Hingga kini, pijat masih menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk relaksasi tubuh. Pegal linu dan rasa lelah bisa diminimalkan dengan pemijatan selama beberapa menit. Bahkan, cara tradisional ini juga bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kesehatan. Tak heran bila pijat pun masuk ke dalam satu tahap perawatan di rumah spa, sebagai langkah menuju relaksasi yang maksimal.

Manfaat pijat itu sendiri adalah membantu melancarkan peredaran darah sehingga memberikan efek kesegaran bagi tubuh secara keseluruhan. Sirkulasi darah yang lancar akan memberikan oksigen lebih pada otak sehingga membantu menyegarkan pikiran. Pijat juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai usia, mulai dari bayi hingga lansia.

Pada bayi, pemijatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan kedekatan dengan orang tua. Seni sentuhan ini dapat memberikan rasa nyaman dan relaksasi bagi si kecil. Itu sebabnya, pijatan biasanya dilakukan setiap pagi atau malam sebelum tidur agar bayi bisa tidur pulas. Gunakanlah minyak yang lembut bagi kulit bayi dan pijat secara perlahan.

Ketika anak beranjak besar, pijat pun bisa dilakukan untuk memberikan efek relaksasi tubuh. Di usia ini, anak umumnya lebih banyak melakukan kegiatan fisik yang mungkin mencederai ototnya. Oleh karena itu, dengarkanlah keluhan anak dan berikan pijatan dengan tekanan yang tidak terlalu keras.

Di usia dewasa, pijat umumnya menjadi pelarian utama untuk mengusir rasa lelah dan stres akibat beban pekerjaan. Pemijatan pun kini bersifat kompleks, yaitu memberikan relaksasi secara lebih menyeluruh, baik bagi tubuh, pikiran, maupun jiwa. Seperti yang nyatakan oleh The Touch Research Institute, University of Miami, pijatan bisa memberikan dampak positif pada penanggulangan stres dan kinerja seseorang setelah 15 menit menggunakan kursi pijat. Keluhan kesehatan lainnya seperti pusing, insomnia, atau radang sendi pun bisa dibantu dengan pemijatan.

Sementara pada lansia, pemijatan secara berkala dapat menekan laju tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah, mengendurkan otot, sekaligus merangsang otot yang lemah untuk bekerja.

Dikutip dari : http://www.info-sehat.com

PIJAT refleksi dan pijat Thailand sama-sama untuk mendeteksi ataupun menyembuhkan penyakit. Yang membedakan hanyalah alat yang digunakan.

PIJAT REFLEKSI — Pemijat refleksi, Atik (kanan), sedang memijat bagian jari tangan salah seorang pelanggannya di ruang kerjanya di Jl Basuki Rahmat, depan RM Pagi Sore Palembang, Rabu (7/7). Pijat refleksi juga dilakukan di bagian jari kaki. (Sripo/jack)
BEBERAPA masyarakat yang biasa memijatkan tubuh di Shiatsu Sehat Subur, Kompleks Ilir Barat Permai mengaku, jika terlambat saja melakukan rutinitas pijat, misalnya seminggu satu kali atau dua minggu satu kali, maka badan mereka terasa pegal-pegal dan capek. Apakah itu, pemijatan secara tradisional, Shiatsu, Thailand ataupun refleksi itu sendiri. Setiap jenis cara memijat ini tentu saja, berbeda-beda. Misalnya saja, untuk pemijatan shiatsu ala Jepang, pemijatan yang mereka lakukan dengan cara dipijat dengan menekan. Sehingga terkadang, sesekali akan terdengar bunyi seperti tulang patah. Caranya, terkadang menggunakan tangan atau kaki dengan cara diinjak-injak.
“Wah rasanya, badan lebih pegal dan capek, jika kita memijat. Seperti kecanduanlah, jika kita melakukan secara rutin. Tapi, setelah kita dipijat, badan kita rasanya segar,” ungkap Amir, salah seorang pengunjung rutin di Shiatsu Sehat Subur, mengaku saat pertama kali mengikuti rangkaian kebugaran di Shiatsu, badan rasanya seperti terkena flu, sebelum kemudian terasa bugar.
Salah seorang juru pijat shiatsu, Susan, mengatakan, menginginkan rasa capeknya hilang. Tidak terlalu berbeda, saat mereka memilih pijat tradisional yang pada intinya melemaskan otot.
“Pelanggan pijat shiatsu, biasanya mengeluhkan badannya pegal dan capek. Kita melakukan dengan cara pijat tekan ke seluruh anggota badan, mulai dari kaki, badan hingga kepala,” ujar Susan.
Beda Alat
Sedangkan pijat refleksi dan pijat Thailand, menurut juru pijat refleksi, Herman, sama-sama bisa untuk mendeteksi ataupun menyembuhkan penyakit. Yang membedakan, menurutnya, hanyalah alat yang digunakan. Pijat refleksi menggunakan tangan, karena tangan lebih perasa saat ingin mengurangi atau membuat pijatan keras, tanpa ramuan.
“Saya tidak begitu paham bagaimana pijat Thailand. Tapi, sama-sama bisa mendeteksi atau mengobati gangguan penyakit di tubuh,” ungkap Herman, membenarkan jika dalam pijat Thailand, terkadang dibantu dengan ramuan racikan.
Salah satu masyarakat yang rutin memijatkan tubuhnya di Shiatsu, Dolah (46), menuturkan, setelah melakukan pijat refleksi, badan terasa ringan. Pijat shiatsu atau tradisional, perasaan pegal atau capek, baru terasa pada keesokan harinya saat bangun tidur. “Saya, biasanya rutin memijatkan tubuh seminggu satu kali, tergantung kondisi badan. Jika merasa capek, saya pilih shiatsu atau pijat tradisional. Tapi, kalau ada rasa tidak enak –seperti mau sakit, saya ke pijat refleksi atau pijat Thailand,” ungkap Dolah, mengaku menyisihkan uang Rp 40 ribu untuk rangkaian kebugaran di pusat Kebugaran Shiatsu “Sehat Subur”, mulai dari mandi sauna, message (tinggal pilih jenis pemijatan apa, red), dan mandi di water pool. (ono)

Dikutip dari : http://www.indomedia.com

Ahli Urut (Massage Therapist) dari Cimande Jawa
Barat sudah
terkenal dari dulu mampu mengobati
beberapa penyakit yang berhubungan dengan
Tulang,
Persendian dan Otot.

Salah satu Ahli Urut dari Cimande yang cukup terkenal
adalah Bang Mamat
Umur 40 tahun. Beliau sudah memulai
Prakteknya pada tahun 1995 di daerah
Cimande. Pernah
menjadi Anggota Tim Kesehatan PORDA Kontigen
Kabupaten
Bogor.

Banyak jenis penyakit yang mampu beliau obati,
seperti:

- Patah Tulang
- Keseleo
- Pegal-Linu
- Nyeri Sendi
- Salah
Urat
- Otot Kaku
- Hernia
- Capek-capek dan lain-lain.

Selain itu juga bisa Urut untuk Kebugaran dan
Kesehatan agar Memperlancar
Peredaran darah sehingga
Tubuh lebih Segar dan Bugar Terhindar dari Stroke
dan
lain-lain.

Untuk Pria dan Wanita dan banyak orang yang sudah
dibantu mengobatinya
dengan hasil yang memuaskan.

BIAYA: Rp. 65.000,-

JADWAL PRAKTEK
*******************
Selasa s/d Minggu Jam. 10.00 – 20.00
WIB
Hari Senin : Libur

TEMPAT PRAKTEK
*******************
KLINIK GRAN ANANDA
Jl. Cililitan
Besar No. 1, Jakarta Timur, Indonesia
Tlp. 021-80883559, 021-7062 0916 Hp.
081314824695

Tempat Parkir Luas dan Ruangan Full
AC

Selalu Dampingi Mantan Wabup bila ke Luar Kota
Nasib seseorang memang sulit ditebak. Tak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan pernah menjadi pengayuh becak di Surabaya, Ngasri, 53, kini terbilang boleh berlega hati. Rezekinya sebagai juru pijat langganan para pejabat di Demak, cukup menghidupi diri dan keluarganya.

WAHIB PRIBADI, Demak

Sehari-hari, Ngasri masih mengayuh becak demi menghidupi keluarganya di Demak. Namun, ia memiliki kelebihan disbanding rekan-rekannya sesama pengayuh becak. Keahliannya memijat refleksi justru mengantarkannya dekat dengan para pejabat di Demak.

Ngasri mengakui, sejumlah pejabat yang pernah menggunakan jasanya adalah mantan Bupati Endang Setyaningdyah, mantan Wakil Bupati Nur Hamid Wijaya, Wakil Bupati Muhammad Asyiq, serta pejabat lainnya di dewan. Di antaranya mantan Wakil Ketua DPRD Suharmin, Ketua Komisi A Ali Masadi, dan anggota Komisi C Solikul Hadi Sidik.

“Biasanya saya diundang ke rumah mereka untuk memijat,” ungkapnya saat ditemui koran ini di rumahnya yang terletak di RT 01 RW 03, Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosalam, kemarin.

Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, 12 Desember 1954 ini memang menetap di Sidomulyo bersama istrinya Kamisah, 46, dan kedua anaknya, Nurhayati, 20, dan Teguh Gatot Suseno, 17. Rumah sokopapat terbuat dari bahan kayu bengkirai berukuran sembilan kali tujuh meter persegi itu berdiri di hamparan pekarangan yang dikelilingi puluhan pohon jambu. Dengan begitu, suasana rumah Ngasri tampak sejuk dan rindang.

Letak rumahnya agak terpencil dari rumah warga lainnya. Namun, Ngasri dan keluarganya nampak menikmati hidupnya sehari-hari dengan bahagia. Sikapnya yang selalu pasrah dan bekerja keras telah membukakan pintu rezeki bagi keluarganya.

“Saya tidak menyangka dengan pemijatan yang saya pelajari tekniknya secara otodidak, ternyata diminta banyak orang,” ungkapnya menceritakan awal mula dirinya menekuni pekerjaan sampingan sebagai juru pijat.

Menurutnya, orang pertama yang ia pijat adalah Salamah, 50, warga Desa Mojo, Wonosalam. Ketika itu, yang bersangkutan mengalami pembengkakan di bagian tubuhnya. Setelah beberapa kali dipijat olehnya, keluahan bengkak itu berangsur-angsur sembuh dan kembali normal lagi.

“Setelah itu, banyak pasien yang meminta saya memijat. Sekarang setiap hari melayani 2 hingga 3 pemijatan,” katanya.

Kebanyakan warga yang meminta sentuhan tangan Ngasri mengeluhkan sakit pegal-pegal di bagian tubuh setelah seharian bekerja keras. Ada pula di antara mereka yang memiliki penyakit tertentu seperti jantung, paru-paru, sakit perut atau maag dan lainnya. Kondisi serupa juga dikeluhkan oleh sejumpah pejabat yang pernah ia tangani.

“Kalau pejabat kan banyak berpikir. Jadi, tidak hanya capek fisiknya, tapi juga pikirannya. Bahkan, ada dari dewan (DPRD) yang terkena stroke dan diabetes juga minta untuk ditangani,” katanya.

Rata-rata para pejabat tersebut meminta dipijat dua kali dalam sebulan. Ngasri menuturkan, pengalaman paling lama dalam hal pemijatan ini adalah memijat mantan Wabup Nur Hamid Wijaya. Bahkan, kini seakan menjadi keluarga sendiri.

“Setiap kali ada acara di luar daerah, saya kerap diajak untuk mendampingi beliau. Ya, kalau lagi kesal atau capek, saya kan langsung bisa memijatnya,” ungkap Ngasri yang mengaku setiap malam terbiasa tidak tidur alias begadang ini.

Dalam memijat, Ngasri mengaku tidak mematok tarif khusus untuk jasanya itu. Dengan kata lain, ia mengaku menunggu keikhlasan orang yang dipijat. Yang pasti, tips yang diberikan para pejabat yang menjadi langganan pijatnya tergolong lumayan.

Ngasri mengaku prinsip yang ia pegang selama memijat adalah niat menolong sesama tanpa pamrih. Dan rezeki itu sudah ada yang mengatur. Namun begitulah suratan takdir Ngasri di Demak.

Dalam riwayat hidupnya, Ngasri dilahirkan di Dukuh Bulu, Desa Beji Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Jawa Timur. Dia mengaku tidak sempat mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi orangtuanya yang hanya berprofesi sebagai petani kecil.

“Karena tidak sekolah itulah, saya tidak dapat membaca hingga kini,” akunya.

Demi menyambung hidup, Ngasri pernah merantau ke Riau selama 2 tahun dan bekerja di kapal pursin milik nelayan setempat untuk mencari ikan di laut. Setelah itu, ia pindah ke Jakarta dan bekerja di sebuah pabrik pembuat roti serta pembuat tutup pasta gigi selama 5 tahun.

“Dulu, tiket perjalanan antara Cepu hingga Jakarta hanya Rp 1.500 sekali jalan,” terangnya.

Setelah lama di Jakarta, Ngasri kemudian melanjutkan perantauannya ke Semarang dan Surabaya . “Sebelum ke Surabaya, saya menikah dulu dengan istri saya di Demak,” tuturnya.

Di Surabaya, dia bekerja sebagai tukang becak selama beberapa tahun. Menurutnya, bekerja di kota metropolis Surabaya tidak banyak menjanjikan. Saat itu, ia banyak ngepos di rumah sakit Karangmenjangan. Setiap hari paling banter ia mendapatkan uang Rp 10 ribu. Karena itu, langsung habis untuk keperluan makan sehari-hari. Ngasri pun akhirnya bertekad balik ke rumah istrinya di Demak.

Ketiadaan biaya yang cukup membuatnya nekad untuk mengendarai becaknya dari Surabaya hingga Demak. Perjalanan pulang tersebut ia tempuh selama dua hari tiga malam. Menurutnya, meski sejumlah pejabat memanfaatkan jasa pijatannya, hal itu tidak membuatnya lantas berbangga hati.

“Saya hanya bersyukur dapat menolong sesama. Itu saja. Saya hanya orang kecil yang tak patut membanggakan diri,” katanya. (*)

Dikutip dari : jawapos.co.id

  • Jenis-jenis Massage Biasanya para Therapies menggunakan Bedak (Talcum Powder) atau Oil (minyak) agar tangannya dapat bergerak leluasa pada permukaan kulit pasien. Terkadang kain tipis juga digunakan untuk menghasilkan efek yang sama. Beberapa Jenis-jenis, diantaranya :
  •  Aroma Therapy : Minyak yang berasal dari bunga-bungaan dan tanaman terpilih Ditambahkan pada minyak massage untuk kebutuhan therapy tertentu, misalnya wangi sandalwood (cendana) di ketahui dapat mengurangi ketegangan syaraf.
  • Baby massage : Dapat mengatasi sulitnya buang air besar, sakit perut dan susah tidur, penelitian menunjukkan bahwa massage yang teratur dapat membantu bayi yang lahir premature untuk bertambahnya berat badan secara cepat.
  • Refleksologi : Massage pada telapak kaki untuk menghasilkan penyembuhan pada bagian tubuh lain.• Terapeutik : Dikenal juga sebagai ‘Western’ atau ‘Swedish’. Salah satu bentuk massage paling populer di Australia, teknik ini di desain untuk meningkatkan relaksasi dan memperbaiki sirkulasi darah.
  • Remedial : Untuk mengatasi cedera jaringan lunak seperti otot, tendon, dan ligament.
  • Tantric : Teknik massage yang dikembangkan dari Yoga pada kebudayaan India Kuno yang bertujuan melancarkan sirkulasi energi tubuh manusia agar selaras dengan alam, pada teknik ini digunakan gabungan unsur suara alam atau music alam dan therapy ayurveda berupa minyak herbal dan wewangian rempah, yang keseluruhannya bertujuan untuk menghasilkan ketenangan.
  • Shiatsu : Teknik massage oriental yang bertujuan memperbaiki aliran Energi dengan memberikan tekanan pada bagian tubuh tertentu. Prinsip Dasar Shiatsu hampir sama dgn accupuntur.
  • Sport : Gabungan teknik massage yang bertujuan untuk meningkatkan performa dan membantu mempercepat penyembuhan Otot yang digunakan secara berlebihan dengan melakukan penekanan yang lebih keras pada otot besar yang mengalami cedera atau kaku.Pertimbangan KhususAda beberapa keadaan, dimana massage tidak direkomendasikan, diantaranya :
  • Selama masa kehamilan, khususnya trimester ( 3 bulan ) pertama – Pada wanita hamil hanya boleh dilakukan pemijatan pada ekstremitas atau organ pergerakan bawah dan atas ( kaki – tangan ), Kepala, Muka serta punggung dengan posisi tubuh kesamping, bukan terlungkup. Tentunya harus dilakukan dengan perlahan dan lembut atau oleh therapies berpengalaman.
  • Apabila ditemukan adanya memar, luka atau infeksi pada kulit.
  • Apabila diketahui ada keretakan atau patah pada tulang.
  • Dikutip dari : tantric-massage.blogs.friendster.com

Sabtu, 14 Desember 2002, 14:37 WIB

Mungkin inilah enaknya jadi atlit nasional yang berulangkali mengharumkan nama bangsa dan negaranya dalam kelas internasional. Segala fasilitas disediakan untuk mereka.

Bukan melebih-lebihkan, tetapi setidaknya itulah yang terjadi pada diri Hendrawan dan teman-temannya sesama pebulutangkis. Pemijat pun disediakan khusus untuk mereka. Hendrawan mengalami itu.

Bila dia mengalami pegal-pegal otot sekujur badan, empat orang pemijat siap menanganinya. Tentu saja, tidak untuk Hendrawan semua. Satu sudah cukup. “Biasanya seusai latihan, saya bersama teman-teman membutuhkan jasa mereka. Bagian mana yang dipijat, terserah permintaan kami. Tetapi kami yakin, mereka sudah terlatih dan sangat profesional untuk menangani kami,” jelas pria kelahiran Malang 30 tahun lalu.

Hendrawan sendiri mengaku sering meminta perhatian khusus dari pemijat untuk menangani bagian pinggangnya, karena memang Henrawan sering merasa pegal di situ. “Tergantung daerah mana yang dipijat, waktunya bisa beragam. Ada yang satu jam, atau empat puluh lima menit sudah selesai,” tutur pria yang berulangkali menjadi kunci penentu kemenangan bila dia sedang bertanding.

Walaupun mudik natal tahun ini Hendrawan tidak perlu repot-repot setir mobil, tetapi bila pegal karena sehabis mengendarai mobil, Hendrawan lebih memilih untuk melakukan peregangan atau pemanasan, seperti yang sering dilakukan bila sedang latihan. Lari-lari, atau pun melakukan peregangan otot. Tidak minum jamu? “Saya tidak minum jamu karena nanti dikira dopping ,” ujarnya datar. @

Sumber : kompas.com

Pijat sekarang diakui sebagai bentuk terapi sedang disembuhkan yang alami. Di yang sendiri Amerika Serikat ada sekarang di atas 1000 sekolah yang mengajar seni sedang disembuhkan pijat. Macam pijat bisa baik gaya Barat atau gaya Timur. Baik gaya meliputi teknik pijat pasti yang menaikkan keluesan dan oplah dengan melumasi kertas tisu otot dan memajukan santai. Pijat gaya barat dicurahkan secara mendasar ke mengurangi gangguan fungsi dan rasa sakit fisik. Di bawah gaya ini, teknik berbeda (seperti chiropractic memijat, pijat klinis, dan terapi pijat kedokteran) terlibat aspek fisik. Gaya Timur pijat (seperti akupungtur, reflexology, Ayurveda, dan Shiatsu) memperhitungkan pikiran, badan dan jiwa pasien, dari perspektif holistis.

Sekarang pijat, pada hakekatnya adalah apa? Pijat adalah bentuk komunikasi dengan orang lain dibawa lewat sedikit. Kalau kami menyentuh orang lain, kami baik mengirim pesan cinta atau pesan bertentangan. Kita semua mempunyai kecakapan untuk memberikan pesan lewat pijat karena kita semua terdiri dari tenaga. Tenaga itu bisa positif atau negatif, bergantung pada apa yang sedang kami pikirkan. Pikiran kami memerintahkan dan badan kami melakukan perintahnya – dan di proses, hidup manusia lain diubah lewat sedikit kami.

Komunikasi seperti ini tidak benar-benar fisik – berkembang ke dalam hubungan rohani juga. Oleh sebab itu orang yang mendapat pijat dari orang yang memancarkan tenaga positif tersentuh atas derajat rohani juga. Badan, pikiran, dan hubungan penerima pijat dengan lambat sedang sembuh karena tenaga positif disediakan lewat sedikit.

Secara teknis, pijat adalah penggunaan tekanan pada lain person’s badan memakai tanganmu sendiri (dan barangkali persenjataan anda pun, siku, dan kaki. ) penerima pijat baik akan mengetahui bahwa dia beruntung di berbagai jalan darinya:. Darah dan getah bening beredar lebih baik lewat badan B. Kemampuan darah yang memajukan oksigen bertambah baik C. Limbah kami menitikberatkan-ke luar kertas tisu otot (seperti toksin) dikalahkan dan pindah dari badan lebih mudah D. Otot yang dikena santai E. Otot sangat lamban mendapat dorongan f. Susunan syaraf menjadi g yang lebih berimbang. Oplah kulit dan mempersiapkan ditingkatkan h. Yang dalam organs’ oplah dan mempersiapkan juga menjadi lebih baik.

Hal baik tentang pijat (juga dikenal sebagai karoseri) ialah bahwa baik pemberi maupun penerima keuntungan pijat waktu sesuatu diberi. Secara mendasar, pijat adalah cara luar biasa untuk mengurangi tekanan. Penelitian sudah menunjukkan bahwa sampai 80% dari penyakit entah bagaimana disebabkan oleh tekanan. Pijat adalah satu cara untuk perhatian pengambilan badan kami agar kami tidak jatuh sakit begitu mudah. Jika kami jatuh sakit, pijat menolong kami segar kembali ke negara bagian kesehatan baik.

Dikutip dari : http://www.selfhelpselfimprovement.com

Jalansutra

Di Harian Jakarta Post awal minggu ini ada sebuah artikel pendek yang mengisahkan ‘pencarian’ seseorang terhadap pemijat yang sekualitas para pemijat ‘tempo doeloe’. Penulis itu menceritakan betapa neneknya dulu melanggani seorang pemijat yang sanggup membuat sang nenek tertidur pulas di kasur pijat.

Dalam ‘pencarian’-nya, sang penulis sempat ketemu seorang pemijat yang tiap sebentar berhenti untuk mengucapkan mantra-mantra yang tidak dimengertinya. Lalu, lima belas menit kemudian proses pemijatan berakhir. “Saya hanya jadi berminyak, tetapi tidak merasa tubuh saya menjadi lebih bugar,” keluhnya. Untunglah, pada akhir ‘pencarian’-nya itu ia menemukan seorang pemijat yang juga sekaligus ahli kecantikan (beautician). Setelah dipijat, ia dilulur dan diberi body wax. Lalu, sambil menunggu wax-nya kering, ia mendapat perawatan kuku tangan dan kaki (manicure dan pedicure).

Wah, membaca kisah itu saya jadi penasaran. Di mana sih menemukan pemijat komplet yang sahih seperti itu? Pemijat khas seperti itu tentulah tidak akan memasang iklan di surat kabar dengan kata-kata yang mengandung ‘kode’ tawaran-tawaran tersembunyi.

Tanpa harus membuat pengakuan yang berbasa-basi, perlu saya nyatakan di sini bahwa saya adalah penggemar pijat. Ketika di asosiasi kami dibentuk klub golf, saya yang tidak main golf malah mencari teman untuk mendirikan klub pijat. Saya bahkan pernah menulis ‘Kiat’ di TEMPO tentang sebuah tempat pijat sahih (legitimate massage) di Jakarta. Begitu senangnya pemilik panti itu, sampai-sampai tulisan saya dibesarkan dan dipajang dalam bingkai di ruang terima tamu panti. Konyolnya, gara-gara itu banyak teman menyangka saya punya saham di sana. Mau juga, sih. Apalagi sekarang sudah buka cabang di Singapura.

Menurut keterangan beberapa teman sesama penggemar pijat, di Jakarta sudah ada beberapa tempat pijat lain yang juga menawarkan pijat sahih. Saya memang belum pernah merasa perlu untuk mencobanya. Di samping sudah puas dengan panti pijat yang telah kami langgani sejak 1985 itu, kami juga punya Bu Ida asal Madura yang biasa dipanggil ke rumah. Sayangnya, Bu Ida ini sudah terlalu banyak klien-nya sekarang. Daftar tunggunya sangat panjang. Kalau Bu Ida sedang kebanyakan klien, terpaksalah kami ke panti.

Mencari tempat pijat sahih memang merupakan pengalaman tersendiri. Yang jelas, jangan coba-coba memanggil tukang pijat ketika menginap di hotel. Di sebuah hotel di Semarang, saya dan istri memanggil dua tukang pijat sekaligus untuk melayani kami. Kedua tukang pijat itu rupanya kecewa ketika menemui kami adalah pasangan suami-istri yang memerlukan pijat sungguhan. Mereka mengira saya perlu petualangan three-in-one. Tentu saja mereka memang tidak bisa memijat. Baru lima menit, kami terpaksa mempersilakan mereka keluar dengan membayar tarif pijat penuh.

Pijat di hotel hanya bisa dilakukan kalau Anda mengenal seseorang di kota itu yang punya langganan pemijat andal. Pemijat itu lalu dikirim ke hotel untuk melayani Anda. Di Bali, misalnya, ada seorang kenalan yang biasa memanggil tukang pijat urat. Wah, Bu Ketut ini pijatannya luar biasa. Bisa membuat yang dipijat merem-melek karena nikmatnya. Kabarnya, beberapa pejabat dan orang kaya Jakarta sudi membayar tiket pesawat terbang untuk mendatangkan Bu Ketut ke Jakarta. Sekarang saya bahkan sudah tahu rumahnya di Sanur, sehingga kalau memerlukannya bisa saya jemput langsung.

Di Thailand sejak beberapa tahun ini mulai populer apa yang disebut temple massage – pijat kuil. Konon, teknik pijat khas ini dikembangkan di lingkungan kuil Buddha di sana. Pijat kuil ini sama sekali berbeda dengan ‘Pijat Bangkok’ yang ditawarkan massage parlors di berbagai kawasan hiburan Bangkok. Bila di Patpong sana pijatnya hanyalah merupakan kamuflase terhadap transaksi seks, maka pijat kuil adalah pijat sahih yang perlu sesekali dicoba.

Saya berkenalan pijat kuil ini pertama kali di Hatyai, sebuah kota kecil di Thailand Selatan. Ketika melakukan perjalanan dinas ke sana pada awal 1990-an, kolega bisnis saya menawari tukang pijat yang bagus. Rasanya, dia memerlukan waktu sepuluh menit untuk meyakinkan saya bahwa tukang pijat yang ditawarkannya itu benar-benar legitimate. Waktu itu dia belum menggunakan istilah pijat kuil – satu istilah yang barangkali lebih mudah untuk meyakinkan saya. Ia hanya menggunakan kata pijat tradisional. Padahal, di Indonesia ini pijat tradisional justru berkonotasi mesum.

Ketika ia mengantar pemijat itu ke kamar saya, kecurigaan saya sempat muncul lagi. Perempuan pemijat itu masih tergolong STW (setengah tua), dan tidak jelek. Penampilannya bersih. Benar sahihkah pijat yang dilakukannya?

Ternyata, perkenalan saya yang pertama dengan pijat kuil itu sungguh-sungguh mengesankan. Selama hampir dua jam ia memijat saya dengan berbagai cara dan teknik pijat yang belum pernah saya alami sebelumnya. Hebatnya lagi, begitu banyak variasi pijatnya sehingga tidak ada manuver yang diulang selama proses itu. Caranya ‘melipat’ tubuh untuk mengendurkan serta melemaskan urat dan otot merupakan teknik yang sangat khas pijat kuil. Berbeda dengan shiatsu Jepang. Berbeda pula dengan pijat Tionghoa.

Beberapa kuil di Bangkok mempunyai bangsal-bangsal khusus untuk menerima tamu yang ingin dipijat. Kalau Anda jeli mencari, di beberapa bagian kota Bangkok juga dapat dijumpai panti pijat sahih yang mengkhususkan pada pijat kuil. Tidak sulit sebenarnya mencari tempat pijat sahih. Jangan tanya supir taksi. Beri tahu concierge hotel kebutuhan Anda dengan jelas. Tegaskan istilah legitimate massage dan temple massage.

Acid test-nya juga cukup mudah. Penampilan tempat pijat sahih biasanya sederhana – bare necessities. Pasti tidak ada lampu-lampu neon gemerlap. Pasti tidak ada ‘akuarium’ tempat memajang gadis-gadis yang dapat dipilih. Otoritas pariwisata Thailand tampaknya juga serius mempromosikan pijat kuil ini sebagai fenomena baru bagi para wisatawan.

Belum lama ini saya ‘bertugas’ menjemput seseorang di bandara Don Muang, Bangkok. Karena pesawatnya ditunda hingga satu setengah jam lebih, maka saya manfaatkan waktu untuk memperoleh pijat kaki (foot massage) di sebuah ruko yang berseberangan dengan bangunan terminal. Keputusan itu tidak pernah saya sesali. Selama satu jam penuh telapak kaki hingga betis saya dimanjakan oleh pemijat yang terampil. Herannya, kok bisa satu jam? Padahal, di tempat-tempat foot massage serupa di Bali biasanya tidak lebih dari 20 menit.

Sumber : Bondan Winarno (Jalansutra)

Ada berbagai tehnik memijat, dari benua Asia saja daftar jenis pijat ini sudah berderet. Belum dari daratan Eropa dengan ciri khas masing-masing. Di Indonesia, bahkan ada beberapa daerah yang mempunyai pola memijat yang khas.

Semua jenis teknik pijat itu berkembang. Tak heran, jika ada arena khusus untuk memijat ala Jepang, misalnya. Namun ada juga yang tak berpentuk rumah pijat, namun spa. Keduanya sama-sama menawarkan aneka jenis pijat, meskipun kebanyakan aliran yang dipilih berbeda.

Di Spa, misalnya lebih banyak ditawarkan pijatan dari Eropa atau Indonesia. Dalam daftar di Spa yang dikelola Le Meridien Bali maupun Jakarta, yang tertera contohnya pijatan ala Swedia dan Perancis selain yang lokal.

Namun apapun aliran pijat yang dipilih memang tergantung selera. Lagipula pada dasarnya, gerakan pijat dibagi dalam lima gerakan pokok. Caranya tidak terlalu rumit sehingga bisa dipraktekkan di rumah, bagi si kecil maupun untuk pasangan. Namun, tentunya dengan tekanan yang berbeda.

1. Effleurage (stroking)
Gerakan dilakukan oleh kedua telapak tangan mulai dari pinggang, menuju ke atas atau bahu. Gerakan ini cukup panjang dan dengan dorongan namun tekanan keras atau lembut tergantung yang dipijat. Tujuannya untuk meningkatkan peredaran daerah dan membuat badan menjadi rileks.

2. Petrisage (kneading)
Gerakan ini seperti mencubit kulit dengan ibu jari dan telunjuk. Gerakan ini berkesinambungan, dimulai dari bawah, lakukan cubitan atau remasan secara terus menerus menggelinding hingga bagian atas. Gerakan ini menstimulasi otot lebih rileks dan membuat sirkulasi darah lebih baik demikian juga untuk getah bening.

3. Tapotement (percussion)
Gerakan ini tergolong paling cepat dan menggunakan kedua belah tangan. Pertama, tapping dengan menggunakan ujung-ujung jari. Gerakan seperti saat menggetik. Dalam pijat Swedish, gerakan ini dipraktekkan saat memijat wajah. Jari-jari digerakkan tepat di atas alis. Gerakan ini cepat tapi terasa lembut. Kedua, hacking , salah satu sisi tangan yang paling dekat dengan kelingking digerakan seperti pukulan karate. Kecepatannya tinggi dan antara tangan kiri dan kanan saling sambung menyambung. Sentuhan pemijat tidak boleh terputus dengan tubuh yang dipijat. Perlu diingat juga, jari-jari tangan dirapatkan. Ketiga, cupping , jari-jari tangan dibentuk dengan lentuk agak melengkung. Keempat, slapping , yang digunakan bagian sebaliknya dari telapak tangan, namun menggunakan bagian yang rata. Kelima, pounding , caranya tangan dikepalkan dan kenakan bagian bawah atau yang dekat dengan kelingking ke tubuh. Bila memilih gerakan percussion , sebaiknya hindari untuk tidak melakukan dengan tekanan dalam pada bagian sekitar ginjal dan struktur tulang. Gerakan ini, sebenarnya bisa dilakukan dengan lembut seperti pada pola yang digunakan dalam Swedish Massage .

4. Vibration
Gerakan tangan maju mundur secara bergantian antara tangan yang kiri dan kanan. Letakkan kedua belah telapak tangan di tubuh yang dipijatkan. Pertama, gerakan tangan kiri maju dan tangan kanan mundur, lakukan hal itu sambil terus bergerak ke bagian atas atau bahu. Gerakan ini biasanya dilakukan di bagian punggung, paha dan bokong. Efeknya diharapkan dapat merangsang sistem syaraf beraksi dalam pusat syarat. Namun gerakan ini juga bisa menenangkan jaringan syaraf jika dilakukan dengan lembut.

Dalam setiap gerakan tersebut, penting untuk melakukan pijatan stroking setelah melakukan gerakan vibration, kneading dan percussion . Jadi setelah melakukan salah satu dari tiga gerakan pijatan, selingi dulu dengan stroking kemudian lanjut dengan gerakan kedua, selingi lagi dengan stroking .

Kemudian bagi pemijat, jadikan badan sebagai beban sehingga tangan tidak terlalu lelah bekerja. Selain itu, jangan sampai setelah memijat, malahan badan pemijat yang pegal-pegal pinggal, misalnya. Jika dilakukan dengan berdiri, posisikan kaki akan renggang jangan rapat. Kalau bisa badan ikut bergerak seperti gerakan tangan atau serasa menari sehingga seusai memijat tidak merasa pegal. l rita

Dikutip dari : http://www.korantempo.com

Ternyata pijat atau massage bisa menjadi salah satu alternatif mengusir kelelahan. Pijat juga bisa mengusir stres, lho. Tekanan yang dilakukan saat memijat pada titik-titik tertentu di otot (pressure point), konon dapat melancarkan peredaran darah hingga Anda merasa fit kembali. Sebagai pelengkap gaya hidup, massage inipun menawarkan beragam “menu” dengan kekhasannya. masing-masing. Karena itu bersiaplah mencoba ke spa favorit, dan pilih menu yang Anda suka!

Thai Massage
Thailand tak hanya terkenal dengan makanannya yang menggoyang lidah. Juga sensasi pijatannya yang khas yakni tanpa lumuran minyak. Thai massage yang menggunakan kekuatan jempol untuk menekan titik lemah otot, lebih mengkonsentrasikan pijatan pada daerah punggung , kaki serta wajah. Untuk mendukung terapi yang banyak menggunakan gerakan tubuh dan peregangan ini, sebaiknya dilakukan di atas matras serta menggunakan busana longgar agar lebih relaks dan nyaman.

Warm Stone Massage
Jenis massage ini kini sedang populer. Pijat ini menggunakan kekuatan batu alam yang dapat menghantarkan panas ke tubuh. Pijatan ini dapat mengurangi ketegangan otot dan membuat tubuh menjadi relaks. Untuk hasil maksimal, pilih batu kali berkualitas yang berwarna hitam dan licin. Awali perawatan dengan pijatan ringan pada tubuh dengan olesan minyak aromatherapy agar tubuh mengadakan penyesuaian. Kemudian tempelkan batu yang telah dihangatkan mengikuti tulang punggung dengan sedikit penekanan, agar panas terhantar dengan baik. Diamkan selama 15 menit kemudian angkat.

Traditional Massage
Perawatan ini yang paling sederhana dan menjadi favorit. Pemakaian minyak aromatherapy yang menenangkan sebagai kombinasinya, membuat orang betah berlama-lama melakukan perawatan ini. Gerakannya pun sederhana melalui pijatan ringan di seluruh tubuh yang melenturkan kembali otot-otot yang kaku. Anda pun dapat menggabungkannya dengan scrub untuk menghaluskan kulit badan.

Shiatsu
Pijatan yang berasal dari Jepang ini, juga menggunakan kekuatan jempol yang menelusuri otot. Shiatsu digemari oleh mereka yang sibuk dengan konsentrasi tinggi. Karena itu terapi ini disukai karena tidak menyita banyak waktu dan gerakannya pun lebih pada otot yang menghubungkan ke saraf otak. Yang penting lakukan peregangan ringan sebelum melakukan pijatan, agar otot-otot menjadi relaks lebih dulu.

Dikutip dari : http://www.tabloidnova.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers