Posts Tagged With: pijat

Annisa Pohan Ketagihan Pijat

detail berita

Annisa Pohan (Foto: Dok. P&G)

MENJALANI aktivitas yang padat, kadang tubuh dihinggapi stres dan kelelahan. Untuk mengusirnya, Annisa Pohan rutin melakukan pijat.

Sebagai seorang ibu muda, Annisa Pohan punya segudang aktivitas. Sehari-harinya, wanita yang aktif di bidang sosial ini harus membagi waktu antara keluarga dan pekerjaannya. Hal ini kerap membuat Annisa diliputi rasa stres dan kelelahan.

Bagaimana istri Agus Harimurti Yudhoyono ini meredam stres?

“Saya suka sekali pijat,” tutur wanita cantik ini dalam acara The Secret is Out  bersama Olay Total Effects di Mandarin Hotel, Jakarta, Rabu, 3 April 2013.
Untuk mendapatkan pijat yang diinginkan, Annisa tidak pergi ke spa. “Saya lebih suka memanggil terapis ke rumah, supaya anak saya (Almira Tunggadewi) bisa lihat juga,” urainya.

“Untuk pijat ini saya rutin, sekali dalam sepekan saya pasti pijat,” tutupnya.
Sumber : okezone.com
Categories: Pijat News, pijat testimoni, terapi pijat | Tags: , , , | Leave a comment

13 Fakta Penting Tentang Pijat

Yahoo! SHE

Oleh | Yahoo! SHE – Kam, 2 Mei 2013 12:16 WIB

Oleh: Marmi Panti Hidayah
Siapa sih yang tak suka dipijat? Selain terasa nikmat, pijatan juga bisa mengusir stress dan membuat pikiran lebih rileks. Namun apakah ada manfaatnya untuk kesehatan?

Dokter Hawin Nurdiana, M.Kes. memaparkan, tujuan pijat adalah memperlancar peredarah darah. “Darah bertugas membawa zat-zat, di antaranya oksigen, ke seluruh tubuh. Lancarnya peredaran darah akan mengaktifkan kerja organ-organ tubuh,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan pemahaman masyarakat bahwa pijat dapat menyembuhkan masuk angin?

Menurut dr. Hawin, masuk angin biasanya terjadi pada orang yang terlalu letih atau stres. Akibatnya timbul rasa nyeri di otot. Pijat inilah yang bisa merelaksasikan otot-otot yang tegang (mengalami kontraksi) tersebut.

Diwawancara secara terpisah, Founder & Owner Pijat Keluarga Sehat Indonesia, O.A. Yuwono menuturkan bahwa pijatan juga dapat mengurangi ketegangan pada otot akibat aktivitas sehari-hari. Pijat juga dapat memperbaiki sirkulasi darah, karena saat pemijatan, ada titik-titik tertentu yang ditekan sehingga daerah yang darahnya tersumbat akan lancar kembali.

Pijat juga dapat mengurangi ketegangan pada otot akibat aktivitas sehar-hari. “Dengan pijatan, tekanan pada otot bisa berkurang,” ujarnya. Selain itu, “Pemijatan menghasilkan hormon endorfin yang membuat kita merasa nyaman dan enak,” jelasnya.

Dokter Hawin sepakat, dari sisi kesehatan, pijat memang banyak manfaat baik secara fisik maupun psikis, bahkan membantu penyembuhan berbagai penyakit fisik.

Berikut manfaat pijat secara luas seperti diungkapkan dr. Hawin Nurdiana, M.Kes:

1. Pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah, sehingga organ-organ vital dan jaringan lain dalam tubuh akan memperoleh lebih banyak oksigen dan nutrisi penting.

2. Pijat dapat mengatur tekanan darah, mengurangi hipertensi. Ketika dipijat, tubuh akan dirangsang agar mempengaruhi reseptor tekanan di bagian otak yang mengatur tekanan darah.

3. Pemijatan pada daerah dada, leher, dan punggung mampu menurunkan denyut jantung hingga 10 denyut tiap menitnya. Alhasil, tekanan darah menurun sebanyak delapan persen.

4. Pijat menyehatkan paru-paru dan perut. Ketika dipijat, saraf vagus yang ikut mengatur sistem pencernaan dan pernapasan akan mengatur paru-paru bernapas lebih lambat dan dalam sehingga dapat memaksimalkan sistem pencernaan.

5. Meningkatkan kemampuan otak. Gelombang otak memiliki kemampuan untuk berubah-ubah sesuai kondisi tubuh seseorang. Pemijatan pada pagi hari dapat membuat tubuh terasa lebih segar dan waspada. Sementara bila pemijatan dilakukan sebelum tidur malam, akan menyebabkan tidur lebih nyenyak.

6. Meningkatkan fungsi kulit dan peredaran darah. Dapat pula membantu proses produksi kelenjar keringat dalam menghasilkan keringat, sehingga zat tidak berguna dalam tubuh dapat dibuang bersama keringat.

7. Gerakan pijat yang dilakukan dengan cara menekan dan menghentak seperti meremas, memukul, dan menepuk dapat membantu melarutkan lemak.

8. Mengurangi stres. Saat dipijat, saraf vagus akan mengirim sinyal ke kelenjar adrenal untuk menekan produksi hormon stres seperti kortisol.

9. Pijat juga mampu mengurangi rasa sakit karena sel-sel saraf kulit yang ditekan mengirim sinyal melalui salah satu pusat nyeri, yakni sumsum tulang belakang. Dalam perjalanannya, sinyal tekanan lebih cepat ketimbang rasa sakit sehingga dapat mengurangi nyeri.

10. Meningkatkan daya tahan tubuh. Hormon kortisol yang menurun saat dipijat dapat mengurangi stres dan meningkatkan sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita.

Namun demikian, lanjut dr. Hawin, ada juga dampak buruk apabila sering dipijat:

– Mengalami Alergi
Minyak pijat, lotion atau minyak aromaterapi yang sering dipakai saat pijat bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

– Gula Darah Rendah
Biasanya gula darah turun setelah dipijat. The University of Maryland Medical Center (UMMC) menyarankan agar penderita diabetes memeriksa gula darah sehabis pijat. UMMC juga merekomendasikan, penderita diabetes yang suka pijat secara rutin, harus membuat grafik untuk melihat pola gula darah dan memonitor kadar gula darah.

– Gumpalan Darah
Terapi pijat bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki gumpalan darah dalam tubuh. Dengan pijat, gumpalan darah tersebut bisa berpindah tempat ke jantung atau otak yang menyebabkan sumbatan sehingga bisa terjadi serangan jantung dan stroke.

Yuwono menambahkan, idealnya pijat dilakukan seminggu sekali. “Kalau setiap hari saya kira tidak perlu, karena manfaatnya justru tidak dapat dirasakan. Paling cepat tiga hari sekali,” jelasnya.

Categories: Pijat News, pijat tips, terapi pijat, tip sehat | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Pijat Refleksi Efektif Redakan Sakit Flu

 

 

 

 

 

 

 

Tentu setiap orang pernah mengalami sakit flu. Penyakit yang satu ini memang kerap menyerang, terutama saat terjadi perubahan cuaca yang tak menentu.

Penyakit flu disebabkan oleh virus RNA atau influenza, bersifat menular dan dapat menyerang saat daya tahan tubuh menurun.

Mengonsumsi vitamin C merupakan salah satu langkah efektif untuk mencegah dan meredakan penyakit ini. Namun ternyata ada cara lain yang tak kalah efektif untuk mengurangi gejala penyakit flu yakni dengan terapi pijat.

The Journal of Complimentary and Alternative Medicine mempublikasikan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa terapi pijat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu mengatasi stres dengan lebih baik.

Studi ini dilakukan dengan membagi partisipan menjadi 2 kelompok, satu kelompok mendapatkan teknik terapi pijat sedangkan kelompok lainnya hanya mendapatkan sentuhan ringan yang tidak mencakup teknik terapi pijat.

Setelah 45 menit kedua kelompok diambil sampel darahnya lalu dibandingkan. Hasilnya, kelompok yang mendapatkan pijat teknik terapi pijat mengalami peningkatan yang signifikan dalam jumlah limfosit . Seperti diketahui sel darah putih ini memainkan peran besar dalam melindungi tubuh terhadap serangan penyakit serta menurunkan kadar hormon stres yang dimiliki.

Terapi pijat juga dapat digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat dan kesulitan bernapas, gejala umum yang terjadi saat flu menyerang. Kesulitan bernafas dapat terjadi setiap saat dan dapat menyebabkan suara menjadi kurang lepas atau bindeng. Bahkan pada sebagian orang, kesulitan bernapas akibat hidung tersumbat terjadi pada saat tidur, sehingga penderita tidak mendapatkan tidur yang berkualitas.

Pijat refleksi merupakan cara yang tepat untuk membuka sumbatan pada sinus penyebab hidung tersumbat, namun tentu saja hanya bersifat meringankan gejalanya, bukan untuk menyembuhkan penyebab sinus itu sendiri.

Tak ada salahnya jika Anda mendapatkan terapi pijat secara teratur karena selain berguna untuk meredakan flu, terapi pijat juga berguna untuk melancarkan peredaran darah dan membuat tubuh lebih bugar. Perbanyaklah istirahat dan tambahkan multivitamin agar Anda terbebas dari penyakit flu. (DF/bee)

Source: http://duniafitnes.com/

Categories: terapi pijat, tip sehat | Tags: , , , | Leave a comment

Pijat Lebih Efektif Pascacedera Otot

SHUTTERSTOCK

SHUTTERSTOCK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pijat merupakan salah satu metode pengobatan untuk menyembuhkan cedera otot. Namun manjur tidaknya terapi ini sangat tergantung dari beberapa faktor, seperti waktu pemberian pengobatan.

Hasil suatu riset terbarunya mengindikasikan, terapi pijat akan lebih efektif membantu memulihkan cedera otot apabila terapi dilakukan sesaat setelah seseorang mengalami cedera.

Untuk membuktikan temuannya tersebut, para ilmuwan di Ohio State University Wexner Medical Center melakukan percobaan menggunakan 24 ekor  kelinci putih. Setiap kelinci mendapat terapi pijat dengan memperhatikan beberapa hal seperti, tekanan pijat, durasi dan waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan penyembuhan pascacedera otot.

Dalam studinya, para peneliti menggunakan alat mekanis yang meniru gerakan olahraga dan perangkat kedua meniru gerakan memijat. Kemudian hewan itu diberikan terapi pijat yang masing-masing terapannya berbeda baik dari frekuensi, tekanan dan durasi untuk mengetahui efeknya pada pemulihan otot.

“Kami menemukan, jika otot yang rusak segera mendapatkan terapi pijat (selama 15 menit), ada kemungkinan cedera akan pulih 20 sampai 40 persen. Namun jika tidak segera dipijat dalam waktu 24 jam, cedera akan berlangsung lama,” kata Dr Thomas Best, co-direktur OSU Sport Medicine.

Meski temuan ini cukup menjanjikan, namun para ahli berpendapat, penelitian yang melibatkan hewan biasanya akan gagal bila kemudian diimplementasikan kepada manusia. Meski begitu, peneliti mengungkapkan bahwa temuan mereka memberikan potensi untuk uji klinis di masa depan.

“Kami sangat gembira tentang implikasi klinis dari penelitian ini. Setelah pengujian dilakukan pada manusia, kita bisa menganjurkan terapi pijat untuk membantu cedera otot pada atlet,” kata Best.

Temuan ini dipublikasikan pada 26 Juni 2012 dalam British Journal of Sports Medicine.

Sumber :
kompas.com
Categories: terapi pijat | Tags: , | Leave a comment

Pijat Tingkatkan Kekebalan Tubuh

SETELAH diteliti lebih jauh, diketahui ternyata selain mampu membuat tubuh lebih bugar, pemijatan secara tidak langsung dapat mencegah penyakit dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

Pemijatan merupakan pemberian energi yang dimasukan ke tubuh untuk memperlancar peredaran darah sehingga dapat terhindar dari penyakit bahkan dapat pula mengobati penyakit. Sudah banyak diakui bahwa pijat dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Jenis pijat pun kini makin bervariasi, di antaranya pijat tradisional atau pijat yang paling dikenal di Indonesia, biasa dikenal dengan istilah urut. Pijat refleksi yang mempelajari pijat di titik-titik tubuh tertentu dan berasal dari China. Kemudian shiatsu yang merupakan teknik memijat yang berasal dari Jepang. Lalu ada hot stone massage atau pijat batu panas dengan menggunakan batu vulkanik yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu.

Swedish massage atau pijat Swedia dengan teknik memijat yang tidak terlalu keras dan menggunakan telapak tangan memberi tekanan pada otot dan tulang. Thai massage atau pijat Thai dengan menggunakan energi tubuh dan lembut, manfaatnya adalah untuk relaksasi bahkan mampu membangkitkan gairah terhadap pasangan. French massage atau pijat Prancis yang bermanfaat menambah kecantikan.

Dalam sebuah uji coba terhadap orang dewasa yang sehat, pemijatan baik yang ringan ataupun berat mampu memicu perubahan bermanfaat pada sel imun yang dikenal berperan melindungi tubuh dari penyakit.

Untuk mengujinya, sebanyak 29 sukarelawan diminta mengikuti sesi pemijatan selama 45 menit. Sebelum dimulai, tubuh mereka dipasangi dengan kateter intravena untuk mengambil sampel darah selama pemijatan. Sampel darah diambil saat 5 menit dan 1 menit sebelum pemijatan dan 1, 5, 10, 15, 30, dan 60 setelah pemijatan.

Setelah sampel darah dianalisis, para ilmuwan menemukan bahwa para sukarelawan mengalami perubahan yang signifikan pada sel imun yang mampu mencegah penyakit. Para sukarelawan juga mengalami penurunan kadar hormon kortisol pemicu stres begitu juga penurunan arginin vasopressin hormon yang memengaruhi perilaku agresif.

Sumber : mediaindonesia.com

Categories: terapi pijat | Tags: , , , | Leave a comment

Pijat Menenteramkan Hati, Usir Depresi

Siapa yang tidak suka dipijat? Selain mampu memupus lelah dan melemaskan otot, pijat juga mampu menenteramkan hati. Manfaat pijat tidak hanya itu. Studi ilmiah menunjukkan, orang yang sering dipijat juga lebih jarang mengalami depresi.

Terapi pijat sudah sejak lama terbukti punya manfaat pada sisi emosional seseorang, yakni memupus stres dan tekanan tubuh. Dalam sebuah penelitian, terbukti pasien-pasien depresi merasakan dirinya merasa lebih baik setelah mendapatkan terapi pijat.

Dalam suatu penelitian yang dilakukan periset dari Taiwan, dilakukan perbandingan dampak terapi pijat dengan terapi lain, seperti herbal China, olahraga relaksasi atau beristirahat, pada pasien depresi.

Secara umum diketahui, terapi pijat yang dilakukan secara rutin lebih efektif dalam mengurangi gejala-gejala depresi dibandingkan dengan terapi lainnya.

Para ahli meyakini, terapi pijat tidak hanya mengurangi stres dan membuat tubuh menjadi rileks, tetapi tiap sentuhan tangan dari pemijat akan menghasilkan hubungan persahabatan antara terapis dan pasien. Pada akhirnya, hal ini akan memicu dikeluarkannya hormon oksitoksin yang menimbulkan ada rasa saling percaya.

Sumber : kompas.com

Categories: terapi pijat, tip sehat | Tags: , | Leave a comment

Pijat, Tak Hanya Untuk Melawan Pegal

Hingga kini, pijat masih menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk relaksasi tubuh. Pegal linu dan rasa lelah bisa diminimalkan dengan pemijatan selama beberapa menit. Bahkan, cara tradisional ini juga bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kesehatan. Tak heran bila pijat pun masuk ke dalam satu tahap perawatan di rumah spa, sebagai langkah menuju relaksasi yang maksimal.

Manfaat pijat itu sendiri adalah membantu melancarkan peredaran darah sehingga memberikan efek kesegaran bagi tubuh secara keseluruhan. Sirkulasi darah yang lancar akan memberikan oksigen lebih pada otak sehingga membantu menyegarkan pikiran. Pijat juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai usia, mulai dari bayi hingga lansia.

Pada bayi, pemijatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan kedekatan dengan orang tua. Seni sentuhan ini dapat memberikan rasa nyaman dan relaksasi bagi si kecil. Itu sebabnya, pijatan biasanya dilakukan setiap pagi atau malam sebelum tidur agar bayi bisa tidur pulas. Gunakanlah minyak yang lembut bagi kulit bayi dan pijat secara perlahan.

Ketika anak beranjak besar, pijat pun bisa dilakukan untuk memberikan efek relaksasi tubuh. Di usia ini, anak umumnya lebih banyak melakukan kegiatan fisik yang mungkin mencederai ototnya. Oleh karena itu, dengarkanlah keluhan anak dan berikan pijatan dengan tekanan yang tidak terlalu keras.

Di usia dewasa, pijat umumnya menjadi pelarian utama untuk mengusir rasa lelah dan stres akibat beban pekerjaan. Pemijatan pun kini bersifat kompleks, yaitu memberikan relaksasi secara lebih menyeluruh, baik bagi tubuh, pikiran, maupun jiwa. Seperti yang nyatakan oleh The Touch Research Institute, University of Miami, pijatan bisa memberikan dampak positif pada penanggulangan stres dan kinerja seseorang setelah 15 menit menggunakan kursi pijat. Keluhan kesehatan lainnya seperti pusing, insomnia, atau radang sendi pun bisa dibantu dengan pemijatan.

Sementara pada lansia, pemijatan secara berkala dapat menekan laju tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah, mengendurkan otot, sekaligus merangsang otot yang lemah untuk bekerja.

Dikutip dari : http://www.info-sehat.com

| Tags: , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.