Pijat Refleksi dan Pijat Thailand Awalnya Lesu Selanjutnya ”Fresh”

PIJAT refleksi dan pijat Thailand sama-sama untuk mendeteksi ataupun menyembuhkan penyakit. Yang membedakan hanyalah alat yang digunakan.

PIJAT REFLEKSI — Pemijat refleksi, Atik (kanan), sedang memijat bagian jari tangan salah seorang pelanggannya di ruang kerjanya di Jl Basuki Rahmat, depan RM Pagi Sore Palembang, Rabu (7/7). Pijat refleksi juga dilakukan di bagian jari kaki. (Sripo/jack)
BEBERAPA masyarakat yang biasa memijatkan tubuh di Shiatsu Sehat Subur, Kompleks Ilir Barat Permai mengaku, jika terlambat saja melakukan rutinitas pijat, misalnya seminggu satu kali atau dua minggu satu kali, maka badan mereka terasa pegal-pegal dan capek. Apakah itu, pemijatan secara tradisional, Shiatsu, Thailand ataupun refleksi itu sendiri. Setiap jenis cara memijat ini tentu saja, berbeda-beda. Misalnya saja, untuk pemijatan shiatsu ala Jepang, pemijatan yang mereka lakukan dengan cara dipijat dengan menekan. Sehingga terkadang, sesekali akan terdengar bunyi seperti tulang patah. Caranya, terkadang menggunakan tangan atau kaki dengan cara diinjak-injak.
“Wah rasanya, badan lebih pegal dan capek, jika kita memijat. Seperti kecanduanlah, jika kita melakukan secara rutin. Tapi, setelah kita dipijat, badan kita rasanya segar,” ungkap Amir, salah seorang pengunjung rutin di Shiatsu Sehat Subur, mengaku saat pertama kali mengikuti rangkaian kebugaran di Shiatsu, badan rasanya seperti terkena flu, sebelum kemudian terasa bugar.
Salah seorang juru pijat shiatsu, Susan, mengatakan, menginginkan rasa capeknya hilang. Tidak terlalu berbeda, saat mereka memilih pijat tradisional yang pada intinya melemaskan otot.
“Pelanggan pijat shiatsu, biasanya mengeluhkan badannya pegal dan capek. Kita melakukan dengan cara pijat tekan ke seluruh anggota badan, mulai dari kaki, badan hingga kepala,” ujar Susan.
Beda Alat
Sedangkan pijat refleksi dan pijat Thailand, menurut juru pijat refleksi, Herman, sama-sama bisa untuk mendeteksi ataupun menyembuhkan penyakit. Yang membedakan, menurutnya, hanyalah alat yang digunakan. Pijat refleksi menggunakan tangan, karena tangan lebih perasa saat ingin mengurangi atau membuat pijatan keras, tanpa ramuan.
“Saya tidak begitu paham bagaimana pijat Thailand. Tapi, sama-sama bisa mendeteksi atau mengobati gangguan penyakit di tubuh,” ungkap Herman, membenarkan jika dalam pijat Thailand, terkadang dibantu dengan ramuan racikan.
Salah satu masyarakat yang rutin memijatkan tubuhnya di Shiatsu, Dolah (46), menuturkan, setelah melakukan pijat refleksi, badan terasa ringan. Pijat shiatsu atau tradisional, perasaan pegal atau capek, baru terasa pada keesokan harinya saat bangun tidur. “Saya, biasanya rutin memijatkan tubuh seminggu satu kali, tergantung kondisi badan. Jika merasa capek, saya pilih shiatsu atau pijat tradisional. Tapi, kalau ada rasa tidak enak –seperti mau sakit, saya ke pijat refleksi atau pijat Thailand,” ungkap Dolah, mengaku menyisihkan uang Rp 40 ribu untuk rangkaian kebugaran di pusat Kebugaran Shiatsu “Sehat Subur”, mulai dari mandi sauna, message (tinggal pilih jenis pemijatan apa, red), dan mandi di water pool. (ono)

Dikutip dari : http://www.indomedia.com

| Tags: | Leave a comment

Alternatif Terapi Penyakit Jantung Koroner

Selasa, 4 April, 2006 oleh: gwaspada
Alternatif Terapi Penyakit Jantung Koroner
Gizi.net – enyakit jantung koroner (PJK) telah menjadi penyebab utama kematian dewasa ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 7 juta orang meninggal akibat PJK di seluruh dunia pada tahun 2002. Angka ini diperkirakan meningkat hingga 11 juta orang pada tahun 2020.

Di Indonesia, kasus PJK semakin sering ditemukan karena pesatnya perubahan gaya hidup. Meski belum ada data epidemiologis pasti, angka kesakitan/kematiannya terlihat cenderung meningkat. Hasil Survei Kesehatan Nasional tahun 2001 menunjukkan tiga dari 1.000 penduduk Indonesia menderita PJK.

PJK terjadi karena penyempitan/ penyumbatan pembuluh darah koroner yang berfungsi mendistribusikan darah dan oksigen ke otot jantung. Penyumbatan (plak aterosklerosis) disebabkan tertumpuknya endapan lemak (terutama kolesterol LDL), sel-sel otot polos pembuluh darah dan matriks ekstraseluler lainnya di sepanjang dinding arteri sebagai hasil proses yang berlangsung bertahun-tahun. Jika aliran darah berkurang secara bermakna, maka penderita perlu segera mendapat tindakan medis.

Keluhan penderita PJK bervariasi. Umumnya angina pectoris, rasa sakit di dada seperti tertekan benda berat yang kadang menjalar ke lengan, rahang, dan punggung. Ada pula penderita yang mengeluh leher seperti tercekik atau merasa sakit di ulu hati. Keluhan biasanya terjadi saat penderita melakukan aktivitas fisik atau stres yang membuat jantung berdenyut lebih kencang dan menuntut lebih banyak oksigen.

Sebagian penderita bahkan datang ke dokter dalam keadaan serangan jantung (infark miokard akut) dengan rasa sakit yang lebih hebat dan lama, sehingga badan basah kuyup dengan keringat dingin. Jika tidak ditangani secara baik, bisa berujung pada kematian.

Faktor risiko PJK dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu faktor risiko yang dapat dikurangi, diperbaiki atau dimodifikasi, dan faktor risiko yang bersifat alami atau tidak dapat dicegah. Faktor risiko yang tak dapat diubah adalah usia (lebih dari 40 tahun), jenis kelamin (pria lebih berisiko) serta riwayat keluarga. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi, antara lain kebiasaan merokok, dislipidemia, kurang gerak, kegemukan, diabetes melitus, stres, infeksi, serta gangguan pada darah (fibrinogen, faktor trombosis, dan sebagainya). Oleh sebab itu, beberapa usaha sebenarnya dapat dilakukan untuk mengurangi faktor risiko tersebut, seperti diet yang sehat, lebih banyak mengkonsumsi serat yang larut, olahraga rutin dan teratur, serta berhenti merokok.

Alternatif Terapi

Pilihan terapi PJK berkembang sesuai kemajuan teknologi. Umumnya dibagi menjadi terapi dengan obat- obatan, angioplasti koroner (PTCA), dan bedah pintas koroner (CABG). Obat PJK berupa obat antiangina (nitrat, beta blocker, calcium chanel blockers), berguna untuk mengurangi konsumsi oksigen otot jantung dan menambah aliran darah koroner dengan cara melebarkan pembuluh darah.

Obat diuretik berkhasiat meningkatkan pengeluaran garam dan air lewat urine sehingga mengurangi jumlah cairan dalam sirkulasi sekaligus menurunkan tekanan darah. Obat digitalis berfungsi menambah kekuatan kontraksi otot jantung, sehingga memperbaiki fungsi kerja jantung. Obat ini sering dipakai juga sebagai antiaritmia (anti gangguan irama jantung).

Obat antihipertensi, bekerja melebarkan pembuluh darah/ merelaksasikan otot halus arteri. Yang paling populer adalah obat-obatan antiplatelet (aspirin), berfungsi mengencerkan darah.

Penelitian terakhir menunjukkan pemberian statin (obat penurun kolesterol) lewat oral sesudah serangan jantung mampu menurunkan angka kematian hingga 34 persen per tahun. Efek antiperadangan obat ini memiliki kemampuan memperkuat lapisan pelindung plak, menstabilisasikan plak, dan bahkan dapat mengurangi penyempitan. Sayangnya hingga saat ini belum ada satu pun obat yang dapat menghancurkan sumbatan/plak yang menjadi dasar penyebab PJK.

Risiko Tinggi

Pada penderita berisiko tinggi, obat-obatan kerap kurang memadai, sehingga hanya ada dua cara untuk mengatasi sumbatan ini, yakni angioplasti koroner dan bedah pintas koroner. Tindakan hanya dilakukan bila sumbatan melebihi 50 persen diameter lumen pembuluh darah koroner lewat pemeriksaan angiografi. Angioplasti koroner merupakan metode tindakan intervensi untuk memperbaiki pembuluh darah secara dini dengan penggunaan balon untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat. Tindakan ini dapat menurunkan tingkat kematian hingga 36 persen. Terapi ini dikenalkan pertama kali oleh Dr Andreas Gruentzig di tahun 1977.

Saat itu, masih dilakukan dengan alat yang sangat sederhana. Perkembangan teknologi khususnya di bidang kateter, balon, dan alat-alat medis baru seperti stent, obat-obatan, sinar x, dan kemampuan operatornya, semakin mempopulerkan terapi ini. Tindakan dilakukan di laboratorium kateterisasi yang menyerupai ruang operasi. Penderita dibaringkan di meja dan dihubungkan dengan alat monitor irama jantung secara terus-menerus. Setelah pembiusan lokal, sebuah kateter lalu dimasukkan ke arteri lewat lipatan paha atau pergelangan tangan. Melalui kateter itu dimasukkan kateter lain yang mempunyai balon di ujungnya dan diarahkan ke jantung dengan bantuan monitor. Saat mencapai pembuluh darah yang tersumbat, balon dikembangkan untuk menyingkirkan plak, sehingga jantung kembali memperoleh pasokan darah secara normal.

PTCA dianggap berisiko lebih kecil dan hanya memerlukan perawatan singkat (1-2 hari) di rumah sakit. Di dunia saat ini dilakukan lebih dari 1 juta kasus per tahunnya. Kelemahannya berupa risiko terjadinya penyempitan kembali (restenosis) hingga sebesar 50 persen dari diameter lumen di tempat yang sama dalam kurun waktu 3-6 bulan.

Para ahli terus meneliti cara mengatasi masalah ini. Aneka obat seperti golongan kortikosteroid, sitostatik, penurun lemak, vitamin E dosis tinggi, dan lainnya telah dicoba. Tetapi gagal karena restenosis bersifat lokal. Obatnya pun harus diberikan lokal lewat kateter dengan dua metode, yaitu radiasi sinar gama atau beta intrakoroner. Hambatannya adalah fasilitas yang terbatas dan efek samping yang mungkin timbul.

Metode lain adalah dengan melapisi stent (semacam kerangka metal yang berfungsi sebagai penyangga supaya pembuluh darah tetap terbuka) dengan obat pencegah tumbuhnya jaringan baru, seperti Sirolimus dan Paclitaxel. Obat dilepas saat stent dicopot dan perlahan obat itu bereaksi dengan plak, sehingga pertumbuhan sel terhambat, bahkan terhenti.

Metode ini bisa menurunkan angka restenosis hingga 5 persen dan pada penderita diabetes melitus bahkan mencapai 10 persen, serta terbukti aman karena tak dijumpai efek samping sistemik. Meski begitu, penelitian terus dilanjutkan karena metode ini masih belum sempurna.

Angioplasti koroner yang dipaksakan pada lesi koroner berat dan melibatkan banyak pembuluh darah berisiko tinggi terjadinya penyempitan ulang dan bahkan penyumbatan. Lagi pula tindakan angioplasti berulang, terlebih bila memerlukan banyak stent, juga memerlukan biaya besar.

Bisa jadi biaya angioplasti akhirnya malah lebih besar daripada tindakan bedah dan akhirnya penderita juga harus dikirim ke meja operasi dengan disertai risiko yang lebih tinggi.

Pada keadaan demikian, pilihan bedah pintas koroner dari semula akan lebih menguntungkan. Operasi bedah juga lebih menguntungkan pada penderita dengan penyempitan yang terletak di posisi pembuluh koroner utama kiri, penderita diabetes melitus dan penderita dengan penurunan fungsi jantung.

Dokter spesialis bedah jantung melakukan pemasangan pembuluh darah pintas (bypass) pada pembuluh darah koroner yang menyempit/tersumbat dengan menggunakan pembiusan total. Materi bypass dapat diambil dari pembuluh darah balik kaki, pembuluh darah di bawah dada atau di lengan. Teknik ini pertama kalinya diperkenalkan Dr Rene Favoloro di Cleveland Clinic, AS pada tahun 1969. Saat ini lebih dari 300 000 operasi ini telah dilakukan di AS setiap tahunnya. Sayangnya pembuluh darah baru yang ditanam (graft) tidak selalu terjamin bebas masalah. Bisa jadi dalam perjalanan waktu, graft menyempit/menyumbat, sehingga memerlukan angioplasti atau operasi ulangan.

Risiko telah semakin kecil dengan meningkatnya pengalaman, penemuan obat-obatan dan perkembangan teknologi. Angka kematian berkisar antara 1-2 persen. Bahkan, di pusat jantung yang besar/terkenal, bisa mencapai di bawah 1 persen.

Kini juga dikenal off pump bypass surgery, yaitu tindakan bedah jantung tanpa menggunakan bantuan mesin jantung paru. Penanaman graft dilakukan pada jantung yang masih berdenyut (beating heart). Teknik ini dapat mengurangi biaya operasi, mempersingkat masa rawat inap dan mengurangi trauma, maupun komplikasi akibat bedah. Namun manfaatnya masih memerlukan evaluasi jangka panjang.

Pemilihan terapi PJK bergantung pada beberapa hal, seperti lokasi dan karakter penyempitan, jumlah pembuluh darah yang terlibat, fungsi jantung, adanya penyakit penyerta, usia, dan juga biaya. Masing-masing tindakan terbukti meningkatkan harapan dan kualitas hidup penderita PJK. Kekhawatiran risiko masing masing tindakan intervensi dapat dipahami, tetapi risiko itu telah jauh lebih kecil dibandingkan masa- masa sebelumnya.

Pengambilan keputusan jenis tindakan oleh dokter yang merawat penderita secara objektif dan bijaksana sangatlah diperlukan untuk memberikan manfaat terapi yang sebesar mungkin bagi penderita PJK. Tentu saja berbagai tindakan ini perlu juga disertai perbaikan gaya hidup, yakni menerapkan pola makan yang sehat, diet rendah kolesterol, berolahraga secara teratur, dan menghindari stres.

Yanto Sandy Tjang,

Dokter Spesialis Bedah Jantung di Pusat Jantung North Rhine Westphalia Bad Oeynhausen/Ruhr University of Bochum, Germany.

Sumber: http://www.suarapembaruan.com

Categories: terapi penyakit | 2 Comments

Perempuan Menopause Rentan Terkena Jantung Koroner

Penulis: Wika

JAKARTA–MI: Perempuan yang sudah menopause berIsiko terkena penyakit jantung dan stroke dua sampai tiga kali lebih besar daripada mereka yang belum menopause. Perbandingan antara perempuan yang sudah menopause dan laki-laki, yang mempunyai risiko penyakit jantung dan stroke adalah 1:1.

Hormon esterogen ternyata dapat melindungi perempuan dari risiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke. Dokter Amiliana Mardiani Soesanto SpJP, mengatakan hormon esterogen dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke.

Pada perempuan yang sudah menopause, kadar esterogen dalam tubuhnya menurun. Hal inilah yang kemudian menyebabkan perempuan yang sudah menopause memiliki risiko lebih tinggi daripada mereka yang belum menopause.

Risiko ini sebanding pada pria, yang kadar esterogen dalam tubuhnya hanya sedikit, sehingga perlindungan terhadap pembuluh darah menjadi lebih sedikit.

Menopause, sedikit banyaknya kadar esterogen dalam tubuh, atau bahkan faktor keturunan memang tidak bisa dihindari. Namun pencegahan dan pengontrolan bisa dilakukan. Di luar faktor-faktor yang tidak bisa dihindari tersebut, faktor-faktor seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, kegemukan atau obesitas, kolesterol, dan kadar gula darah, juga bisa memperbesar risiko seseorang terkena penyakit jantung dan stroke.

Menurut data Yayasan Jantung Indonesia (YJI), setiap tahunnya 8,5 juta kematian perempuan di dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Sedangkan tiga juta kematian perempuan disebabkan oleh serangan stroke.

Dalam acara Talk Show Go Red for Women di Jakarta, Jumat (22/2) yang diselenggarakan oleh YJI dalam rangka kampanye kesehatan jantung untuk perempuan ini, beberapa pembicara hadir seperti Hj Tatiek Fauzi Bowo, Prof DR Miranda S Goeltom, Dra Psi A Ratih Ibrahim MM, dr Amiliana, Svida Alisjahbana, dan Susan Bachtiar, membagikan kiat-kiat untuk hidup sehat bagi para ibu rumah tangga dan wanita karier.

Semua pembicara tersebut sepakat bahwa olahraga merupakan faktor penting dalam menjaga hidup tetap sehat. Dalam segala situasi dan kondisi, sempatkan diri untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Seperti misalnya Miranda S Goeltom yang selalu menyempatkan diri untuk berlari di pagi hari atau hanya sekadar naik-turun tangga. Atau melompat-lompat hingga terasa lelah.

“Dalam hidup kita harus seimbang. Seimbang antara apa yang masuk (makanan) dan aktivitas fisik kita, olahraga, seimbang antara bekerja dan istirahat atau rileksasi. Rileksasi juga dibutuhkan untuk menjaga agar pikiran kita tetap positif dan tidak stres,” kata Miranda.

Susan Bachtiar, juga menuturkan kehidupannya yang jauh dari rokok, selalu menjaga asupan makanan dan olahraganya, serta menjaga pikiran agar tidak stres. “Saya selalu menyempatkan diri untuk tidur ketika di perjalanan, membaca, atau mendengarkan musik,” kata duta Go Red for Women itu.

Untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke ini, YJI juga menghimbau masyarakat, khususnya perempuan untuk melakukan Panca Usaha Jantung SEHAT, yaitu, Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hindari dan atasi stres, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolahraga. (*/OL-03)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=160384

Categories: terapi penyakit | 1 Comment

GEJALA STROKE DAN SINAR MATAHARI

Kehidupan modern kini menuntut segala sesuatu serba instant dan cepat. Baik dalam aktivitas pekerjaan, kehidupan rumah tangga dan makanan sehari-hari. Bahkan tidak sedikit di antara kita yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fastfood). Perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi serasa memperpendek jarak dan mempersingkat waktu. Manusia serasa dimanja dalam kehidupannya.

Seiring dengan itu semua, ternyata kita harus membayar mahal dengan kesehatan kita. Pemakaian pestisida, limbah beracun, polusi udara, zat additive (pewarna, perasa, pengawet) di dalam makanan adalah beberapa faktor yang apabila dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas kesehatan tubuh kita. Radikal bebas, karsinogen (gen penyebab kanker), zat beracun adalah beberapa istilah yang semakin sering kita dengar. Bahkan kanker, diabetes, kolesterol, stroke, asam urat, alergi, ada di kanan-kiri kita.

Selain hal-hal eksternal di atas, kebiasaan hidup juga sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh kita. Makanan yang tidak bergizi seimbang, sedikit olah raga dan kurangnya istirahat akan mendukung terjangkitnya penyakit.

Makanan Bergizi Seimbang

Makanan yang terlalu manis meningkatkan kadar gula darah yang berarti beresiko tinggi pagi penderita diabetes mellitus. Terlalu banyak mengkonsumsi garam menyebabkan tingginya kadar garam dalam darah yang meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan stroke serta gangguan ginjal. Begitu juga makanan yang kecut/asam dapat menurunkan pH darah (meningkatkan tingkat keasaman darah). Darah yang semakin asam, akan semakin kental.

Menurut pakar gizi dan kesehatan, komposisi makan sehari-hari kita seharusnya adalah 80% sayur dan buah-buahan (makanan beralkali tinggi) serta 20% nasi, daging, ikan, roti dan lain-lain (makanan berasid tinggi). Tetapi yang biasa kita makan justru sebaliknya yaitu : 80% adalah nasi, daging, ikan, roti dan 20% adalah sayur dan buah-buahan. Komposisi yang salah ini, selama bertahun-tahun terjadi akumulasi, menyebabkan darah kita menjadi semakin asid dan semakin kental. Darah yang kental menyebabkan kerja jantung menjadi semakin berat. Aliran darah menjadi lambat, menyebabkan lebih banyak endapan terjadi dalam pembuluh darah. Akibatnya timbul penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Jika sudah terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, maka kita harus waspada terhadap gejala-gejala penyakit stroke. Apa sajakah itu? Gejala penyakit stroke di antaranya adalah migrain-migrain, kepala sering pusing, leher kaku-kaku, pundak terasa pegal, punggung linu-linu, tangan sering kesemutan, apalagi sampai kolesterol tinggi, asam urat hingga terjadi pembengkakan. Semua berawal dari keasidan darah yang tinggi, pengentalan darah dan penyumbatan pembuluh darah. Oleh karena itu, waspadalah! Apabila terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di otak, maka terjadilah stroke. Jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah arteri kiri/kanan di leher (middle cerebral artery), maka pasien akan mengalami stroke berat sampai lumpuh sebagian/seluruh tubuhnya.

Hal lain yang patut kita waspadai akibat tekanan darah yang tinggi dan beratnya kerja jantung adalah gejala penyakit modern. Apa sajakah itu? Gejala penyakit modern di antaranya adalah hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung dan penyakit stroke. Disebut modern karena setiap hari wajib minum obat dan seumur hidup tergantung kepada obat. Tentu ini biayanya amat sangat tinggi.

Ingat! Penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia adalah penyakit jantung. Diikuti penyakit kanker dan selanjutnya adalah stroke. Inilah pentingnya artikel ini, karena penyakit jantung dan stroke berawal dari pola makan tidak seimbang, keasidan darah terlalu tinggi, pengentalan darah hingga akhirnya terjadi penyumbatan pembuluh darah. Waspadalah!

Olah Raga Teratur

Olah raga membakar lemak, meningkatkan kinerja dan kekuatan jantung, serta membuang kotoran tubuh melalui keringat.

Istirahat yang Cukup

Pada saat istirahat banyak hal positif terjadi di dalam tubuh kita. Urat syaraf yang mengendur, perbaikan sel-sel yang rusak, memberi istirahat bagi sebagian organ tubuh, proses detoxifikasi (penghilangan racun) dan lain sebagainya.

Selama tidur terjadi proses-proses pemulihan yang bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula. Dengan begitu, tubuh yang awalnya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Jika proses ini terhambat, organ tubuh tidak bisa bekerja secara maksimal. Akibatnya orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi.

Menurut aturan kesehatan, kebutuhan tidur orang dewasa adalah 6-8 jam per hari. Tetapi akibat faktor pekerjaan, problem kehidupan lainnya, juga faktor hiburan (TV 24 jam non stop) maka banyak di antara kita yang menjadi kurang jam tidurnya.

Apabila tubuh mengalami kurang istirahat, akan terjadi hal-hal berikut ini : pH darah menuruh (semakin asam, semakin asid), tubuh tidak seimbang, muka pucat, lemas, mudah tersinggung, mudah marah-marah, penuaan dini, pelupa dan kurang konsentrasi.

SEHAT GRATIS

Apabila kita menginginkan sehat secara gratis, maka tiga hal pokok di atas harus kita penuhi : makanan bergizi seimbang, olah raga teratur dan istirahat yang cukup. Tentu kita akan sulit untuk memenuhi ketiganya secara 100%.

Oleh karena itu kita membutuhkan sesuatu yang dapat membantu mempertahankan kesehatan kita, khususnya dalam melancarkan peredaran darah, mengurangi timbunan lemak dalam pembuluh darah (mencegah penyumbatan) dan meringankan kerja jantung. Khususnya bagi Anda yang kurang istirahat dan tidak ada waktu untuk berolah raga secara teratur.

SINAR MATAHARI

Banyak di antara kita yang berangkat pagi di saat matahari masih mengintip dan pulang petang bahkan malam hari. Bekerja pun di perkantoran, di dalam gedung-gedung, ruang tertutup, ruangan ber-AC, yang akhirnya membuat kita hampir tidak pernah bertemu dengan sinar matahari. Padahal kita semua tahu, bahwa matahari adalah sumber kehidupan utama yang masuk ke Bumi ini. Anda dapat bayangkan bagaimana kita hidup tanpa sinar matahari?

Sinar Matahari memberikan pertumbuhan dan tenaga bagi semua mahkluk hidup. Apakah manfaat sinar matahari bagi kesehatan kita manusia?

  • Sinar matahari menghasilkan vitamin D. Sejumlah besar simpanan kolesterol terdapat di bawah kulit. Pada waktu berkas sinar ultraviolet disaring di kulit, ia mengubah simpanan kolesterol ini menjadi vitamin D. Menghadapkan sebagian dari tubuh ke sinar motahari selama 5 menit memberikan 400 unit vitamin D (Manusia membutuhkan 400 unit perhari menurut RDA USA).
  • Sinar Matahari mengurangi kolesterol darah. Dengan mengubah kolesterol di bahwa kulit menjadi vitamin D, menyebabkan tubuh memberikan peringatan kepada kolesterol yang ada dalam darah untuk keluar dari darah menuju ke kulit, sehingga mengurangi kolesterol dalam darah.
  • Sinar Matahari mengurangi gula darah. Cahaya matahari bagaikan insulin yang memberikan kemudahan penyerapan glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Ini merangsang tubuh untuk mengubah gula darah (glukosa) menjadi gula yang tersimpan (glykogen), yang tersimpan di hati don otot, sehingga menurunkan gula darah.
  • Sinar Matahari ialah penawar infeksi dan pembunuh bakteri. Matahari sanggup membunuh bakteri penyakit, virus dan jamur. Itu berguna untuk perawatan tuberkulosis (tbc), erisipelas, keracunan darah, peritonitis, pnemonia, mumps, asma saluran pernafasan. Bahkan beberapa dari virus penyebab kanker dibinasakan oleh sinar ultraviolet. Infeksi jamur, termasuk candida, bereaksi terhadap sinar matahari. Bakteri di udara dibinasakan dalam 10 menit oleh sinar ultraviolet.
  • Sinar Matahari meningkatkan kebugaran pernafasan. Sinar matahad bisa meningkatkan kapasitas darah untuk membawa oksigen dan menyalurkannya ke jaringan-jaringan. Ini berarti banyak oksigen tersedia untuk dibawa ke otot-otot sewaktu gerak badan. Faktor lain yang bisa membantu meningkatkan kebugaran pernafasan ialah bahwa glikogen bertambah di hati dan otot setelah berjemur matahari.
  • Sinar Matahari menolong dalam membentuk dan memperbaiki tulang-tulang. Dengan bertambahnya tingkat vitamin D dalam tubuh karena terkena sinar matahari, bisa meningkatkan penyerapan kalsium. Ini menolong pembentukan dan perbaikan tulang dan mencegah penyakit seperti rakitis dan osteomalacia (pelembutan tulang tidak normal).
  • Sinar Matahari meningkatkan beberapa jenis kekebalan. Sinar matahari menambah sel darah putih terutama limfosit, yang digunakan untuk menyerang penyakit. Antibodi (gamma globulins) bertambah. Pengaruh ini bertahan sampai 3 minggu. Nitrofil membunuh kuman-kuman lebih cepat setelah pernafasan dengan sinar matahari. Sepuluh menit di.bawah sinar ultraviolet satu atau dua kali setiap minggu mengurangi flu 30-40 persen.

Ya, sinar matahari sesungguhnya sangat bermanfaat bagi kita. Yang terbaik bila kita disinari cahaya matahari sebelum pukul 09.00 pagi dan setelah pukul 16.00 sore. Pada saat-saat itu kita tidak mendapatkan sinar gelombang pendek (sinar-gelombang-pendek: ultraviolet, sinar-x, sinar gamma, sinar cosmos, sebaliknya lebih banyak mendapatkan sinar-gelombang-panjang: inframerah).

Studi terbaru tentang Bioteknologi menemukan bahwa Sinar-Inframerah-Gelombang-Panjang (far infrared / FIR dengan panjang gelombang antara 6-14 mikron) berperan penting dalam formasi dan pertumbuhan makhluk hidup termasuk memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Untuk alasan inilah, sinar inframerah ini disebut juga Sinar Bio Genetik (BIOFIR). Semua makhluk hidup di Bumi selalu terdiri dari molekul air dan protein kompleks. Molekul air selalu tidak stabil. Jika molekul air dioksilasikan dengan panjang gelombang antara 8-1000 mikron (itu adalah panjang gelombang oksilasi air) akan terjadi semacam getaran ketidakstabilan (resonansi).

Resonansi tersebut menyebabkan ionisasi air tersebut menjadi ion Hidrogen (H+) dan Hidroksil (OH) terjadi dengan kecepatan yang sangat tinggi (10/12 detik). Ionisasi ini dinamakan “Pengaktifan Air”. Jika proses pengaktifan ini terjadi di seluruh tubuh manusia, metabolisme sel dan proses pembuangan sisa metabolisme sel menjadi lebih aktif dan efektif hingga menghasilkan perkembangan sel yang menakjubkan. Sinar inframerah dari matahari mempunyai panjang gelombang antara 3,5-10 mikron dan sinar inframerah yang mempunyai panjang gelombang 6-14 mikron adalah sinar bio genetik yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia (kita menerima sinar ini setiap hari dari matahari).

Perlu berhati-hati. Sinar matahari bisa juga berbahaya. Terlalu lama di bawah sinar matahari bisa menyebabkan hal-hal berikut:

  • Sinar Matahari membuat kulit terbakar. Terlalu banyak mendapat sinar matahari, walaupun pada hari berawan bisa menyebakan kulit anda terbakar (awan bisa menyaring banyak berkas cahaya yang kelihatan dan inframerah, namun 80% radiasi ultraviolet bisa menembusi awan itu). UV-B adalah bagian dari spektrum ultraviolet yang membakar kulit dan hanyo 0,2 persen dari tenaga radiasi ini sampai ke permukaan bumi. Angin sepoi-sepoi bisa menombah bahaya itu.
  • Sinar Matahari bisa meningkatkan resiko kanker kulit. Kebanyakan sinar matahari dengan tingginya trigliserid darah adalah faktor yang paling besar terjadinya kanker kulit.
  • Sinar Matahari mempercepat proses penuaan.

Z.R. Kime dalam “Sunlight Could Save Your Life”, menyatakan bahwa bertambahnya penggunaan minyak sayur olahan (poliunsaturated), menyebabkan bertambahnya kehadiran “radikal bebas” pada kulit. Radikal bebas ini adalah bagian dari molekul (yang terpecah-pecah) dengan kecenderungan menyebabkan kerusakan jaringan lapisan kulit paling luar, penyebab utama penuaan dini – keriput kulit.

Seorang ilmuwan menutup setengah dari piring batu dengan bakteri yang tumbuh di situ, dan setengah lainnya disinari matahari secara langsung. Bagian piring yang tertutup penuh dengan bakteri, tetapi tidak ada yang tumbuh di setengah piring yang mendapat sinar matahari. Semua bakteri telah terbunuh. Jika kita membuka lebar tirai dan jendela kita agar sinar matahari masuk ke kamar-kamar kita, setelah satu jangka waktu, sinar matahari ini akan membunuh bakteri yang berada di debu jendela dan lantai, sehingga membuat rumah itu menjadi tempat yang lebih sehat untuk didiami.

(Sumber http://dianweb.org/Sehat/ADI5.HTM)

Categories: terapi penyakit | Leave a comment

Penyakit Jantung Koroner, Si Perenggut Nyawa

Ny. Tati sama sekali tidak menyangka kalau obrolan dengan suaminya malam itu adalah obrolan terakhir sebelum sang suami tercinta pergi untuk selamanya. Pak Sakirun, meninggal setelah mendadak mengalami sesak nafas dibarengi dengan keluarnya keringat dingin dan tubuh lemas. Menurut hasil pemeriksaan dokter, Pak Sakirun meninggal akibat serangan jantung koroner.

Sesak napas, nyeri dada (khususnya sisi kiri), sakit pada ulu hati, leher terasa tertekan, seperti tercekik, atau nyeri yang menjalar ke daerah bahu serta lengan kiri sampai jari-jari mungkin merupakan gejala awal serangan jantung koroner yang perlu diwaspadai. Penyebabnya tidak lain karena pembuluh koroner jantung tersumbat (atherosklerosis), sehingga kebutuhan otot jantung akan oksigen tidak terpenuhi.

Gejala-gejala seperti ini bisa juga terjadi pada penyakit lain, seperti sesak napas yang disebabkan oleh asma, dan nyeri pada ulu hati pada maag. Kesalahan diagnosa bisa saja terjadi karena kemiripan gejala. Karena itu, tak ada salahnya Anda segera melakukan penanganan secepatnya. Jangan tunda, berangkat segera ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah terjadinya keadaan yang tidak diinginkan. Ingatlah, serangan jantung dapat membawa kematian.

Sayangnya, serangan jantung koroner seringkali terjadi secara mendadak dan tidak jarang pada malam hari sehingga penderita seringkali tidak tertolong. Mengingat mendadaknya serangan tersebut, maka Anda yang mempunyai gejala atau berbakat menderita kelainan jantung sebaiknya rutin memeriksakan diri. Apalagi jika usia Anda sudah mencapai kepala empat, perokok, menderita darah tinggi, kecing manis, kegemukan, dan jarang berolahraga. Periksakan diri minimal sekali dalam setahun. Bila perlu, dokter akan menganjurkan jangka waktu pemeriksaan yang lebih pendek misalnya setiap enam bulan atau bahkan setiap bulan.

Pola Makan

Kecenderungan pola makan yang kurang sehat pada masyarakat perkotaan sering dikaitkan dengan penyakit jantung koroner (PJK). Kesalahan pola makan itu tidak lain karena ketidakseimbangan komposisi makanan yang dikonsumsi.

Fast food (makanan siap saji) yang makin menjamur di perkotaan mengandung protein, lemak, karbohidrat yang tinggi, dan sebaliknya kandungan serat, vitamin dan mineralnya rendah. Hal ini dapat menjadi pencetus dari berkembangnya penyakit degeneratif, seperti PJK, hipertensi, diabetes, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Gaya hidup di perkotaan yang sering dilanda stres juga dapat memacu kerja jantung dan meningkatkan tekanan darah. Kebiasaan itu masih diperparah dengan merokok.

Tidak ada motto kuno yang lebih baik dari “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Ini berlaku untuk siapapun, terlebih jika Anda termasuk orang yang memiliki risiko tinggi menderita kelainan jantung. Caranya, perbaiki pola makan sekarang juga. Makanan yang bervariasi dan bergizi seimbang adalah makanan yang sehat untuk Anda konsumsi.

Diet merupakan kunci penting bagi pencegahan PJK. Sebab dengan menerapkan diet yang baik, penderita dapat mengendalikan kemungkinan tingginya kadar kolesterol dan garam yang sangat berhubungan dengan penyakit ini. Selain itu, penderita juga dapat mengatur berapa jumlah serat, gula, protein, mineral, ratio antara lemak jenuh dan tidak jenuh yang harus dicukupi setiap hari. Diet juga menurunkan risiko terjadinya penyakit-penyakit lain. Dan jangan lupa, berolahraga secara teratur.

Yang penting untuk Anda jalani, terutama dalam mengatur asupan makanan yang Anda konsumsi setiap hari:

  • Pilihlah ikan daripada daging, kecuali daging yang benar-benar tak berlemak
  • Kurangi garam. Misalnya dengan membatasi makanan kalengan, makanan yang diasapkan, ikan asin, dan jenis makanan awetan lain
  • Hindari makanan berlemak atau yang digoreng. Makanan yang direbus atau dikukus dan dipanggang jauh lebih aman daripada yang digoreng
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan

Sumber bahan: Rubrik ideal, bulletin info sehat edisi 8

Categories: terapi penyakit | Leave a comment

Minyak Ikan Berkhasiat Turunkan Serangan Jantung

SIAPA yang tidak ”ngeri” dengan serangan penyakit jantung. Menurut hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 1996, penyakit jantung koroner menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian. Sedangkan berdasar SEAMIC Health Statistic 2000, penyakit serbiovaskuler seperti jantung koroner dan stroke berada di urutan kedua penyebab kematian tertinggi di dunia.

Herannya, sedikit orang Eskimo yang menderita penyakit mematikan ini. Di negara yang terletak di Kutub Utara itu, jumlah penderita jantung terhitung rendah. Adalah Jorn Dyerburg dan H.O. Bang yang berspekulasi bahwa ada hubungan antara sedikitnya penderita jantung di Eskimo dengan kebiasaan makan mereka. Orang Eskimo mengonsumsi banyak makanan laut. Seperti yang diketahui, lemak dari laut mengandung polyunsaturated, yaitu jenis lemak penghasil asam lemak omega-3.
Asam lemak ini biasa terdapat dalam ikan air segar seperti salmon, makerel dan swordfish. Selain itu, asam ini juga bisa ditemui pada lemak sayur seperti kanola dan kacang-kacangan. Asam lemak omega-3 sudah sejak lama diteliti sebagai zat yang bisa mengurangi tingkat kematian akibat penyakit jantung koroner, terutama kematian mendadak.

Mati Mendadak
Riset terbaru yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association melaporkan ada hubungan antara konsumsi ikan dengan jumlah asam lemak omega-3 serta pertumbuhan penyakit jantung koroner. Hasil ini didapat dari penelitian yang diadakan Nurses’s Health Study yang mengikutsertakan 98.462 perempuan.
Penelitian tersebut menunjukkan relasi kuat antara konsumsi ikan dan asam lemak omega-3 dengan kemungkinan pertumbuhan penyakit jantung koroner. Semakin tinggi jumlah konsumsi omega-3, semakin rendah risiko terserang jantung koroner.
Eksperimen lain dilakukan oleh Physicians Health Study yang melibatkan 22.000 laki-laki setengah baya. Hasilnya, asam lemak omega-3 dalam aliran darah berpengaruh terhadap risiko kematian akibat jantung koroner. Kian tinggi kandungan asam lemak omega-3 dalam darah, kian tinggi pula daya proteksi tubuh terhadap kematian mendadak.
Bukti ini diperkuat lagi oleh sebuah riset di Italia. Riset ini menyertakan 11.000 orang, lelaki dan perempuan penderita serangan jantung. Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama menerima perawatan seperti biasa. Kelompok kedua diberi asupan suplemen vitamin E. Kelompok ketiga diberi konsumsi kapsul minyak ikan.
Hasilnya, vitamin E tidak memberi dampak apa pun terhadap risiko serangan jantung. Sedangkan kelompok ketiga yaitu mereka yang mengonsumsi kapsul minyak ikan ditemukan mengalami penurunan serangan jantung sebesar 45 persen.
Dari serangkaian penelitian di atas, Dyerburg dan Bang menyimpulkan asam lemak omega-3 bisa menurunkan risiko kematian mendadak akibat serangan jantung. Efek ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kandungan kolesterol dalam darah. Pengaruh asam lemak omega-3 itu tidak terlihat langsung, melainkan tiga bulan setelah riset dilakukan. Kesimpulan lain adalah dosis pemberian asam lemak omega-3 harus kecil. Dianjurkan dosis diberikan setara dengan mengonsumsi dua ikan berlemak setiap minggu. Dalam bentuk kapsul, total dosisnya adalah 800 sampai 1000 miligram perhari. Di Amerika Serikat (AS), setiap kapsul berisi 300 atau 500 miligram asam lemak omega-3. Dibandingkan dengan terapi obat tradisional, asam lemak omega-3 jauh lebih bermanfaat, aman dan tidak mahal.
Dari bukti-bukti ini, penderita jantung atau penyakit pembuluh darah lain dianjurkan mengonsumsi asam lemak omega-3. Dosis yang disarankan adalah dua ekor ikan segar setiap minggu atau dalam bentuk suplemen. Anjuran ini berlaku tidak hanya bagi penderita jantung, tapi juga mereka yang berisiko menderita penyakit jantung akibat peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi atau diabetes. Bahkan bagi orang yang tidak terancam risiko sakit jantung konsumsi lemak polyunsaturated akan membawa dampak positif.
Uniknya, mayoritas ahli medis tidak merekomendasikan keampuhan asam lemak omega-3 ini bagi pasiennya. Padahal jauh sebelum studi penelitian terbaru ini, sudah sejak lama asam lemak omega-3 diketahui manfaatnya. Justru para ahli medis itu banyak merekomendasikan vitamin E sebagai konsumsi untuk penderita penyakit jantung.

Produk Alami
Sementara menurut ahli jantung dari Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, Profesor. Dr. Asikin Hafiah, penemuan mengenai manfaat asam lemak omega-3 sudah lama diketahui oleh para ahli medis di Indonesia. Merujuk pada banyak penemuan di luar negeri, para dokter di sini pun sudah menganjurkan konsumi ikan laut pada para pasiennya.
”Sejak dulu kami tahu bahwa ikan laut sangat berguna bagi tubuh. Maka kami selalu menganjurkan pasien jantung agar rajin mengonsumsinya, cukup sehari satu. Jika kebiasaan ini dilakukan maka tingkat serangan jantung akan menurun,” jelas Asikin kepada SH hari Kamis (11/4).
Namun karena penyakit jantung adalah penyakit progresif, maka konsumsi minyak ikan ini tidak bisa menyembuhkan penyakit jantung secara 100 persen, hanya menurunkan persentase serangannya saja.
Penelitian tentang minyak ikan ini sudah dilakukan sejak tahun 1996 oleh dr. Fadilah Supari yang juga ahli jantung RS Harapan Kita. Ia merekomendasikan ikan lemuru yang banyak terdapat di perairan laut Indonesia sebagai ikan yang potensial mengandung asam lemak omega-3. Dengan mengonsumsi dua porsi ikan lemuru setiap minggu maka cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Ikan yang mengandung asam lemak omega-3 cukup optimal ini mampu menurunkan kadar superoksida yang merusak jaringan otot jantung. Disarankan agar ikan ini tidak digoreng, melainkan ditim. Sebab jika digoreng maka kandungan omega-3-nya akan menguap.
Menurut Fadilah, pada orang yang mengonsumsi omega-3, keping darahnya (platelet) tidak mudah pecah atau menggumpal. Asam lemak omega-3 ini menjadikan dinding pembuluh darah (endotil) kuat, tidak rapuh, dan tidak mudah ditembus oleh zat yang memecah dinding pembuluh darah. Asam lemak ini bisa menurunkan parameter biokimia sebagai faktor risiko arteriosklerosis seperti kolesterol, LDL dan trigliserida.
Karena itu, Asikin berpendapat bahwa asam lemak ini juga mampu memperbaiki tekanan darah pada penderita hipertensi serta semua penyakit yang berhubungan dengan gangguan pembuluh darah.
Senada dengan pendapat Asikin, Dr.Arayandanu dari DepartemenTeknologi Makanan dan Gizi, Universitas Djuanda, Bogor menyatakan bahwa khasiat asam lemak omega-3 tidak hanya bisa dirasakan oleh penderita jantung, melainkan juga diabetes dan hipertensi.
”Banyak penelitian yang sudah membuktikan kehandalan asam lemak ini. Tapi memang para ahli medis kita tidak semuanya menyarankan konsumsi ikan pada pasien. Ada beberapa ahli medis yang belum mengetahuinya atau ragu-ragu. Padahal tidak ada obat dari dokter yang berpengaruh pada kinerja minyak ikan dalam tubuh pasien,” jelas Aryandanu dalam kesempatan terpisah.
Banyak produk telur omega-3 yang kini banyak dijual di pasar swalayan. Menurut Arya, produk rekayasa ini memang diilhami dari khasiat asam lemak omega-3. Telur jenis ini bisa meningkatkan kadar asam lemak omega-3 dalam aliran darah. Tapi bukan berarti bisa menurunkan kadar kolesterol atau trigliserida, hanya mengubah kadar asam lemak dalam plasma darah saja. Sebutir telur omega-3 berisi asam lemak omega-3 (618 mg), dan asam lemak omega-6 (999 mg), seperti yang tercantum pada kemasan telur yang diperdagangkan. Namun baik Arya maupun Asikin menganjurkan agar penderita jantung lebih mempercayai produk alami sebagai sumber asam lemak.(mer)

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2002/04/3/kes01.html

Categories: terapi penyakit | Leave a comment

Pilihan Terapi Penyakit Jantung Koroner

Oleh A. Fauzi Yahya

Nyeri dada akibat penyakit jantung koroner (PJK) dialami jutaan penduduk dunia. Di Amerika, dua belas juta orang didiagnosis PJK. Di Indonesia, walaupun belum ada data nasional prevalensi PJK, dampak serius penyakit ini telah terlihat. Penyakit kardiovaskular yang di dalamnya termasuk PJK menempati urutan pertama penyebab selurah kematian yaitu 16 persen pada survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 1992 . Pada SKRT 1995 meningkat menjadi 18,9 persen. Hasil Suskernas 2001 malahan memperlihatkan angka 26,4 persen.
Sebagian besar PJK terjadi akibat penurunan suplai oksigen (iskemia) pada otot jantung lantaran penyempitan pembuluh koroner oleh pengerasan di dinding dalam pembuluh koroner yang disebut plak aterosklerosis. Plak berintikan lemak ini terlindungi oleh lapisan sel-sel otot polos.
Stabilitas plak aterosklerosis ditentukan oleh kuat tidaknya lapisan pelindung. Bila lapisan pelindung itu rapuh, maka plak itu mudah pecah manakala ada pemicu seperti latihan fisik yang berat, marah, stress atau bahkan hubungan intim. Plak yang pecah akan menstimulasi proses penggumpalan darah yang dapat lebih mempersempit liang pembuluh atau bahkan menyumbatnya. Sumbatan di liang pembuluh koroner bila berlangsung lebih dari 20 menit dapat mematikan otot-otot jantung yang berujung pada disfungsi pompa jantung atau hilangnya nyawa penderita. Hingga kini para ahli belum menemukan cara terbaik dalam mendeteksi plak yang rapuh. Diduga kuat faktor inflamasi berperan dalam proses perapuhan plak.

Pilihan Terapi
Pilihan terapi lebih didasarkan pada pertimbangan pencegahan risiko fatal PJK ketimbang sekedar menghilangkan keluhan nyeri dada. Paradigma baru dalam terapi obat-obatan penderita PJK adalah upaya stabilisasi plak dengan dosis tinggi HMG-co A reductase inhibitors atau yang lebih dikenal dengan nama statin. Efek antiperadangan obat penurun kolesterol ini diyakini memiliki kemampuan memperkuat lapisan pelindung plak dan bahkan dapat mereduksi penyempitan.
Namun pada sebagian penderita terutama yang berisiko tinggi, obat-obatan kerap kurang ideal. Para ahli kini lebih cenderung melakukan intervensi lebih dini. Ya, mirip sikap preemptive war ala Bush. Hal ini dimungkinkan karena intervensi nonbedah pada pembuluh koroner semakin aman dilakukan dan dengan outcome yang memuaskan.
Sejak Dr. Andreas Gruentzig pada 1977 mengumumkan pertama kali keberhasilan melakukan pelebaran pembuluh koroner tanpa bedah yang disebut PTCA (Percutaneous Coronary Angioplasty) atau dikenal dengan istilah balonisasi tindakan ini semakin kerap dilakukan.
PTCA hanya memerlukan sayatan kulit kecil di lengan atau pangkal paha untuk menyelipkan kateter pada arteri yang menuju ke muara koroner. Melalui kateter itu dimasukkan kateter lain yang mempunyai balon di ujungnya. Pada lokasi penyempitan, balon itu dikembangkan. Balon yang telah melebarkan koroner itu kemudian dikempiskan kembali dan ditarik keluar.
Namun saat itu hingga dekade berikutnya hanya segelintir penderita yang memenuhi syarat untuk dilakukan tindakan balonisasi. Hal ini lantaran teknologi yang masih sederhana sehingga kurang begitu aman, juga angka penyempitan ulang
(restenosis) pascabalonisasi dapat mencapai 40 persen. Karena itu para ahli masih memprioritaskan bedah sebagai alternatif terbaik.
Namun seiring dengan perbaikan bahan-bahan kateterisasi, struktur balon serta temuan obat-obat antipenggumpalan darah baru, maka kini tindakan ini menjadi jauh lebih aman. Angka penyempitan ulang menjadi menurun drastis setelah para ahli menyertakan pemasangan stent setelah dibalon. Stent yang berbentuk laksana cincin atau gorong-gorong ini dapat mempertahankan pelebaran yang dilakukan balon. Tahun-tahun terakhir ini dikenal jenis stent berlapis berbagai jenis obat yang mampu mereduksi angka penyempitan ulang hingga di bawah lima persen. Selain itu dikenal pula teknik pengerokan dan pengeboran sumbatan koroner yang mengeras termasuk penggunaan laser.
Walhasil, kini intervensi nonbedah dapat dilakukan pada berbagai kondisi PJK yang sebelumnya hanya mampu dikerjakan di meja operasi. Berbagai studi yang membandingkan secara langsung antara intervensi bedah dan nonbedah pada penderita PJK memperlihatkan hasil yang tidak berbeda bahkan pada kasus-kasus yang sulit sekalipun.
Yang masih menjadi ganjalan intervensi nonbedah adalah mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita. Harga sebuah stent berlapis obat dengan ukuran beberapa milimeter itu ada yang di atas 30 juta rupiah.
Kenyataan tersebut meyakinkan kita bahwa pencegahan memang jauh lebih murah ketimbangan pengobatan. Sayangnya perubahan ke arah perilaku sehat seringkali baru mulai disadari saat penderita terbaring tak berdaya.. (*)

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2005/0128/kes2.htm

Categories: terapi penyakit | Leave a comment

Kenali Sinyal Jantung Koroner

EVY RACHMAWATI

Ibarat tamu tak diundang, serangan jantung dapat terjadi tiba-tiba tanpa maupun dengan keluhan klinis. Seseorang yang sehat dan bugar pun tidak selalu dapat mengelak dari serangan jantung. Oleh karena itu, kenali berbagai faktor risiko dan gejala klinis yang menjadi sinyal adanya gangguan jantung.

Isludiro (50), warga Jalan Pramuka Raya Ashari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mengaku penyakit jantung koroner yang dideritanya diawali rasa nyeri pada bagian dada saat shalat Jumat, Maret 2005. ”Mendadak dada saya nyeri sampai susah napas. Saya segera ke rumah sakit dan didiagnosa ada kelainan detak jantung karena hipertensi,” tuturnya.

Rasa nyeri kambuh pada malam harinya. Akhirnya ia menjalani kateterisasi sepuluh bulan lalu. Namun, karena tidak menjaga pola makan seperti menjauhi makanan berlemak, pembuluh arterinya kembali menyempit sehingga terpaksa dikateterisasi ulang. Kini ada lima ring terpasang di situ.

”Saya masih rajin memeriksakan kesehatan. Tetapi, saya tidak mengontrol makanan, hanya mengonsumsi obat antihipertensi dan berhenti makan obat untuk jantung,” kata bapak dua anak ini.

Oleh karena itu, ia berencana menjaga pola makan yang sehat, mengendalikan faktor risiko hipertensi, dan membatasi aktivitas fisik yang berat.

Hal serupa diderita Ny Yulidar Djusman (53), warga Rempoa Bintaro, Jakarta Selatan. Sejak lebih dari 15 tahun lalu ia menderita tekanan darah tinggi. Lambat laun ia merasa pegal pada bagian rahang kemudian merembet ke bagian tubuh lain seperti dada, punggung, dan tangan kiri. ”Rahang terasa kaku dan badan pegal-pegal. Waktu itu saya hanya berobat ke dokter spesialis dalam,” tuturnya.

Belakangan, ia didiagnosa terkena gejala awal penyakit jantung koroner. Namun, kesibukannya menjalankan usaha transportasi umum membuat ibu tiga anak ini kurang memedulikan gejala yang muncul. Pola makan pun tidak dijaga baik. ”Kalau sejak awal memperhatikan gangguan ini, mungkin tidak parah seperti sekarang,” ujarnya.

Jika penyakit jantung koroner yang dideritanya kambuh, ia mengaku tidak kuat dan merasa nyeri begitu beraktivitas fisik— yang ringan sekalipun seperti berjalan kaki lebih dari 10 meter atau mandi dengan menggunakan gayung. ”Rasa nyeri langsung terasa kalau emosi naik seperti nonton film yang menegangkan atau bermimpi hal-hal seram,” kata Ny Yulidar.

Karena kondisi kesehatannya kian parah, aktivitas sehari-hari jadi terhambat. Ia memutuskan untuk menjual semua angkutan umum miliknya dan memilih jadi ibu rumah tangga. ”Kalau rasa nyerinya kambuh, saya langsung istirahat. Waktu mengemudi mobil sendirian, saat rasa nyeri kambuh, saya langsung meminggirkan mobil. Mengemudi di jalan memang cepat memancing emosi,” ujarnya.

Setelah diperiksa ternyata terjadi enam penyumbatan pada pembuluh arterinya. Ia pun harus menjalani operasi pintas koroner. Dengan menggunakan uang pesangon suaminya yang baru pensiun dari perusahaan perminyakan milik negara, ia dioperasi di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita pekan lalu. ”Sehat itu ternyata mahal,” ungkapnya.

Ia berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk memberikan kartu khusus bagi penderita jantung seperti dia. ”Dalam tubuh saya kini ada logamnya sehingga akan berbunyi saat diperiksa. Ini bisa menimbulkan kecurigaan petugas di bandara. Padahal saya kadang menengok anak-anak di luar negeri,” kata Ny Yulidar.

Kendalikan risiko

Penyakit jantung merupakan gangguan kesehatan yang mematikan. Jenis gangguan jantung yang sedang populer saat ini adalah penyakit jantung koroner (PJK). PJK adalah suatu kelainan yang disebabkan penyempitan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Ini karena timbunan lemak dan pengapuran dinding pembuluh darah.

Penyempitan itu mengakibatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan darah ke otot jantung sehingga menimbulkan sejumlah gejala seperti rasa nyeri atau tidak nyaman di dada. Menurut dr Achmad Fauzi Yahya SpJP dalam bukunya Sebelum Jantung Anda Berhenti Berdetak, serangan jantung akan muncul jika pembuluh darah koroner tersumbat.

”Penyakit jantung koroner ini prosesnya panjang,” kata dr Manoefris Kasim SpJP (K) SpKN dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Proses ateroklerosis (mengeras dan menyempitnya pembuluh darah koroner karena endapan kalsium dan timbunan lemak) mulai pada masa anak- anak seiring meningkatnya tingkat konsumsi makanan siap saji (junk food), dan berkembang dengan tingkat bervariasi pada tiap orang sesuai hadirnya faktor risiko.

Ada sejumlah faktor risiko yang dapat dikurangi, diperbaiki, atau dimodifikasi untuk mencegah terjadinya PJK atau serangan jantung, yaitu kelebihan kolesterol, kencing manis (diabetes melitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), merokok, ketegangan atau stres, kegemukan (obesitas), dan kurang aktivitas fisik. ”Agar tetap sehat, jaga pola makan dan rajin berolahraga,” tutur Manoefris.

Sayangnya, penderita kerap kali tidak menyadari hal itu selama bertahun-tahun sampai terjadi komplikasi yang berbahaya, seperti stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal. Faktor keturunan juga berperan penting dalam menentukan risiko alamiah dari PJK. Karena itu, perlu ada pengendalian faktor- faktor risiko.

Kelainan irama

Orang yang memiliki lebih dari satu faktor risiko terkena PJK harus mewaspadai serangan jantung sejak dini. ”Gejala awal penyakit jantung koroner di antaranya sesak napas, rasa nyeri di dada saat beraktivitas fisik seperti jalan kaki, naik tangga, berlari, atau mandi dengan gayung,” tutur Manoefris.

Kelainan irama jantung, yakni terjadinya peningkatan frekuensi detak jantung, juga merupakan salah satu gejala PJK. ”Selain nyeri pada dada, penderita mengalami rasa pegal pada rahang, bahu, punggung, lengan dan leher. Sebagian penderita juga menderita rasa nyeri pada ulu hati sehingga kerap kali mengira sakit mag,” kata Manoefris.

Sayangnya, mayoritas penderita PJK justru tidak mengalami gejala klinis PJK. Padahal, hal itu merupakan sinyal awal munculnya penyakit itu sehingga bisa ditangani sejak dini. ”Ini karena ada perbedaan kepekaan tubuh terhadap sensor nyerinya. Tanpa pemeriksaan medis (check up), sulit diketahui seseorang menderita PJK,” tuturnya.

Orang dengan lebih dari satu faktor risiko terserang jantung koroner disarankan mengikuti tes jalan kaki dengan menggunakan alat (treadmill test) sebagai prosedur untuk menentukan berapa angka nadi yang aman dalam melakukan latihan fisik. Tes ini juga dapat mengetahui adanya kelainan irama jantung pada seseorang. ”Tes ini tingkat kepekaannya 52-70 persen,” kata Manoefris.

Deteksi dini penyakit ini juga dapat dilakukan lewat pemindaian (scanning) nuklir dengan tingkat akurasi mencapai 90 persen. Melalui alat yang menggunakan bahan radioaktif itu, diperoleh rekaman gambar adanya penyempitan atau penghambatan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot jantung.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih terperinci lagi, penderita juga bisa diperiksa dengan ct-scan multislice dengan tingkat kepekaan hingga 90 persen. Dengan alat ini, bisa dilihat derajat pengapuran pada pembuluh darah dan penyempitannya.

Dalam perkembangannya, penyumbatan pembuluh darah ini dapat diatasi tanpa operasi. Saat ini penanganan dilakukan dengan penggunaan balon untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat plak (PTCA). Balon dikembangkan dan digunakan untuk menyingkirkan plak sehingga jantung kembali memperoleh pasokan darah secara normal. Namun, tindakan ini masih berisiko terjadinya penyempitan kembali (restenosis).

Agar pembuluh darah tetap terbuka (tidak tersumbat plak), pada pembuluh darah yang sudah dibuka dipasang stent atau cincin, semacam kerangka metal sebagai penyangga supaya pembuluh darah tetap terbuka. Stent ini dilapisi obat (drug eluting stent/DES) untuk menghambat pertumbuhan sel sehingga pembuluh darah tak tersumbat lagi.

”Jika penyumbatan terlalu banyak, lebih dari tiga penyempitan, lebih efektif diatasi dengan operasi pintas koroner (by pass),” kata Manoefris.

Tentunya berbagai intervensi ini perlu disertai perbaikan pola hidup, yakni menerapkan pola makan yang sehat, diet rendah kolesterol, berolahraga secara teratur, dan menghindari stres.

Sumber : 64.203.71.11/kompas-cetak/0601/20/kesehatan/2376385.htm

Categories: terapi penyakit | 3 Comments

Gambar Reflexiology

 Sumber : http://www.findareflexologist.com/xmas/Reflexology_Foot_Chart1.gi
reflexology_foot_chart1.gif

Categories: pijat point gambar | Leave a comment

KEPEDULIAN TERHADAP STROKE

Suatu center kesehatan baru sebagai upaya bersama hari ini akan diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI, dr. A. Suyudi, di Jakarta. Center itu lengkap dengan pelayanan oleh para dokter spesialis, dokter ahli, dokter umum, dokter gigi, dokter mata, dokter ahli kandungan, para perawat, serta para ahli terapi yang bekerja sama dalam suatu koordinasi yang terpadu. Upaya ini yang dilakukan oleh center ini merupakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit, utamanya stroke, yang jumlahnya makin marak di Indonesia. Upaya itu adalah upaya hidup sehat untuk semuaSuatu center kesehatan baru sebagai upaya bersama hari ini akan diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI, dr. A. Suyudi, di Jakarta. Center itu lengkap dengan pelayanan oleh para dokter spesialis, dokter ahli, dokter umum, dokter gigi, dokter mata, dokter ahli kandungan, para perawat, serta para ahli terapi yang bekerja sama dalam suatu koordinasi yang terpadu. Upaya ini yang dilakukan oleh center ini merupakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit, utamanya stroke, yang jumlahnya makin marak di Indonesia. Upaya itu adalah upaya hidup sehat untuk semua.

Upaya ini menjadi sangat khusus karena dilakukan oleh suatu yayasan nir laba, yaitu oleh Yayasan Stroke Indonesia. Upaya itu sekaligus merupakan bagian dari pelaksanaan empat fungsi utama dari Yayasan yang bergerak dalam bidang stroke itu. Keempat fungsi utama itu adalah memberikan bimbingan dan bantuan tehnis medis kepada kegiatan penanganan stroke dan pelayanan medis dalam suatu rangkaian pelayanan yang terpadu. Fungsi lainnya adalah memberikan dukungan kepada upaya pemberdayaan masyarakat, melakukan kerjasama dengan Pemerintah dan lembaga-lembaga lain serta melakukan berbagai upaya penelitian dan pengembangan.

Untuk melaksanakan keempat fungsi itu Yayasan Stroke Indonesia telah mengembangkan tiga program, yaitu program pencegahan bahaya penyakit stroke, program kuratif penanggulangan dan rehabilitasi akibat penyakit stroke, yaitu dengan membangun Nusantarra Stoke and Medical Center, serta program penelitian dan pengembangan bahaya penyakit stroke di Indonesia.

Program khusus pengembangan center itu merupakan suatu program yang dapat dianggap sebagai program utama yang mempunyai fungsi ganda karena dari padanya diharapkan dapat dikembangkan model-model serupa di tempat lain di kemudian hari. Program ini sekaligus merupakan model dimana pengembangan centernya sendiri merupakan prakarsa yang didukung oleh berbagai lembaga maupun oleh berbagai perorangan dan lembaga lainnya. Pengembangan stroke dan medical center itu merupakan partisipasi aktif banyak kalangan.

Memang, tidak dapat dihindari bahwa bangsa kita dalam ulang tahunnya yang ke 57 tahun ini, biarpun masih agak terpuruk tetapi telah termasuk sebagai salah satu negara yang makin maju dan makin urban. Sifat dan tingkah laku masyarakatnya juga makin modern, penduduknya makin tua dan cenderung makin banyak yang terkena penyakit yang umumnya disandang oleh masyarakat modern lainnya.

Kalau dulu biasanya penduduk hanya berusia sampai 45 ? 50 tahun saja, kini rata-rata usia mereka sudah mencapai lebih dari 65 tahun. Di Indonesia sudah ada beberapa propinsi yang usia penduduknya rata-rata sudah mencapai 70 tahun atau lebih. Dalam kondisi seperti itu kebutuhan pemeriksanaan kesehatan untuk melindungi diri dalam jangka yang demikian panjang menjadi kebutuhan mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Kebutuhan itu menjadi sangat vital karena banyak penduduk yang semasa mudanya telah bekerja keras dan ingin menikmati hari tuanya dalam kebahagiaan dan kesejahteraan yang optimal.

Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama menyiapkan jaringan yang mampu memberikan perlindungan kesehatan yang vital itu lengkap dengan unit pencegahan yang profesional. Sebagai upaya bersama, center itu merupakan satu bagian dari rangkaian jaringan yang ditujukan untuk mempermudah setiap penduduk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat mereka butuhkan. Pelayanan kesehatan yang diberikannya adalah untuk melindungi kesehatan supaya tetap prima, mencegah kemungkinan timbulnya berbagai penyakit, memberikan pelayanan medis dan rehabilatasi berbagai penyakit, termasuk dan utamanya stroke, secara profesional dan terpadu.

Untuk memberikan pelayanan yang profesional diharapkan dimasa depan center itu dapat memberikan pelayanan yang terbaik dengan menganut falsafah mengutamakan pasien. Kepada para pasien tidak saja harus diberikan pelayanan medis yang dibutuhkannya, tetapi juga ditingkatkan kesadaran dan pengetahuannya untuk menganut pola hidup sehat dengan perlindungan, pencegahan, dan apabila perlu dengan pengobatan dan rehabilitasi penyakit, utamanya stroke. Dengan penanganan sedemikian itu masyarakat bisa menjadi advokator yang profesional dan atau menjadi agen-agen penyebar luasan pola hidup sehat yang dibutuhkan oleh bangsa yang besar ini. Dengan demikian center ini dapat menjadi suatu pusat unggulan yang dihormati karena memberikan pelayanan paripurna yang profesional.

Center dan seluruh stafnya harus bisa berusaha menjadikan masyarakat bukan takut stroke, tetapi justru akrab dengan stroke dan berusaha menganut pola hidup sehat untuk menghindarinya, yaitu menganut pola hidup sehat tanpa resiko stroke, misalnya dengan tidak merokok, makan makanan yang rendah kolesterol, dan apabila mengidap penyakit darah tinggi, atau diabetes, dapat melakukan kontrol terhadap penyakit itu dengan baik dan rajin.

Sebagai pusat unggulan for healthy life center yang baru itu harus bisa menjadi pusat informasi tentang epidemiologi dan kejadian stroke, baik di tingkat rumah sakit, tempat pelayanan kesehatan lainnya, maupun pada kalangan masyarakat yang lebih luas. Karena itu pusat unggulan ini harus banyak bergerak dalam bidang kajian penelitian dan pengembangan tentang peningkatan kesehatan pada umumnya dan khususnya penanggulangan stroke yang berbasis pada masyarakat dengan sifat yang komprehensif.

Untuk itu para dokter dan tenaga pendamping lainnya diharapkan bisa bekerja ekstra keras. Disamping memberi pelayanan yang terbaik untuk setiap penderita, atau untuk setiap orang yang ingin memelihara kesehatannya dengan baik, dan bebas stroke, mereka harus bisa memberikan waktu yang cukup untuk memberi informasi kepada para pasien serta melatih tenaga medis dan para medis yang handal untuk melengkapi jaringan yang lebih luas di seluruh Indonesia.

Tenaga-tenaga yang dilatih itu harus mampu dan bisa ditempatkan pada unit-unit gawat darurat di rumah sakit dan mampu memberikan pelayanan yang profesional pada periode golden period yang berarti kehidupan itu. Center juga harus sekaligus mampu mencetak tenaga-tenaga yang bisa memberikan pelayanan homecare yang profesional bagi para penderita stroke agar mereka yang terkena penyakit yang sangat menakutkan ini dapat menikmati hidup yang sejahtera dan penuh arti.

Keseluruhan upaya ini harus dapat dipadukan dengan baik sehingga dibawah koordinasi dan fasilitasi pemerintah, mereka yang tergabung dalam Yayasan Stroke Indonesia dapat memberikan sumbangan untuk Nusa dan Bangsa yang sedang membangun ini dengan bermakna.

Kelengkapan yang menakjubkan

Melirik sepintas pelayanan yang dapat diberikan dalam center ini, dr. Mulyono yang menjabat Direktur Utama Center yang baru ini menjamin bahwa para pasien akan merasa puas. Center ini dilengkapi dengan fasilitas yang sejuk dengan peralatan canggih yang paling mutakhir. Dokter-dokter spesialis saraf, yang memang menjadi andalan dari pusat kesehatan itu, dalam jumlah yang memadai membuka pelayanan secara bergantian. Dokter ahli jantung, dengan peralatan yang mutakhir, setiap hari setiap jam berada di tempat pelayanan ini. Ruang-ruang konsultasi mereka dilengkapi dengan peralatan modern dengan jumlah dan variasi yang memadai, sehingga tidak diragukan lagi para pasien akan mendapat pelayanan yang sangat memuaskan.

Disamping itu ada pula dokter-dokter ahli penyakit dalam, spesialis bedah, kebidanan dan kandungan, anak, THT, mata, kulit kelamin, dokter gigi dengan berbagai jenis spesialisasinya, dan dokter umum senior, radiologi, laboratorium klinik, patologi anatomi yang secara terpadu melayani berbagai keperluan pasien yang memang dijadikan perhatian utama di pusat pelayanan kesehatan yang serba lengkap tersebut.

Klinik ini dilengkapi juga dengan fasilitas istimewa rehabilitasi medis lengkap dengan peralatan mutakhir dan tenaga-tenaga terampil yang sudah teruji keahliannya di beberapa pusat rehabilitasi yang ada sebelumnya. Tenaga-tenaga terampil itu bekerja keras dan seksama dibawah pengawasan dokter spesialis yang selalu siap membantu dan membekali pasien dan keluarganya yang biasanya datang bersama-sama ke fasilitas pelayanan tersebut.

Sebagai kelengkapan lain terdapat juga apotik yang melayani kebutuhan akan obat-obatan yang diperlukan dalam pelayanan yang serba lengkap tersebut. Secara keseluruhan biarpun baru dibuka hari ini, nampaknya ?stroke and medical center? ini akan menjadi suatu idaman baru untuk memuaskan pasien dan model yang dapat ditiru di tempat lain untuk melengkapi jaringan yang memudahkan bangsa Indonesia tetap sehat dan bugar menyongsong masa depan yang lebih gemilang.

Dengan adanya kelengkapan itu maka dengan mudah center ini bisa memberikan pelayanan medical check-up yang lebih paripurna kepada mereka yang mempunyai resiko terkena stroke atau eksekutif-eksekutif muda yang sibuk lainnya. Pelayanan medical check up ini, menurut pimpinannya, dapat diatur secara perorangan maupun berkelompok sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Rawan Stroke

Masyarakat luas itu harus memahami secara mendalam bahwa serangan stroke memang bisa terjadi pada orang-orang dengan ciri tertentu yang tidak bisa atau sukar diubah atau diperbaiki oleh setiap individu sendiri, misalnya biasanya terjadi pada penduduk usia relatip tua. Makin tinggi usia makin tinggi resikonya. Serangan stroke di negara maju terjadi pada penduduk diatas usia 65 tahun. Tetapi penduduk usia muda yang terkena serangan stroke juga bertambah banyak. Umumnya kaum pria lebih banyak terserang stroke. Ada juga kecenderungan penduduk yang berasal dari keluarga yang pernah terkena serangan stroke mempunyai resiko terkena serangan stroke. Para penderita diabetes mempunyai resiko lebih tinggi terkena serangan stroke.

Disamping ciri-ciri yang relatip sukar diperbaiki itu, ada banyak keadaan yang dapat diperbaiki dan atau diobati sebagai upaya mengurangi resiko terkena serangan stroke. Hal-hal yang bisa dicegah atau anjuran yang dapat diikuti itu antara lain misalnya pengobatan yang teratur untuk mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi atau hypertensi. Perhatian yang tinggi terhadap mereka yang mempunyai penyakit jantung atrial fibrillation (AF), yaitu jantung dengan denyut yang sangat tinggi. Mereka yang mengidap penyakit jantung koroner dan kolesterol tinggi. Mereka yang tidur ngorok ? Apnea. Tidur ngorok bisa merupakan indikasi penyebab gangguan jantung dan atau stroke. Dan mereka yang mempunyai pengalaman pernah stroke.

Oleh karena itu, pembukaan pusat stroke dan medical center Nusantara di Jakarta ini kiranya akan meningkatkan gerakan peduli stroke untuk menganjurkan dan mengusahakan agar setiap orang menganut pola hidup sehat sejahtera dengan antara lain tidak merokok, mengurangi atau sama sekali tidak minum minuman keras, mencegah kegemukan dan berolah raga secara teratur.

Periode Emas yang Harus Diikuti

Dalam menangani stoke harus sangat diperhatikan bahwa apabila seseorang mendapat serangan ?stroke? artinya orang tersebut mendapat ?serangan pada otak?. Artinya, stroke adalah serangan pada otak, bukan serangan pada jantung. Setiap orang harus disadarkan bahwa ?otak? adalah bagian yang paling penting dalam tubuh manusia, bagian yang paling berkuasa, dan bagian yang paling menentukan kehidupan manusia, tetapi sekaligus juga merupakan bagian yang lemah dan sangat tergantung pada bantuan yang terus menerus secara teratur dari berbagai sistem lainnya. Kerusakan pada otak mempunyai akibat yang fatal, yaitu kematian atau cacat yang tidak dapat disembuhkan. Karena itu serangan pada otak harus ditanggapi sebagai gangguan medis yang sangat gawat dan sangat darurat. Karena keadaan darurat dan gawat medis banyak yang yakin bahwa pelayanan medis itu banyak manfaatnya kalau dilakukan selama tiga atau enam jam sejak terkena serangan stroke. Bagi penderita stroke waktu adalah otak, dan waktu adalah kehidupan.

Dengan komitmen yang demikian tinggi dan dukungan yang makin kuat, serta dengan limpahan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, mudah-mudahan kita bisa hidup sejahtera bebas dari ancaman stroke. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Wakil Ketua Umum Yayasan Sroke Indonesia). ?

Stroke-2892002.

Sumber : http://www.yastroki.or.id/read.php?id=19

Categories: terapi penyakit | 1 Comment

Create a free website or blog at WordPress.com.