren. “Dia adalah seorang jenius dengan tangannya,” komentar Terry mengenai McCulloch.

Perihal kemampuan memasuki dimensi psikologis para pemain ini, diamini Cak Mad. “Ya, memang harus begitu, supaya para pemain tidak stress,” ucapnya.

Tekanan sebelum bertanding memang sangat dipahami Cak Mad. Sebagai bekas pemain Persebaya di era Rusdi Bahalwan dan Abdul Kadir, Cak Mad mengerti betul bahwa relaksasi merupakan salah satu faktor penting yang harus didapat pemain.

Sempat merumput bersama Niac Mitra pada era 1972-178, Cak Mad mesti rela panggungnya dirampas saat gangguan penglihatan mulai menderanya. Operasi katarak yang dijalani pun tidak lantas membuat penglihatannya kembali seratus persen.

“Harusnya memang jadi pelatih, tetapi saya tahu diri daripada malu saat melatih karena mempraktikkan operan-operan yang tidak akurat, lebih baik jadi masseur saja,” katanya ringan.

Sebuah “insiden” disebutnya sebagai awal mula keterlibatannya menjadi tukang pijat tim sepak bola. Saat itu, Joko Malis, yang melatih Persmin Minahasa di musim 2006 lalu, terserang cedera engkel berkepanjangan.

“Joko sudah berobat ke sana kemari, terus saya lihat dia dan saya tawari untuk saya pijat. Eh, dua hari kemudian Alhamdulillah dia sembuh dan bisa main. Makanya kemudian Pak Wenas (A Wenas, pemilik Niac Mitra) meminta saya terjun lagi di sepak bola sebagai masseur,” katanya.

Kini Cak Mad tengah menikmati liburan panjangnya setelah manajemen Persebaya memutuskan baru akan mulai mengumpulkan para pemain lagi usai Lebaran mendatang. Dia pun tidak risau soal apakah surat kontrak untuk musim depan bakal kembali menghampirinya.

“Hahaha, kalau klub lain di luar Surabaya sepertinya tidak karena keluarga saya ada di Surabaya. Lebih enak di Surabaya sambil mengawasi keluarga dan anak-anak,” tutupnya. Namun, sekarang semua orang di Surabaya sudah tahu lho Cak, kalau sampeyan ini tukang pijat.

Sumber : kompas.com

Categories: pijat story (cerita) | Tags: | 2 Comments

Pijat, Tak Hanya Untuk Melawan Pegal

Hingga kini, pijat masih menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk relaksasi tubuh. Pegal linu dan rasa lelah bisa diminimalkan dengan pemijatan selama beberapa menit. Bahkan, cara tradisional ini juga bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kesehatan. Tak heran bila pijat pun masuk ke dalam satu tahap perawatan di rumah spa, sebagai langkah menuju relaksasi yang maksimal.

Manfaat pijat itu sendiri adalah membantu melancarkan peredaran darah sehingga memberikan efek kesegaran bagi tubuh secara keseluruhan. Sirkulasi darah yang lancar akan memberikan oksigen lebih pada otak sehingga membantu menyegarkan pikiran. Pijat juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai usia, mulai dari bayi hingga lansia.

Pada bayi, pemijatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan kedekatan dengan orang tua. Seni sentuhan ini dapat memberikan rasa nyaman dan relaksasi bagi si kecil. Itu sebabnya, pijatan biasanya dilakukan setiap pagi atau malam sebelum tidur agar bayi bisa tidur pulas. Gunakanlah minyak yang lembut bagi kulit bayi dan pijat secara perlahan.

Ketika anak beranjak besar, pijat pun bisa dilakukan untuk memberikan efek relaksasi tubuh. Di usia ini, anak umumnya lebih banyak melakukan kegiatan fisik yang mungkin mencederai ototnya. Oleh karena itu, dengarkanlah keluhan anak dan berikan pijatan dengan tekanan yang tidak terlalu keras.

Di usia dewasa, pijat umumnya menjadi pelarian utama untuk mengusir rasa lelah dan stres akibat beban pekerjaan. Pemijatan pun kini bersifat kompleks, yaitu memberikan relaksasi secara lebih menyeluruh, baik bagi tubuh, pikiran, maupun jiwa. Seperti yang nyatakan oleh The Touch Research Institute, University of Miami, pijatan bisa memberikan dampak positif pada penanggulangan stres dan kinerja seseorang setelah 15 menit menggunakan kursi pijat. Keluhan kesehatan lainnya seperti pusing, insomnia, atau radang sendi pun bisa dibantu dengan pemijatan.

Sementara pada lansia, pemijatan secara berkala dapat menekan laju tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah, mengendurkan otot, sekaligus merangsang otot yang lemah untuk bekerja.

Dikutip dari : http://www.info-sehat.com

| Tags: , | Leave a comment

Bebas Flu Berkat Ramuan Tradisional

Udara basah dan dingin sering dituduh sebagai penyebab flu. Kalau pemikiran seperti ini diterima, tentu menjadi pertanyaan: apakah orang-orang yang hidup di pegunungan atau bahkan yang di kutub sana yang berhawa sangat dingin, setiap hari terserang flu?

Tentu tidak. Flu muncul bukan karena udara dingin dan basah, melainkan karena virus. Bagi masyarakat yang hidup di daerah tropis seperti kita ini, udara yang basah dan dingin bisa menyebabkan ketahanan tubuh menurun. Dalam kondisi melemah seperti itu, virus flu mudah menyerang.

Sebetulnya nenek moyang kita telah mengajarkan cara yang sederhana untuk membuat daya tahan tubuh tetap baik.

  • Walaupun tidak mengenal cara berolahraga seperti sekarang, misalnya tenis, golf, joging dan sebagainya, tapi mereka selalu melakukan aktivitas yang menggerakkan tubuh, sehingga tubuh tetap hangat dan fit.
  • Selain itu dalam musim yang basah dan dingin, mereka memiliki kebiasaan minum minuman penghangat tubuh. Minuman yang lazim diminum bermacam-macam, mulai dari serbat, jahe, secang, ronde, angsle, bajigur, kopi jahe, dan lain-lain.
  • Nenek moyang kita juga ada yang suka mengunyah bawang putih (terutama bawang lanang), atau telur mentah dicampur merica untuk menghangatkan badan. Jika ada tanda-tanda bahwa semua itu tidak cukup untuk menghangatkan tubuh, kadang mereka juga meminum satu sendok teh minyak kayu putih selain menggosokkannya ke kaki, perut dan tangan.

Tapi perkembangan jaman telah mengubah semuanya. Ada orang yang tak lagi percaya pada cara-cara kuno itu untuk menghindari flu atau masuk angin, dan lebih mengandalkan obat dokter jika penyakit telah datang. Ada juga yang tak mau repot mempersiapkan minuman maupun jamu sendiri.

Untungnya, dunia usaha menangkap perkembangan tersebut, dan menyodorkan solusinya dengan menyediakan jamu yang telah dikemas secara moderen sehingga mudah dan praktis mengkonsumsinya.

Bagaimana pun ramuan tradisional untuk mencegah timbulnya flu atau masuk angin lebih aman daripada obat kimia. Sebab, efek samping ramuan nyaris tidak ada mengingat dosisnya sangat rendah. Dan, bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Sumber : kompas.com

Categories: ramuan herbal alami | Tags: | Leave a comment

di Balik Turunnya Kualitas Hidup

Antihistamin dan kortikosteroid mengurangi terjadinya inflamasi minimal yang menetap serta komplikasi rinitis alergi.

Tak sulit melihat orang di sekeliling kita yang sering bersin-bersin, hidung meler atau tersumbat dan disertai rasa gatal di mata dan hidung. Bila sudah demikian, tak segan-segan mereka mengambil bergulung-gulung tisu atau mengucek-ucek mata dan hidungnya guna menghilangkan rasa gatal. Besar kemungkinan rinitis alergi-lah yang diderita orang-orang dengan gejala seperti itu. Penyakit atopi ini tergolong reaksi hipersensitifitas tipe I yang diperantarai oleh IgE .

Berdasarkan frekuensi serangan, WHO Initiative Allergic Rhinitis and Its Impact on Asthma 2000 membagi rinitis alergi menjadi 2. Yaitu intermiten, bila gejala <4 hari tiap minggu atau <4 minggu, dan persisten , bila gejala >4 hari tiap minggu atau >4 minggu. Sementara itu, klasifikasi menurut berat ringannya penyakit, dibedakan menjadi 3, yaitu gejala ringan bila, gejala rinitis tidak menggangu aktivitas sehari-hari dan gejala sedang sampai berat, bila sudah terdapat 1 atau lebih gangguan seperti gangguan tidur, belajar, dan bekerja.

Perjalanan yang Rumit

Perjalanan seseorang hingga mengalami gejala rinitis cukup rumit. Awalnya, alergen yang terhirup masuk ke dalam mukosa hidung akan ditangkap oleh makrofag/monosit seperti halnya sel asing/antigen yang lain. Alergen itu akan membentuk fragmen pendek peptida yang selanjutnya berikatan dengan HLA kelas II pada makrofag sehingga terbentuk major histocompatibililty complex (MHC) kelas II. MHC akan melepas sitokin interleukin-1 (IL-1) yang akan mengaktifkan Th0 menjadi Th1 dan Th2. Kemudian, Th2 akan menghasilkan banyak sitokin di antaranya IL-4 dan IL-13. Kedua sitokin itu akan mengakibatkan limfosit B menjadi aktif sehingga dapat memproduksi IgE. Lalu, IgE akan mengembara dalam peredaran darah dan berikatan dengan sel-sel radang yang mempunyai reseptor IgE yaitu sel mast dan basofil. Tahap ini disebut tahap sensitisasi.

Kemudian, bila mukosa hidung menerima alergen yang sama maka proses berikutnya dimulai yang dikenal sebagai tahap provokasi. Alergen yang sama itu akan ditangkap oleh kompleks IgE-sel mast/basofil. Peristiwa itu membuat dinding sel mast/basofil pecah (degranulasi) sehingga keluarlah mediator yang sudah terbentuk (preformed mediators) yakni histamine, triptase dan kimase. Selain itu, dikeluarkan juga mediator yang baru terbentuk (newly formed mediators) seperti prostaglandin D2 (PGD2), leukotrien C4 dan D4, bradikinin, platelet activating factors (PAF), interleukin, dan granulocyte macrophage colony stimulating factor (GM-CSF). Semua mediator itulah (terutama histamin) yang menyebabkan gejala akut seperti bersin, gatal, dan hidung meler (rinore). Reaksi ini disebut reaksi alergi fase cepat yang berlangsung sejak kontak dengan alergen sampai 1 jam setelahnya.

Namun tak sampai disitu saja. Sel-sel radang lain seperti eosinofil, limfosit, dan neutrofil ikut meramaikan reaksi akut itu sehingga sitokin yang diproduksi pun makin banyak jumlahnya. Akibat lebih lanjut adalah hidung tersumbat dan menjadi lebih sensitif terhadap rangsang non-spesifik seperti asap rokok, bau-bau yang merangsang, perubahan cuaca, dan kelembaban tinggi. Peristiwa ini dikenal sebagai reaksi alergi fase lambat yang mencapai puncak 6-8 jam setelah pemaparan dan dapat menetap hingga 24-48 jam. Demikian papar dr Nina Irawati SpTHT dalam Simposium Current Opinion in Allergy and Clinical Immunology, 2004.

Di samping proses-proses di atas, sitokin yang disekresi ternyata juga meningkatkan ekspresi intercellular adhesion molecule-1 (ICAM-1), vascular cell adhesion molecule-1 (VCAM-1), selektin-E, dan nitrit oksida. Keempat komponen tersebut akan menarik datangnya eosinofil ke tempat berlangsungnya reaksi inflamasi sehingga terjadilah sebuah lingkaran setan!

Diagnosis

Susah-susah gampang untuk menegakkan diagnosis rinitis alergi. Akibat prilaku buruk seperti sering mengucek-ucek mata dan hidung, timbullah tanda-tanda khas: allergic shiner (bayangan gelap di bawah kelopak mata karena sumbatan pembuluh darah vena), allergic salute (akibat sering menggosok hidung dengan punggung tangan ke arah atas), dan allergic crease (garis melintang di dorsum nasi 1/3 bawah).

Pada rinoskopi anterior tampak mukosa edema, basah, berwarna pucat atau lipid disertai adanya sekret encer bening dan banyak. Dicari pula keadaan yang dapat menjadi faktor predisposisi misalnya polip hidung dan kelainan septum.

Sebagai pelengkap, dapat ditambah pemeriksaan sitologi hidung. Peningkatan eosinofil (5 sel/lapang pandang) menunjukkan kemungkinan alergi.

Untuk mencari penyebab dapat dilakukan uji kulit dengan cara uji cukit (prick test), uji gores (scratch test), uji intrakutan atau intradermal tunggal atau berseri (skin end point titration). Bila alergen diduga berasal dari makanan, dapat dilakukan diet eliminasi dan provokasi atau intracutaneous provocative food test (IPFT).

Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan memblok reseptor histamin. Dikenal 3 macam reseptor histamin yaitu H1, H2 dan H3. Reseptor histamin yang diblok pada pengobatan rinitis alergi adalah H1 yang terdapat di bronkus, gastrointestinal, otot polos, dan otak.

Saat ini antihistamin (AH1) yang beredar di pasaran adalah generasi pertama dan kedua. AH1 generasi kedua sudah mulai menggeser kepamoran generasi pertama karena memiliki banyak kelebihan. Perbedaan menonjol di antara keduanya terletak pada kemampuan menembus sawar darah otak dan selektivitas/spesifisitas. AH1 generasi kedua bersifat lipofobik sehingga kurang mampu menembus sawar darah otak, yang akhirnya mengakibatkan penurunan efek sedasi. Di samping itu, generasi kedua lebih selektif sehingga tidak mempengaruhi reseptor fisiologik yang lain seperti muskarinik dan adrenergik alfa.

Kelebihan lain generasi dua adalah mempunyai efek antialergi dan antiinflamasi. Dikatakan antialergi karena dapat menghambat pelepasan histamin, prostaglandin, kinin, dan leukotrien. Sedangkan antiinflamasi dikarenakan dapat mengurangi ekspresi ICAM-1 pada epitel konjungtiva.

Kortikosteroid

Berdasarkan pemakaiannya, kortikosteroid dibagi menjadi 2 yaitu topikal dan sistemik. Kortikosteroid topikal menjadi pilihan pertama untuk penderita rinitis alergi dengan gejala sedang sampai berat dan persisten (menetap), karena mempunyai efek antiinflamasi jangka panjang. Kortikosteroid topikal efektif mengurangi gejala sumbatan hidung yang timbul pada fase lambat.

Efek spesifik kortikosteroid topikal antara lain menghambat fase cepat dan lambat dari rinitis alergi, menekan produksi sitokin Th2, sel mast dan basofil, mencegah switching dan sintesis IgE oleh sel B, menekan pengerahan lokal dan migrasi transepitel dari sel mast, basofil, dan eosinofil, menekan ekspresi GM-CSF, IL-6, IL-8, RANTES, sitokin, kemokin, mengurangi jumlah eosinofil di mukosa hidung dan juga menghambat pembentukan, fungsi, adhesi, kemotaksis dan apoptosis eosinofil 1.

Studi meta-analisis oleh Weiner JM dkk, seperti dilansir dari British Medical Journal 1998, menyimpulkan bahwa kortikosteroid intranasal lebih baik digunakan sebagai terapi lini pertama rinitis daripada antihistamin, ditilik dari segi keamanan dan cost-effective-nya.

Kortikosteroid sistemik hanya digunakan untuk terapi jangka pendek pada penderita rinitis alergi berat yang refrakter terhadap terapi pilihan pertama.

Dekongestan

Dekongestan dapat mengurangi sumbatan hidung dan kongesti dengan cara vasokonstriksi melalui reseptor adrenergik alfa. Preparat topikal bekerja dalam waktu 10 menit, dan dapat bertahan hingga 12 jam. Efek samping adalah rasa panas dan kering di hidung, ulserasi mukosa, serta perforasi septum. Yang terakhir jarang terjadi. Takifilaksis dan gejala rebound (rinitis medikamentosa) dapat terjadi pada pemakaian dekongestan topikal jangka panjang.

Efek terapi dari preparat oral dirasakan setelah 30 menit dan berakhir 6 jam kemudian, atau dapat lebih lama (8-24 jam) bila bentuk sediaanya adalah tablet lepas lambat (sustained release). Efek samping berupa iritabilitas, pusing melayang (dizziness), sakit kepala, tremor, takikardi, dan insomnia.

Penstabil Sel Mast

Contoh golongan ini adalah sodium kromoglikat. Obat ini efektif mengontrol gejala rinitis dengan efek samping yang minimal. Sayangnya, efek terapi tersebut hanya dapat digunakan sebagai preventif. Preparat ini bekerja dengan cara menstabilkan membran mastosit dengan menghambat influks ion kalsium sehingga pelepasan mediator tidak terjadi. Kelemahan lain adalah frekuensi pemakaiannya sebanyak 6 kali per hari sehingga mempengaruhi kepatuhan pasien.

Immunoterapi

Mekanisme immunoterapi dalam menekan gejala rinitis adalah dengan cara mengurangi jumlah IgE, neutrofil, eosinofil, sel mast, dan limfosit T dalam peredaran darah. Salah satu contoh preparat ini adalah omalizumab. Omalizumab merupakan antibodi anti-IgE monoklonal yang bekerja dengan mengikat IgE dalam darah.

Penelitian menunjukkan, omalizumab berhasil menurunkan kadar IgE bebas dan memperbaiki gejala rinitis. Uji klinis fase II memaparkan, dosis omalizumab adalah 300 mg secara subkutan, 1 kali setiap 3-4 minggu.

Secrist H dkk dalam Journal of Experimental Medicine 2006 memaparkan, immunoterapi dapat mengurangi IL-4 yang diproduksi oleh limfosit T CD4+. Dengan demikian, produksi IgE pun akan berkurang.

Fototerapi

Alternatif terbaru yang ditawarkan bagi penderita rinitis yang tidak mendapat respon perbaikan dengan terapi konvensional adalah fototerapi. Hal itu dibuktikan oleh Koreck AI dkk seperti dikutip dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology 2005.

Ide ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa fototerapi digunakan pada beberapa penyakit kulit seperti psoriasis karena dapat merangsang apoptosis limfosit T. Penelitian ini membandingkan kemampuan sinar ultraviolet dengan cahaya tampak intensitas rendah (low-intensity visible light) dalam mengurangi gejala rinitis. Subyek penelitian disinari sebanyak 3 kali per minggu selama 3 minggu. Dosis inisial sinar ultraviolet adalah 1,6 J/cm2 dan dinaikkan 0,25 J/cm2 setiap 3 kali pengobatan. Sedangkan cahaya tampak intensitas rendah diberikan sebesar 0,06 J/cm2.

Hasilnya, gejala rinitis berkurang dan didapatkan pula penurunan jumlah eosinofil, eosinophilic cationic protein (ECP) dan IL-5 pada kelompok sinar ultraviolet daripada kelompok cahaya tampak intensitas rendah.

Menghindari Alergen

Sebenarnya cara terbaik untuk mencegah timbulnya alergi adalah dengan menghindari alergen. Cara ini murah dan rasional tapi sulit diterapkan. Ada 3 tipe pencegahan yaitu primer, sekunder dan tersier.

Pencegahan primer ditujukan untuk mencegah terjadinya tahap sensitisasi. Hal yang dapat dilakukan adalah menghindari paparan terhadap alergen inhalan maupun ingestan selama hamil, menunda pemberian susu formula dan makanan padat sehingga pemberian ASI lebih lama

Pencegahan sekunder adalah mencegah gejala timbul dengan cara menghindari alergen dan terapi medikamentosa. Sedangkan pencegahan tersier bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi atau berlanjutnya penyakit.

Banyak penelitian yang telah membuktikan adanya hubungan antara rinitis alergi dengan penurunan kualitas hidup penderitanya. Bahkan, bila dihitung secara kasar, negara pun ikut merugi. Sebagai contoh, International Congress of Allergy and Clinical Immunology (ICACI) tahun 1997 di Mexico mengemukakan, rinitis alergi menyebabkan hilangnya 3,5 juta hari kerja dan 2 juta hari sekolah setiap tahun dan menghabiskan dana 3,8 milyar US$ sebagai akibat kehilangan produktivitas kerja dan terapi dengan antihistamin di Amerika Serikat.

Oleh karena itu, pencegahan melalui edukasi menjadi hal yang tak boleh dilupakan. Pasien perlu dimotivasi dan diberi pemahaman bahwa antihistamin dan kortikosteroid topikal perlu digunakan secara teratur dan tidak hanya saat diperlukan. Tujuannya adalah mengurangi terjadinya minimal persistant inflammation (inflamasi minimal yang menetap) serta komplikasi rinitis alergi. Penderita juga diberitahu mengenai efek samping obat yang mungkin timbul, apa yang harus dilakukan bila gejala itu timbul, dan komplikasi apa saja yang dapat terjadi pada rinitis alergi. Tanpa edukasi, mustahil dapat dicapai efek terapi yang optimal.

(Felix)

Sumber : http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=164

Categories: terapi penyakit | Tags: | Leave a comment

Semua Tentang Kesemutan

Pernahkah Anda merasa kesal saat mengetik karena ujung-ujung jari terasa kebal akibat kesemutan? Biasanya kesemutan dianggap sepele, karena sering terjadi akibat salah posisi duduk atau otot yang tegang. Padahal bila kesemutan yang Anda alami tidak disebabkani oleh kedua hal itu, maka kesemutan adalah warning telah terjadi gangguan kesehatan yang serius.

Apakah kesemutan?
Kesemutan atau parestesia dalam ilmu kedokteran, adalah sensasi pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu rangsangan dari dunia luar. Sebenarnya parestesia adalah sensasi rasa dingin atau panas di suatu bagian tubuh tertentu, atau sensasi rasa dirambati sesuatu. Parestesia itu timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf yang membawa sensasi kesemutan.

Apa penyebabnya?
Kesemutan terjadi jika syaraf dan pembuluh darah mengalami tekanan Misalnya, saat duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama, maka syaraf dan aliran darah terganggu. Umumnya kesemutan akan mereda jika bagian tubuh yang mengalaminya digerakkan.

Gejala penyakit serius
Namun bila kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan, atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas; atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi kian sering; atau bila kesemutan menjadi rasa kebal, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Kesemutan jenis ini merupakan gejala penyakit serius.

Dokter akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Bisa jadi pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak.

Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:

Radang sumsum tulang belakang (myelitis)
Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV). Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.

Diabetes mellitus atau kencing manis
Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 – 2 tahun.
Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.

Jantung
Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.

Rematik
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh.

Sumber : doktersehat.com/2008/03/31/semua-tentang-kesemutan/

Categories: terapi penyakit | Tags: | Leave a comment

Komentar Bapak Heru

Badan saya terasa sakit dan pegal sekali dan kemudian saya bertemu dengan pijat keluarga sehat. Dan setelah diterapi, badan saya terasa lebih sehat, segar dan fresh kembali. Terima kasih yang sebanyaknya pada pijat keluarga sehat.

Bapak Heru, Polri, Bandung

Categories: pijat testimoni | Tags: | Leave a comment

8 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mata

Apakah mata Anda terasa lelah dan pedih setelah bekerja seharian ? Gaya hidup modern menyebabkan stres pada tubuh dan mata kita di antara yang paling menderita.

Tapi tentu tak harus seperti ini. Pelajari cara-cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk kesehatan mata dan mata Anda akan merasakan dan terlihat lebih baik hanya dalam beberapa hari.

1. Periksa mata setiap 12 bulan
Masalah penglihatan yang tidak ditangani akan berkembang semakin parah, dan memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk Anda dapat menyebabkan masalah penglihatan dan sakit kepala.

2. Di musim panas, pakailah kacamata
Sinar UV dapat membuat kerusakan serius pada mata. Kacamata yang baik dapat mencegah hal ini. Ketika membeli kacamata, pastikan yang dapat memantulkan paling tidak 98% radiasi UV.

3. Makanlah nutrisi yang baik untuk Anda dan mata Anda
Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degenerasi makular dan pertumbuhan katarak. Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata.

Pakai kacamata di musim panas
Pakai kacamata di musim panas

4. Jika Anda membaca atau bekerja menggunakan komputer, pastikan cahayanya tepat
Bekerja dengan cahaya minim dapat menyebabkan kelelahan mata, tapi cahaya yang terlalu terang juga tidak baik. Arah cahaya terbaik jika bekerja menggunakan komputer adalah dari lampu meja bercahaya lembut dari arah samping. Kurangi tingkat terang (brightness) monitor. Warnanya memang jadi tak terlalu tajam, tapi mata akan jadi lebih nyaman.

5. Istirahatkan mata Anda
Hampir semua orang merasakan mata mereka jadi tidak nyaman setelah duduk seharian di depan layar komputer. Hal ini disebabkan mata berkedip 25% lebih sedikit dari biasanya, yang menyebabkan mata jadi kering. Satu hal yang bisa dilakukan adalah menutup mata Anda dan menghitung sampai 5 sebelum membukanya kembali. Hal lainnya adalah berpaling dari layar monitor dan fokus pada sebuah objek yang jauh, sesering mungkin.

Pastikan cahayanya tepat
Pastikan cahayanya tepat

6. Cari lensa kontak dengan kualitas baik
Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata Anda, dan ada juga yang beresiko merusak mata. Untuk melihat referensi tentang lensa kontak di (http://www.1-contact-lenses-consumer-guide.com). Tahu apa yang ditawarkan industri lensa kontak modern akan membantu untuk membuat pilihan yang bijak, tidak begitu saja mengikuti apa kata dokter.

7. Jika memakai lensa kontak, rawatlah dengan baik
Lensa kontak tidaklah begitu merepotkan, tapi Anda juga tak dapat mengabaikan kebersihannya. Setiap kali akan memakai atau melepaskan lensa kontak Anda, bilaslah. Anda juga harus mengganti cairannya, ketika Anda menaruh di tempatnya waktu Anda tidur di malam hari.

8. Pakailah lensa kontak sesuai jadwal yang disarankan
Ada orang yang berbiat menghemat dengan memakai lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan. Ini bukanlah hal yang baik. Meskipun kulitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat mengaburkan penglihatan Anda. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, semakin lama Anda memakai lensa kontak Anda, semakin tinggi resiko mata Anda terkena infeksi.

Ayo…..Rawat dan dapatkan mata yang indah dan sehat. (lily)

Sumber : http://www.rileks.com/lifestyle/?act=detail&artid=31102006115166

Categories: tip sehat | Tags: | 1 Comment

Lindungi Mata dari Radiasi Komputer!

Dewi Widya Ningrum – detikinet


Jakarta – Mata merupakan salah satu aset yang paling berharga sehingga harus dijaga benar kesehatannya. Keseringan melototin monitor komputer bisa membuat mata menjadi lelah.

Tahukah Anda bahwa radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan komputer bisa mengganggu kesehatan? Studi yang dilakukan American Optometric Association (AOA) mencetuskan bahwa radiasi komputer dapat menyebabkan kelelahan mata dan gangguan mata lainnya.

Kebanyakan gejala yang dikeluhkan responden adalah soal kelelahan mata, pandangan menjadi kabur dan mata kering. Masalah visual lainnya yang timbul adalah soal gangguan sakit kepala dan sakit leher atau bahu.

Nah bagi Anda yang sering nongkrong di depan komputer, lindungi dan rawatlah mata Anda dari radiasi yang ditimbulkannya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.

1. Pakai pelindung layar komputer (filter) untuk mengurangi radiasi yang ditimbulkan komputer.

2. Pilih layar komputer yang radiasinya rendah, seperti layar LCD (liquid crystal display).

3. Jagalah jarak pandangan mata dengan monitor. Idealnya, jarak minimum antara mata dengan monitor komputer adalah 45 cm.

4. Sesuaikan posisi layar komputer dengan mata, jangan ketinggian dan jangan terlalu rendah karena bisa menyebabkan sakit leher. Selain itu, jika monitor terlalu tinggi dari pandangan mata maka akan menggangu pasokan udara yang disuplai ke otak. Sebaiknya layar monitor diposisikan sejajar dengan pandangan mata.

Menurut American Optometric Association (AOA), seperti dilansir Rctimes, untuk mencegah kelelahan mata sebaiknya tempatkan monitor dengan posisi yang ergonomis. Monitor harus ditempatkan pada posisi 16-30 inci dari mata, tergantung seberapa besar layar. Umumnya posisi yang nyaman untuk menatap monitor adalah 20 hingga 26 inci.

5. Sesuaikan pencahayaan monitor dengan intensitas kenyamanan mata.
Brightness yang terlalu terang atau terlalu buram tidak baik bagi kesehatan mata. Pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mata menjadi silau, sedangkan pencahayaan yang terlalu buram hanya dan membuat mata bekerja lebih keras untuk melihat. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah. Untuk itu, cobalah sesuaikan brightness dan contrast monitor hingga mata Anda bisa melihat dengan nyaman. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan resolusi dengan karakter di monitor agar dokumen-dokumen mudah dibaca mata.

6. Istirahatkan mata sejenak.
Jangan terus-terusan melototin layar komputer. Usahakan sediakan waktu beberapa menit untuk mengendorkan dan mengistirahatkan mata Anda. Ini akan mengurangi kepenatan mata dan otot. Segarkan mata dengan cara memandang ke ruangan lain atau memandang indahnya langit biru atau tanaman hijau.

7. Seringlah mengedipkan mata demi menghindari mata menjadi kering.
Jarang mengedipkan mata akan membuat mata menjadi kering. Karena itu sering-seringlah mengedipkan mata, karena dengan berkedip maka mata akan mengeluarkan air mata yang akan menyebar ke seluruh permukaan kornea untuk menjaga mata tetap lembab dan jernih.

8. Pakailah kacamata dengan lensa khusus untuk komputer. Seperti pernah diberitakan, ahli masalah mata (Optometrist) Dr. Jay Schlanger mengatakan beberapa perusahaan kini mulai membuat lensa yang bagian atasnya dirancang untuk melihat komputer, dan bagian bawahnya untuk membaca.

Pengguna lensa kontak juga punya solusi, yaitu dengan mengganti lensa kontak generasi baru yang terbuat dari silikon hydrogel. “Silikon jenis ini memungkinkan daya transmisi oksigen yang lebih tinggi dibanding jenis lain,” ungkap Schlanger.

9. Perbanyak konsumsi vitamin A agar mata tetap dalam kondisi baik.

10. Jika merasa mata mengalami gangguan, segera pergi ke dokter mata untuk meyakinkan bahwa mata Anda benar-benar sehat. ( dwn / dwn )

Sumber : http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/15/time/151850/idnews/754764/idkanal/398

Categories: tip sehat | Tags: | 1 Comment

Tata Cara Memijat Si Kecil

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang mesti diperhatikan. Berikut adalah cara atau pedoman pemijatan pada bayi.

* Pijatan di wajah untuk melemaskan otot wajah.
Tekan jari-jari pada kening bayi, pelipis, dan pipi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.

* Pijatan di dada untuk memperkuat paru-paru dan jantung.
Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.

* Pijatan pada perut untuk meningkatkan sistem pencernaan dan mengurangi sembelit.
Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.

* Pijatan tangan dan kaki untuk menghilangkan ketegangan dan memperkuat tulang.
Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.

* Pijatan punggung untuk memperkuat otot yang menyangga tulang belakang. Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan.
(Idionline/RoL)

Dikutip dari : http://www.keluargasehat.com

Categories: terapi pijat | Tags: | 1 Comment

Massage atau Therapy Pijat

Massage atau therapy pijat bisa di katakana sebagai salah satu tradisi penyembuhan yg tertua. Pada banyak kebudayaan diantaranya Yunani Kuno, Mesir, China dan India, meyakini bahwa therapy massage selalu digunakannya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Kulit adalah organ tubuh terbesar dari manusia dan dipenuhi dengan ujung-ujung syaraf. Dimana selain kulit, therapy pijat / Massage juga bekerja dengan melembutkan otot dan menghasilkan relaksasi khususnya efektif dalam mengatasi keluhan gangguan sirkulasi,
misalnya, sakit kepala yang amat sangat biasanya terjadi berlarut-larut, oleh karena rasa sakit tersebut maka membuat penderita merasakan kaku pada otot yang terserang. Hal ini akhirnya akan menimbulkan lebih banyak lagi rasa sakit pada organ lainnya.
Tepat apabila pijatan dilakukan pada leher dan bahu secara perlahan dapat melepaskan tekanan pada otot dan mengurangi rasa sakit.
Macam-macam gangguan / keluhan
Penelitian modern menunjukkn bahwa massage dapat digunakan utk mengatasi berbagai macam gangguan, diantaranya :
Ancietas / Kegelisahan
Arthritis / Peradangan
Nyeri punggung ( Upper and Low Back Pain )
Rasa nyeri yang kronis
Konstipasi / sulit buang air besar
Depresi
Sakit Kepala
Tekanan Darah Tinggi
Insomnia

Relaksasi menyeluruh Salah satu manfaat yang langsung terasa dengan therapy massage adalah merasakan relaksasi yang menyeluruh dan ketenangan. Hal ini terjadi karena massage adalah sebagai pemicu terlepasnya Endorfin, Zat Kimia Otak ( Neuro Transmitter ) yang menghasilkan perasaan nyaman. Tingkat Hormon Stress, seperti : Adrenalin, Kortisol, Norephinefrine tentunya juga akan berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat hormon stress yang tinggi dapat menurunkan system immun pada tubuh.
Beberapa Keuntungan fisik dari terapi pijat diantaranya :
Mengurangi Tekanan pada Otot
Memperbaiki Sirkulasi Darah
Merangsang System Lymfatik
Mengurangi Hormon Stress
Meningkatkan Mobilitas Persendian & Kelenturan
Menyegarkan permukaan kulit agar terlihat cerah.
Mempercepat penyembuhan cederanya pada jaringan lunak.
Menambah kewaspadaan mental
Mengurangi kegelisahaan dan depresi.

Dikutip dari : tantric-massage.blogs.friendster.com

Categories: terapi pijat | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com.