Tips Mudah dan Murah Hilangkan Formalin

Isu tentang formalin mungkin sudah mulai surut. Tapi upaya yang dilakukan Dra SUKESI M.Si, Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITS, untuk mengurangi kandungan formalin dalam makanan yang telah diawetkan dengan formalin, kiranya bisa dimanfaatkan.

Apalagi cara yang ditawarkannya boleh dibilang tanpa biaya tambahan apa-apa, hanya bagaimana cara memperlakukan bahan makanan itu sebelum dikonsumsi.

“Saya tertarik untuk mencoba mencari bagaimana mengurangi kadar formalin dalam makanan semata karena ternyata penggunaan bahan pengawet yang di larang itu sudah sedemikian memasyarakat,” katanya.

Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kadar formalin atau deformalinisasi? Cukup mudah kata Kesi menjelaskan. Dalam siaran pers yang dikeluarkan ITS, ia menjelaskan untuk proses deformalinisasi ikan asin, dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air, air garam dan air leri.

”Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin sampai 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, sedang pada air garam hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin akan hilang,” katanya.

Memang, tambahnya, kita tidak dapat menghilangkan hingga 100 persen kadar formalin yang ada. Tapi paling tidak dengan makin berkurangnya kadar formalin dalam bahan makanan itu, maka untuk mengkonsumsinya relatif aman.

”Saya tidak mengatakan formalin itu aman digunakan sebagai pengawet, tapi mengurangi kadar formalin dalam bahan makanan yang mengandung formalin menjadi penting untuk diketahui dan dipahami,” katanya.

Bagaimana dengan tahu? ”Sedikitnya ada tiga cara penanganan untuk mengurangi kadar formalin, direndam dalam air biasa, dalam air panas, direbus dalam air mendidih, dikukus kemudian direbus dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan,” katanya.

Hasilnya, katanya melanjutkan, berbeda-beda, terbaik merebusnya dalam air mendidih kemudian diikuiti dengan proses penggorengan.

”Sedang untuk mie proses deformalinisasi terbaik adalah dengan cara merendam dalam air panas selama 30 menit, dimana hasilnya dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen. Adapun pada ikan segar, dapat dilakukan dengan merendam dalam larutan cuka 5 persen selama 15 menit,” katanya.

Sukes akan mencoba membuat apa yang telah dilakukan dalam penelitian deformalinisasi ini dalam bentuk brosur praktis agar masyarakat dengan mudah melakukannya.

”Kami sedang mencari sponsor untuk menyebarluaskan hasil penelitian ini sebagai bahan untuk penyuluhan kepada masyarakat. Harapannya melalui brosur itu masyarakat akan makin tentang dengan isu-isu formalin, karena ternyata dapat dikurangi kadarnya,” katanya.

Sumber : http://terussehat.com/artikel.php?n_id=00090001

Categories: tip sehat | 1 Comment

Tips Sehat Mengkonsumsi Daging

JAWABAN.com – Daging sering dikaitkan dengan lemak dan kolesterol. Siapa yang sering makan daging juga dapat menyebabkan kegemukan. Bahkan diet makanan berlemak tinggi seperti daging juga memicu beragam penyakit.

Selama beberapa tahun terakhir, daging merah selalu dianggap bahan makanan yang harus dihindari. Banyak orang yang telah berjanji kepada dirinya sendiri tak akan menyantap daging, baik steak, burger atau ayam goreng. Makanan berserat dan sea food yang diyakini tidak mengandung lemak jadi pilihan.

Belakangan ini, Departemen Pertanian Amerika Serikat melaporkan adanya perubahan dalam teknis berternak dan memotong dalam industri daging. Hasilnya adalah daging potong yang memiliki kandungan lemak yang jauh lebih rendah dibandingkan 25 tahun yang lalu.

Anda yang selama ini anti daging karena menghindari lemak tentu bisa menikmati daging tanpa takut gemuk. Sebetulnya, menghindari daging bukan tindakan bijak kecuali Anda penganut vegetarian.

Pasalnya, daging merah adalah sumber protein yang baik dan kaya dengan mineral-mineral yang sangat penting buat tubuh seperti zat besi, seng, dan mangan serta vitamin-vitamin B seperti tiamin, riboflavin dan niasin. Untuk menghindari lemak, Anda mungkin bisa memilih daging atau bagian daging yang mengandung sedikit lemak.

Lemak daging kambing lebih rendah
Di balik kelezatan daging kambing dan disebut-sebut sebagai pemicu hipertensi, ternyata daging kambing mengandung lemak dan kalori lebih rendah ketimbang daging ternak lainnya. Datam 100 gram daging kambing mengandung 154 kalori, lemak 9,2 mg, lemak jenuh 3,6 mg. Sedangkan pada 100 gram daging sapi, terdapat 207 kalori 14 mg lemak, 51 mg lemak jenuh.

Sedangkan pada 100 gram daging babi, terkandung 376 kalori, 35 mg lemak, 11,3 mg lemak jenuh. Pada daging ayam, 302 kalori, 25 mg lemak, 0,9 mg lemak jenuh. Demikian data yang dikompilasi dari Daffar Komposisi Bahan Makanan terbitan Depkes RI dan buku Penuntun Diet.

Beberapa ahli gizi berpendapat bahwa daging kambing dianggap paling baik dikonsumsi dan cocok sebagai pilihan bagi orang yang sedang berdiet, karena derajat keasamannya hampir mendekati PH tubuh manusia sehingga tubuh sangat mudah menyesuaikan diri.

Tips makan daging
Anda bisa terus makan daging dengan meminimalkan risiko bertambahnya berat badan atau meningkatnya kolesterol atau penyakit degeneratif dengan tip-tip berikut:
– Jika Anda membeli daging impor di supermarket. lakukan pengecekan pada label atau tanyakan kepada penjual, kelas berapa daging yang Anda beli. Label “Select’, yang sebelumnya dikenal dengan label “Good”, adalah daging yang paling rendah lemaknya. Label “Choice” mengandung sedikit lebih tinggi lemaknya, dan “Prime” adalah daging yang lemaknya paling tinggi.
– Batasilah jumlah makan daging semacam sosis dari daging sapi.
– Pisahkah lemak dari daging sebelum memasaknya.
– Lebih balk daging tersebut dipanggang ketimbang digoreng sebelum Anda makan.
– Batasilah setiap porsi makanan dengan daging yang beratnya 3 sampai 5 ons saja.
– Janganlah memakan lebih dari lima sampai tujuh porsi daging dalam setiap minggunya.
(joe)

Sumber: humanhealth

Categories: tip sehat | Leave a comment

Antioksidan, Senyawa Ajaib Penangkal Penuaan Dini

Oleh Posman Sibuea

Yogyakarta – Antioksidan, zat yang dalam kadar rendah mampu menghambat laju oksidasi molekuler target, sering disebut sebagai senyawa ajaib karena dapat menangkal penuaan dini dan beragam penyakit yang menyertainya. Senyawa yang bersemayam dalam buah, sayur, ikan, rempah-rempah dan biji-bijian ini dapat menghentikan reaksi berantai pembentukan radikal bebas dalam tubuh yang diyakini sebagai dalang penuaan dini.
Menjadi tua adalah suatu proses alami yang tak dapat dihindarkan dan berlangsung secara terus-menerus yang ditandai pada perubahan sel-sel tubuh.
Di usia memasuki 40-an tahun, seseorang akan mengalami ini secara nyata. Kulit mulai tampak berkeriput dan kering sebab produksi kelenjar keringat kulit mulai menurun. Kemudian, diikuti proses pigmentasi kulit makin meningkat dan rambut mulai menampakkan uban.
Gejala negatif lainnya adalah stres, penyakit jantung, katarak dan perubahan kejiwaan yang makin merosot. Penyakit jantung akan makin cepat bersemayam dalam tubuh jika seseorang kerap mengalami kondisi stres yang akan merangsang peningkatan kolesterol darah khususnya LDL sehingga akan lebih berisiko terhadap penyakit jantung koroner.
Sementara itu, gejala perubahan kejiwaan yang tampak dalam proses penuaan adalah pikun alias cepat lupa terhadap apa yang baru saja dilakukan, seperti tempat meletakkan kunci mobil, tas, jam tangan dan lain-lain. Gejala lainnya adalah sulit membedakan dan mengingat sesuatu seperti nama orang, tempat, dan ruang.
Satu hal lagi yang acap ditakuti dan dihindari adalah proses penuaan pada kulit. Setiap orang berusaha agar kulitnya tetap bersih, kencang dan tidak keriput. Para ahli kesehatan memberikan tip sehat untuk mencegah penuaan dini, antara lain, memelihara kesehatan secara baik, menghindari terpaan sinar matahari secara langsung ke kulit, membersihkan kulit dari debu dan kotoran, menghindari makanan berlemak berlebihan dan berpengawet serta mengonsumsi vitamin yang memiliki aktivitas antioksidan.
Radikal Bebas
Tip sehat ini berhubungan erat dengan sifat kulit dan anggota tubuh lainnya yang rentan terhadap pengaruh lingkungan yang amat merugikan, seperti sinar ultra violet dari matahari, polusi udara seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok dan bahan-bahan beracun lainnya. Jenis makanan tertentu seperti fast food (cepat saji) dan makanan kemasan atau kaleng juga ditengarai berpotensi meninggalkan racun dalam tubuh karena makanan ini berlimpah lemak dan mengandung pengawet. Padahal untuk zaman sekarang, kebiasaan makan makanan berlemak tinggi menjadi sesuatu yang sulit dihindari karena perubahan pola hidup masyarakat di perkotaan.
Mengapa tubuh kita rentan terhadap berbagai jenis polutan, makanan berlemak dan berpengawet? Para ahli pangan, gizi dan kesehatan menyebutkan polusi udara dan makanan berlemak dapat menjadi sumber radikal bebas dalam tubuh. Yaitu suatu molekul atau atom apa saja yang sangat tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron yang tak berpasangan.
Radikal bebas ini berbahaya karena amat reaktif mencari pasangan elektronnya. Jika radikal bebas sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah. Selanjutnya akan menyerang sel-sel tubuh kita sehingga terjadilah kerusakan jaringan yang akan mempercepat proses penuaan.
Semua sel dalam tubuh, mempunyai enzim yang dapat menangkal serangan radikal bebas. Enzim SOD (Superoxide dismutase) dan glutation proksidase dapat menjadi contoh. SOD akan menjinakkan senyawa oksigen reaktif seperti superoksida anion (O-2) radikal menjadi hidrogen peroksida (H2O2), selanjutnya glutation perksidase mengubahnya menjadi air. Namun dengan meningkatnya usia terjadilah penurunan jumlah kedua enzim ini dalam tubuh, sehingga radikal bebas tidak dapat sepenuhnya dimusnahkan. Belum lagi radikal bebas dari luar yang menyusup masuk ke dalam tubuh akan mempersulit tubuh untuk mengatasi gempuran radikal bebas.

Sumber Antioksidan
Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah-buahan, sayuran dan biji-bijian adalah sumber antioksidan yang baik dan bisa meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan proses penuaan dini. Tomat mengandung likopene, yakni antioksidan yang ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tak berkeliaran mencari asam lemak tak jenuh dalam sel. Hal yang sama dilakukan lutein dan zeasantin yang terdapat pada bayam, diketahui amat aktif mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa (mata) sehingga kita dapat terhindar dari katarak. Sedangkan antioksidan vitamin seperti vitamin C, E dan betakarotenoid akan menstabilkan membran sel lensa dan mempertahankan konsentrasi glutation tereduksi dalam lensa.
American Heart Association (AHA) dalam petunjuk ilmiahnya yang dimuat dalam Journal of the American Heart Association edisi Februari 1999, mengatakan bukti-bukti yang ada sekarang tidak cukup kuat menjadi dasar merekomendasikan suplemen vitamin antioksidan untuk masyarakat umum. Namun, di sisi lain AHA terus merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan konsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayuran, buah dan kacang-kacangan. Hal yang sama juga dilakukan Institut Kanker Nasional AS, terus mengampanyekan agar masyarakat mengonsumsi 5 kali atau lebih buah atau sayur dalam sehari. Data ilmiah menyebutkan, individu yang rajin mengonsumsi buah dan sayur memiliki peluang untuk awet muda dan terhindar dari penyakit yang terkait dengan penuaan seperti kanker dan pernapasan.
Langkah sehat lainnya adalah mengurangi asupan jumlah kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak. Kalori dapat mempercepat penuaan dini karena untuk mengubahnya menjadi energi diperlukan lebih banyak oksigen. Namun, di lain pihak oksigen memicu banyak radikal bebas yang bersumber dari senyawa reaktif oksigen, yang kemudian menyerang sel-sel dan akhirnya mempercepat proses penuaan.

Penulis adalah Peserta Program Doktor Ilmu Pangan di UGM. Dosen di Jurusan THP Unika Santo Thomas SU Medan.

Categories: terapi penyakit | 1 Comment

Most Popular Types Of Massage Therapy

From Cathy Wong,
Your Guide to Alternative Medicine.

Here is a quick guide to the most popular types of massage therapy to help you figure out which massage therapy style is right for you.

1) Swedish Massage Therapy

This is the most common type of massage therapy in the United States. It is also known as Swedish massage or simply massage therapy.

Massage therapists use long smooth strokes, kneading, and circular movements on superficial layers of muscle using massage lotion or oil.

Swedish massage therapy can be very gentle and relaxing. If you’ve never had massage before, this is a good one to try first. To learn more, read the full article on Swedish massage.

2) Aromatherapy Massage

Aromatherapy massage is massage therapy with the addition of one or more scented plant oils called essential oils to address specific needs.

The massage therapist can select oils that are relaxing, energizing, stress-reducing, balancing, etc.

Sponsored Links
Indian Head MassageGet the details of Massage companies anywhere in the UK.www.yell.com
Massage TherapyFind it Fast! Free Guide to Massage Therapymassagetherapyguide.info
5 Ways to Lose Belly FatStop making these 5 major mistakes & you’ll finally lose the belly fatwww.BellyFlabIsUgly.com
One of the most common essential oils used in aromatherapy massage is lavender.
Aromatherapy massage is particularly suited to stress-related conditions or conditions with an emotional component. To learn more, read the full article on aromatherapy massage.

3) Hot Stone Massage

Heated, smooth stones are placed on certain points on the body to warm and loosen tight muscles and balance energy centers in the body.

The massage therapist may also hold stones and apply gentle pressure with them. The warmth is comforting. Hot stone massage is good for people who have muscle tension but prefer lighter massage. To learn more, read the full article on hot stone massage.

4) Deep Tissue Massage

Deep tissue massage targets the deeper layers of muscle and connective tissue. The massage therapist uses slower strokes or friction techniques across the grain of the muscle.

Deep tissue massage is used for chronically tight or painful muscles, repetitive strain, postural problems, or recovery from injury. People often feel sore for one to two days after deep tissue massage. To learn more, read the full article on deep tissue massage.

5) Shiatsu

Shiatsu is a form of Japanese bodywork that uses localized finger pressure in a rhythmic sequence on acupuncture meridians.

Each point is held for for two to eight seconds to improve the flow of energy and help the body regain balance.

People are normally pleasantly surprised when they try shiatsu for the first time. It is relaxing yet the pressure is firm, and there is usually no soreness afterwards. To learn more, read the full article on shiatsu.

6) Thai Massage

Like shiatsu, Thai massage aligns the energies of the body using gentle pressure on specific points. Thai massage also includes compressions and stretches.

You don’t just lie there–the therapist moves and stretches you into a sequence of postures. It’s like yoga without doing any work. Thai massage is more energizing than other forms of massage. It is also reduces stress and improves flexibility and range of motion. To learn more, read the full article on thai massage. Also, see photos of a Thai massage session.

7) Pregnancy Massage

Also called prenatal massage, pregnancy massage is becoming increasingly popular with expectant mothers. Massage therapists who are certified in pregnancy massage know the proper way to position and support the woman’s body during the massage, and how to modify techniques.

Pregnancy massage is used to reduce stress, decrease swelling, relieve aches and pains, and reduce anxiety and depression. The massage is customized to a woman’s individual needs. To learn more, read the full article on pregnancy massage.

8) Reflexology

Although reflexology is sometimes called foot massage, it is more than simple foot massage. Reflexology involves applying pressure to certain points on the foot that correspond to organs and systems in the body. Reflexology is very relaxing, especially for people who stand on their feet all day or just have tired, achy feet. To learn more, read the full article on reflexology.

9) Sports Massage

Sports massage is specifically designed for people who are involved in physical activity. But you don’t have to be a professional athlete to have one-it’s also used by people who are active and work out often. The focus isn’t on relaxation but on preventing and treating injury and enhancing athletic performance.

A combination of techniques are used. The strokes are generally faster than Swedish massage. Facilitated stretching is a common technique. It helps to loosen muscles and increase flexibility.

10) Back Massage

Some massage clinics and spas offer 30-minute back massages. If a back massage is not expressly advertised, you can also book a 30- or 40-minute massage and ask that the massage therapist to focus on your back. Massage for Neck and Back Pain?

These are just 10 of the more popular types of massage. There are many more.

Categories: pijat - massage (English) | 1 Comment

Pijat Refleksi dan Pijat Thailand Awalnya Lesu Selanjutnya ”Fresh”

PIJAT refleksi dan pijat Thailand sama-sama untuk mendeteksi ataupun menyembuhkan penyakit. Yang membedakan hanyalah alat yang digunakan.

PIJAT REFLEKSI — Pemijat refleksi, Atik (kanan), sedang memijat bagian jari tangan salah seorang pelanggannya di ruang kerjanya di Jl Basuki Rahmat, depan RM Pagi Sore Palembang, Rabu (7/7). Pijat refleksi juga dilakukan di bagian jari kaki. (Sripo/jack)
BEBERAPA masyarakat yang biasa memijatkan tubuh di Shiatsu Sehat Subur, Kompleks Ilir Barat Permai mengaku, jika terlambat saja melakukan rutinitas pijat, misalnya seminggu satu kali atau dua minggu satu kali, maka badan mereka terasa pegal-pegal dan capek. Apakah itu, pemijatan secara tradisional, Shiatsu, Thailand ataupun refleksi itu sendiri. Setiap jenis cara memijat ini tentu saja, berbeda-beda. Misalnya saja, untuk pemijatan shiatsu ala Jepang, pemijatan yang mereka lakukan dengan cara dipijat dengan menekan. Sehingga terkadang, sesekali akan terdengar bunyi seperti tulang patah. Caranya, terkadang menggunakan tangan atau kaki dengan cara diinjak-injak.
“Wah rasanya, badan lebih pegal dan capek, jika kita memijat. Seperti kecanduanlah, jika kita melakukan secara rutin. Tapi, setelah kita dipijat, badan kita rasanya segar,” ungkap Amir, salah seorang pengunjung rutin di Shiatsu Sehat Subur, mengaku saat pertama kali mengikuti rangkaian kebugaran di Shiatsu, badan rasanya seperti terkena flu, sebelum kemudian terasa bugar.
Salah seorang juru pijat shiatsu, Susan, mengatakan, menginginkan rasa capeknya hilang. Tidak terlalu berbeda, saat mereka memilih pijat tradisional yang pada intinya melemaskan otot.
“Pelanggan pijat shiatsu, biasanya mengeluhkan badannya pegal dan capek. Kita melakukan dengan cara pijat tekan ke seluruh anggota badan, mulai dari kaki, badan hingga kepala,” ujar Susan.
Beda Alat
Sedangkan pijat refleksi dan pijat Thailand, menurut juru pijat refleksi, Herman, sama-sama bisa untuk mendeteksi ataupun menyembuhkan penyakit. Yang membedakan, menurutnya, hanyalah alat yang digunakan. Pijat refleksi menggunakan tangan, karena tangan lebih perasa saat ingin mengurangi atau membuat pijatan keras, tanpa ramuan.
“Saya tidak begitu paham bagaimana pijat Thailand. Tapi, sama-sama bisa mendeteksi atau mengobati gangguan penyakit di tubuh,” ungkap Herman, membenarkan jika dalam pijat Thailand, terkadang dibantu dengan ramuan racikan.
Salah satu masyarakat yang rutin memijatkan tubuhnya di Shiatsu, Dolah (46), menuturkan, setelah melakukan pijat refleksi, badan terasa ringan. Pijat shiatsu atau tradisional, perasaan pegal atau capek, baru terasa pada keesokan harinya saat bangun tidur. “Saya, biasanya rutin memijatkan tubuh seminggu satu kali, tergantung kondisi badan. Jika merasa capek, saya pilih shiatsu atau pijat tradisional. Tapi, kalau ada rasa tidak enak –seperti mau sakit, saya ke pijat refleksi atau pijat Thailand,” ungkap Dolah, mengaku menyisihkan uang Rp 40 ribu untuk rangkaian kebugaran di pusat Kebugaran Shiatsu “Sehat Subur”, mulai dari mandi sauna, message (tinggal pilih jenis pemijatan apa, red), dan mandi di water pool. (ono)

Dikutip dari : http://www.indomedia.com

| Tags: | Leave a comment

Alternatif Terapi Penyakit Jantung Koroner

Selasa, 4 April, 2006 oleh: gwaspada
Alternatif Terapi Penyakit Jantung Koroner
Gizi.net – enyakit jantung koroner (PJK) telah menjadi penyebab utama kematian dewasa ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 7 juta orang meninggal akibat PJK di seluruh dunia pada tahun 2002. Angka ini diperkirakan meningkat hingga 11 juta orang pada tahun 2020.

Di Indonesia, kasus PJK semakin sering ditemukan karena pesatnya perubahan gaya hidup. Meski belum ada data epidemiologis pasti, angka kesakitan/kematiannya terlihat cenderung meningkat. Hasil Survei Kesehatan Nasional tahun 2001 menunjukkan tiga dari 1.000 penduduk Indonesia menderita PJK.

PJK terjadi karena penyempitan/ penyumbatan pembuluh darah koroner yang berfungsi mendistribusikan darah dan oksigen ke otot jantung. Penyumbatan (plak aterosklerosis) disebabkan tertumpuknya endapan lemak (terutama kolesterol LDL), sel-sel otot polos pembuluh darah dan matriks ekstraseluler lainnya di sepanjang dinding arteri sebagai hasil proses yang berlangsung bertahun-tahun. Jika aliran darah berkurang secara bermakna, maka penderita perlu segera mendapat tindakan medis.

Keluhan penderita PJK bervariasi. Umumnya angina pectoris, rasa sakit di dada seperti tertekan benda berat yang kadang menjalar ke lengan, rahang, dan punggung. Ada pula penderita yang mengeluh leher seperti tercekik atau merasa sakit di ulu hati. Keluhan biasanya terjadi saat penderita melakukan aktivitas fisik atau stres yang membuat jantung berdenyut lebih kencang dan menuntut lebih banyak oksigen.

Sebagian penderita bahkan datang ke dokter dalam keadaan serangan jantung (infark miokard akut) dengan rasa sakit yang lebih hebat dan lama, sehingga badan basah kuyup dengan keringat dingin. Jika tidak ditangani secara baik, bisa berujung pada kematian.

Faktor risiko PJK dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu faktor risiko yang dapat dikurangi, diperbaiki atau dimodifikasi, dan faktor risiko yang bersifat alami atau tidak dapat dicegah. Faktor risiko yang tak dapat diubah adalah usia (lebih dari 40 tahun), jenis kelamin (pria lebih berisiko) serta riwayat keluarga. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi, antara lain kebiasaan merokok, dislipidemia, kurang gerak, kegemukan, diabetes melitus, stres, infeksi, serta gangguan pada darah (fibrinogen, faktor trombosis, dan sebagainya). Oleh sebab itu, beberapa usaha sebenarnya dapat dilakukan untuk mengurangi faktor risiko tersebut, seperti diet yang sehat, lebih banyak mengkonsumsi serat yang larut, olahraga rutin dan teratur, serta berhenti merokok.

Alternatif Terapi

Pilihan terapi PJK berkembang sesuai kemajuan teknologi. Umumnya dibagi menjadi terapi dengan obat- obatan, angioplasti koroner (PTCA), dan bedah pintas koroner (CABG). Obat PJK berupa obat antiangina (nitrat, beta blocker, calcium chanel blockers), berguna untuk mengurangi konsumsi oksigen otot jantung dan menambah aliran darah koroner dengan cara melebarkan pembuluh darah.

Obat diuretik berkhasiat meningkatkan pengeluaran garam dan air lewat urine sehingga mengurangi jumlah cairan dalam sirkulasi sekaligus menurunkan tekanan darah. Obat digitalis berfungsi menambah kekuatan kontraksi otot jantung, sehingga memperbaiki fungsi kerja jantung. Obat ini sering dipakai juga sebagai antiaritmia (anti gangguan irama jantung).

Obat antihipertensi, bekerja melebarkan pembuluh darah/ merelaksasikan otot halus arteri. Yang paling populer adalah obat-obatan antiplatelet (aspirin), berfungsi mengencerkan darah.

Penelitian terakhir menunjukkan pemberian statin (obat penurun kolesterol) lewat oral sesudah serangan jantung mampu menurunkan angka kematian hingga 34 persen per tahun. Efek antiperadangan obat ini memiliki kemampuan memperkuat lapisan pelindung plak, menstabilisasikan plak, dan bahkan dapat mengurangi penyempitan. Sayangnya hingga saat ini belum ada satu pun obat yang dapat menghancurkan sumbatan/plak yang menjadi dasar penyebab PJK.

Risiko Tinggi

Pada penderita berisiko tinggi, obat-obatan kerap kurang memadai, sehingga hanya ada dua cara untuk mengatasi sumbatan ini, yakni angioplasti koroner dan bedah pintas koroner. Tindakan hanya dilakukan bila sumbatan melebihi 50 persen diameter lumen pembuluh darah koroner lewat pemeriksaan angiografi. Angioplasti koroner merupakan metode tindakan intervensi untuk memperbaiki pembuluh darah secara dini dengan penggunaan balon untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat. Tindakan ini dapat menurunkan tingkat kematian hingga 36 persen. Terapi ini dikenalkan pertama kali oleh Dr Andreas Gruentzig di tahun 1977.

Saat itu, masih dilakukan dengan alat yang sangat sederhana. Perkembangan teknologi khususnya di bidang kateter, balon, dan alat-alat medis baru seperti stent, obat-obatan, sinar x, dan kemampuan operatornya, semakin mempopulerkan terapi ini. Tindakan dilakukan di laboratorium kateterisasi yang menyerupai ruang operasi. Penderita dibaringkan di meja dan dihubungkan dengan alat monitor irama jantung secara terus-menerus. Setelah pembiusan lokal, sebuah kateter lalu dimasukkan ke arteri lewat lipatan paha atau pergelangan tangan. Melalui kateter itu dimasukkan kateter lain yang mempunyai balon di ujungnya dan diarahkan ke jantung dengan bantuan monitor. Saat mencapai pembuluh darah yang tersumbat, balon dikembangkan untuk menyingkirkan plak, sehingga jantung kembali memperoleh pasokan darah secara normal.

PTCA dianggap berisiko lebih kecil dan hanya memerlukan perawatan singkat (1-2 hari) di rumah sakit. Di dunia saat ini dilakukan lebih dari 1 juta kasus per tahunnya. Kelemahannya berupa risiko terjadinya penyempitan kembali (restenosis) hingga sebesar 50 persen dari diameter lumen di tempat yang sama dalam kurun waktu 3-6 bulan.

Para ahli terus meneliti cara mengatasi masalah ini. Aneka obat seperti golongan kortikosteroid, sitostatik, penurun lemak, vitamin E dosis tinggi, dan lainnya telah dicoba. Tetapi gagal karena restenosis bersifat lokal. Obatnya pun harus diberikan lokal lewat kateter dengan dua metode, yaitu radiasi sinar gama atau beta intrakoroner. Hambatannya adalah fasilitas yang terbatas dan efek samping yang mungkin timbul.

Metode lain adalah dengan melapisi stent (semacam kerangka metal yang berfungsi sebagai penyangga supaya pembuluh darah tetap terbuka) dengan obat pencegah tumbuhnya jaringan baru, seperti Sirolimus dan Paclitaxel. Obat dilepas saat stent dicopot dan perlahan obat itu bereaksi dengan plak, sehingga pertumbuhan sel terhambat, bahkan terhenti.

Metode ini bisa menurunkan angka restenosis hingga 5 persen dan pada penderita diabetes melitus bahkan mencapai 10 persen, serta terbukti aman karena tak dijumpai efek samping sistemik. Meski begitu, penelitian terus dilanjutkan karena metode ini masih belum sempurna.

Angioplasti koroner yang dipaksakan pada lesi koroner berat dan melibatkan banyak pembuluh darah berisiko tinggi terjadinya penyempitan ulang dan bahkan penyumbatan. Lagi pula tindakan angioplasti berulang, terlebih bila memerlukan banyak stent, juga memerlukan biaya besar.

Bisa jadi biaya angioplasti akhirnya malah lebih besar daripada tindakan bedah dan akhirnya penderita juga harus dikirim ke meja operasi dengan disertai risiko yang lebih tinggi.

Pada keadaan demikian, pilihan bedah pintas koroner dari semula akan lebih menguntungkan. Operasi bedah juga lebih menguntungkan pada penderita dengan penyempitan yang terletak di posisi pembuluh koroner utama kiri, penderita diabetes melitus dan penderita dengan penurunan fungsi jantung.

Dokter spesialis bedah jantung melakukan pemasangan pembuluh darah pintas (bypass) pada pembuluh darah koroner yang menyempit/tersumbat dengan menggunakan pembiusan total. Materi bypass dapat diambil dari pembuluh darah balik kaki, pembuluh darah di bawah dada atau di lengan. Teknik ini pertama kalinya diperkenalkan Dr Rene Favoloro di Cleveland Clinic, AS pada tahun 1969. Saat ini lebih dari 300 000 operasi ini telah dilakukan di AS setiap tahunnya. Sayangnya pembuluh darah baru yang ditanam (graft) tidak selalu terjamin bebas masalah. Bisa jadi dalam perjalanan waktu, graft menyempit/menyumbat, sehingga memerlukan angioplasti atau operasi ulangan.

Risiko telah semakin kecil dengan meningkatnya pengalaman, penemuan obat-obatan dan perkembangan teknologi. Angka kematian berkisar antara 1-2 persen. Bahkan, di pusat jantung yang besar/terkenal, bisa mencapai di bawah 1 persen.

Kini juga dikenal off pump bypass surgery, yaitu tindakan bedah jantung tanpa menggunakan bantuan mesin jantung paru. Penanaman graft dilakukan pada jantung yang masih berdenyut (beating heart). Teknik ini dapat mengurangi biaya operasi, mempersingkat masa rawat inap dan mengurangi trauma, maupun komplikasi akibat bedah. Namun manfaatnya masih memerlukan evaluasi jangka panjang.

Pemilihan terapi PJK bergantung pada beberapa hal, seperti lokasi dan karakter penyempitan, jumlah pembuluh darah yang terlibat, fungsi jantung, adanya penyakit penyerta, usia, dan juga biaya. Masing-masing tindakan terbukti meningkatkan harapan dan kualitas hidup penderita PJK. Kekhawatiran risiko masing masing tindakan intervensi dapat dipahami, tetapi risiko itu telah jauh lebih kecil dibandingkan masa- masa sebelumnya.

Pengambilan keputusan jenis tindakan oleh dokter yang merawat penderita secara objektif dan bijaksana sangatlah diperlukan untuk memberikan manfaat terapi yang sebesar mungkin bagi penderita PJK. Tentu saja berbagai tindakan ini perlu juga disertai perbaikan gaya hidup, yakni menerapkan pola makan yang sehat, diet rendah kolesterol, berolahraga secara teratur, dan menghindari stres.

Yanto Sandy Tjang,

Dokter Spesialis Bedah Jantung di Pusat Jantung North Rhine Westphalia Bad Oeynhausen/Ruhr University of Bochum, Germany.

Sumber: http://www.suarapembaruan.com

Categories: terapi penyakit | 2 Comments

Perempuan Menopause Rentan Terkena Jantung Koroner

Penulis: Wika

JAKARTA–MI: Perempuan yang sudah menopause berIsiko terkena penyakit jantung dan stroke dua sampai tiga kali lebih besar daripada mereka yang belum menopause. Perbandingan antara perempuan yang sudah menopause dan laki-laki, yang mempunyai risiko penyakit jantung dan stroke adalah 1:1.

Hormon esterogen ternyata dapat melindungi perempuan dari risiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke. Dokter Amiliana Mardiani Soesanto SpJP, mengatakan hormon esterogen dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke.

Pada perempuan yang sudah menopause, kadar esterogen dalam tubuhnya menurun. Hal inilah yang kemudian menyebabkan perempuan yang sudah menopause memiliki risiko lebih tinggi daripada mereka yang belum menopause.

Risiko ini sebanding pada pria, yang kadar esterogen dalam tubuhnya hanya sedikit, sehingga perlindungan terhadap pembuluh darah menjadi lebih sedikit.

Menopause, sedikit banyaknya kadar esterogen dalam tubuh, atau bahkan faktor keturunan memang tidak bisa dihindari. Namun pencegahan dan pengontrolan bisa dilakukan. Di luar faktor-faktor yang tidak bisa dihindari tersebut, faktor-faktor seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, kegemukan atau obesitas, kolesterol, dan kadar gula darah, juga bisa memperbesar risiko seseorang terkena penyakit jantung dan stroke.

Menurut data Yayasan Jantung Indonesia (YJI), setiap tahunnya 8,5 juta kematian perempuan di dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Sedangkan tiga juta kematian perempuan disebabkan oleh serangan stroke.

Dalam acara Talk Show Go Red for Women di Jakarta, Jumat (22/2) yang diselenggarakan oleh YJI dalam rangka kampanye kesehatan jantung untuk perempuan ini, beberapa pembicara hadir seperti Hj Tatiek Fauzi Bowo, Prof DR Miranda S Goeltom, Dra Psi A Ratih Ibrahim MM, dr Amiliana, Svida Alisjahbana, dan Susan Bachtiar, membagikan kiat-kiat untuk hidup sehat bagi para ibu rumah tangga dan wanita karier.

Semua pembicara tersebut sepakat bahwa olahraga merupakan faktor penting dalam menjaga hidup tetap sehat. Dalam segala situasi dan kondisi, sempatkan diri untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Seperti misalnya Miranda S Goeltom yang selalu menyempatkan diri untuk berlari di pagi hari atau hanya sekadar naik-turun tangga. Atau melompat-lompat hingga terasa lelah.

“Dalam hidup kita harus seimbang. Seimbang antara apa yang masuk (makanan) dan aktivitas fisik kita, olahraga, seimbang antara bekerja dan istirahat atau rileksasi. Rileksasi juga dibutuhkan untuk menjaga agar pikiran kita tetap positif dan tidak stres,” kata Miranda.

Susan Bachtiar, juga menuturkan kehidupannya yang jauh dari rokok, selalu menjaga asupan makanan dan olahraganya, serta menjaga pikiran agar tidak stres. “Saya selalu menyempatkan diri untuk tidur ketika di perjalanan, membaca, atau mendengarkan musik,” kata duta Go Red for Women itu.

Untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke ini, YJI juga menghimbau masyarakat, khususnya perempuan untuk melakukan Panca Usaha Jantung SEHAT, yaitu, Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hindari dan atasi stres, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolahraga. (*/OL-03)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=160384

Categories: terapi penyakit | 1 Comment

GEJALA STROKE DAN SINAR MATAHARI

Kehidupan modern kini menuntut segala sesuatu serba instant dan cepat. Baik dalam aktivitas pekerjaan, kehidupan rumah tangga dan makanan sehari-hari. Bahkan tidak sedikit di antara kita yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fastfood). Perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi serasa memperpendek jarak dan mempersingkat waktu. Manusia serasa dimanja dalam kehidupannya.

Seiring dengan itu semua, ternyata kita harus membayar mahal dengan kesehatan kita. Pemakaian pestisida, limbah beracun, polusi udara, zat additive (pewarna, perasa, pengawet) di dalam makanan adalah beberapa faktor yang apabila dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas kesehatan tubuh kita. Radikal bebas, karsinogen (gen penyebab kanker), zat beracun adalah beberapa istilah yang semakin sering kita dengar. Bahkan kanker, diabetes, kolesterol, stroke, asam urat, alergi, ada di kanan-kiri kita.

Selain hal-hal eksternal di atas, kebiasaan hidup juga sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh kita. Makanan yang tidak bergizi seimbang, sedikit olah raga dan kurangnya istirahat akan mendukung terjangkitnya penyakit.

Makanan Bergizi Seimbang

Makanan yang terlalu manis meningkatkan kadar gula darah yang berarti beresiko tinggi pagi penderita diabetes mellitus. Terlalu banyak mengkonsumsi garam menyebabkan tingginya kadar garam dalam darah yang meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan stroke serta gangguan ginjal. Begitu juga makanan yang kecut/asam dapat menurunkan pH darah (meningkatkan tingkat keasaman darah). Darah yang semakin asam, akan semakin kental.

Menurut pakar gizi dan kesehatan, komposisi makan sehari-hari kita seharusnya adalah 80% sayur dan buah-buahan (makanan beralkali tinggi) serta 20% nasi, daging, ikan, roti dan lain-lain (makanan berasid tinggi). Tetapi yang biasa kita makan justru sebaliknya yaitu : 80% adalah nasi, daging, ikan, roti dan 20% adalah sayur dan buah-buahan. Komposisi yang salah ini, selama bertahun-tahun terjadi akumulasi, menyebabkan darah kita menjadi semakin asid dan semakin kental. Darah yang kental menyebabkan kerja jantung menjadi semakin berat. Aliran darah menjadi lambat, menyebabkan lebih banyak endapan terjadi dalam pembuluh darah. Akibatnya timbul penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Jika sudah terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, maka kita harus waspada terhadap gejala-gejala penyakit stroke. Apa sajakah itu? Gejala penyakit stroke di antaranya adalah migrain-migrain, kepala sering pusing, leher kaku-kaku, pundak terasa pegal, punggung linu-linu, tangan sering kesemutan, apalagi sampai kolesterol tinggi, asam urat hingga terjadi pembengkakan. Semua berawal dari keasidan darah yang tinggi, pengentalan darah dan penyumbatan pembuluh darah. Oleh karena itu, waspadalah! Apabila terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di otak, maka terjadilah stroke. Jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah arteri kiri/kanan di leher (middle cerebral artery), maka pasien akan mengalami stroke berat sampai lumpuh sebagian/seluruh tubuhnya.

Hal lain yang patut kita waspadai akibat tekanan darah yang tinggi dan beratnya kerja jantung adalah gejala penyakit modern. Apa sajakah itu? Gejala penyakit modern di antaranya adalah hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung dan penyakit stroke. Disebut modern karena setiap hari wajib minum obat dan seumur hidup tergantung kepada obat. Tentu ini biayanya amat sangat tinggi.

Ingat! Penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia adalah penyakit jantung. Diikuti penyakit kanker dan selanjutnya adalah stroke. Inilah pentingnya artikel ini, karena penyakit jantung dan stroke berawal dari pola makan tidak seimbang, keasidan darah terlalu tinggi, pengentalan darah hingga akhirnya terjadi penyumbatan pembuluh darah. Waspadalah!

Olah Raga Teratur

Olah raga membakar lemak, meningkatkan kinerja dan kekuatan jantung, serta membuang kotoran tubuh melalui keringat.

Istirahat yang Cukup

Pada saat istirahat banyak hal positif terjadi di dalam tubuh kita. Urat syaraf yang mengendur, perbaikan sel-sel yang rusak, memberi istirahat bagi sebagian organ tubuh, proses detoxifikasi (penghilangan racun) dan lain sebagainya.

Selama tidur terjadi proses-proses pemulihan yang bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula. Dengan begitu, tubuh yang awalnya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Jika proses ini terhambat, organ tubuh tidak bisa bekerja secara maksimal. Akibatnya orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi.

Menurut aturan kesehatan, kebutuhan tidur orang dewasa adalah 6-8 jam per hari. Tetapi akibat faktor pekerjaan, problem kehidupan lainnya, juga faktor hiburan (TV 24 jam non stop) maka banyak di antara kita yang menjadi kurang jam tidurnya.

Apabila tubuh mengalami kurang istirahat, akan terjadi hal-hal berikut ini : pH darah menuruh (semakin asam, semakin asid), tubuh tidak seimbang, muka pucat, lemas, mudah tersinggung, mudah marah-marah, penuaan dini, pelupa dan kurang konsentrasi.

SEHAT GRATIS

Apabila kita menginginkan sehat secara gratis, maka tiga hal pokok di atas harus kita penuhi : makanan bergizi seimbang, olah raga teratur dan istirahat yang cukup. Tentu kita akan sulit untuk memenuhi ketiganya secara 100%.

Oleh karena itu kita membutuhkan sesuatu yang dapat membantu mempertahankan kesehatan kita, khususnya dalam melancarkan peredaran darah, mengurangi timbunan lemak dalam pembuluh darah (mencegah penyumbatan) dan meringankan kerja jantung. Khususnya bagi Anda yang kurang istirahat dan tidak ada waktu untuk berolah raga secara teratur.

SINAR MATAHARI

Banyak di antara kita yang berangkat pagi di saat matahari masih mengintip dan pulang petang bahkan malam hari. Bekerja pun di perkantoran, di dalam gedung-gedung, ruang tertutup, ruangan ber-AC, yang akhirnya membuat kita hampir tidak pernah bertemu dengan sinar matahari. Padahal kita semua tahu, bahwa matahari adalah sumber kehidupan utama yang masuk ke Bumi ini. Anda dapat bayangkan bagaimana kita hidup tanpa sinar matahari?

Sinar Matahari memberikan pertumbuhan dan tenaga bagi semua mahkluk hidup. Apakah manfaat sinar matahari bagi kesehatan kita manusia?

  • Sinar matahari menghasilkan vitamin D. Sejumlah besar simpanan kolesterol terdapat di bawah kulit. Pada waktu berkas sinar ultraviolet disaring di kulit, ia mengubah simpanan kolesterol ini menjadi vitamin D. Menghadapkan sebagian dari tubuh ke sinar motahari selama 5 menit memberikan 400 unit vitamin D (Manusia membutuhkan 400 unit perhari menurut RDA USA).
  • Sinar Matahari mengurangi kolesterol darah. Dengan mengubah kolesterol di bahwa kulit menjadi vitamin D, menyebabkan tubuh memberikan peringatan kepada kolesterol yang ada dalam darah untuk keluar dari darah menuju ke kulit, sehingga mengurangi kolesterol dalam darah.
  • Sinar Matahari mengurangi gula darah. Cahaya matahari bagaikan insulin yang memberikan kemudahan penyerapan glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Ini merangsang tubuh untuk mengubah gula darah (glukosa) menjadi gula yang tersimpan (glykogen), yang tersimpan di hati don otot, sehingga menurunkan gula darah.
  • Sinar Matahari ialah penawar infeksi dan pembunuh bakteri. Matahari sanggup membunuh bakteri penyakit, virus dan jamur. Itu berguna untuk perawatan tuberkulosis (tbc), erisipelas, keracunan darah, peritonitis, pnemonia, mumps, asma saluran pernafasan. Bahkan beberapa dari virus penyebab kanker dibinasakan oleh sinar ultraviolet. Infeksi jamur, termasuk candida, bereaksi terhadap sinar matahari. Bakteri di udara dibinasakan dalam 10 menit oleh sinar ultraviolet.
  • Sinar Matahari meningkatkan kebugaran pernafasan. Sinar matahad bisa meningkatkan kapasitas darah untuk membawa oksigen dan menyalurkannya ke jaringan-jaringan. Ini berarti banyak oksigen tersedia untuk dibawa ke otot-otot sewaktu gerak badan. Faktor lain yang bisa membantu meningkatkan kebugaran pernafasan ialah bahwa glikogen bertambah di hati dan otot setelah berjemur matahari.
  • Sinar Matahari menolong dalam membentuk dan memperbaiki tulang-tulang. Dengan bertambahnya tingkat vitamin D dalam tubuh karena terkena sinar matahari, bisa meningkatkan penyerapan kalsium. Ini menolong pembentukan dan perbaikan tulang dan mencegah penyakit seperti rakitis dan osteomalacia (pelembutan tulang tidak normal).
  • Sinar Matahari meningkatkan beberapa jenis kekebalan. Sinar matahari menambah sel darah putih terutama limfosit, yang digunakan untuk menyerang penyakit. Antibodi (gamma globulins) bertambah. Pengaruh ini bertahan sampai 3 minggu. Nitrofil membunuh kuman-kuman lebih cepat setelah pernafasan dengan sinar matahari. Sepuluh menit di.bawah sinar ultraviolet satu atau dua kali setiap minggu mengurangi flu 30-40 persen.

Ya, sinar matahari sesungguhnya sangat bermanfaat bagi kita. Yang terbaik bila kita disinari cahaya matahari sebelum pukul 09.00 pagi dan setelah pukul 16.00 sore. Pada saat-saat itu kita tidak mendapatkan sinar gelombang pendek (sinar-gelombang-pendek: ultraviolet, sinar-x, sinar gamma, sinar cosmos, sebaliknya lebih banyak mendapatkan sinar-gelombang-panjang: inframerah).

Studi terbaru tentang Bioteknologi menemukan bahwa Sinar-Inframerah-Gelombang-Panjang (far infrared / FIR dengan panjang gelombang antara 6-14 mikron) berperan penting dalam formasi dan pertumbuhan makhluk hidup termasuk memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Untuk alasan inilah, sinar inframerah ini disebut juga Sinar Bio Genetik (BIOFIR). Semua makhluk hidup di Bumi selalu terdiri dari molekul air dan protein kompleks. Molekul air selalu tidak stabil. Jika molekul air dioksilasikan dengan panjang gelombang antara 8-1000 mikron (itu adalah panjang gelombang oksilasi air) akan terjadi semacam getaran ketidakstabilan (resonansi).

Resonansi tersebut menyebabkan ionisasi air tersebut menjadi ion Hidrogen (H+) dan Hidroksil (OH) terjadi dengan kecepatan yang sangat tinggi (10/12 detik). Ionisasi ini dinamakan “Pengaktifan Air”. Jika proses pengaktifan ini terjadi di seluruh tubuh manusia, metabolisme sel dan proses pembuangan sisa metabolisme sel menjadi lebih aktif dan efektif hingga menghasilkan perkembangan sel yang menakjubkan. Sinar inframerah dari matahari mempunyai panjang gelombang antara 3,5-10 mikron dan sinar inframerah yang mempunyai panjang gelombang 6-14 mikron adalah sinar bio genetik yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia (kita menerima sinar ini setiap hari dari matahari).

Perlu berhati-hati. Sinar matahari bisa juga berbahaya. Terlalu lama di bawah sinar matahari bisa menyebabkan hal-hal berikut:

  • Sinar Matahari membuat kulit terbakar. Terlalu banyak mendapat sinar matahari, walaupun pada hari berawan bisa menyebakan kulit anda terbakar (awan bisa menyaring banyak berkas cahaya yang kelihatan dan inframerah, namun 80% radiasi ultraviolet bisa menembusi awan itu). UV-B adalah bagian dari spektrum ultraviolet yang membakar kulit dan hanyo 0,2 persen dari tenaga radiasi ini sampai ke permukaan bumi. Angin sepoi-sepoi bisa menombah bahaya itu.
  • Sinar Matahari bisa meningkatkan resiko kanker kulit. Kebanyakan sinar matahari dengan tingginya trigliserid darah adalah faktor yang paling besar terjadinya kanker kulit.
  • Sinar Matahari mempercepat proses penuaan.

Z.R. Kime dalam “Sunlight Could Save Your Life”, menyatakan bahwa bertambahnya penggunaan minyak sayur olahan (poliunsaturated), menyebabkan bertambahnya kehadiran “radikal bebas” pada kulit. Radikal bebas ini adalah bagian dari molekul (yang terpecah-pecah) dengan kecenderungan menyebabkan kerusakan jaringan lapisan kulit paling luar, penyebab utama penuaan dini – keriput kulit.

Seorang ilmuwan menutup setengah dari piring batu dengan bakteri yang tumbuh di situ, dan setengah lainnya disinari matahari secara langsung. Bagian piring yang tertutup penuh dengan bakteri, tetapi tidak ada yang tumbuh di setengah piring yang mendapat sinar matahari. Semua bakteri telah terbunuh. Jika kita membuka lebar tirai dan jendela kita agar sinar matahari masuk ke kamar-kamar kita, setelah satu jangka waktu, sinar matahari ini akan membunuh bakteri yang berada di debu jendela dan lantai, sehingga membuat rumah itu menjadi tempat yang lebih sehat untuk didiami.

(Sumber http://dianweb.org/Sehat/ADI5.HTM)

Categories: terapi penyakit | Leave a comment

Penyakit Jantung Koroner, Si Perenggut Nyawa

Ny. Tati sama sekali tidak menyangka kalau obrolan dengan suaminya malam itu adalah obrolan terakhir sebelum sang suami tercinta pergi untuk selamanya. Pak Sakirun, meninggal setelah mendadak mengalami sesak nafas dibarengi dengan keluarnya keringat dingin dan tubuh lemas. Menurut hasil pemeriksaan dokter, Pak Sakirun meninggal akibat serangan jantung koroner.

Sesak napas, nyeri dada (khususnya sisi kiri), sakit pada ulu hati, leher terasa tertekan, seperti tercekik, atau nyeri yang menjalar ke daerah bahu serta lengan kiri sampai jari-jari mungkin merupakan gejala awal serangan jantung koroner yang perlu diwaspadai. Penyebabnya tidak lain karena pembuluh koroner jantung tersumbat (atherosklerosis), sehingga kebutuhan otot jantung akan oksigen tidak terpenuhi.

Gejala-gejala seperti ini bisa juga terjadi pada penyakit lain, seperti sesak napas yang disebabkan oleh asma, dan nyeri pada ulu hati pada maag. Kesalahan diagnosa bisa saja terjadi karena kemiripan gejala. Karena itu, tak ada salahnya Anda segera melakukan penanganan secepatnya. Jangan tunda, berangkat segera ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah terjadinya keadaan yang tidak diinginkan. Ingatlah, serangan jantung dapat membawa kematian.

Sayangnya, serangan jantung koroner seringkali terjadi secara mendadak dan tidak jarang pada malam hari sehingga penderita seringkali tidak tertolong. Mengingat mendadaknya serangan tersebut, maka Anda yang mempunyai gejala atau berbakat menderita kelainan jantung sebaiknya rutin memeriksakan diri. Apalagi jika usia Anda sudah mencapai kepala empat, perokok, menderita darah tinggi, kecing manis, kegemukan, dan jarang berolahraga. Periksakan diri minimal sekali dalam setahun. Bila perlu, dokter akan menganjurkan jangka waktu pemeriksaan yang lebih pendek misalnya setiap enam bulan atau bahkan setiap bulan.

Pola Makan

Kecenderungan pola makan yang kurang sehat pada masyarakat perkotaan sering dikaitkan dengan penyakit jantung koroner (PJK). Kesalahan pola makan itu tidak lain karena ketidakseimbangan komposisi makanan yang dikonsumsi.

Fast food (makanan siap saji) yang makin menjamur di perkotaan mengandung protein, lemak, karbohidrat yang tinggi, dan sebaliknya kandungan serat, vitamin dan mineralnya rendah. Hal ini dapat menjadi pencetus dari berkembangnya penyakit degeneratif, seperti PJK, hipertensi, diabetes, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Gaya hidup di perkotaan yang sering dilanda stres juga dapat memacu kerja jantung dan meningkatkan tekanan darah. Kebiasaan itu masih diperparah dengan merokok.

Tidak ada motto kuno yang lebih baik dari “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Ini berlaku untuk siapapun, terlebih jika Anda termasuk orang yang memiliki risiko tinggi menderita kelainan jantung. Caranya, perbaiki pola makan sekarang juga. Makanan yang bervariasi dan bergizi seimbang adalah makanan yang sehat untuk Anda konsumsi.

Diet merupakan kunci penting bagi pencegahan PJK. Sebab dengan menerapkan diet yang baik, penderita dapat mengendalikan kemungkinan tingginya kadar kolesterol dan garam yang sangat berhubungan dengan penyakit ini. Selain itu, penderita juga dapat mengatur berapa jumlah serat, gula, protein, mineral, ratio antara lemak jenuh dan tidak jenuh yang harus dicukupi setiap hari. Diet juga menurunkan risiko terjadinya penyakit-penyakit lain. Dan jangan lupa, berolahraga secara teratur.

Yang penting untuk Anda jalani, terutama dalam mengatur asupan makanan yang Anda konsumsi setiap hari:

  • Pilihlah ikan daripada daging, kecuali daging yang benar-benar tak berlemak
  • Kurangi garam. Misalnya dengan membatasi makanan kalengan, makanan yang diasapkan, ikan asin, dan jenis makanan awetan lain
  • Hindari makanan berlemak atau yang digoreng. Makanan yang direbus atau dikukus dan dipanggang jauh lebih aman daripada yang digoreng
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan

Sumber bahan: Rubrik ideal, bulletin info sehat edisi 8

Categories: terapi penyakit | Leave a comment

Minyak Ikan Berkhasiat Turunkan Serangan Jantung

SIAPA yang tidak ”ngeri” dengan serangan penyakit jantung. Menurut hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 1996, penyakit jantung koroner menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian. Sedangkan berdasar SEAMIC Health Statistic 2000, penyakit serbiovaskuler seperti jantung koroner dan stroke berada di urutan kedua penyebab kematian tertinggi di dunia.

Herannya, sedikit orang Eskimo yang menderita penyakit mematikan ini. Di negara yang terletak di Kutub Utara itu, jumlah penderita jantung terhitung rendah. Adalah Jorn Dyerburg dan H.O. Bang yang berspekulasi bahwa ada hubungan antara sedikitnya penderita jantung di Eskimo dengan kebiasaan makan mereka. Orang Eskimo mengonsumsi banyak makanan laut. Seperti yang diketahui, lemak dari laut mengandung polyunsaturated, yaitu jenis lemak penghasil asam lemak omega-3.
Asam lemak ini biasa terdapat dalam ikan air segar seperti salmon, makerel dan swordfish. Selain itu, asam ini juga bisa ditemui pada lemak sayur seperti kanola dan kacang-kacangan. Asam lemak omega-3 sudah sejak lama diteliti sebagai zat yang bisa mengurangi tingkat kematian akibat penyakit jantung koroner, terutama kematian mendadak.

Mati Mendadak
Riset terbaru yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association melaporkan ada hubungan antara konsumsi ikan dengan jumlah asam lemak omega-3 serta pertumbuhan penyakit jantung koroner. Hasil ini didapat dari penelitian yang diadakan Nurses’s Health Study yang mengikutsertakan 98.462 perempuan.
Penelitian tersebut menunjukkan relasi kuat antara konsumsi ikan dan asam lemak omega-3 dengan kemungkinan pertumbuhan penyakit jantung koroner. Semakin tinggi jumlah konsumsi omega-3, semakin rendah risiko terserang jantung koroner.
Eksperimen lain dilakukan oleh Physicians Health Study yang melibatkan 22.000 laki-laki setengah baya. Hasilnya, asam lemak omega-3 dalam aliran darah berpengaruh terhadap risiko kematian akibat jantung koroner. Kian tinggi kandungan asam lemak omega-3 dalam darah, kian tinggi pula daya proteksi tubuh terhadap kematian mendadak.
Bukti ini diperkuat lagi oleh sebuah riset di Italia. Riset ini menyertakan 11.000 orang, lelaki dan perempuan penderita serangan jantung. Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama menerima perawatan seperti biasa. Kelompok kedua diberi asupan suplemen vitamin E. Kelompok ketiga diberi konsumsi kapsul minyak ikan.
Hasilnya, vitamin E tidak memberi dampak apa pun terhadap risiko serangan jantung. Sedangkan kelompok ketiga yaitu mereka yang mengonsumsi kapsul minyak ikan ditemukan mengalami penurunan serangan jantung sebesar 45 persen.
Dari serangkaian penelitian di atas, Dyerburg dan Bang menyimpulkan asam lemak omega-3 bisa menurunkan risiko kematian mendadak akibat serangan jantung. Efek ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kandungan kolesterol dalam darah. Pengaruh asam lemak omega-3 itu tidak terlihat langsung, melainkan tiga bulan setelah riset dilakukan. Kesimpulan lain adalah dosis pemberian asam lemak omega-3 harus kecil. Dianjurkan dosis diberikan setara dengan mengonsumsi dua ikan berlemak setiap minggu. Dalam bentuk kapsul, total dosisnya adalah 800 sampai 1000 miligram perhari. Di Amerika Serikat (AS), setiap kapsul berisi 300 atau 500 miligram asam lemak omega-3. Dibandingkan dengan terapi obat tradisional, asam lemak omega-3 jauh lebih bermanfaat, aman dan tidak mahal.
Dari bukti-bukti ini, penderita jantung atau penyakit pembuluh darah lain dianjurkan mengonsumsi asam lemak omega-3. Dosis yang disarankan adalah dua ekor ikan segar setiap minggu atau dalam bentuk suplemen. Anjuran ini berlaku tidak hanya bagi penderita jantung, tapi juga mereka yang berisiko menderita penyakit jantung akibat peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi atau diabetes. Bahkan bagi orang yang tidak terancam risiko sakit jantung konsumsi lemak polyunsaturated akan membawa dampak positif.
Uniknya, mayoritas ahli medis tidak merekomendasikan keampuhan asam lemak omega-3 ini bagi pasiennya. Padahal jauh sebelum studi penelitian terbaru ini, sudah sejak lama asam lemak omega-3 diketahui manfaatnya. Justru para ahli medis itu banyak merekomendasikan vitamin E sebagai konsumsi untuk penderita penyakit jantung.

Produk Alami
Sementara menurut ahli jantung dari Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, Profesor. Dr. Asikin Hafiah, penemuan mengenai manfaat asam lemak omega-3 sudah lama diketahui oleh para ahli medis di Indonesia. Merujuk pada banyak penemuan di luar negeri, para dokter di sini pun sudah menganjurkan konsumi ikan laut pada para pasiennya.
”Sejak dulu kami tahu bahwa ikan laut sangat berguna bagi tubuh. Maka kami selalu menganjurkan pasien jantung agar rajin mengonsumsinya, cukup sehari satu. Jika kebiasaan ini dilakukan maka tingkat serangan jantung akan menurun,” jelas Asikin kepada SH hari Kamis (11/4).
Namun karena penyakit jantung adalah penyakit progresif, maka konsumsi minyak ikan ini tidak bisa menyembuhkan penyakit jantung secara 100 persen, hanya menurunkan persentase serangannya saja.
Penelitian tentang minyak ikan ini sudah dilakukan sejak tahun 1996 oleh dr. Fadilah Supari yang juga ahli jantung RS Harapan Kita. Ia merekomendasikan ikan lemuru yang banyak terdapat di perairan laut Indonesia sebagai ikan yang potensial mengandung asam lemak omega-3. Dengan mengonsumsi dua porsi ikan lemuru setiap minggu maka cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Ikan yang mengandung asam lemak omega-3 cukup optimal ini mampu menurunkan kadar superoksida yang merusak jaringan otot jantung. Disarankan agar ikan ini tidak digoreng, melainkan ditim. Sebab jika digoreng maka kandungan omega-3-nya akan menguap.
Menurut Fadilah, pada orang yang mengonsumsi omega-3, keping darahnya (platelet) tidak mudah pecah atau menggumpal. Asam lemak omega-3 ini menjadikan dinding pembuluh darah (endotil) kuat, tidak rapuh, dan tidak mudah ditembus oleh zat yang memecah dinding pembuluh darah. Asam lemak ini bisa menurunkan parameter biokimia sebagai faktor risiko arteriosklerosis seperti kolesterol, LDL dan trigliserida.
Karena itu, Asikin berpendapat bahwa asam lemak ini juga mampu memperbaiki tekanan darah pada penderita hipertensi serta semua penyakit yang berhubungan dengan gangguan pembuluh darah.
Senada dengan pendapat Asikin, Dr.Arayandanu dari DepartemenTeknologi Makanan dan Gizi, Universitas Djuanda, Bogor menyatakan bahwa khasiat asam lemak omega-3 tidak hanya bisa dirasakan oleh penderita jantung, melainkan juga diabetes dan hipertensi.
”Banyak penelitian yang sudah membuktikan kehandalan asam lemak ini. Tapi memang para ahli medis kita tidak semuanya menyarankan konsumsi ikan pada pasien. Ada beberapa ahli medis yang belum mengetahuinya atau ragu-ragu. Padahal tidak ada obat dari dokter yang berpengaruh pada kinerja minyak ikan dalam tubuh pasien,” jelas Aryandanu dalam kesempatan terpisah.
Banyak produk telur omega-3 yang kini banyak dijual di pasar swalayan. Menurut Arya, produk rekayasa ini memang diilhami dari khasiat asam lemak omega-3. Telur jenis ini bisa meningkatkan kadar asam lemak omega-3 dalam aliran darah. Tapi bukan berarti bisa menurunkan kadar kolesterol atau trigliserida, hanya mengubah kadar asam lemak dalam plasma darah saja. Sebutir telur omega-3 berisi asam lemak omega-3 (618 mg), dan asam lemak omega-6 (999 mg), seperti yang tercantum pada kemasan telur yang diperdagangkan. Namun baik Arya maupun Asikin menganjurkan agar penderita jantung lebih mempercayai produk alami sebagai sumber asam lemak.(mer)

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2002/04/3/kes01.html

Categories: terapi penyakit | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.